Tahapan Perkembangan Bumi Menurut Teori Geologi

7 Likes Comment
perkembangan bumi menurut teori geologi

Secara umum ada 4 tahapan perkembangan bumi menurut teori geologi. Periode waktu yang meliputi pembentukan fisik dan perkembangan bumi sebelum dan sesudah periode kehidupan di mulai.

Sebelum bumi memasuki empat tahap ini bumi berada pada tahap Hedean yang merupakan kondisi dimana alam semesta mengalami pertambahan planet dan terjadi sekitar 4,6 miliar tahun silam.

Saat kondisi ini para ilmuwan memperkirakan bahwa tidak ada waktu. Benda terestrial paling awal yang terdapat di bumi bukanlah batu melainkan mineral.

Di Australia, ada bebrapa konglomerat sedimen yang tertinggal dan setelah diteliti berusia lebih dari 3,3 miliar tahun.

Batu ini yang ditemukan ini butiran zirkon detrial dengan perhitungan usia isotop antara 4,2 hingga 4,4 miliar tahun. Dengan kata lain, usia bumi mungkin jauh lebih lama dari yang berhasil diperkirakan.

Tahapan Perkembangan Bumi Menurut Teori Geologi

Setelah terbentuk, berdasarkan teori Geologi, bumi melewati berbagai fase sehingga bisa ditinggali oleh makluk hidup termasuk manusia.

Setiap fase ini mewakili periode waktu yang sangat lama. Lalu apa saja tahap perkembangan bumi berdasarkan teori Geologi? Berikut disajikan 4 tahapannya. Antara lain:

1. Tahap Arkaekum

Zaman Arkaekum atau dikenal juga dengan zaman Archean (Archeozoikum] merupakan zaman tertua setelah periode Hedean berakhir dengan perkiraan waktu dimulai pada 3,8 milar tahun silam dan berakhir antara 2,5 miliar tahun lalu.

Pada zaman ini bumi masih berupa bola yang berisikan gas. Bagian dalam bumi sangat panas akibat perputaran pada porosnya yang belum sempurna.

Sehingga pada waktu itu bumi tidak mendukung adanya kehidupan. Barulah zaman-zaman sesudahnya kehidupan dimulai.

2. Tahap Paleozoikum

Ini adalah zaman dimana keadaan bumi telah melewati masa Arkaekum. Pada zaman ini keadaan dibumi masih belum stabil, iklim terus berubah secara drastis, hujan terus-terusan terjadi, gunung meletus dimana-mana dan badai terjadi secara terus menerus.

Zaman Paleozoikum terjadi pada 500 hingga 250 juta tahun silam. Pada zaman ini merupakan zaman dimana tanda-tanda kehidupan mulai ada.

Baca Juga : Jenis-Jenis Batuan Sedimen Yang Terdapat di Muka Bumi

Misalnya, hewan-hewan bersel satu yang merupakan mikororganisme mulai hidup termasuk juga hewan kecil tak bertulang punggung seperti ikan, ganging dan rumput-rumputan liar.

Ada banyak bukti yang menunjukan zaman ini sudah ada kehidupan lewat penemuan fosil. Sebagian fosil tersebut sudah berbentuk batu karang.

Zaman ini juga kadang disebut sebagai zaman primer oleh ilmuwan dan terdiri dari enam subperiode waktu yakni Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon, Karbon dan Perm.

3. Tahap Mesozoikum

Tahap Mesozoikum masuk dalam tahap periodisasi kuno kehidupan. Periode ini merupakan periode dimana bumi masih sangat muda dan baru memiliki satu benua yakni Pangea.

Penyebaran tumbuhan dan hewan pada zaman prasejarah ini dibagi menjadi beberapa zaman yakni Palezoikm, Mesozoikum dan Neozoikum.

a. Dinosaurus

Di era Mesozoikum atau bisa disebut era tengah kehidpan berevolusi dengan cepat. Dinosarus yang merupakan reptil raksasa dan binatang buas lain dengan ukuran besar mulai tumbuh dan berkembang di bumi.

Periode ini membentang kira-kira 252 juta tahun yang lalu hingga 66 juta tahun yang lalu dan juga sering dikenal dengan era Dinosausrus atau zaman reptil.

Pada zaman ini, berbagai jenis makluk hidup mulai ada. Dan, selama periode tersebut ada tiga subperiode kehidupan yakni trias, craceous dan jura.

Baca Juga : Tips Saat Terjadi Gempa Bumi

Disatu sisi Pangea, terlebih dibagian pesisir kondisi digambarkan dengan iklim cuaca yang panas sementara disisi lain menggambarkan cuaca yang hangat dan basah.

Sehingga, pada iklim cuaca yang hangat dan basah ini perkembangan tumbuhan flora dan fauna sangat tinggi namun penyebarannya masih terbatas.

Pada periode ini juga berbagai tumbuhan dan tanaman berdaun lebar, ikan bertulang pungung, binatang melata dan mamalia mulai hidup.

Selain itu juga, kondisi bumi pada waktu itu belum stabil. Salah satu akibatnya adalah terbentuknya berbagai benua baru di bumi.

b. Bumi pecah

Bumi yang terdiri dari satu benua kemudian mengalami perubahan. Saat periode trias berakhir, sifat atau bumi Pangea yang telah terbentuk selama jutaan tahun kemudian terbagi menjadi beberapa benua akibat kekuatan tektonik yang menghasilkan pembentukan benua Laurasia yang terletak di utara dan daratan Gondawana di Selatan.

Laurasia kemudian pecah lagi dan membentuk benua Eropa, Asia dan Amerika Utara. Sementara, Gondwana pecah lalu membentuk Afrika, Australia, Antartika dan Amerika Selatan.

Baca Juga : Danau Toba Dipercaya Adalah Hasil Dari Letusan Gunung Berapi

Pangea dikelilingi oleh lautan dimana hanya terdapat satu samudera yang disebut dengan nama Panthalassa. Sehingga hanya terdapat dua iklim sebagaimana yang telah dijelaskan di bagian atas.

Pada periode trias ini juga Dinosaurus menjadi penguasa bumi beserta isinya entah itu di daratan atupun dilautan. Bahkan, di kutub selatan ditemukan fosil dinosaurus yang menjadi bukti bahwa Dinosaurus pernah hidup diseluruh wilayah di bumi.

Karakteristik utama Mesozoikum

Untuk lebih memahami periode ini, karena merupakan periode penting dalam kehidupan, ada beberapa kriteria utama zaman Mesozoikum, antara lain:

  • Terdapat banyak sekali binatang reptil seperti tyrannosaurus, spionosaurus dan hingga dinosaurus
  • Kondisi cuaca di bumi pada waktu itu cukup hangat untuk mendukung kehidupan
  • Perkembangan tumbuhan dan hewan reptil berada pada puncaknya
  • Perubahan pada berbagai wilayah di bumi akibat adanya kekuatan tektonik yang melahirkan dua benua baru yakni Laurasia dan Gondawana

4. Tahap Neozoikum

Pada zaman ini kehidupan di bumi mulai stabil sehingga mendorong munculnya berbagai hewan-hewan baru, binatang melata, hewan menyusui seperti kera dan monyet. Pada zaman ini para ilmuwan membagi dua rentang waktu yakni tersier dan kuarter.

1. Rentang tersier neozoikum

Neozoikum era berasal dari istilah Neos yang berarti baru dan Andov yang berarti hewan. Jadi secara tidak langsung, Neozoikum berarti era hewan baru.

Istilah ini digunakan dalam geologi untuk menjunjukan subdivisi koronologis utama dari sejarah bumi. Istilah ini pertama kali digunakan oleh E. Forbes pada tahun 1854 namun dengan makna yang berbeda, karena dialamnya termasuk Mesozoikum dan Kenozoikum.

2. Rentang kuarter Neozoikum

Selanjutnya, A. Stoppani (1873) menggunakan istilah ini untuk menunjukan era yang dimulai setelah berakhirnya Pliosen. Pada zaman tersier neozoikum ini terbagi menjadi tiga durasi kecil waktu yakni :

a. Kala Dilivium [Pleitosen]

Kala Dilivium terjadi sekitar 3.000.000 – 10.000 tahun simal. Kala Dilivium merupakan titik penting pertumbuhan manusia karena pada waktu itu dipercaya bahwa manusia purba hidup.

Keadaan pada Kala Dilivium masih sangat liar dan labil sebab masih merupakan periode bergantinya dua zaman yakni Glasial dan Interglasial.

b. Kala Glasial

Zaman klasial merupakan zaman dimana lapisan es yang terdapar dikutub utara meluas sehingga benua Eropa dan Amerika bagian utara sebagian besarnya tertutup es.

Sementara, daerah-daerah lain selain dua wilayah diatas terus-terusan tejradi hujan lebat selama puluhan tahun. Pada waktu ini, permukaan air laut surut sehingga wilayah bumi yang tinggi menjadi daratan.

Hal inid sebabkan karena terdapatnya pergerseran bumi dan gunung-gunung berapi mulai beraktivitas. Banyak hutan termasuk di Indonesia mengalami kekeringan.

c. Kala interglasial

Ini adalah zaman yang terjadi diantara dua zaman es. Suhu pada zaman ini naik hingga lapisan es yang ada di kutub utara cair. Akibatnya, permukaan air laut naik sehingga terjadi bencana banjir diberbagai wilayah di dunia.

Penutup

Munculnya kehidupan di bumi di dahului oleh periode evolusi kimia, dimana molekul organik relatif sederhana secara bertahap dikumpulkan bersama untuk membentuk molekul makro yang lebih besar dan lebih kompleks dan akhirnya membentuk kehidupan pertama.

Jadi ada periode waktu yang harus dilalui oleh bumi sehingga makluk hidup dan segala isinya bisa tinggal berdampingan selama ribuan tahun.

Nah demikian artikel tentang 4 tahap perkembangan bumi menurut teori geologi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Sebenarnya juga, artikel tentang ini tidak akan pernah selesai dibahas. Karena pembahasan mengenai teori ini sangat panjang. Oleh karena itu, silahkan anda mencari referensi dari artikel lain. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *