Hati-Hati! Konsumsi Ikan Ternyata Bisa Terinfeksi Bakteri Zoonosis

2 Likes Comment
terinfeksi bakteri zoonosis

Mengkonsumsi ikan ternyata bisa menyebabkan seseorang terinfeksi bakteri Zoonosis. Hal ini juga sudah di konfirmasi oleh beberapa ilmuwan dan juga dokter.

Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir telah muncul berbagai masalah terkait dengan zoonosis seperti penyakit anjing gila, sapi gila (mad cow), flu burung (avian influenza) H5N1 yang penyebarannya sampai di Indonesia.

Peningkatan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia harus diperhatikan lebih rinci lagi. Memperkuat payung hukum untuk pengendalian hewan potensial yang dapat menyebarkan virus.

Termasuk juga vaksinasi terhadap hewan-hewan tertentu menjadi hal yang penting untuk dilakukan oleh pemangku kepentingan terkait seperti Kementrian Kesehatan, Kementrian Pertanian dan juga beberapa organisasi lain.

Baca Juga : Zoonosis Intai Sulut, Masyarakat Pilih Pertahankan Lokalitas

Begitu juga dengan antrax, rabies, dan berbagai penyakit lain dengan sifat zoonosis ikut mengancam. Tapi, sebagian besar dari kita hanya melihat bahwa zoonosis merupakan sebuah perpindahan penyakit menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

Pada faktanya, bukan hanya hewan vertebrata saja yang dapat menyebabkan zoonosis, tetapi juga dari ikan. Hal ini disebabkan karena kebiasaan mengkonsumsi ikan yang tidak matang.

Ikan itu biasanya ditambah dengan bumbu khusus atau menu-menu hotpate yang hanya masak pada permukaan daging saja.

Tidak menyebabkan kematian

Meski pada dasarnya, hal ini tidak menyebabkan kematian pada manusia, namun tetap saja menjadi masalah serius yang harus diperhatikan. Selain itu, risiko masalah kesehatan akan meningkat terkait dengan isu yang satu ini.

Baca Juga : Karena Zoonosis Saya Ngeblog

Dr. drh R Wisnu Nurchayo menyebut bahwa penyakit zoonosis yang dari ikan dipengaruhi oleh perubahan iklim. Hal ini membuat ikan-ikan tersebut terinfeksi bakteri zoonosis atau parasit tertentu dengan sifat yang sama.

“Parasit, ikan dan perubahan iklim global sebagai tantangan terhadap dokter hewan,” ungkapnya seperti dilansir dari ugm.ac.id (20/09/07).

Parasit yang terdapat pada ikan ini perlu mendapat perhatian lebih dalam kaitannya dengan penularan zoonosis yang selama ini kita kenal hanya terjadi pada hewan saja.

Manusia dengan kemungkinan terbesar terkena bahaya zoonosis akibat pola makan yang tidak baik dalam mengkonsumsi ikan, termasuk udang, moluska mentah, atau ikan yang belum masak, ikan yang di asapi dan di keringkan, diasinkan dan sebagainya.

Semua tindakan ini bisa mengakibatkan penularan zoonosis dalam skala tertentu meningkat namun bergantung pada kondisi lingkungan sekitar.

Dalam laporan yang dikeluarkan oleh iuacuc.wsu.edu dijelaskan lebih jauh tentang masalah ini. Zoonosis juga sebenarnya dapat ditularkan lewat makanan, daging, ikan tripis dan spesies kerang lain.

Kontak langsung dengan ikan

Penyakit zoonosis sebenarnya tidak saja terjadi lewat kontak langsung dengan hewan tetapi juga karena infeksi bakteri.

Ini termasuk bakteri Mycobacterium, Erysipelothrix, Camphylobacter, Aeromonas, Vibrio, Edwardsiella, Escherichia, Salmonella, Klebsiella dan Streptococcus iniae.

Kadang kala, infeksi ini akan membuat ikan seperti sedang sakit dan dapat menyebabkan penyakit yang serius pada manusia.

Beberapa orang dengan kondisi medis tertentu akan mengalami penyakit kronis dan imunodefisiensi. Sementara, untuk ibu hamil akan meningkatkan risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Baca Juga : 3 Bahaya Mengkonsumsi Daging Anjing

Selain itu, ada juga gejala klinis lain yang di tunjukkan apabila terinfeksi bakteri zoonosis dari ikan namun sebagian besar tidak terlalu spesifik.

Hanya dapat diidentifikasi dari ciri-cirinya. Ada bebrapa ciri umum antara lain kurang nafsu makan, terlihat lesu, ulserasi atau kulit kemerah-merahan dan bersisik serta sulit hilang, distensi abdomen termasuk perilaku tak biasa yang terlihat seperti mata yang akan menonjol (exophthalmia).

Di lain pihak, spesies Mycobacterium termasuk di dalamnya Mycobacterium Marinum, M. Fortunitum dan M. Chelonei dapat ditemukan pada beragam jenis ikan. Semua bakteri ini dikaitkan pada penyakit akut dan kronis.

Orang-orang yang terinfeksi dengan mycobacteriosis juga bisa menyebabkan bisul pada kulit termasuk juga nodul pada tangan.

Dalam beberapa kasus, bisa menyebabkan limfadenitis dan penyakit paru-paru yang mirip seperti tuberkolosis atau diseminata akut.

Pada kasus lain, seseorang akan terinfeksi dengan streptococcus iniae yang merupakan bakteri positif yang terdapat pada ikan air tawar dan ikan laut namun bisa menyebabkan selulitis, artitis, endocarditis dan meningitis hingga kematian. Sebagian terinfeksi lewat luka atau lewat tusukan dari ikan yang telah terinfeksi.

Patogen dari tanah dan air

Disamping itu, erysipelothrix rhusiopathiae adalah bakteri sejenis patogen tanah dan air yang umum yang dapat terinfeksi dari ikan lewat kontak dengan bakteri dan dapat menginfeksi manusia lewat kontak langsung dengan ikan. Pada dasarnya, bakteri ini akan menyebabkan infeksi pada kulit dan dapat menyebar sampai ke jantung.

Baca Juga : 5 Alasan Untuk Berhenti Membuang Anjing

Penting juga diketahui bahwa tiap orang yang mempunyai luka tidak boleh bersentuhan langsung dengan ikan yang telah terinfeksi bakteri jenis ini.

Atau, tidak boleh membasahi atau mencipratkan air pada kulit yang terdapat luka dari akuarium yang berisi ikan, yang mungkin sudah terinfeksi.

Disisi lain, Campylobacter, Aeromonas, Vibrio, Edwardsiella, Escherichia, Salmonella dan Klebsiella adalah patogen lain dapat menular melalui kontak dengan kulit atau luka yang terkelupas atau secara tak sengaja menelan air yang telah terkontaminasi dengan bakteri tersebut.

Sebagian besar manusia yang terinfeksi bakteri dan patogen diatas akan mengalami gejala muntah-muntah dan diare.

Baca Juga : Apakah Memelihara Hewan Beresiko Terhadap Janin?

Pada intinya, upaya pemecahan masalah dan pengendalian satwa liar untuk mencegah bahaya zoonosis masih belum dilakukan dengan baik.

Termasuk juga diagnosa pada parasit dan bakteri lain yang terdapat pada ikan, yang kemungkinan juga terdapat protozoa dan cacing berbahaya.

Sejauh ini, terdapat 37 penyakit yang sudah terindentifikasi pada ikan. Office International des Epizooties kemudian merinci bahwa terdapat 16 penyakit parasit, 11 diatarnya berjenis moluska dan 8 lainnya berjenis crustecea.

Tindakan efektif perlu dilakukan untuk mengatasi bahaya zoonosis pada ikan yang karena dapat berdampak pada masalah kesehatan juga pada hal-hal teknis lain seperti budidaya ikan, kelangsungan usaha dan lain sebagainya.

Nah demikian artikel tentang bahaya mengkonsumsi ikan yang ternyata dapat terinfeksi bakteri zoonosis bagi manusia. Semoga artikel ini ini bisa bermanfaat ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *