5 Cara Mengetahui Siapa Pengelola Suatu Blog Yang Anonim

1 Like Comment
pemilik blog

Ada beberapa cara mengetahui siapa pengelola suatu blog atau website yang anonim. Beberapa cara tersebut dapat dilakukan oleh anda yang ingin menghubungi owner blog atau situs web tersebut.

Banyak blog atau website kini yang tak punya halaman kontak. Salah satu alasannya karena mereka mereka menginginkan website yang mereka kelola tetap anonim.

Hal ini sebenarnya merupakan sesuatu yang wajar, mengingat banyaknya website saat ini yang dibuat dengan tujuan tertentu. Entah untuk memperoleh penghasilan, tujuan bisnis hingga untuk curhat.

Dan ada beberapa alasan mengapa anda atau orang lain ingin menghubungi pemilik website sementara mereka tidak memiliki halaman kontak.

Saya pun pernah mengalami hal serupa. Pada bulan maret lalu, saya hendak menghubungi sebuah website karena ia mengcopas artikel saya mentah-mentah.

Artikel tersebut merupakan artikel buatan saya sendiri, yang saya tulis selama beberapa hari. Itu merupakan konten terbaik saya.

Saat saya hendak menghubungi, blog tersebut tidak memiliki halaman kontak. Kolom komentarnya demikian. Lebih sialnya lagi, ia masih menggunakan platform WordPress gratisan.

Kalau ia sudah menggunakan domain sendiri, mungkin agak lebih gampang untuk menghubungi pemilik suatu blog atau website.

5 Cara Mengetahui Siapa Pengelola Suatu Blog Yang Anonim

Lalu, bagaimana menghubungi suatu pemilik blog atau website tanpa halaman kontak? Ada beberapa cara. Antara lain:

1. Melihat Halaman Kontak

Rata-rata, sebuah blog atau website memiliki halaman kontak. Halaman kontak ini perannya sangat penting, mulai dari untuk menunjukan bahwa blog tersebut dikelola oleh manusia dan bukan robot.

Selain itu, halaman kontak juga memiliki fungsi yang lebih jauh, yakni agar bisa diterima di platform periklanan seperti Google AdSense.

Saat pengajuan, blog atau website yang punya halaman kontak akan lebih mudah diterima ketimbang blog yang tidak punya halaman kontak.

Baca Juga : 13 Profesi Penulis Dan Cara Mereka Menghasilkan Uang

Halaman kontak sendiri merupakan laman statis yang wajib ada di sebuah blog. Biasanya, ia ditempatkan secara bersamaan dengan laman statis lain seperti Disclaimer, Term Of Service dan lain sebagainya.

Beberapa website mengisi laman kontak dengan kolom isian, dimana, pengunjung yang ingin menghubungi pemilik blog tinggal mengisi kolom yang telah tersedia.

Sementara, ada beberapa blog yang hanya menaruh alamat email, kontak telepon atau mungkin media sosial dan chat personal seperti WhatsApp.

Itu tidak jadi masalah, yang penting ada kontak yang dapat dihubungi. Jika sudah ada, maka anda tinggal menghubungi saja.

2. Halaman Media Sosial

Dalam beberapa kasus, blog biasanya dihubungkan dengan laman media sosial, entah itu fanspage ataupun akun pribadi.

Halaman media sosial ini berbeda dengan laman statis seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama diatas.

Disisi lain, penempatan laman media sosial ini biasanya tergantung dari pengaturan template si pembuat. Ada yang terletak di sidebar, di footer atau sebelum related post.

Baca Juga : Mau Jadi Digital Image Retoucer? Baca 6 Tips Ini Dulu

Untuk WordPress, rata-rata terletak di Footer dan Sidebar. Sementara, untuk blogger, rata-rata terletak dibagian sidebar.

Nah, anda tinggal melihat laman media sosial tersebut. Jika hanya tersedia satu media sosial saja, misalnya Facebook, silahkan klik saja disitu.

Secara langsung anda akan diarahkan pada media sosial pemilik blog. Apabila mereka tidak memiliki laman kontak, anda bisa menghubungi mereka lewat chat di Messenger atau dirrect massage dan lain sebagainya.

3. Menggunakan informasi dari Disclaimer

Sebenarnya, disclaimer atau sanggahan konten blog blog punya peran yang lebih jauh lagi ketimbang sekedar menerangkan bahwa artikel yang ditampilkan tersebut ada disclaimernya.

Ini sangat penting bagi sebuah blog, karena disinilah klaim dan penolakan akan diterangkan kepada pengunjung, termasuk data apa saja yang dikumpulkan [jika anda menggunakan analytics dan AdSense].

Dan, disatu sisi, juga tersedia email yang dapat dihubungi di laman disclaimer itu sendiri. Ini sifatnya wajib, karena memang, ketentuannya harus menyisahkan satu alamat email pemilik blog.

Nah, jika anda tidak melihat halaman kontak dan media sosial pada sebuah blog yang ingin anda hubungi, maka anda bisa melihat disclaimer pemilik blog.

4. Menanyakan lewat kolom komentar

Lalu, bagaimana jika tiga hal yang sudah diterangkan diatas tidak ada pada sebuah blog atau website? Bagaimana saya akan menghubungi sebuah pemillik website?

Ini yang saya alami. Syukurlah, dalam kasus saya, ia masih menyisahkan halaman komentar sehingga saya dapat menghubunginya disitu.

Baca Juga : 5 Tips Menjadi Newborn Baby Photographer

Dalam beberapa kasus, sebuah blog mungkin tidak punya 3 halaman diatas, termasuk juga halaman komentar.

Jika sudah begini, mungkin sebaiknya anda melakukan langkah-langkah lain seperti melaporkannya di DMCA jika blog tersebut mengcopas artikel anda agar di take down.

Apabila ada, maka anda tinggal menghubungi pemilik blog tersebut di kolom komentar yang tersedia. Jika ia menggunakanan kolom komentar Disquss, komentar default itu tidak jadi masalah.

Yang terpenting, kolom komentar itu ada dan bisa diisi dengan komentar. Nantinya, saat anda berkomentar, di dashboardnya akan terdapat pemberitahuan.

5. Cari di Google

Selain sebagai media untuk melakukan pencarian, Google juga bisa menjadi salah satu langkah untuk mengetahui siapa pemilik sebuah website.

Misalnya, jika anda hendak melihat siapa pemilik sebuah blog atau website, anda tinggal memasukkan keyword tertentu seperti Pemilik Blog bungkul.com [contoh] dan lain sebagainya.

Terkadang, langkah ini memang tidak berhasil. Syukur-syukur kalau sudah ada blogger lain yang mengulas blog yang ingin anda hubungi atau cari tahu pemiliknya.

Jika belum ada yang mengulas, sebaiknya, lakukan langkah-langkah yang sudah dijelaskan dibagian atas atau dibawah ini.

6. Menggunakan situ WhoIs

Langkah paling terakhir adalah dengan menggunakan situs WhoIs. Namun, situs ini hanya akan bekerja apabila pemilik website sudah menggunakan domain sendiri.

Setiap domain yang ada di internet terdaftar di situs WhoIs, yang berarti, identitas pemilik website harus dimasukkan saat domain tersebut pertama kali di beli.

Memang sih, ada beberapa pemilik website yang nakal, yang tidak memasukkan identitas pribadi saat membeli domain, atau membeli domain bukan dari penyedia terpercaya.

Baca Juga : Baca 5 Tips Ini Sebelum Jadi Fotografer Iklan Komersial

Untuk menggunakan situs whois ini, anda tinggal menuju situs tersebut, lalu masukan nama domain yang hendak anda cari tahu siapa pemiliknya.

Setelah itu, akan ditampilkan data-data seperti kapan domain tersebut di registrasi, kapan akan expayer, nama server hingga nama pemilik domain.

Apabila nama pemilik domain sudah di kantongi, langkah selanjutnya adalah mencari di media sosial entah itu di Instagram, Facebook ataupun Twitter serta Google.

Penutup

Beberapa pakar SEO menyebutkan kalau sebuah blog atau website tidak punya halaman kontak katanya akan berdampak pada reputasi blog itu sendiri.

Entahlah, saya tidak tahu apakah ini betul atau tidak. Yang jelas, halaman kontak adalah sebuah laman wajib yang harus anda pada sebuah website.

Jika blog atau website tidak punya halaman kontak, maka pengunjung tentu saja akan kesulitan mengunjungi pemilik blog atau website tersebut.

Lebih jauh lagi, pemilik blog juga akan kesulitan untuk menghubungi pengelola blog apabila ada satu dan lain hal yang harus diberitahukan kepada pemiliknya.

Nah demikian artikel tentang cara mengetahui pengelola blog atau website yang tidak punya halaman kontak. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *