Stop Buang Anjing Sembarangan! Ini 5 Alasannya

6 Likes Comment
berhenti membuang anjing

Ada beberapa alasan utama untuk stop buang Anjing. Selain dampak secara langsung [internal] ada juga dampak lingkungan yang bisa membahayakan kesehatan publik.

Praktik perdagangan anjing memang selalu menjadi topik pembahasan yang tidak pernah selesai. Bagi beberapa orang memelihara anjing adalah suatu kegemaran namun ada juga beberapa orang yang tega membuang anjing sembarangan meski itu berbahaya.

Sejak dulu, anjing juga telah menjadi peliharaan manusia. Dulu, anjing digunakan sebagai teman berburu, kini tidak lagi. Digunakan sebagai hiasan, penjaga rumah dan terkadang, jadi santapan.

5 Alasan Untuk Stop Buang Anjing

Nah, berikut disajikan 5 alasan yang harus anda ketahui agar stop membuang anjing sembarangan. Apa saja itu? berikut daftarnya.

1. Memelihara tapi tidak mampu merawatnya

Banyak orang yang suka memelihara anjing namun tidak mampu merawatnya akhirnya mereka mengambil langkah untuk membuang dan menelantarkan hewan tersebut.

Baca Juga : 15 Manfaat Srikaya Untuk Kesehatan Tubuh

Praktik jual beli juga kerap terjadi yang meningkatkan potensi membuang anjing terus bertambah tanpa mengetahui latar belakang penjual atau pembeli anjing secara pasti.

Pada akhirnya, setelah memelihara beberapa waktu anjing yang dibeli itu akan mengalami berbagai masalah kesehatan maka membuang pun jadi solusinya.

2. Populasi anjing menjadi tidak terkendali

Tidak semua anjing dapat berlari dengan sehat, dengan bulu yang indah atau berjalan berdampingan dengan pemiliknya.

Sebagian besar dari hewan yang dibuang karena populasinya yang bertambah akibat pengendalian yang tidak teratur dari pemiliknya.

Baca Juga : 7 Aplikasi Kesehatan Paling Terpercaya di Indonesia

Mereka tumbuh besar dan berkembang biak namun akhirnya dibuang karena sudah melebihi dari jumlah tertentu. Ini sangat disayangkan dan menjadi ironi bersama.

3. Meningkatkan risiko rabies

Masalah rabies menjadi salah satu isu krusial dalam masyarakat. Ada berbagai upaya untuk mengedalikan virus rabies kepada hewan lain dan juga infeksi kepada manusia. Namun, ada saja orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang membuang anjing secara sembarangan.

Hal ini meningkatkan risiko rabies lebih tinggi. Biasanya, anjing yang dibuang tersebut dibawah umur 4 bulan dalam kondisi yang tidak sehat. Hal ini berarti mereka beresiko tertular dari anjing yang positif rabies. Ini mengkhawatirkan!

4. Meluasnya praktik perdagangan daging anjing

Ledakan populasi daging anjing memang menjadi keuntungan bagi orang-orang yang ada pada bisnis ini. Hal ini menjadi jelas karena mereka tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membeli hewan atau untuk mendapatkan pasokan daging anjing untuk dijual di pasar.

5. Kesehatan publik menjadi tidak terjamin

Akibat dari pembuangan anjing yang tidak bertanggungjawab, kesehatan publik menjadi terancam. Mengapa? Banyak anjing yang terlantar itu memungkinkan terkena rabies dan manusia bisa terinfeksi melalui gigitan.

Pada intinya, praktik perdagangan anjing untuk dikonsumsi oleh manusia menjadi penyebab utama masalah ini.

Biasanya pemasok atau dalam transporter mengumpulkan anjing tersebut dalam satu kandang tanpa tahu apakah anjing tersebut bebas dari rabies, parasit berbahaya atau zoonosis lain. Resiko tertular pun makin tinggi.

Baca Juga : Apa itu Kudis?

Bahaya lain yang harus diketahui adalah tubuh akan menjadi kebal dari antibiotik. Mengapa? Sebab, sebagian anjing yang ditaruh di meja makan atau di warung-warung tersebut kemungkinan besar telah menjalani suntikan antibiotik dan vaksinasi berlebihan.

Hal ini justru membahayakan bagi tubuh kita sebab, saat daging anjing tersebut masuk ke dalam tubuh sistem kekebalan tubuh kita akan berubah karena dipengaruhi karena sudah sangat kaya akan antibiotik.

Alhasil, ketika tubuh terkena penyakit lain yang di picu oleh bakteri yang jauh lebih kuat kita akan sulit untuk sembuh sebab obat antibiotik yang diberikan sudah tidak lagi mempan di tubuh manusia.

Perlu anda ketahui, dalam tubuh anjing terdapat berbagai macam bakteri mematikan seperti anthrax, brucellosisi, hepatitis dan leptospirosis.

Anda dapat dengan mudah terpapar saat mengkonsumsi daging anjing sebab risikonya meningkat 20 kali lipat. Banyak kasus yang terkait dengan wabah kolera yang berhasil diidentifikasi. Setelah diteliti, para penderita tersebut ternyata sudah mengkonsumsi daging anjing.

Nah demikian artikel tentang 5 alasan untuk stop buang anjing sembarangan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *