7 Penemuan Obat Yang Berhasil Mengubah Dunia

5 Likes Comment
penemuan obat yang mengubah dunia

Ada beberapa penemuan obat yang mengubah dunia. Hingga kini, obat-obatan tersebut sudah berhasil menyelamatkan jutaan nyawa manusia.

Sejak dulu, manusia sudah mulai mencari khasiat dari berbagai tanaman yang ada disekitarnya. Entah dari tumbuhan atau tanaman serta beberapa benda lain.

Dan sebagian besar obat yang digunakan oleh manusia saat ini, baik tradisional ataupun modern, bersumber dari alam.

Beberapa dekade sebelumnya, para tabib atau dukun sudah menggunakan obat berupa salep, obat hirup dan lain sebagainya dalam pengobatan.

Namun ternyata, tidak semua zat yang digunakan sebagai obat pada waktu itu memiliki efek penyembuhan bagi manusia.

Dengan kata lain, ada kemungkinan obat-obatan tersebut hanya terdapat sejumlah kecil zat yang punya efek pereda rasa sakit.

Dalam perkembangannya kemudian, para ilmuwan dan dokter berhasil menemukan beberapa zat yang berhasil merevolusi dunia medis secara fundamental.

Sampai kini, kebutuhan dan penggunaan akan zat ini sudah terlampau tinggi seiring dengan meningkatnya jumlah pasien dari seluruh dunia.

7 Penemuan Obat Yang Mengubah Dunia

Lantas, penemuan obat apa saja yang telah merevolusi dunia medis? Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 7 obat yang berhasil mengubah dunia. Obat apa saja itu? Ini dia daftarnya.

1. Insulin

Insulin
Ilustrasi saat dua Ilmuwan Kanada, Sir Frederick G. Banting dan Charles H. Best menguji insulin pada anjing yang terkena diabetes pada 14 Agustus 1921 via the National Library of Medicine

Yang pertama adalah insulin. Sejak Insulin ditemukan, zat ini sudah dianggap sebagai salah satu terobosan terbesar dalam dunia medis sepanjang sejarah.

Ilmuwan Kanada, Sir Frederick G. Banting dan Charles H. Best bersama beberapa rekan-rekan disebut-sebut sebagai perintis awal penemuan insulin.

Meski penemuan ini masih terus menuai kontraversi hingga sekarang. Karena, para ilmuwan Kanada tersebut hanya berhasil mengisolasi hormon, yang tidak bisa disebut dengan insulin.

Baca Juga : 7 Aplikasi Kesehatan Paling Terpercaya di Indonesia

Insulin sendiri secara resmi ditemukan oleh Fisiolog Rumania, Nicolas C. Paulescu. Pada waktu itu, Paulescu menyebut Insulin dengan nama Pancerin pada tahun 1916.

Tetapi, penemuan ini belum bisa ia publikasikan karena pada saat itu dia direkrut oleh pemerintah untuk ikut berperang dalam perang dunia I yang meletus pada 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918.

Paulescu sendiri berhasil selamat dalam perang tersebut sehingga ia bisa mempublikasikan penemuannya itu pada tahun 1921.

Setahun kemudian, Banting dan kawan-kawan mempublikasikan penemuan mereka tentang isolasi hormon.

Sehingga dalam urutan waktu, Paulescu lebih dahulu menemukan dan mempublikasikan penemuannya tentang insulin dibanding Banting dan kawan-kawannya.

2. Aspirin

Aspirin
Botol Aspirin yang dikeluarkan oleh Frederich Bayer & Corporation via britannica.com

Pada tahun 1899, Vokal Farbenfabriken dan Frederich Bayer & Co. yang kemudian berubah nama menjadi Bayer AG memperkenalkan sebuah obat yang kelak dikenal sebagai aspirin.

Obat ini memiliki efek pereda rasa sakit yang kini telah menjadi salah satu obat paling populer dan paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Baca Juga : Manfaat Daun Sirih Merah Dan Hijau Untuk Kesehatan

Pengujian obat ini dilakukan oleh ahli Kimia Bayer, Felix Hoffmann atas nama perusahaan. Hoffmann melakukan uji sintesis asam asetilsalisilat murni yang merupakan bahan aktif aspirin.

Beberapa bulan sebelum Bayer AG mempublikasikan penemuan mereka tersebut, mantan ahli Kimia Bayer AG, Arthur Eichegrun melakukan klaim.

Ia menyebut bahwa dialah yang menemukan proses sintesis senyawa tersebut dan Hoffman hanya menjalankan prosedur yang ia buat.

Klaim itu diterima lalu disidangkan di pengadilan. Hakim kemudian memutusukan bahwa klaim dimenangkan oleh Eichegrun namun penemu aspirin tetap ditangan Hoffman.

3. Chlorphromazine

chlorpromazine
Diazepam (Valium) adalah obat benzodiazepine yang umumnya digunakan untuk mengurangi gejala kecemasan via U.S. Drug Enforcement Administration in britannica.com

Obat penenang Chlorphromazine, yang juga disebut dengan obat Thorazine, ditemukan pertama kali pada tahun 1950.

Penemuan Chlorphromazine secara tidak langsung berhasil memicu munculnya revolusi dunia psikofarmakologis.

psikofarmakologis sendiri merupakan suatu ilmu yang secara khusus mempelajari efek obat seseorang yang mengalami masalah psikologis atau kejiwaan.

Dampak obat ini sangat luas dalam masyarakat. Diperkirakan, 10 tahun setelah obat ini ditemukan, sekitar 50 juta orang sudah aktif mengkonsumsinya.

Baca Juga : 6 Cara Menjaga Kesehatan Lidah Dengan Mudah Dan Berhasil

Dalam perkembangannya kemudian, obat ini telah menjadi dasar bagi generasi selanjutnya untuk meningkatkan manfaat obat termasuk sebagai metode pengobatan bagi penderita kecemasan dan depresi.

Disisi lain, karakteristik neurotransmitter dan reseptor yang ditimbulkan dari obat ini memberikan wawasan baru bagi manusia tentang peran implus saraf yang bisa dialihkan dari satu neuron ke neuron lain pada otak.

Akibatnya, para ilmuwan berhasil mengarahkan berbagai penemuan baru tentang penyakit mental dan kognitif. Sampai sekarang, obat ini terus digunakan sebagai antidepresan termasuk juga di Indonesia.

4. Nitrogen Mustard

Nitrogen Mustard
Senyawa NH-2 yang terdapat pada Nitrogen Mustard dilihat menggunakan teknik diagnostik berbasis sel via britannica.com

Nitrogen mustard tidak pernah diketahui dengan pasti siapa penemunya. Pertama kali dikenal publik setelah dikembangkan untuk digunakan sebagai salah satu senjata kimia yang digunakan dalam perang dunia pertama sekitar tahun 1920-an.

Pada tahun 1940-an, ditemukan bahwa salah satu senyawa yang terdapat pada Nitrogen Mustard, yakni HN-2, adalah Mechalorethamine.

Baca Juga : Cara Mudah Menjaga Kesehatan Bibir

Mechalorethamine ternyata bisa menjadi obat yang dapat digunakan untuk melawan penyakit mematikan seperti kanker Limfoma pada manusia.

Karena kandungan inilah, pada tahun 1949, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyetujui penggunaan Mechalorethamine untuk mengobati pasien kanker.

5. AZT

AZT
Penemu AZT, Jerome P. Horwitz via nytimes.com

AZT pertama kali ditemukan oleh Jerome P. Horwitz pada tahun 1964. Pada awalnya, obat ini ditujukan untuk penderita kanker namun seiring perkembangannya kemudian ditemui manfaat lain dari obat yang satu ini yakni untuk mengobati pasien HIV/AIDS.

Pada tahun 1987, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyetujui penggunaan AZT. Obat ini dianggap sebagai salah satu terobosan terbesar dalam dunia medis sepanjang sejarah.

Baca Juga : 10 Kegiatan Produktif Saat Berada di Rumah

Meski pada dasarnya AZT tidak dapat menyembuhkan penderita AIDS secara klinis tapi obat itu diketahui bisa memperpanjang usia penderita.

AZT juga menjadi zat pertama yang berhasil ditemukan manusia dengan efek nucleoside reverse transcriptase inhibito.

Sehingga, AZT dikenal juga sebagai obat antiretroviral yang merupakan salah satu obat yang biasa digunakan untuk terapi HIV/AIDS.

Perlu juga dicatat, sejak AZT ditemukan oleh Horwitz , jumlah kematian AIDS dilaporkan menurun pada abad ke-21.

6. Kontrasepsi

Kontrasepsi
Tablet kontrasepsi yang digunakan selama sebulan via ©cristi180884/Shutterstock.com

Pada awal tahun 1920, ilmuwan Austria, Ludwig Haberlandt menerbitkan sebuah makalah yang menyatakan bahwa hormon dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi yang efektif pada hewan.

Para kolega Haberlandt bahkan mengatakan kalau metode penelitian yang digunakan dalam makalah tersebut tidaklah ilmiah.

Mereka juga mengatakan bahwa kontrasepsi adalah hal yang tabu bagi manusia, dan tidak pernah ada seseorang yang berhasil melalui uji hormon secara klinis.

Baca Juga : Mereka Yang Bangun Dari Koma Setelah Dengar 15 Lagu Ini

Pada tahun 1932, Haberlandt ditemukan tewas bunuh diri dan berbagai penelitian mengenai kontrasepsi otomatis berhenti.

20 tahun kemudian, sebelum uji klinis hormonal pertama dilakukan pada manusia dan juga atas desakan aktivitas sosial Margaret Sanger, obat KB disetujui penggunaannya di AS pada tahun 1950.

Hingga kini, sebagian besar pemerintah di dunia menyarankan penggunaan kontrasepsi untuk mencegah meningkatnya populasi manusia.

7. Penicillin

Penecillin
Bakteri pembunuh jamur yang terdapat pada Penecillin via Carlo Bevilacqua—SCALA/Art Resource, New York

Pada tahun 1928, bakteriolog Skotlandia, Aleander Fleming sedang melakukan uji proses lempeng kultur bakteri yang telah terkontaminasi oleh jamur. Uji tersebut dilakukan dengan cara mensterilkan bakteri tersebut.

Saat melakukan uji coba, ia melihat sebuah warna bening yang melingkari koloni lempeng. Warna bening tersebut merupakan sebuah racun yang berfungsi untuk membunuh bakteri, yang kelak disebut penicillin.

Baca Juga : Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Ahli patologi Australia, Howard Walter Florey dan ahli Biokimia Inggris, Ernst Boris Chain kemudian melakukan uji proses yang sama namun dengan teknik yang berbeda.

Mereka melakukan isolasi pada racun bakteri tersebut lalu memurnikannya. Dengan cara ini, mereka berhasil menemukan antibiotik penyelamat hidup yang paling efektif di dunia.

Fleming juga berhasil menemukan beberapa obat serupa seperti Lisozim antiseptic yang ditemukan pada tahun 1921.

Penemuan Fleming ini terjadi secara tidak sengaja setelah ia mencampur piring kultur dengan kuman yang sudah dibekukan.

Penutup

Revolusi dalam dunia medis tidak terjadi dalam kurun waktu singkat. Namun, penemuan-penemuan obat diatas secara tidak langsung sudah membantu jutaan nyawa manusia.

Dan kini, obat telah menjadi bagian sentral dari hidup seorang manusia. Bahkan, ada ribuan orang yang menggantungkan hidupnya dari obat.

Nah demikian artikel tentang 7 penemuan obat yang mengubah dunia. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *