Inilah 7 Pertanyaan Paling Sulit Tentang Fisika Yang Akhirnya Terjawab

3 Likes Comment
pertanyaan seputar fisika

Ada 7 pertanyaan paling sulit tentang fisika yang akhirnya dijawab oleh para Ilmuwan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bahkan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk bisa dijawab secara logis.

Fokus pertanyaan tersebut tentu dimulai dari awal mula alam semesta hingga material skala sub atom dan segala sesuatu yang membentuknya.

Disisi lain, ada tanggungjawab moral bagi para ilmuwan untuk menjawab beberapa pertanyaan lain, yang mungkin akan ditanyakan kembali oleh manusia.

7 Pertanyaan Paling Sulit Tentang Fisika Ini Akhirnya Terjawab

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 7 pertanyaan paling sulit tentang fisika yang akhirnya terjawab. Pertanyaan apa saja itu? Pasti penasaran kan? Berikut disajikan daftarnya untuk anda.

1. Bisakah manusia menciptakan komputer kuantum?

komputer kuantum
via news.efinancialcareers.com

Sebelum lanjut pada jawaban, sebaiknya anda tahu apa itu komputer kuantum. Berdasarkan definisi dari berbagai sumber, komputer kuantum adalah komputer konvensional yang mampu melakukan berbagai perintah dalam suatu waktu sekaligus.

Komputer tersebut bekerja dengan cara membaca setiap potongan informasi dalam skala a-bit dengan operasi logika dasar tanpa henti.

Proses sederhana ini terbentuk dari cara kerja komputer biasa, seperti yang ada lihat di laboratorium sekolah atau kampus. Namun bedanya, komputer ini akan melakukan operasi secara berurutan pada satu informasi dengan kinerja yang lebih cepat, dengan hasil yang lebih kompleks.

Komputer ini juga berbentuk seperti grafik tiga dimensi atau semacam permainan komputer interaktif untuk melakukan rangkaian proses komputasi.

Namun, secara prinsipil dan efisiensi perangkat, ada batasan mendasar tentang kecepatan suatu komponen elektronik konvensional dapat beroperasi.

Dan, teknologi yang ada sekarang ini sudah hampir mendekati batas konvensional ini. Oleh karena itu, kebutuhan akan komputer kuantum mulai muncul.

Baca Juga : Begini Definisi Kilogram Terbaru Usulan Para Ilmuwan

Berdasarkan kinerja, komputer kuantum berbeda dengan komputer konvensional lain, karena komputer ini menggunakan elektron dan atom untuk menyimpan informasi qubit dibanding menggunakan chip.

Dengan menggunakan penyimpanan tersebut, komputer bisa menyimpan miliaran keping informasi dengan cepat dalam waktu yang sama dan juga mampu menghindari kesalahan perintah operasi yang dilakukan kebanyakan komputer karena keterbatasan dalam memproses informasi secara linear dan berurutan.

Meskipun ide ini terdengar logis dan sederhana, namun sangat sulit untuk menciptakan komputer kuantum. Hal ini disebabkan karena elektron dan atom mudah terganggu oleh lingkungan mereka sendiri.

Sehingga, gangguan informasi akan sering terjadi. Potensi kesalahan perhitungan pun akan meningkat. Meskipun, mungkin ini bisa diatasi di masa mendatang.

Saat ini, banyak fisikawan yang berlomba-lomba untuk menciptakan komputer kuantum. Untuk saat ini sudah dibangun 1 unit komputer kuantum 7-quibit, yang memungkinkan penemuan komputer kuantum lebih cepat dari yang diprediksi sebelumnya.

2. Apakah sifat cermin simetris atau tidak?

pertanyaan seputar fisika
via cnet.com

Pertanyaan seputar fisika yang kedua adalah soal cermin dan ini juga sudah berhasil dijawab, Coba perhatikan cermin yang ada di dekat anda? Apakah cermin membalik ke kiri dan kanan?

Apakah cermin sifatnya simetris atau tidak? Gambaran tentang sifat cermin tidak nyata dan jelas. Dan inilah yang membuat banyak orang bertanya tentang sifat cermin.

Contoh paling sederhana adalah saat anda memakai jam tangan di lengan kiri anda dan yang terlihat pada cermin berada di lengan kanan anda.

Fenomena semacam ini, dalam fisika disebut gambar virtual. Dimana, otak menafsirkan cahaya yang mencapai mata sebagai perjalanan garis lurus dari sumbernya, padahal garisnya bengkok.

Hal ini bisa terjadi karena pantulan permukaan cermin. Jadi, sebenarnya, otak melihat gambar dalam jarak yang sama. Hal ini kemudian mengubah wewenang gambar yang dilihat oleh otak.

Baca Juga : Predestinasi Paradoks, Kejadian Waktu Yang Terus Berulang Terjadi

Pada pertengahan tahun 1950-an, beberapa ilmuwan percaya bahwa alam merupakan cermin simetris. Dengan kata lain, hukum fisika seharusnya tidak punya wewenang intrinsik.

Maksudnya gimana ya? Maksudnya adalah jika anda melihat interaksi partikel di ruang yang gelap anda tidak dapat menentukan proses partikel tersebut nyata atau citra dari proses nyata. Dalam kasus cermin, para ilmuwan percaya bahwa sifat inilah yang terjadi.

Namun, bukti baru mengatakan sebaliknya. Dimana, pada cermin terdapat empat interaksi partikel dasar, dan ada yang menghasilkan interaksi lemah sehingga sifatnya terlihat bertolak belakang dari sifat aslinya.

Percobaan yang dilakukan oleh Chien-Shiung Wu, seorang fisikawan Asal China pada tahun 1958 mengkonfirmasi hal ini. Sebelum Wu melakukan percobaan tersebut, sudah ada Ilmuwan Italia, Wolfgang Ernst Pauli yang menyatakan hal yang sama. Intinya, dua ilmuwan tersebut mengatakan bahwa sifat cermin adalah simetris.

3. Seperti apa bentuk lubang hitam itu?

pertanyaan seputar fisika yang akhirnya terjawab
via forbes.com

Semakin padat suatu bintang atau planet maka semakin sulit untuk melepaskan diri dari tarikan gravitasi pusat bintang atau planetnya.

Jika sebuah benda sudah sangat padat, maka isinya sudah kosong melompong alias tanpa isi sekalipun partikel cahaya. 

Sementara, salah satu hal yang bisa lolos dari medan gravitasi tersebut adalah radiasi. Objek dari radiasi tersebut dikenal sebagai black hole atau lubang hitam.

Baca Juga : 10 Hal Yang Menjadi Bukti Kalau Fisika Sudah Berkembang Pesat

Agar anda mudah paham, saya berikan contoh. Luas bumi adalah 510,1 juta km². Seandainya bumi yang mencapai kepadatan luar biasa ini, seluruh massa yang ada di bumi harus terkompresi menjadi bola dengan besar kurang dari satu sentimeter sebelum cukup padat untuk membentuk lubang hitam.

Bayangkan jika bumi dengan luas ini menjadi seperti bola pimpong. Namun, kepadatan itu hanya akan terjadi pada akhir siklus hidup bintang-bintang tertentu.

Baru-baru ini juga ditemui satu fakta menarik tentang lubang hitam. Dimana, terdapat juga lubang hitam supermasif tak jauh dari pusat galaksi Bima Sakti.

4. Apakah semesta statis atau berkembang?

pertanyaan seputar fisika
via amazonaws.com

Sejak dulu, pertanyaan ini sering membuat astronom dan ilmuwan bingung. Namun, sejak kelahiran teori relativitas yang dikemukakan Einstein, 70 tahun lalu, ditemui fakta menarik baru. Bahwasanya, alam semesta ini tidak statis alias berkembang. Perkembangan ini dikenal dengan istilah ekspansi alam semesta.

Baca Juga : Mengenal Paradoks Bootstrap

Studi terbaru mengenai ledakan supernova [big bang], yang terletak sangat jauh dari bumi, dengan menggunakan perhitungan ketidakberaturan gelombang mikrokosmik, menyebutkan bahwa tidak hanya alam semesta yang meluas namun juga tingkat ekspansinya cepat. Hingga kini, banyak astronom yang percaya bahwa alam semesta itu meluas dan tidak akan pernah berhenti.

5. Apakah manusia bisa melakukan perjalanan dengan kecepatan lebih dari kecepatan cahaya?

pertanyaan seputar fisika
via ardiyansyah.com

Dalam teori relativitas Einstein disebutkan bahwa tidak mungkin bagi suatu objek yang memiliki massa untuk melakukan perjalanan lebih cepat dari kecepatan cahaya itu sendiri alias dengan kecepatan lebih dari 300 juta meter per detik.

Alasannya begini. Apabila semakin cepat suatu beda maka semakin beratlah benda tersebut. Semakin berat suatu benda, semakin banyak energi yang dibutuhkan.

Selain itu, bukan hanya massa suatu benda yang menentukan ketahanannya terhadap perubahan kecepatan tetapi juga energinya.

Baca Juga : 5 Misteri Terbesar Dalam Fisika Yang Berhasil Di Ungkap

Energi berasal dari energi yang ada pada objek ketika ia sedang vakum atau istirahat. Saat energi istirahat, massanya akan berbeda.

Itu belum ditambah dengan energi kinetik yang dihasilkan dari gerakannya. Dengan kata lain, semakin cepat objek tersebut bergerak semakin besar energinya dan semakin tinggi ketahanannya untuk bisa menyesuaikan dengan kecepatan yang ada.

Jadi, agak mustahil mencapai kecepatan yang lebih dari kecepatan cahaya. Selain membutuhkan energi yang tak terbatas juga membutuhkan material yang tidak dapat hancur.

6. Apa itu antimateri?

pertanyaan seputar fisika
antimateri/screenshot from film da vinci code

Semua materi di alam semesta terbentuk dari sejumlah partikel elementer yang relatif kecil, termasuk quark atau konsituen proton dan neutron serta elektron yang secara bersamaan membentuk atom.

Dari setiap partikel dasar ini juga terdapat antipartikel. Antipartikel ini memiliki massa yang sama seperti partikel tetapi dengan muatan yang berlawanan.

Partikel dan antipartikel ini dapat digabungkan atau annihilate untuk menghasilkan foton atau partikel cahaya. Sebaliknya, sepasang partikel dan antipartikel dihasilkan dari foton. Jadi, ada tipe simetri antar dua partikel ini.

Namun, para ilmuwan menyadari bahwa, setelah big bang terjadi, lebih banyak partikel yang dihasilkan dibanding antipartikel sehingga antipartikel sangat sulit ditemukan.

Baca Juga : 10 Fakta Menarik Tentang Fisika Yang Wajib Anda Ketahui

Hal inilah yang membuat para ilmuwan sadar kalau sebagian besar materi yang ada di alam semesta ini terdiri dari proton, neutron, elektron daripada antiproton, antineutron dan positron [nama untuk antielektron].

Sampai kini, tidak ada bukti yang menunjukan bahwa ada satu bagian dari alam semesta ini yang mengandung lebih banyak antipartikel.

Soal ini juga agak misterius. Coba bayangkan, apabila bumi yang kita tinggali ini di dominasi dengan antipartikel, mungkin semua manusia akan terbuat dari foton atau cahaya. Yang berarti, you are an angel.

7. Apa itu superfluida?

pertanyaan seputar fisika
via ytiomg.com

Pertanyaan seputar fisika yang terakhir adalah soal superfluida. Material ini adalah material yang paling membingungkan para ilmuwan sejak abad ke-20.

Superfluida sebenarnya adalah istilah tentang perilaku helium pada suhu rendah. Dalam artian, suhu yang sangat rendah atau dua derajat diatas Nol Absoulut atau sekira 271ºC.

Pada suhu ini, tingkat kerapatan helium tetap konstan dan independen dari suhu namun ia tidak memadat. Berbeda dengan cairan normal lain.

Dari pengamatan yang dilakukan, ditemukan bahwa pada suhu tersebut, helium justru menghantar panas, yang lebih tinggi dibanding logam apapun di dunia juga menunjukan ketiadaan viskositas.

Ketiadaan viskositas ini menjelaskan bahwa helium dapat mengalir tanpa gesekan dan tanpa superfluiditas. Untuk helium cair, juga memiliki reaksi dan sifat yang sama anehnya.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis dan Penemu Kamera

Saat didinginkan pada piringan seperti pada kaset Disk Joker, maka helium akan merayap ke atas piring seperti kuah mie instan yang diambil menggunakan sendok logam. Sifat sangat alami ini dipahami sebagai fenomena kuantum murni.

Helium sendiri hanyalah salah satu contoh antimateri yang mampu eksis dan bertahan dalam jumlah energi yang sangat rendah, dimana semua partikel yang ada punya energi yang persis sama termasuk juga identitasnya. Karakter ini juga dikenal dengan istilah boson.

Kadang kala, boson memiliki sifat yang sama anehnya saat kondensasi ke fase super. Contohnya adalah helium superfluida, elektron dalam logam superkonduktor, keramik superkonduktor dan yang terbaru adalah Boson-Einstein kondesat yang merupakan atom terberat yang pernah ditanggap menggunakan laser optik.

Penutup

Jawaban-jawaban dari pertanyaan diatas memang agak sulit di cerna oleh orang awam. Namun apabila anda mempelajari fisika, jawaban diatas bisa menambah wawasan anda mengenai dunia yang anda tinggali ini.

Disisi lain, pertanyaan diatas hanyalah sebagian kecil saja dari jutaan pertanyaan lain tentang fisika, entah yang sudah dijawab ataupun yang belum.

Nah demikian artikel tentang 7 pertanyaan paling sulit tentang fisika yang akhirnya terjawab. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *