Pohon Pinus: Karakteristik, Cara Reproduksi Dan Kegunaan

5 Likes Comment
fakta menarik tentang pohon pinus

Pohon Pinus adalah jenis pohon cemara hijau yang termasuk dalam genus Pinus dari keluarga Pinaceae. Pohon ini termasuk pohon berumur panjang dengan kisaran 100 hingga 1000 tahun tahun ketika kondisi cuaca dan alam yang bagus.

Evolusi pohon pinus di belahan Bumi Utara telah dicatat dalam periode Jurasik awal era Mesozoikum sekitar 130-200 juta tahun yang lalu.

Pohon ini selalu hijau dan mempertahankan daunnya setidaknya selama dua musim tanam sebelum ditumpahkan.

Mayoritas pohon-pohon ini ditemukan tumbuh di belahan bumi utara, kecuali pohon pinus Sumatera yang tumbuh di belahan bumi selatan.

Pohon ini juga didapat digunakan sebagai bahan dasar furniture, bahan utama kertas dan juga untuk bubur kayu.

Baca Juga : Apa itu tanaman?

Selain itu, pohon pinus menjadi bagian penting dari perayaan natal dari seluruh dunia. Natal kadang di identikan dengan Pinus.

1. Karakteristik pohon pinus

Fakta Menarik Tentang Pohon Pinus
via pixabay.com

Pinus dapat tumbuh subur di daerah beriklim sedang dan subtropis. Mereka dapat ditemukan tumbuh pada ketinggian hingga 13.000 kaki dan dapat tumbuh subur di tanah berpasir atau mengalami kekeringan.

Rentang waktu hidup pohon ini bisa mencapai 400 tahun dalam kondisi pertumbuhan yang baik dengan ketinggian berkisar 10 kaki hingga 245 kaki ke atas dan menjulang ke tanah dengan sistem akar keran yang berkembang cukup baik dan kuat.

a. Kulit

Pinus memiliki gonggongan tebal dan bersisik. Cabang-cabang Pinus disusun dalam bentuk lingkaran disekitar kulit kayu.

Kulit Pinus bisa menjadi sangat gelap dan berkerut seperti pinus putih atau dibagi menjadi piring persegi panjang seperti pinus merah.

b. bersifat resin

Resin di pohon melindungi pohon dengan membentuk tutup pelindung diatas luka dan membantu dalam proses penyembuhan. Resin ini juga melindungi pohonnya dari infeksi jamur dan serangga yang menyerang pepohonan.

2. Karakteristik Daun Pinus

Fakta Menarik Tentang Pohon Pinus
via pixabay.com

Daun dari Pinus berbentuk jaruh dan dapat ditemukan dalam kelompok dua hingga lima dalam jumlahnya bersama dengan cabang-cabangnya. Setiap cluster saling terkait di pangkalan.

Sebuah cabang terselubung di dasar tiap daun. Daun tetap berada di pohon setidaknya selama dua musim tanam. Pinus dapat diidentifikasi dengan jumlah jarum (daun) yang terdapat pada setiap cluster.

Baca Juga : 15 Fakta Menarik Tentang Nanas

White Pine [pinus putih] memiliki lima jarum per cluster serta terlihat pendek dan terlihat mengkilat. Red Pine [pinus merah] memiliki dua jaring per cluster dan jarum panjang dan mate dalam tekstur utamanya. Spesies yang tersisa memiliki dua atau tiga jarum per bundel.

a. Adaptasi daun pinus

Daun pohon pinus berbentuk jarum. Bentuk jarum membantu salju bergeser dari dedaunan dan mencegah rating putus karena beratnya salju yang menumpuk selama hujan salju.

Bentuk jarum memotong luas permukaan daun dan mengurangi jumlah pori-pori daun. Ketika jumlah pori berkurang, jumlah air yang keluar dari daun dalam bentuk uap air berkurang.

Baca Juga : 5 Tumbuhan paling langka di dunia

Permukaan dilapisi dengan cutin. Cutin adalah zat mirip lilin yang melapisi daun untuk mencegah air menguap. Lapisan lilin juga menjaga sel-sel daun agar tidak membeku selama musim dingin.

3. Reproduksi

Pohon pinus berkembang biak melalui kerucut yang menempatkan organ kelamin laki-laki ke perempuan. Pohon pinus sifat perkawinannya adalah monoecious.

Istilah monoecious berarti bahwa satu pohon akan memiliki organ kelamin laki-laki dan juga perempuan. Satu kerucut hanya memiliki laki-laki atau jelapa sari atau hanya organ kelamin perempuan atau ovarium.

Keruncut setara dengan bunga di Angiospremae (tanaman berbunga). Karucut tidak memiliki sepal atau kelopak melainkan cabang yang dimodifikasi untuk menampung organ seks pria atau wanita. Bijinya bersayap dan tersebar oleh angin serta hewan yang mengkonsumsi biji-bijian ini.

4. Kegunaan

Ada beberapa kegunaan pohon pinus, antara lain:

a. Bahan furnitur

Kayu Pinus digunakan untuk pembuatan panel, bingkai jendela, lantai, atap dan juga furniture. Perkebunan Pinus ditanam khusus untuk memanen kayu.

Perkebunan pinus dapat dipanen setelah tiga puluh tahun untuk kayu. Nilai kayu yang dipanen meningkat seiring bertambahnya usia dari Pinus.

b. Bahan dasar pembuatan kue

Beberapa spesies Pinus memiliki biji yang besar atau dikenal juga kacang pinus seperti Pinus Siberica, pinus koraiensis, pinus pinea, pinus gerardiana, pinus monophylla, ponus edulis dan beberapa diantaranya merupakan Pinus dimana kacang Pinus di panen. Kacang pinus ini dapat digunakan untuk memasak dan bahan pembuatan kue.

c. Kegunaan lain

Selain dua kegunaan diatas, ada beberapa kegunaan lain dari pinus, diantaranya:

  • Pohon pinus kaya akan resin yang disebut resin High-Terpene. Resin High terpene didistilasi untuk mendapatkan turpentine. Turpentine digunakan untuk pembuatan cat vernis dan sebagai pelarut.
  • Saat ini banyak pinus digunakan sebagai olahan minyak pinus sintetsis yang digunakan untuk membuat wewangian dan meminjamkan wewangian ke agen pembersih
  • Alepo Pine (pinus halepensis), loblolly pine (pinus taeda), ponderosa pine (pinus ponderosa), scothch pine (pinus sylvestris) adalah beberapa Pinus yang menghasilkan turpentine
  • Pinus scothch, pinus Austria dan pohon pinus Monterey digunakan sebagai penahan angin, untuk reboisasi dan sebagai pohon hias.
  • Pohon pinus ditanam dikebun dan taman sebagai tanaman hias. Mereka tumbuh dan dipanen dalam jumlah yang besar sebagai pohon natal
  • Biji pinus keras dan tahan lama. Kerucut ini digunakan sebagai kerajinan tangan
  • Pohon pinus adalah rumah bagi tupai, burung, rakun dan banyak hewan lain di hutan.

4. Dampak pohon pinus bagi perubahan iklim

Gas yang lolos dari daun Pinus dalam bentuk uap membawa aroma kuat dari minyak pinus yang merupakan senyawa organik yang mudah menguap.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Nature Journal, uap yang kelar dari daun Pinus memiliki pengaruh langsung terhadap perubahan iklim.

Partikel kecil yang keluar dari pohon pinus diubah menajdi aerosol ketika bereaksi dengan oksigen yang ada diudara.

Aerool bergabung bersama membentuk awan yang menghalangi sinar matahari dan memantulkan sinar kembali ke angkasa, sehingga membantu mengurangi kenaikan suhu atmosfer sekaligus memperlambat pemanasan global.

Nah demikian artikel tentang Pohon Pinus: Karakteristik, Cara Reproduksi Dan Dampak Terhadap Iklim. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *