Strategi Blogging Saya Di Tahun 2020, Anda Bagaimana?

3 Likes 2 Comments
strategi blogging

Tantangan dunia blogging makin hari makin berat. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi blogging yang matang dan efektif. Dan strategi saya ada dibawah ini, bagaimana dengan anda?

Anda dan saya tentu sepakat, kalau kegiatan blogging beberapa tahun kedepan bakal lebih kompetitif.

Dengan kata lain, dibutuhkan strategi yang bukan sekedar strategi tetapi juga kemampuan untuk menghadapi kompetisi yang sedang berlangsung itu.

Disamping meningkatkan kemampuan personal sebagai blogger, dari sebelumnya yang biasa saja menjadi luar biasa.

Artinya, dibutuhkan sebuah transformasi. Transformasi inilah yang akan menjadi solusi dan jalan keluar untuk menghadapi tantangan yang dimaksud.

Saya sengaja membuat artikel ini, sebagai pengingat buat saya pribadi termasuk juga anda, tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi blogger tahun 2020 dan bagaimana menghadapinya.

Tantangan itu bukan saja soal trafik, konten atau SEO tetapi jauh lebih dari itu. Yakni, soal bagaimana kegiatan blogging itu memiliki manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Dan strategi yang akan saya bahas disini sebagian besar mengacu pada pengelolaan blog secara personal.

Anda juga bisa membuat strategi serupa, dengan tujuan dan harapan yang sama. Dan strategi yang saya bahas disini tak jauh beda dengan teknik optimasi konten tahun 2020 yang sudah dibahas blogger lain.

Tantangan yang bakalan di hadapi

Di tahun 2020, akan ada banyak tantangan dihadapi blogger. Dengan demikian, kegiatan blogging menjadi salah satu kegiatan yang paling kompetitif.

Tantangan ini terjadi akibat perubahan yang terjadi di internet, baik langsung ataupun tidak.

Jadi, kalau anda dan saya enggak siap hadapi perubahan yang terjadi atau enggak mengikuti perubahan tersebut, say goodbye aja.

Sementara, kalau anda dan saya ingin tetap bertahan di dunia blogging yang enggak pasti itu, membuat langkah strategis adalah solusinya.

Dan bagi saya sendiri, ada beberapa tantangan yang akan dihadapi blogger di tahun 2020, antara lain:

1. Makin banyak blogger baru yang bermunculan

Setiap tahun, pasti ada blogger baru yang bermunculan. Saya gak tahu berapa presentasenya, tapi yang jelas cukup banyak. Mungkin sampai ribuan!

Dan, setiap blogger yang baru muncul itu, datang dengan harapan yang sama seperti anda, yakni agar tulisannya bisa muncul di page one Google, bisa dapat duit dari blog, bisa terkenal dan lain sebagainya.

Meski banyak yang bermunculan, tetapi juga ada yang berhenti ditengah jalan setelah menyadari kerasnya dunia blogging.

Jadi, hanya mereka yang bisa mengaktualisasikan harapan dan motivasi sebagai blogger itu sendirilah yang bakal bertahan.

Dan bagi blogger lama, tantangannya terletak pada kompetisi yang dimaksud. Karena, semakin banyak blogger baru yang bermunculan semakin kompetitiflah dunia blogging.

Dan pastinya, meskipun anda sudah lama menjadi blogger, misalnya setahun atau dua tahun, pasti akan tumbang juga kalau enggak siap menghadapi kompetisi tersebut.

2. Makin banyak korporasi yang punya blog

Nah, kalau yang ini enggak bisa diragukan lagi. Blogger bukan hanya kegiatan perorangan saja, tetapi juga sudah menjadi kegiatan korporasi dalam skala besar.

Dalam sudut pandang korporasi, blogging bisa menjadi sarana promosi, lahan bisnis yang menjanjikan dengan omset yang gak terbatas serta menjadi media komunikasi dengan klien.

Dengan demikian, blogger lama dan blogger baru wajib bersaing dengan korporat itu, yang secara finansial lebih matang, punya tim penulis yang handal, punya ahli strategi konten yang mumpuni dengan tujuan dan target yang jelas.

Jadi, jangan heran kalau di tahun 2020 nanti makin banyak blog korporasi yang duduk di halaman pertama Google untuk keyword-keyword unggulan.

3. Perubahan alogaritma yang makin canggih

Meskipun kegiatan blogging akan tetap populer dan menjanjikan di tahun 2020, namun perubahan logaritma akan menentukan semuanya.

Baik blog personal dan blog korporasi juga sama-sama terdampak. Yang berarti, baik personal atau korporasi tetap punya peluang yang sama untuk tampil di halaman #1 Google.

Dan tebak faktor yang akan menentukan rangking blog di SERPs? Apalagi kalau bukan nilai kepercayaan situs, popularitas dan kualitas konten.

4. Google sudah pakai logaritma aritifical intelegence

Poin ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Jadi, kalau anda gak siap sama perubahan, saya pastikan anda termasuk salah satu blogger yang bakalan tumbang di tahun 2020.

Sejak tahun 2019, logaritma Google sudah diarahkan ke artificial intelligence dan machine learning. Artinya, setiap website atau blog akan nilai kembali track recordnya.

Metode penghitungan track record ini kemudian dikumpulkan dalam big data, lalu di arahkan ke server untuk kemudian ditampilkan kepada pengguna.

Dengan kata lain, logaritma Google bakalan mirip dengan otak manusia, yang cerdas dan bisa melihat isi konten blog anda layaknya pembaca.

Jadi semuanya tinggal masalah waktu. Kalau blog anda makin hari makin sepi pengunjung, mungkin bukan karena penurunan penggunaan internet tapi karena terdampak oleh perubahan logaritma mesin pencari.

Strategi Blogging Saya Di Tahun 2020, Anda Bagaimana?

Bagi saya pribadi, menyusun langkah-langkah strategis di tahun 2020 ini menjadi salah satu solusi untuk menghadapi tantangan dunia blogging, seperti yang sudah saya jelaskan diatas.

Tujuannya agar blog saya punya peluang yang lebih di search engine, juga agar pembaca merasa nyaman dengan konten yang saya sajikan karena isinya berkualitas dan lain sebagainya.

Strategi ini juga bisa diterapkan oleh anda, baik blogger personal atau korporasi. Dengan harapan yang sama, yakni agar bisa tahan banting menghadapi kompetisi di dunia blogging.

Lantas, apa saja strategi blogging saya di tahun 2020? Ada beberapa poin, antara lain:

1. Lebih kedepankan kualitas artikel

Ini yang paling penting. Banyak blogger yang masih terpaku pada kuantitas sementara kualitas artikelnya rata-rata air. Alias, masih gitu-gitu aja.

Mengapa kualitas artikel penting? Karena saat membuat artikel, saya sebagai pribadi termasuk anda, membuat artikel untuk dibaca manusia [human friendly].

Yang berarti, artikel tersebut bukan untuk dibaca robot. Ada beberapa kriteria artikel berkualitas, setidaknya menurut saya pribadi, antara lain:

  • Mudah dibaca dan dimengerti
  • Informatif
  • Pembahasannya mendalam
  • Penulisan kata yang enggak typo
  • Setiap kalimat enggak terlalu panjang [Readibilitas]
  • Gak tahan informasi
  • Relevan
  • Tidak basi
  • Selalu di update

Kalau anda masih pemula di dunia blogging, buatlah artikel sebaik mungkin. Saat buat artikel, tulislah seolah-olah anda sedang berbicara dengan orang lain.

Pakai bahasa-bahasa yang santai sebagai patokan agar artikel anda itu dibuat seolah sedang berbicara seperti penggunaan kata anda atau kamu, enggak atau tidak dan lain sebagainya.

Tapi, jangan pernah gunakan bahasa-bahasa alay. Kalau perlu, anda bisa menggunakan kalimat satir, yang terkesan nakal namun lucu seperti lucknut, santuy dan seterusnya.

Kata-kata semacam itu bisa memberi kesan kuat pada artikel yang ditulis. Plus, artikel anda bakalan disukai pembaca karena kesederhanannya.

Perhatikan juga penggunaan kata. Untuk kata-kata asing jangan lupa pakai italic. Begitu juga soal sebaran kata, hindari pakai bahasa-bahasa Ilmiah.

2. Enggak fokus pada visitor

Prinsip saya begini, semakin berkualitas sebuah artikel maka semakin bagus posisi artikel tersebut di search engine results page [SERP].

Kalau posisinya bagus maka pengunjung bakal datang sendiri. Ini yang harus diterapkan oleh setiap blogger, baik pemula atau blogger lama.

Dan, saya menjadikan visitor sebagai bukti bahwa artikel-artikel yang saya tulis itu bermanfaat bagi banyak orang dan bukan untuk hal lain, duit misalnya.

Kalau visitor blog banyak, duit pun bejibun. Kira-kira begitu prinsipnya. Lantas, apa alasan saya gak fokus pada visitor?

Tujuannya agar saya gak tertekan gara-gara visitor blog masih gitu-gitu aja. Dengan demikian, motivasi utama saya sebagai blogger kembali terbentuk.

Yakni, untuk berbagi pengetahuan kepada orang lain lewat konten yang saya sajikan dan bukan untuk dapat duit dari blog.

3. Edit artikel lama di blog

Mengapa harus edit artikel lama di blog? Tujuannya untuk meraih peringkat yang lebih bagus di mesin pencari.

Misalnya, kalau selama ini salah satu artikel di blog anda itu hanya nongol di peringkat ke-5 atau 6 di halaman pertama pencarian Google untuk keyword yang ditargetkan, mungkin artikel tersebut memang belum layak berada di peringkat pertama.

Lantas, cara menaikkan peringkat tersebut gimana? Salah satu caranya adalah dengan mengeditnya.

Untuk mengedit, anda bisa tambahkan materi lain seperti gambar, infografis, meningkatkan unsur readibilitas dan juga penambahan materi lain seperti bagan.

Apakah artikel yang populer juga perlu di edit? Bagi saya sendiri ya. Salah satu alasannya adalah untuk membuatnya lebih populer.

Sejak bulan oktober lalu, di blog ini, saya sudah mengurangi frekuensi postingan. Tujuannya adalah agar saya punya waktu mengedit artikel-artikel lama di blog ini yang jumlahnya sudah ratusan.

Sampai sekarang, proses pengeditan itu belum selesai. Karena memang, mengedit artikel itu lebih sulit ketimbang membuat artikel baru.

Selain mengedit, saya juga menghapus artikel-artikel toxic di blog ini. Artikel toxic adalah artikel yang enggak menyumbang traffic sama sekali.

Saya menyebutnya artikel toxic [racun] karena tidak ada artikel yang tidak punya pembaca, begitu menurut saya.

Prinsip saya begini, setiap artikel yang saya buat, minimal, dalam seminggu ada dua orang yang datang berkunjung.

Enggak apa-apa kalau artikel tersebut kurang populer namun ia harus punya pengunjung. Jika gak punya pengunjung selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, buat apa ditulis, iya kan?

Soal ini terserah anda. Kalau anda sayang sama artikel lama dan enggak mau rangking blog anda turun karena artikel-artikel di blog anda dihapus, itu terserah anda.

4. Fokus pada pengalaman pengguna

User experience [pengalaman pengguna] adalah salah satu perhatian besar saya di tahun 2020 ini.

Makanya, saya berencana mengganti template blog ini, supaya orang-orang lebih nyaman saat membaca artikel yang saya buat.

Karena template ini masih punya banyak kekurangan. Mulai dari bullet <li> yang gak responsif, php yang sudah out to date dan lain sebagainya.

Mudah-mudahan, dengan rencana tersebut secara langsung akan berdampak pada pengalaman pengguna saat mengakses blog ini.

Apapun platform blogging yang anda gunakan, baik Blogger atau WordPress, selalu perhatikan User experience [UX] ini.

Enggak apa-apa tampilan blog anda sederhana, yang penting, ia ramah pengunjung dan gak banyak widget ini itu.

Bagi saya pribadi, tampilan pengguna ini meliputi, tapi terbatas pada, beberapa hal dibawah ini:

  • Warna gradasi situs
  • Konten yang disajikan
  • Font
  • Bullet atau poin
  • Penggunaan widget
  • Loading situs
  • Penempatan iklan yang enggak mengganggu pengguna
  • Secure http [https]
  • Niche

Oh iya, untuk faktor pengalaman pengguna ini, ada satu hal yang paling saya tekankan yakni loading blog.

Kecepatan situs jadi salah satu faktor peringkat di search engine. Jadi, kalau situs anda loadingnya masih lambat, misalnya dibawah 40%, sebaiknya ganti saja template yang anda gunakan, apalagi jika optimasi kecepatan blog gak berhasil dilakukan.

Atau, anda bisa menggunakan template AMP untuk Blogger serta pakai Plugin AMP for WordPress jika anda gunakan WordPress self-host.

5. Audit situs

Fungsi audit situs itu ada banyak, selain untuk melihat perkembangan situs dari waktu ke waktu juga untuk melihat masalah-masalah yang menghambat perkembangan blog atau situs anda.

Dan bagi saya pribadi, masalah-masalah tersebut terbagi menjadi beberapa macam, antara lain:

a. Link dan gambar rusak

Link broken atau gambar yang rusak ini secara kumulatif berdampak pada kualitas situs, rangking di serps serta pengalaman pengguna.

Jadi, pada tahun 2020 ini, baiknya anda dan saya wajib mengaudit situs secara tentatif untuk melihat hal-hal apa saja yang secara simultan menghambat perkembangan blog.

b. Kualitas trafik

Secara umum, trafik blog terbagi menjadi dua macam yakni organik dan non-organik. Trafik organik adalah trafik yang datang langsung dari mesin pencari.

Sementara, trafik non-organik adalah trafik yang datang langsung dari media sosial. Mengapa kualitas trafik itu penting?

Untuk meningkatkan visibilitas situs. Oleh karena itu, kalau trafik blog anda saat ini hanya datang dari media sosial, sebaiknya optimalkan agar seimbang dengan trafik dari search engine langsung.

Sebaliknya juga demikian. Kalau selama ini trafik hanya datang dari search engine, coba pertimbangkan lagi untuk dapat trafik dari media sosial.

Dua hal ini jadi parameter kualitas trafik. Juga untuk meningkatkan potensi kunjungan situs, yang pada akhirnya akan menurunkan bouncing rate.

Memang sih, social signal blog itu bagus tetapi tetap lihat balancenya. Karena, anda gak tahu perubahan apa yang bakal terjadi di search engine kedepannya.

c. Bouncing rate

Bouncing rate ini adalah waktu tunggu rata-rata pengunjung saat berada di situs atau blog anda. Waktu tunggu ini jadi matrik kualitas trafik.

Jadi, kalau blog anda bouncing ratenya rendah, alias, orang-orang datang ke blog anda hanya sepersekian detik, ada kemungkinan artikel anda gak berkualitas.

Sementara, apabila pengunjung setidaknya menghabiskan waktu 5 hingga 7 menit berada di blog anda, kemungkinan blog anda itu berkualitas.

Dan ini jadi sinyal juga buat Google, supaya mereka bisa memberikan peringkat yang lebih baik untuk artikel tersebut di search engine.

6. Strategi lain

Disamping itu, ada juga strategi-strategi lain yang akan saya terapkan di tahun 2020. Antara lain:

a. Lebih fokus pada satu niche

Nah, di blog ini kan nichenya gado-gado. Saya tetap pertahankan niche tersebut, namun, orientasi artikel lebih mengarah pada satu niche saja.

Soal ini saya belum putuskan sih dan akan saya putuskan dalam waktu dekat. Anda juga bisa melakukan hal serupa dengan tujuan untuk menambah nilai tawar situs.

b. Backlink

Saat ini, Google masih menjadikan backlink sebagai parameter dengan nilai paling tinggi untuk mendapatkan peringkat di search results.

Hanya saja, rata-rata backlink saat ini sudah di komersialkan. Jadi, kalaupun mau beli backlink, perhatikan niche blog si penjual.

Meski praktik jual beli backlink ini sudah masuk pada kategori black hat SEO, namun tetap efektif untuk menunjang rating situs.

Penutup

Semua yang saya bahas diatas, pada akhirnya mengacu pada manfaat website atau blog anda. Jika bermanfaat dan disukai pengunjung, Google juga akan bertindak demikian.

Kalau anda masih pemula di dunia Blogging, langkah pertama yang harus anda pikirkan adalah bagaimana membuat situs yang benar-benar berfaedah.

Jangan pikirkan soal optimasi konten [SEO], backlink, trafik dari media sosial apalagi AdSense.

Pikirkan saja bagaimana membuat artikel yang benar-benar berkualitas, menarik, informatif serta relevan dengan niche yang diangkat.

Demikian artikel tentang strategi blogging saya di tahun 2020. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

2 Comments

  1. Sangat informatif sekali, saya juga merasakan dampak update algoritma google 2020 yang mengakibatkan traffic turun secara berlahan. Artikel yang dulunya nongkrong dihalaman utama sekarang mulai mundur.

    Solusinya memang harus memperbaiki kualitas artikel, karena google sekarang lebih prioritaskan blog yang sering update.

    Makasih informasinya

    1. Sama-sama min. Sukses terus untuk pena indigo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *