5 Tips Sebelum Membeli Template Blog

7 Likes 2 Comments
membeli template blog

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh blogger sebelum membeli template blog. Mulai dari struktur template sampai pada update template.

Hanya saja, banyak blogger yang cenderung asal-asalan membeli template. Yang penting tampilannya bagus, mirip website populer, lalu langsung dibeli.

Setelah dipakai beberapa lama, si blogger kemudian menyadari bahwa ada banyak sekali kekurangan pada template yang barusan ia beli tersebut.

Kekurangan-kekurangan ini pada akhirnya berdampak pada konten yang ia buat. Dimana tidak ada perkembangan yang signifikan pada blog, terutama dari segi trafik.

Dalam dunia blogging, template/tema blog punya peran yang sangat penting dalam pengoptimalan konten atau situs.

Model pengoptimalan template ini termasuk dalam strategi SEO on page. Dan ini juga yang menjadi alasan mengapa banyak pakar SEO yang menyarankan agar blogger menggunakan template premium.

Template premium punya banyak keunggulan dibanding template gratisan. Salah satunya dapat mendongkrak posisi blog di search results.

Sebenarnya artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya sendiri. Dimana, saat saya masih menggunakan blogger, ada beberapa template yang saya beli hanya karena tampilannya yang menarik.

Padahal didalam script ada banyak sekali yang eror. Setelah mengetahuinya, saya kemudian berganti template.

Yang justru membuat saya terus-terusan mengganti template karena merasa template yang saya gunakan itu gak ada yang ngena di hati.

Yang justru membuat saya ogah ngurusi blog karena selama berbulan-bulan terjun ke dunia blogging, tidak ada perkembangan yang signifikan.

Dari pengalaman itulah saya kemudian membuat artikel ini. Yang mungkin bisa membantu anda untuk memilih template mana yang cocok dengan tujuan anda ngeblog.

Selain itu, anda juga bisa mengetahui kriteria-kriteria apa saja yang harus diperhatikan saat membeli template blog.

5 Tips Sebelum Membeli Template Blog

Lalu apa saja tips yang harus diikuti sebelum membeli template blog? Pasti penasaran kan? Berikut disajikan artikelnya untuk anda:

1. Perhatikan struktur template/tema blog

Hal paling pertama dan utama yang harus diperhatikan sebelum membeli template blog adalah strukturnya.

Dengan kata lain, anda harus memilih struktur template yang cocok dan sesuai dengan tujuan anda ngeblog.

Sebagian besar template yang ada saat ini dibuat menggunakan struktur standar. Misalnya, jika template blogger sudah pasti dibangun dari beberapa widget.

Widget ini juga dibentuk dari serangkaian kode seperti misalnya .body, <head>, navgar, sidebar, main blog, footer dan lain sebagainya.

sebelum membeli template blog

Rata-rata template yang dijual sudah menyediakan semua fitur ini. Perbedaan hanyalah pada layout dan juga karakter template.

Misalnya, ada template yang dibangun tanpa menggunakan widget sementara ada template yang dibangun dengan widget yang banyak.

Pada struktur template, salah satu hal yang harus diperhatikan dengan seksama adalah optimasi SEO template.

Jika anda bingung bagaimana mengetahui kalau template yang bakal dibeli itu SEOnya sudah di optimasi atau belum, silahkan gunakan tools ini.

Disisi lain, didalam struktur template ini, ada beberapa elemen yang harus ada, diantaranya:

  • Tag tanggal, pengarang dan elemen profil lain
  • Penggunaan tag H1, H2 dan seterusnya
  • Penggunaan meta tag/keyword
  • Ketersediaan meta tag open graph media sosial
  • Punya broadcrumb
  • Alt dan titel tag pada gambar

Untuk anda pengguna blogger, saat melakukan pengecekan struktur menggunakan tools yang saya tautkan diatas, jangan lupa juga testing dengan Brokenlinkcheceker.

Tujuannya apa? Untuk mengetahui apakah ada widget dengan link arahan yang eror seperti yang saya temui pada beberapa template premium.

2. Mobile Friendly

Beberapa tahun terakhir, ada pergeseran perangkat saat akan membuka internet. Dari komputer atau dekstop ke gadget atau telepon genggam.

Dengan kata lain, template yang bakalan anda beli itu sudah harus mendukung tampilan mobile sehingga pengunjung bisa nyaman dengan tampilan situs anda.

Anda bisa menggunakan beberapa tools seperti Mobile Friendly Test milik Google untuk mengecek apakah halaman blog anda sudah punya tampilan mobile atau tidak.

sebelum membeli template blog

Jika belum, sebaiknya cari template yang mendukung tampilan mobile ini karena kedepannya sebagian besar pengunjung akan menggunakan smartphone untuk berselancar di dunia maya.

3. Perhatikan kecepatan loading template

Disisi lain, salah satu penunjang SEO template adalah loading blog. Pastikan loading blog template yang akan dibeli itu diatas 90 persen.

Oleh karena itu, sebelum melakukan pembelian, pastikan anda sudah melakukan pengecekan loading template seperti yang ada pada tools pagespeedinsight.

sebelum membeli template blog
kecepatan loading blog paulipu setelah dipasangi iklan AdSense untuk versi mobile

Jika dalam versi tanpa tampilan iklan ada elemen-elemen script yang memperlambat loading blog, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk membeli template tersebut.

Alasannya apa? Karena loading blog anda akan bertambah lebih berat apabila sudah di pasangi dengan iklan seperti Google AdSense.

Umumnya, ada tiga elemen didalam template yang secara langsung membuat loading blog menjadi lambat, antara lain:

a. Waktu eksekusi font

Waktu eksekusi font adalah durasi yang dibutuhkan browser untuk membuka halaman. Elemen ini biasanya di ukur dalam skala 0,001 detik-1 menit.

Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini, ada beberapa developer yang memanfaatkan CSS tampilan font untuk memastikan bahwa font tetap terlihat selama loading.

Dengan kata lain, sebaiknya perhatikan jenis-jenis font yang digunakan dalam satu template. Jika ada 5 atau lebih jenis font, sebaiknya pertimbangkan lagi apakah anda akan membeli template tersebut atau tidak.

Karena biasanya, font dalam script saling tumpang tindih sehingga membuat loading blog anda lebih lambat.

b. Thread utama

thread utama adalah waktu eksekusi yang dibutuhkan browser untuk mengurai seluruh elemen didalam template.

Mulai dari header, widget, font, iklan, open graph, broadcrumb dan lain sebagainya. Semua elemen ini harus dieksekusi dalam waktu yang minimal.

Baca Juga : Perbedaan menggunakan template gratisan dan template Premium

Karena itu, pastikan loading javascript yang ada di dalam template tersebut mampu bekerja untuk mengurangi beban loading.

sebelum membeli template blog

Sebenarnya, pada thread utama ini ada tiga elemen yang paling berpengaruh pada loading yakni style/layout, render dan font.

c. Ukuran DOM

Mesin pencari seperti Google biasanya merekomendasikan agar sebuah situs harus berisi kurang dari 1.500 DOM node.

Maksudnya apa ya? Maksudnya adalah hirarki didalam blog anda harus kurang dari 32 elemen. Atau, minimal harus kurang dari 60 elemen induk dan elemen tambahan.

Soal ini sebenarnya sudah disinggung pada poin pertama tadi, namun dengan pembahasan yang lebih teknis.

Ukuran DOM yang kecil akan mengurangi penggunaan memori dan memungkinkan loading blog lebih cepat.

sebelum membeli template blog
Kecepatan loading paulipu versi desktop

Untuk menghindari hal ini, seminimal mungkin template tersebut tidak menggunakan widget bawaan yang berlebihan, yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Misalnya, Widget-widget tambahan dengan tujuan untuk mempercantik blog, yang justru memperlambat loadingnya.

Jika diperhatikan dengan seksama, tiga poin diatas bermuara pada satu hal yakni kecepatan indeks situs atau loading.

Dengan kata lain, indeks kecepatan blog harus relatif lebih cepat dari yang lain. Oleh karena itu, jangan tergiur pada tampilannya melainkan kecepatannya.

Lebih bagus sih kalau anda menggunakan template yang sudah support AMP. Supaya blog anda lebih cepat diakses.

4. Belilah dari penyedia terpercaya

Sebelum melakukan pembelian pastikan dulu apakah lapak tempat anda akan membeli template bisa dipercaya atau tidak.

Kalau anda tidak yakin, sebaiknya gunakan Google untuk mencari testimoni pembelian dari lapak tersebut.

Untuk WordPress, anda bisa membeli template-template seperti di ThemeForest, HappyTheme atau ditempat lain.

Hanya saja, untuk melakukan pembelian di dua situs yang saya sebutkan diatas, transaksinya harus menggunakan Dollar. Agar lebih mudah, anda bisa menggunakan Paypal.

Sementara untuk anda yang menggunakan blogger, anda bisa membelinya pada penjual template yang cukup terpercaya seperti Mas Sugeng, KompiAjaib atau Arlina.

Bagaimana soal harganya? Untuk blogger rata-rata harga templatenya tergolong murah sementara untuk template WordPress, harganya cenderung lebih mahal.

5. Perhatikan support dan updatenya

Support ini termasuk dukungan pemasangan serta untuk pengeditan beberapa elemen script yang biasanya tidak terlalu teknis.

Seperti misalnya pengaturan head atau penempatan kode meta dari search console, Google Analytic dan lain sebagainya.

Disisi lain, tujuan mendapatkan support ini adalah agar anda bisa tahu kalau template anda beli itu langsung dari penjualnya dan bukan seorang ripper atau penipu yang menjual template karya orang lain.

Sekaligus untuk menghindari penempatan kode didalam yang tidak anda inginkan, seperti Malware, trojan dan lain sebagainya.

Menurut saya pribadi, yang paling penting saat membeli template adalah apakah pembeli akan mendapatkan update template [jika ada updatenya secara gratis atau harus melakukan pembelian lagi?

Beberapa penyedia memang memberikan update terbaru secara gratis sementara ada juga developer yang memberikan update terbaru tetapi berbayar.

Saran saya, karena update template adalah hal yang cukup krusial agar tema blog yang anda gunakan bisa menyesuaikan dengan perkembangan dunia blogging, ada baiknya update harus didapat secara gratis, khusus untuk yang akan melakukan pembelian template sebelumnya.

Penutup

Mempertimbangkan beberapa hal diatas sebelum membeli template blog adalah salah satu langkah paling penting yang wajib diperhatikan sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian template.

Tujuannya apa? Agar anda tidak kecewa apabila template pada akhirnya banyak yang eror. Karena memang dari sekian banyak developer yang profesional, pasti ada salah satu diantaranya yang nakal.

Demikian artikel tentang 5 tips sebelum membeli template blog. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

2 Comments

  1. Ass. Saya masih terbilang baru mengutak-atik template. Tapi, saya banyak menulis karena saya penulis. Tolong bimbingannya. Kalau mau mengganti template yang sudah ada Adsense-nya dengan template yang baru bisa tidak ya? Soalnya saya ragu mengganti templatenya karena sudah ada Google Adsense. Atas masukannya terima kasih. Salam

    1. Silahkan saja diganti… karena tidak ada dampak dari adsense ke template yang penting bukan domain yang diganti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *