Saat Mama-Mama Papua Jualan Online

2 Likes Comment
Saat Mama-Mama Papua Jualan Online

Saat Mama-Mama Papua Jualan Online – Teknologi telah merambah sampai ke Pelosok Desa. Di Papua, mama-mama disana telah memanfaatkan teknologi e-commerce untuk menjual barang dagangan seperti noken dan barang-barang lain.

Mama-mama papua ini memanfaatkan platform e-commerce pihak ketiga seperti BukaLapak atau Instagram. Tak sekedar menawarkan noken mereka juga menawarkan barang lain seperti peraga tari-tarian dan alat-alat tradisional.

Hal tersebut hendak mengatakan bahwa pengaruh e-commerce telah merambat sampai ke daerah-daerah Indonesia. Ini banyak mengambil peran dalam pembentukan Indonesia Madani yang merupakan salah satu tujuan hidup masyarakat Indonesia.

Dari Sabang sampai Merauke, sebagian yang sebagian besar sudah terjangkau jaringan LTE 4G, diperkuat dengan masuknya transportasi online hingga pada pelayanan bank semuanya itu ada di ujung jari karena teknologi.

Selain menguntungkan, juga membuat konsep pasar lebih fleksibel dan bisa digunakan oleh siapa saja. Kekuatan utama bisnis ini ada pada jaringan internet, lalu pada modal, sumber daya manusia (SDM) hingga pada teknis layanannya. Sedangkan kelemahannya ada pada fakta belum meratanya jangkauan jaringan di Indonesia atau pada izin dan aturan-aturan yang sifatnya formil.

Ambang revolusi digital

Oxford Economics, sebuah firma riset berbasis Inggris meperkirakan nilai ekonomi digital dunia mencapai 20,4 Triliun Dollar pada tahun 2018. Itu berarti, semua Negara di dunia telah berada di ambang revolusi digital yang massif, progresif dan tidak dapat diimbangi oleh sektor manapun.

Di bidang ekonomi, penyediaan platform startup, join venture dan bisnis keuangan digital seperti bitcoin merubah paradigma teknologi yang konservatif.

Hal ini kemudian dikaitkan dengan kecerdasaran manusia dalam memanfaatkan peluang termasuk kecerdasan digital robotik, sistem dan startup yang ada.

Baca Juga : Membaca Sastra Di Era Digital

Di Indonesia, dalam lima tahun terakhir, ekonomi digital mengalami perkembangan 68 kali lipat dari lima tahun sebelumnya. Sebagai contoh, pada tahun 2016 investasi dibidang startup Indonesia menyentuh angka 1,4 Miliar Dollar AS dan meningkat 55 persen tahun berikutnya, dengan total investasi ekonomi digital 3 Miliar US Dollar.

Investor China mendominasi investasi startup di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari laporan Digital News Asia yang dalam laporannya merunutkan total investasi startup di Indonesia tahun 2017 lalu. Hasilnya 95 persen investasinya startup di Indonesai berasal dari Cina dan 5 persen lainnya berasal dari Negara lain.

Tancent Cina gelontorkan dana 1,2 Miliar Dollar AS di Go-Jek, begitu juga dengan Alibaba Grub yang menitipkan dana pada Tokopedia dan JD.ID senilai 1,1 Miliar US Dolar serta pada Traveloka yang bergerak di bidang travel dan perjalanan sejumlah 500 Juta US Dollar.

Startup semakin bergairah

Laporan diatas menjelaskan alasan bergairahnya pasar startup di Indonesia. Sayangnya, hanya di dominasi tiga sektor utama seperti e-commerce, transportasi online dan jasa travel. Di sektor e-commerce seperti blibli.com, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Matahari Mall, JD.ID dan lain sebagainya.

Di Bidang Transportasi Online di dominasi oleh tiga perusahaan seperti Go-Jek yang baru-baru ini mendapat suntikan dana dari Google, Grab dan Uber.

Selain itu, mereka juga menawarkan bisnis kuliner pada layanan mereka dan terakhir, dibidang travel yang didominasi oleh Tiket.com dan Traveloka .

Jika ini terus meningkat, maka lima tahun kedepan bisnis startup di Indonesia sanggup melampaui Investasi minyak dan gas nasional, yang pada tahun 2017 lalu mencapai 9 Miliar US Dollar.

Pusat startup

Amerika Serikat saat ini tetap menjadi pusat dari start up dunia, Asia tumbuh paling cepat dan di mandori oleh Cina, India dan Asia Tenggara. Dan yang paling menarik adalah terkait kepercayaan buta investor bisnis startup di Indonesia.

Melihat ke belakang, keberanian  untuk menjadi investor pertama di Tokopedia pada tahun 2012 yang dilakukan oleh East Venture. Berkat investasi  buta tersebut, Tokopedia hari ini menjadi pusat e-commerce Indonesia.

Meski demikian, ada juga bisnis startup masa depan Indonesia yang berpotensi untuk di maksimalkan seperti HappyFresh yang bergerak dibidang pengiriman kelontong yang pernah memecahkan rekor e-commerce pada September 2015 lalu.

Juga Yess Bos yang merupakan asisten pribadi berbasis SMS yang baru-baru ini mengantongi dana bibit dari 500 Startup juga Voncergence Ventures, IMJ Invfestment Partners atau eFisheryyang menerapkan teknologi akuakultur komersil sampai Fabelio, bisnis startup yang mengejar pasar furnitur Indonesia dan Hiju yang menargetkan wanita Muslim Indonesia sebagai pelanggan.

Menggeliatnya bisnis e-commercedan transportasi online merupakan revolusi startupdi Indonesia. Mengimbangi persaingan bisnis startupdi Indonesia yang tinggi tawaran seperti promo, diskon khusus, reward poin sampai pada hadiah langsung kepada pelanggan langsung selalu jadi sajian utama pelaku bisnis itu. Dan ini adalah jajanan harian para pelanggan, untuk dapat layanan tersebut dengan murah, aman dan prima.

Peluang milaneal

Lantas, bagaimana peluang bagi Milaneal dalam memanfaatkan potensi ini? Sektor ekonomi digital pada dasarnya memungkinkan setiap orang untuk saling berjualan, berbagi dan bepergian tanpa batasan waktu, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Kendalannya sering terletak pada segi distribusi barang yang akan dijual, itupun kalau bergerak dibidang e-commerce.

Selain memungkinkan bagi aktivitas jual beli online, hal ini juga memberikan lapangan kerja baru bagi orang-orang disekitar, tanpa melihat ekses-ekses luar lain seperti suku dan agama atau prinsip ‘orang dalam’ yang tidak asing lagi bagi para pencari kerja di Indonesia.

Alasan faktual tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak alasan mengapa bisnis startup itu perkembangannya begitu pesat dan sangat sulit di kontrol.

Sementara, bagi para pelopor bisnis digital yang coba menyasar tempat-tempat baru, memanfaatkan platform media sosial untuk terus mengaet pelanggan.

Beberapa pekerjaan baru dibuka, kemampuan-kemampuan yang selama ini belum dapat dimaksimalkan seperti para pembuat aplikasi dan pengembangnya.

Penutup

Tak usah heran, kenapa banyak sarjana justru melamar jadi Go-Jek, karena kesempatan kerja di era digital tidak lagi memperhatikan masalah stunting, kesempatan kerja, latar belakang sosial budaya atau pendidikan, hingga pada latar belakang hidupnya.

Yang penting dapat makan, bisa kerja, taat pada aturan perusahan, dan mengerti apa yang diistruksikan oleh Menejer itu sudah cukup.

Persyaratan lain hanya formalitas. Peluang ini merupakan satu-satunya peluang umum yang dimiliki oleh milaneal, yang bisa dimanfaatkan.

Disisi lain, mereka yang punya kemampuan soal bahasa pemograman dapat dikatakan beruntung, karena dalam bisnis startup kemampuan seperti itu sangat dibutuhkan.

Makanya, jaman sekarang tidak usah heran mengapa mama-mama Papua bisa menjual noken di Bukalapak atau Instagram, atau pematung-pematung di Tanimbar bisa menjual hasil buatannya itu sampai ke Australia hingga pada masyarakat pesisir di Kabupaten Banggai Kepulauan bisa menjual Ikan Asing pada suatu restoran di Jakarta.

Dunia maju ke depan, bukan mundur ke belakang. Banyak pelaku bisnis sadar betul hal ini, oleh karena itu untuk meminimalisir risiko investasi yang tidak diinginkan, mereka berani berinvestasi di bidang startup. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *