3 Dampak Yang Akan Dirasakan Blogger Jika Terlalu Sering Berganti Template Blog

5 Likes Comment
Berganti template blog

Ada banyak dampak yang akan dirasakan oleh blogger jika terlalu sering berganti template/tema blog mulai dari kehilangan trafik, terkesan tidak profesional dan lain sebagainya. 

Disisi lain, ada banyak alasan mengapa seorang blogger mengganti template yang ia gunakan, salah satu alasannya adalah karena tidak puas terhadap template tersebut.

Ketidakpuasan ini sifatnya relatif bagi setiap blogger. Misalnya, tidak puas dengan loading template, terlalu banyak widget paten yang nempel di blog, ada script iklan yang tersembunyi, ada versi terbaru template tersebut dan lain sebagainya.

Di blog saya yang pertama, sudah tak terhitung berapa banyak kali saya mengganti template blog. Dampaknya? Trafik blog hanya gitu-gitu aja.

Mulai dari template gratisan hingga premium, termasuk juga untuk tema blog yang support AMP, semuanya sudah pernah saya pasang didalam blog.

Pengalaman ini pun share disini sebagai pembelajaran bagi anda yang masih pemula dalam dunia blogging, supaya tidak terlalu sering mengganti tema blog.

Sebenarnya, cerita ini saya tulis saat saya masih menggunakan platform blogger. Dengan kata lain, artikel ini lebih ditujukan kepada pengguna Blogger.

Bagaimana dengan WordPress? Untuk saat ini saya belum tahu. Karena selama menggunakan WordPress, saya tidak pernah mengganti template/tema blog.

Awal cerita

Saat masih menggunakan blogger, saya pernah membeli sebuah template seharga 278k dari xmlthemes yang dibuat oleh mas Rully.

Tampilan template itu mirip dengan situs berita detikcom. Karena tampilan inilah tertarik untuk membelinya meskipun harus puasa selama 3 hari 😀

Setelah template itu mendarat di email, saya langsung memasangnya di blog. Dan mulai melakukan optimasi template seperti biasa.

Dimana saya memasang widget iklan, kode penelusuran Google Search Console, Google Analtik dan beberapa kode lain.

Setelah menggunakannya selama kurang lebih tiga bulan, saya merasa tidak ada perkembangan yang didapat pada blog.

Baik dari segi trafik dan pendapatan. Bahkan, tidak ada peningkatan rangking Alexa [yang saya sendiri masih menjadikannya satu paremeter untuk mengukur popularitas blog].

Saya kemudian melakukan evaluasi, mengecek satu per satu masalah yang mungkin menjadi penyebab blog saya sulit memperoleh pengunjung.

Optimasi SEOnya oke, juga didukung semua jenis browser dan perangkat termasuk mobile. Loadingnya juga cukup bagus. Lalu apa masalahnya?

Saya kemudian mencoba mengecek broken link didalam postingan, siapa tahu hal itu yang menjadi penyebabnya.

Pada waktu itu, saya menggunakan situs broken link checker dan hasilnya? Ada banyak sekali link rusak, bad host dan mati.

Sedihnya lagi, link yang rusak itu bukanlah link internal atau eksternal postingan blog melainkan link yang ada di dalam script template.

dampak terlalu sering berganti template blog

Selain itu, ternyata ada kode tersembunyi dibagian footer template. Kode tersebut adalah redirect ke situs pembuatnya.

Menyadari hal ini, tanpa perlu tunggu lama, saya kemudian mengganti template blog dengan template Kompi Flexible buatan Mas Adhy Suryadi.

Meski tampilannya sederhana namun loadingnya cepat. Selain itu, tidak ada broken link widget yang terdeteksi.

Kerennya lagi, saat ingin mengubah beberapa pengaturan pada script, seperti misalnya warna gradasi, mas Adhy langsung meresponnya.

Artikel ini bukan untuk menjelek-jelekan template blog yang dibuat oleh Bung Rully, gak. Ini hanyalah ulasan berdasarkan pengalaman sendiri selama menggunakan template buatan beliau.

Berkat pengalaman tersebut, saya kemudian menggunakan template buatan kompiAjaib sebelum akhirnya migrasi ke WordPress.

3 Dampak Yang Akan Dirasakan Blogger Jika Terlalu Sering Berganti Template Blog

Nah untuk anda yang ingin terjun ke dunia blogging, berikut dampak-dampak yang akan dirasakan jika terlalu sering berganti template blog. Apa saja itu? Berikut daftarnya untuk anda:

1. Trafik turun drastis

Pengalaman pertama yang saya rasakan saat mengganti template blog adalah penurunan trafik. Bahkan penurunannya sangat drastis.

Sebagai contoh, setelah membeli domain pertama saya pada agustus 2018 lalu, blog saya sudah menggunakan template buatan Bung Frangky.

Sebelum itu, saat saya masih menggunakan domain bawaan blogspot, saya menggunakan template gratisan buatan Mas Juni.

Template itu menurut saya keren. Tampilannya bersih dan sederhana. Plus, loadingnya sangat cepat. Jika tidak dipasangi iklan, loadingnya bisa sampai 100%.

Karena template tersebutlah blog saya berhasil diApprove oleh Google AdSense. Selama beberapa bulan, ada peningkatan pendapatan Adsense di blog saya.

Namun karena saya sudah melakukan costum domain, maka template tersebut tidak saya gunakan lagi karena menginginkan tampilan blog yang lebih fresh.

Beberapa bulan kemudian, trafik mulai stabil di angka 100 orang per hari. Untuk page viewnya bisa mencapai 150-an orang lebih.

Pada akhir oktober, saya kemudian mengganti template blog menggunakan template buatan Mas Sugeng. Tiga hari kemudian trafik blog harian tinggal 20 orang.

Karena pikiran saya waktu itu adalah template yang salah, saya kemudian menggantinya dengan template blog lain.

Mulai dari template buatan Arlina hingga template-template dari luar. Dengan harapan, ada peningkatan trafik setelah mengganti template.

Sayangnya, harapan itu tinggalah harapan. Trafik blog justru menurun drastis. Sampai pertengahan desember trafik blog masih kosong melompong alias 0.

Baca Juga : Tips Sebelum Membeli Template Blog

Memang dasar pemula, karena ketidaktahuan saya bahwa proses pengindeksan yang dilakukan Google tidaklah realtime maka saya kemudian semakin intens berganti template.

Sebenarnya, metode crawling yang dilakukan Google adalah dengan memahami isi template yang digunakan, strukturnya dan terakhir konten yang ada didalamnya.

Jika semuanya optimal, maka blog anda akan memperoleh penilaian lebih di mesin pencari. Penilaian ini pada akhirnya membuat blog anda bisa meraih peringkat yang lebih baik di SERPs.

Nah, oleh karena itu, jika anda masih pemula dalam dunia blogging, sebaiknya ganti template saja saat keadaan terpaksa jika tidak ingin kehilangan trafik hanya gara-gara masalah seperti ini.

2. Terkesan gak professional

Alasan kedua jika anda terlalu sering berganti template adalah soal profesionalisme anda sebagai seorang blogger.

Apa sih hubungan antara profesionalisme dan template blog? Bagi saya pribadi, hubungannya terletak pada bagaimana anda menyajikan sesuatu dengan cara yang konsisten.

Pergantian template yang terlalu sering menjadi presenden buruk bagi anda, sebagai blogger, yang akan menjadi menjadi dasar penilaian dari pengunjung kalau blog anda tidak dikelola dengan baik dan terkesan asal-asalan.

Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah template yang cocok dan gunakan template tersebut dalam jangka waktu yang lama agar penilaian kepada anda sebagai blogger profesional bisa kembali.

Baca Juga : Perbedaan Menggunakan Template Gratisan Dan Template Premium

Dengan kata lain, jika anda ingin disebut sebagai blogger yang professional hal pertama yang harus anda lakukan adalah konsistensi menggunakan 1 template saja, sekalipun itu adalah template gratisan.

Jika sudah punya duit barulah beli versi premiumnya. Biarpun anda menggunakan template gratisan, setidaknya tunjukkan profesionalisme anda sebagai blogger dari segi penggunaan template.

3. Pendapatan iklan menurun

Soal ini sebenarnya bergantung pada trafik blog. Karena prinsip pendapatan dalam dunia blogging itu hanya dua, semakin banyak trafik semakin besar pula pendapatan.

Jadi, kalau anda sering mengganti template, seperti yang saya lakukan diatas, ada kemungkinan trafik blog akan menurun.

Saat trafik blog menurun, pendapatan iklan juga akan surut. Apalagi jika terlalu sering berganti template. Misalnya, seminggu sekali atau dua minggu sekali.

Penutup

Dari pengalaman ini saya kemudian menyadari satu hal penting bahwa template adalah elemen teknis yang bisa menunjang performa blog di search engine.

Elemen teknis ini dampaknya sangat besar bagi blog. Karena bisa meningkatkan jumlah trafik hingga puluhan kali lipat.

Untuk menghindari hal-hal seperti yang saya alami diatas, sebelum terjun ke dunia blogging pastikan dulu anda sudah punya pilihan template yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan anda.

Dengan demikian, anda bisa konsisten menggunakan satu template saja selama beberapa waktu sebelum menggantinya kembali.

Kalaupun terpaksa anda mengganti template, saran saya, jarak pergantian tidak terlalu dekat. Anda bisa mengganti template tiap 9 bulan sekali atau lebih.

Demikian artikel tentang 3 dampak terlalu sering berganti template blog. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *