Perbedaan Antara Seismometer, Seismograf dan Seismogram

6 Likes Comment
Perbedaan Antara Seismometer Seismograf dan Seismogram

Perbedaan Antara Seismometer, Seismograf dan Seismogram? – Beberapa dari anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Hal ini tidak mengherankan, karena memang sering digunakan saat gempa terjadi.

Atau lebih jauh, istilah ini sering merujuk pada suatu keadaan dan alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Tapi pernakah anda bertanya-tanya bagaimana Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika [BMKG] mengukur kekuatan gempa?

Jawabannya hanya satu. Yakni mereka menggunakan instrumen atau alat yang bisa mengukur kekuatan gempa bumi yang kemudian disebut seismometer. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai seismometer simak penjelasannya dalam artikel ini.

Perbedaan Antara Seismometer, Seismograf dan Seismogram

Sebenarnya, seismometer adalah salah satu perangkat yang terdapat dalam seismograf. Pada dasarnya, seismometer akan menjadi pendulum atau massa yang dipasang selama musim semi namun sering digunakan secara sinonim dengan seismograf.

Seismograf

Perbedaan Antara Seismometer Seismograf dan Seismogram

Seismograf adalah instrumen yang digunakan untuk merekam gerakan tanah selama gempa bumi terjadi. Biasanya dipasang di tanah dan beroperasi sebagai bagian dari jaringan seismograf.

Alat ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1980. Seismoscope paling awal ditemukan oleh filsuf China, Chang Heng pada tahun 132 M.

Namun, ini tidak ditujukan untuk merekam gempa bumi. Itu hanya bertujuan untuk mengidentifikasi bahwa ada sesuatu yang terjadi.

Sesuatu itu tidak dijelaskan dengan pasti namun para ilmuwan menyebut bahwa ini merujuk gempa bumi atau gerakan yang terjadi diatas tanah.

Seismograf harus dipasang di tempat aman di permukaan bumi sehingga ketika bumi bergetar, seluruh unit ikut berguncang kecuali untuk masa pada pegas yang memiliki kelembapan, dan tetap ditempat yang sama.

Baca Juga : Ini Perbedaan Antara Perhitungan Skala Richter dan Magnitudo

Saat Seismograf bergerak, alat perekam pada massa akan bergerak relatif sesuai dengan besaran gerakan sehingga dapat diukur kekuatannya.

Gerakan tanah atau gerak tanah adalah gerakan permukaan bumi dari gempa bumi atau ledakan yang terjadi. Gerak tanah ini di hasilkan oleh gelombang slip tiba-tiba pada kesalahan atau tekanan tiba-tiba pada sumber eksplosif dan perjalanan melalui bumi di sepanjang permukaan.

Pada kenyataannya, mekanisme ini tidak lagi manual, tetapi bekerja dengan mengukur perubahan elektronik yang dihasilkan oleh gerakan tanah terhadap massa.

Seismograf kadang disebut juga dengan seismometer. Yang merupakan instrumen yang dapat mengukur dan merekam gelombang seismik yang bergerak di bumi.

Dengan alat ini juga, para ilmuwan bisa mendeteksi detail gempa bumi dengan beberapa faktor lain antara lain:

  • Waktu terjadinya gempa
  • Pusat gempa, yang merupakan titik gempa
  • Kedalaman gempa bumi
  • Dan jumlah energi yang dilepaskan

Para ilmuwan yang mengukur dan merekam data ini akan mempelajari lebih lanjut tentang gempa, lempeng tektonik dan lapisan kerak bumi.

Pada dasarnya, gempa bumi sulit diprediksi, namun para ilmuwan berharap agar rekaman itu dapat digunakan untuk pengukuran seismografik agar bisa memprediksi gempa secara akurat sekaligus untuk tujuan mitigasi bencana.

Seismogram

seismograf

Seismogram adalah rekaman tanah yang bergetar di lokasi tertentu dimana instrumen berasal. Pada seismogram, sumbu horizontal sama dengan waktu (diukur dalam skala detik) dan sumbu vertikal sama dengan pemindahan tanah (biasanya diukur dalam skala millimeter).

Baca Juga : 10 Gempa Terbesar Yang Terjadi Di Nusantara Pada Abad Ke-20

Ketika tidak ada gempa bumi yang terbaca hanya ada garis lurus kecuali untuk goyangan kecil yang disebabkan oleh gangguan lokal atau kebisingan dan penanda waktu.

Sebagian besar seismogram sudah dalam bentuk digital sekarang ini, tidak ada lagi seismogram yang direkam diatas kertas.

Kapan Istrumen Pertama Gempa Bumi Tercatat?

Istrumen pertama gempa bumi atau yang dikenal dengan sismoscope paling awal ditemukan oleh filsuf China Chang Heng pada tahun 132 M. Alat ini berbentuk guci besar dibagian luarnya yang terdiri dari delapan kepala naga yang menghadap ke delapan arah utama kompas.

Pada bagian bawah kepala naga terdapat patung katak dengan mulut menganga. Biasanya, ketika gempa bumi terjadi, satu atau lebih dari delapan mulut naga akan melepaskan bola ke mulut katak yang terbuka dibagian bawah.

Arah getaran akan menentukan naga mana yang melepaskan bolanya dengan demikian diketahui arah mana letak gempa dan besaran kekuatannya.

Instrumen ini dilaporkan telah mendeteksi gempa sejauh 400 mil yang di tidak dirasakan oleh seismoscope. Bagian dalam seismoscope tidak diketahui dengan pasti.

Banyak spekulasi yang beredar yang menganggap bahwa gerakan dari berbagai jenis bandul akan mengaktifkan naga.

Penutup

Nah demikian artikel tentang Apa Perbedaan Antara Seismometer, Seismograf dan Seismogram? Ini Penjelasannya. Semoga bermanfaat~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *