Penemuan-Penemuan Yang Mengubah Dunia Kedokteran

4 Likes Comment
penemuan kedokteran

Ada banyak penemuan yang mengubah dunia kedokteran dan 10 diantaranya berhasil merevolusi dunia medis dan ilmu kedokteran secara dramatis.

Secara ilmiah, ilmu kedokteran adalah salah satu bidang yang paling progresif perkembangannya. Selama bertahun-tahun, terobosan dalam ilmu kedokteran telah berhasil merevisi dan menyempurnakan prosedur pengobatan yang dilakukan ribuan tahun sebelumnya.

Penemuan-penemuan ini juga berhasil mengungkap berbagai teknik dan model pengobatan sehingga berhasil menyelamatkan ribuan nyawa setiap tahun.

Dari semua penemuan tersebut, teknologi memainkan peran besar didalamnya. Yang pada akhirnya mengubah skema dan pembelajaran dunia kedokteran yang spesifik menjadi kompleks.

Dengan mengakui perkembangan dunia kedokteran yang begitu pesat tersebut tidak lepas dari penemuan-penemuan sebelumnya, yang menjadi batu loncatan dibalik revolusi ilmu kedokteran sejak Hippocrates menulis sumpah Hipokrates ratusan tahun silam.

10 Penemuan Yang Mengubah Dunia Kedokteran

Penemuan-penemuan yang merevolusi dunia kedokteran tidak terjadi dalam waktu singkat. Bahkan, dari satu penemuan ke penemuan lain membutuhkan waktu ratusan tahun.

Lalu apa saja penemuan yang mengubah dunia kedokteran? Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan artikel tentang 10 penemuan yang mengubah dunia kedokteran. Ini dia daftarnya:

1. Termometer

termometer
via videohive.net

Saat ini termometer dapat ditemui dengan mudah dan bahkan bisa dibeli dengan bebas. Meski sampai sekarang masih belum jelas siapa yang menemukan alat sederhana ini.

Gabriel Fahrenheit diyakini banyak orang sebagai penemu termometer. Saat itu, ia menerapkan prinsip pengukuran suhu menggunakan air raksa pada tahun 1714.

Baca Juga : Cara Menjaga Kesehatan Mata

Prinsip ini masih digunakan hingga sekarang meskipun sebenarnya perangkat pengukur suhu sudah ditemukan oleh Galileo pada akhir tahun 1500-an.

Alat ini pada dasarnya dibentuk dari prinsip bahwa kepadatan cairan akan berubah sehubungan dengan perubahan suhu didekatnya. Saat ini termometer air raksa mulai ditarik penggunaanya dan digantikan dengan termometer digital karena risiko keracunan air raksa yang cukup tinggi.

2. Stetoskop

setoscope
via sssaustralia.com.au

Sebelum steteskop ditemukan, dokter biasanya menempelkan telinga ke dada pasien untuk mendengarkan detak jantung mereka. Metode ini tentu saja tidak efisien.

Apalagi jika terdapat isolasi yang cukup besar antara jantung dan bagian luar dada pasien seperti lemak. Belum lagi jika pasien adalah seorang wanita.

Baca Juga : Degenerasi Mokula: Pengertian, Gejala Penyebab

Situasi ini yang dialami oleh banyak dokter termasuk Rene Laennec. Dimana mereka tidak bisa menentukan secara akurat detak jantung pasien karena terlalu banyak lemak.

Atas kejadian ini, Laennec kemudian berusaha menciptakan suatu alat yang bisa membantunya mendengar detak jantung pasien, yang kelak alat itu akan disebut stetoskop.

Stetoskop buatan Laennac terbuat dari tabung berbentuk terimpet kayu yang bisa memperkuat suara yang berasal dari paru-paru dan jantung. Prinsip amplifikasi suara yang terdapat pada setoskop buatan Laennec belum berubah hingga sekarang.

3. X-Ray

ruangan x-ray
via riverradiology.com

Sulit memang jika membayangkan bagaimana dokter akan mendiagnosa dan merawat pasien yang menderita cedera seperti patah tulang sebelum X-Ray ditemukan.

Sinar-X secara tidak sengaja ditemukan oleh fisikawan Jerman, Wilhelm Conrad Rontgen saat ia sedang mempelajari proses arus listrik yang melewati gas dalam tekanan yang sangat rendah.

Baca Juga : Cara Menjaga Kesehatan Gigi Dengan Mudah dan Berhasil

Saat mengamati di ruangan yang gelap, tabung sinar katoda yang ia ditutupi dengan barium platinocyanide menciptakan efek fluoresen.

Karena sinar Katoda ini tidak terlihat, ia tidak tahu apa nama sinar tersebut lalu menamakannya dengan Radiasi-X karena sifatnya yang tidak diketahui.

Atas penemuannya tersebut, Rontgen memenangkan Novel Fisika pertama pada tahun 1901. Hingga kini, alat ini secara bergantian disebut sebagai sinar-x atau rontgen sesuai dengan nama penemunya.

4. Antibiotik

via infectioncontroltoday.com

Orang-orang paling sering mengasosiasikan bahwa antibiotik dan penisilin ditemukan secara bersamaan oleh oleh Alexander Fleming. Meski sebenarnya antibiotik dan penesilin ditemukan oleh ilmuwan yang berbeda. Antibiotik awalnya disebut sebagai Salvarsan dan ditemukan oleh Alfred Bartheim dan Paul Ehrlich pada tahun 1907.

Hari ini, Salvarsan dikenal sebagai Arsphenamine. Ini adalah obat pertama yang secara khusus digunakan untuk mengobati penderita sifilis, yang merupakan cikal bakal pengobatan anti-bakteri pada manusia.

Baca Juga : 7 Penemuan Obat Yang Mengubah Dunia

Penemuan Alexander Fleming tentang sifat anti-bakteri dalam Penicillium Notatum pada tahun 1928 menjadi saat dimana antibiotik mulai digunakan untuk tujuan pengobatan.

Saat ini, antibiotik telah merevolusi pengiobatan dan sudah tersedia dalam berbagai kombinasi vaksin yang bisa membantu memberantas berbagai penyakit mematikan seperti TBC.

5. Jarum Suntik

jarum suntik
via medcom.id

Jarum Hipodermik pertama memiliki tampilan yang sederhana dengan cara kerja yang juga sederhana. Jarum suntik pertama kali ditemukan sekitar 150 tahun yang lalu.

Meski sebelumnya para dokter di Yunani dan Roma Kuno sudah menggunakan alat berongga tipis untuk menyuntikan cairan ke dalam tubuh.

Baca Juga : Apakah Memelihara Hewan Saat Hamil Beresiko Terhadap Janin?

Pada tahun 1656, seekor anjing diberi suntikan intravena menggunakan bulu angksa oleh Christopher Wren. Jarum suntik modern kemudian diciptakan oleh Charles Pravaz dan Alexander Wood pada tahun 1800-an.

Saat ini, jarum suntik digunakan untuk memberikan dosis obat yang sesuai untuk pengobatan dengan cara mengekstrak obat ke dalam tubuh tetapi rasa sakit yang ditimbulkannya sangat kecil serta risiko kontaminasi yang rendah.

6. Kacamata

kacamata
via grid.id

Kacamata adalah salah satu terobosan medis lain yang paling mudah diterima oleh masyarakat. Tidak ada bukti yang membenarkan atau menjadi dasar tentang siapa yang menemukan benda ini.

Baca Juga : Cara Menurunkan Berat Badan

Berabad-abad yang lalu, para cendekiawan dan biksu menggunakan prototipe awal dari kacamata modern yang harus dipegang di depan mata saat membaca atau menyeimbangkan hidung [tidak ada lengan yang dapat dikaitkan ditelinga sehingga kacamata tidak bisa bertahan didepan mata tanpa bantuan tangan].

Dengan meningkatkan ketersediaan buku cetak pada akhir tahun 1800-an, kasus Miopia meningkat yang membuat kebutuhan akan kacamata meningkat drastis.

7. Alat Pacu Jantung

alat pacu jantung
via alodokter.com

Penemuan alat ini adalah buah kerja dari dua ilmuwan Australia, Mark C. Hill dan Fisikawan Edgar H. Booth pada tahun 1926.

Prototipe alat pacu jantung awal merupakan sebuah perangkat portabel yang terdiri dari dua kutub, satu dihubungkan dengan larutan garam yang dibasahi menggunakan bantalan kulit dan kutub lain berupa jarum akan dimasukan ke dalam jantung pasien.

Baca Juga : Kesehatan: Pengertian, Jenis dan Manfaat

Meskipun desainnya kasar pada waktu itu, alat ini berhasil menghidupkan bayi yang meninggal beberapa detik setelah lahir. Saat ini, alat pacu jantung sudah dibuat lebih canggih dengan daya tahan baterai mencapai 20 tahun.

8. CT Scanner dan MRI

CT Scanner dan MRI
via quora.net

Setelah ditemukan X-Ray, ada satu kebutuhan baru dalam dunia kedokteran untuk untuk mengakses lebih banyak informasi mengenai tubuh tanpa perlu memotongnya.

Hal ini kemudian mengarahkan manusia untuk membuat alat scanner yang lebih canggih yang kelak disebut dengan CT Scanner.

Baca Juga : Cara Menjaga Kesehatan Mata Saat Mengetik

Versi komersial alat ini ditemukan oleh Dr. Godfrey Houndsfield yang berhasil menerima Nobel kedokteran pada tahun 1979 akibat penemuan tersebut. Perangkat ini mampu menampilkan lebih banyak lapisan tubuh dibanding Sinar X.

Segera, setelah itu, Dr. Raymond V. Damadian menemukan teknik untuk membedakan antara sel kanker dan sel normal menggunakan resonansi magnetik nuklir yang kemudian ditingkatkan dan disebut dengan MRI.

9. Prostetik dan Implan

prostesis dan implan
via biotechpossibilities.com

Hidup dengan cacat adalah pengalaman yang sangat sulit tidak saja secara fisik tetapi juga mental dan emosional penderita.

Penemuan Prostesis telah menjadi terobosan besar yang memungkinkan orang dengan cacat fisik bisa menjalani kehidupan layaknya orang normal.

Baca Juga : 4 Alasan Mengapa Wanita Susah Mengandung

Prostesis modern terbuat dari serat karbon yang lebih ringan dan lebih kuat dari logam. Prosthesis modern biasanya memiliki sensor mioelektrik inbuilt yang memungkinkan penggunanya bisa menahan implus otak.

10. Defibrillator Jantung

defibrillator jantung
via satuterpenting.com

Defibrilasi Jantung bukanlah konsep yang baru. Ide ini sudah ada beberapa dekade sebelumnya, tetapi baru diperkenalkan dalam dunia medis setelah Claude Beck berhasil melakukan defibrilasi jantung pada seorang pasien saat operasi. Saat ini, Defibrillator jantung telah berhasil menyelamatkan jutaan nyawa dari kematian.

Penutup

Penemuan diatas mungkin memerlukan penjelasan yang lebih detail mengenai fungsi dan alat-alat tersebut. Dan mungkin, beberapa dari anda tidak setuju kalau penemuan-penemuan diatas disebut sebagai penemuan yang berhasil mengubah dunia kedokteran.

Itu terserah anda. Andalah yang menentukan. Namun banyak orang yang mengakui bahwa daftar diatas merupakan penemuan yang memang sudah merevolusi dunia medis.

Sekian dulu artikel tentang 10 penemuan medis yang mengubah dunia. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *