Daftar Isyarat Pilot Pesawat Terbang Kepada Marshalling

2 Likes Comment
Marshalling

Daftar isyarat Pilot Pesawat Terbang Kepada Marshalling – Marshalling atau pemanduan dalam pesawat terbang sangat penting. Karena ini merupakan salah satu standar operasi pesawat terbang.

Biasanya, marshalling melibatkan beberapa orang antara lain pilot dan pemandu yang ada di darat. Singkatnya, marshalling adalah proses pemberian sinyal secara visual kepada Pilot.

Dalam artikel kali ini akan diulas tentang ketentuan-ketentuan Marshalling dalam dunia penerbangan. Tapi sebelum lanjut, sebaiknya anda ketahui terlebih dahulu apa itu marshalling.

Apa itu Marshalling?

Marshalling adalah seseorang yang diberi tugas untuk melaksanakan marshalling/pemanduan terhadap pesawat udara baik pada saat akan menghidupkan mesin ataupun akan parkir di appron, harus mengikuti ketentuan mengenai keselamatan dalam melaksanakan marshalling.

Dalam penerbangan internasional, marshalling dipahami sebagai satu-satunya komunikasi visual untuk penanganan pesawat di darat.

Tujuannya untuk memberikan control lalu lintas pada pesawat dan untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan Pilot.

Sebagai contoh, saat di bandara, Marshaller [orang yang melakukan kegiatan pemanduan atau marshalling] akan memberikan sinyal kepada pesawat untuk terus berputar, memperlambat, menghentikan, mematikan msin, mengarahkan pesawat ke tempat parker atau mungkin ke landasan pacu.

Panduan marshalling pada pesawat komersial hampir mirip dalam pada militer. Misalnya, pada kapal induk atau helipad, marshaller akan memerbikan izin tinggal landasar atau mendarat untuk pesawat atau helicopter dimana ruang dan waktu yang dimiliki cukup terbatas antara tinggal landasa atau mendarat.

Ketentuan keselamatan marshalling dalam penerbangan

Nah berikut disajikan ketentuan kesalamatan Marshalling Dalam Penerbangan. Ketentuan itu terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

1. Sebelum kedatangan pesawat
  • Seorang marshaller harus memeriksa area parkir stand yang akan dipergunakan dan bebaskan dari rintangan yaitu, kendaraan atau peralatan yang tertinggal agar tidak menimbulkan bahaya kecelakaan terhadap pesawat udara yang di parkir
  • Memperhatikan penempatan peralatan yang mudah bergeser atau bergerak yang diakibatkan semburan mesin pesawat
2. Pada saat pemanduan atau mashalling
  • Jika pada saat pesawat udara sedang dipandu masuk area parkir atau tiba-tiba kondisi area tersebut tidak aman maka marshaller segera menghentikan pesawat udara yang akan di parkir
  • Melaksanakan pengamanan sesuai kondisi yang dimaksud atau ketentuan yang berlaku
  • Apabila pesawat udara berhenti tidak pada posisi yang telah ditentukan dan tidak aman, maka dilaksanakan penarikan dengan menggunakan traktor ke tempat yang sesuai ketentuan atau aman.
Posisi Marshaller

Jika melaksanakan marshalling atau pemanduan terhadap pesawat udara maka posisi petugas atau marshaller harus mengikuti ketentuan sebagai berikut :

  1. Berdiri pada jarak + 25 meter dari posisi hidung pesawat udara pada saat posisi sudah di parkir
  2. Berdiri pada posisi sebelah kiri pesawat udara sesuai posisi pilot in command/capten
Tanggungjawab marshaller

Marshaller bertanggungjawab atas aba-aba yang diberikan kepada pilot, maka untuk menghindari keragu-raguan pelaksanaan marhsahiling dilakukan oleh satu orang pada waktu yang bersamaan.

Disamping itu, hendaknya marshaller memberikan aba-aba atau gerakan isnyarat yang jelas sesuai dengan ketentuan international [international rule annex 2 dan CASR part 37 appendix 37.A5] baik pada waktu menggunakan bet [bats] atau flash light.

Baca Juga : 5 Situs Tempat Jual Foto Terbaik Dengan Bayaran Tinggi

Setiap aba-aba yang diberikan oleh marshaller harus memperhatikan reaksi pilot atas aba-aba yang diberikan. Jika dirasa belum ada reaksi laksanakan terus aba-aba tersebut.

Jika pesawat udara harus belok sesuai yang dikehendaki jangan memberi aba-aba belok yang terlalu tajam, sebab akan menyebabkan kerusakan pada landing area, fuselage dan roda cepat aus.

Penanganan pesawat parkir

Setelah pesawat berhenti pada posisi atau dan yang telah ditentukan segera pasang wheel chock sebelum mesin dimatikan. Pemasangan whell chock mengacu pada peraturan quality assurance no. 106.

Setelah whell lock dipasang dengan benar, marshaller memberikan aba-aba bahwa whell chock telah terpasang.

Penangan pesawat udara berangkat

Whell chock harus segera dicabut setelah mendapat aba-aba dari pilot atau ground engineer bahwa pesawat udara segera akan maju atau ditarik mundur.

Perhatikan keadaan wheel chock harus selalu dalam keadaan baik dan siap pakai. Wheel chock yang dipakai dapat dibuat dari besi atau karet. Setelah itu, yakin bahwa pesawat udara tidak akan kembali ke appron letakkan wheel chock pada lokasi yang sudah ditentukan.

Daftar Isyarat Pilot Pesawat Terbang Kepada Marshalling

Aba-aba tersebut diberikan oleh pilot dari tempat duduk pilot dari dalam cockpit dengan mempergunakan tangan dan jika diperlukan lampu akan dihidupkan.

1. Brakes atau rem

 

Marshaller

Jika pilot menutup kepalan tangan atau membuka jari-jarinya menandakan pesawat saat memasang, menginjak atau melepas rem.

Pilot akan mengangkat tangan sejajar dengan muka atau wajah dengan jari-jari terbuka dan kemudian menutupnya atau menggenggam posisi ini juga untuk melepaskan rem.

2. Wheel chock

marshaller

  • Memasang wheel chock. Pilot akan mengangkat tangan dan digerakkan ke arah dalam
  • Melepas wheel chock. Pilot akan mengangkat tangan dan digerakkan ke arah bagian luar
3. Menghidupkan mesin

marshaller

Pilot akan mengangkat tangan dan menunjukan jari-jarinya, yang artinya menunjukan nomor mesin yang akan dihidupkan.

Ground Marking

Dalam ground marking pesawat terbang, sinyal-sinyal yang digunakan biasanya berbeda-beda. Antara lain:

1. Ketentuan warna

Untuk membedakan marking yang digunakan bagi penuntun pesawat udara, garis batas lalu lintas, batas penempatan GSE [Ground Support Equipment] dan area pergerakan aviobrigde, maka ditentukan warna atau marking yang diatur sebagai berikut:

  • Marking untuk keperluan penuntun pesawat udara berwarna kuning dengan strip hitam pada bagian pinggirnya
  • Marking untuk batas tempat GSE, security line dan service road berwarna putih dan tidak putus-putus
  • Marking untuk daerah pergerakan aviobrigde berwarna merah
2. Jenis marking

Marking yang terdapat di permukaan appron terbagi dalam jenis dan sesuai dengan fungsinya, yaitu Aircraft stand taxi line atau Garis berwarna kuning yang merupakan perpanjangan dari garis.

Penutup

Pembahasan pada artikel kali ini sebenarnya belum selesai. Karena tidak dibahas tentang isyarat-isyarat Marshalling. Untuk itu, apabila anda ingin mengetahui tentang isyarat-isyarat Marshalling, baca artikelnya disini.

Ketentuan keselamatan pada pesawat terbang sangat penting. Karena ini merupakan salah satu standar operasional yang harus dilakukan agar pesawat bisa lepas landas atau mendarat dengan aman.

Ketentuan ini juga berlaku secara internasional dan bukan hanya pada satu atau dua bandara saja. Demikian artikel tentang ketentuan marshalling. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *