Predestinasi Paradoks: Kejadian Waktu Yang Terus Terjadi Secara Berulang

8 Likes Comment
predestinasi paradoks

Tema pembahasan soal fisika minggu ini adalah tentang paradoks waktu yakni tentang Predestinasi Paradoks. Pada artikel ini, yang disusun secara tentatif, selama seminggu, akan membahas tentang paradoks waktu yang kadang membingungkan para ilmuwan.

Pembahasan pertama adalah tentang paradoks Predestinasi, sebuah paradoks waktu yang pertama kali berhasil diindetifikasi oleh manusia dan telah diangkat ke layar lebar, guna menjelaskan secara rinci tentang predestinasi paradoks, sebuah kejadian waktu yang terus terjadi secara berulang

Sekilas Mengenai Paradoks Waktu

Meksi pada dasarnya paradoks waktu tidak ada dalam teori relativitas Einstein, namun untuk mengesampingkan perjalanan waktu dan gagasan untuk pergi ke masa lampau melanggar hukum dasar fisika paling mendasar yakni kausalitas.

Hukum kausalitas sendiri dalam pengertian yang paling tradisional dikenal sebagai hukum sebab akibat. Dengan berlakunya hukum sebab akibat, secara alamiah akan menimbulkan ketidakonsistenan yang berkaitan erat dengan perjalanan waktu.

Baca Juga : 5 Misteri Besar Dalam Fisika Yang Berhasil Di Ungkap Manusia

Paradoks perjalanan waktu pada dasarnya masuk dalam dua katogeri besar yakni Kausal Tertutup, seperti Paradoks Predestinasi dan paradox Bootstrap, yang biasanya melibatkan waktu didalamnya dimana sebab akibat akan berjalan secara berulang-ulang, dan mengikat secara internal dan konsistem dalam sejarah waktu, dan kedua Paradokses yang bertindak seperti orang tua dari paradoks tersebut, dengan varian yang serupa layakanya paradox Hitler, Paradoks Polchinski, sehingga menyebabkan inkonsistensi waktu dan pada akhirnya akan bisa masa lalu.

Paradoks Predestinasi

Pada dasarnya, predestinasi paradoks akan terjadi ketika seseorang melakukan perjalanan waktu untuk kembali ke masa lampau dan akhirnya menyebabkan sebuah kesalahan sehingga kejadian yang dialaminya terjadi secara berulang-ulang. Ini menghasilkan lingkaran kausalitas temporal, dimana peristiwa 1 yang terjadi di masa lalu akan mempengaruhi peristiwa 2 dimasa mendatang.

Dalam lingkaran persitiwa ini, untuk memastikan bahwa sejarah tidak diubah oleh penjelajah waktu, dan untuk setiap upaya menghentikan sejarah tidak boleh diubah seenaknya saja.

Dan upaya untuk mengubah masa lalu akan berdampak pada masa depan, dan dampaknya itu dipercaya lebih besar, atau bisa saja setara. Dan tidak akan menghentikan dampaknya.

Paradoks jenis ini pada dasarnya akan menunjukan bahwa segala sesuatu yang terjadi haruslah terjadi, dan secara tidak langsung ditakdirkan untuk berubah dengan cara yang sama, dan tidak boleh diubah oleh siapapun, terutama dalam konsep perjalanan waktu.

Baca Juga : 7 Pertanyaan Seputar Fisika Yang Akhirnya Terjawab

Terdengar rumit kah? Seperti ini contohnya. Coba bayangkan bahwa pacar anda, tidak menyinggung untuk anda yang jomblo ya, sedang mencoba menyelamatkan pacarnya dari kejadian tabrak lari yang menimpanya beberapa waktu lalu.

Dalam konsep waktu disini, tidak lagi relevan, artinya kejadian tersebut telah terjadi entah itu beberapa jam yang lalu, beberapa hari, bulan, tahun, dekade, dasawarsa dan bahkan abad sekalipun.

Lalu anda yang dapat melakukan perjalanan waktu, melakukan perjalanan waktu untuk membantu pacar anda terhindar dari kecelakaan. Dan akhirnya membuat pacar anda terhindar dari kejadian tersebut yang telah merenggut nyawannya, dan kalian pun hidup bahagia sampai maut memisahkan.

Baca Juga : 10 Teknik Mengambil Foto Yang Keren

Coba Bayangkan bahwa kekasih Anda meninggal dalam kecelakaan mobil tabrak lari, dan Anda melakukan perjalanan kembali pada waktu kejadian tersebut untuk menyelamatkannya dari kecelakan mobil tersebut, membantu si dia menghindari dari takdirnya, hanya untuk menemukan bahwa dalam perjalanan Anda menuju kecelakaan, Anda adalah orang yang secara tidak sengaja menjalankannya.

Berusaha mengubah masa lalu

Upaya Anda untuk mengubah masa lalu telah menghasilkan paradoks predestinasi. Salah satu cara untuk menghadapi paradoks jenis ini adalah dengan berasumsi bahwa versi kejadian yang Anda alami sudah dibangun ke dalam versi realitas yang konsisten, dan bahwa dengan mencoba mengubah masa lalu Anda hanya akan berakhir dengan memenuhi peran Anda dalam menciptakan sebuah peristiwa dalam sejarah, dan tidak mengubahnya.

Dalam The Time Machine (2002) film, misalnya, Dr. Alexander Hartdegen menyaksikan tunangannya dibunuh oleh seorang perampok, menuntunnya untuk membangun mesin waktu untuk kembali ke masa lalu untuk menyelamatkannya dari takdirnya. Upaya selanjutnya untuk menyelamatkannya gagal,

“Anda membangun mesin waktu Anda karena kematian Emma. Jika dia hidup, itu tidak akan pernah ada, jadi bagaimana Anda bisa menggunakan mesin Anda untuk kembali dan menyelamatkannya?

Anda adalah hasil tak terhindarkan dari tragedi Anda, sama seperti saya adalah hasil yang tak terhindarkan dari Anda . ” Contoh lain dari paradoks predestinasi dalam film termasuk 12 Monkeys (1995), TimeCrimes (2007), The Time Traveler’s Wife (2009), dan Predestination (2014).

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *