Mengenal Secara Singkat Tentang Paradoks Bootstrap

7 Likes Comment
paradoks bootstrap

Salah satu paradoks yang sering menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan adalah paradoks bootstrap. Meskipun terus menjadi perdebatan, namun paradoks yang satu ini merupakan salah satu paradoks yang sudah diakui keberadaannya. 

Diartikel sebelumnya sudah saya bahas tentang keberadaan paradoks Predestinasi, yang terjadi karena pengulangan waktu akibat ‘suatu‘ kesalahan yang dilakukan time traveller.

Pengulangan waktu ini sebenarnya merupakan efek yang timbul akibat usaha untuk mengubah sejarah yang terjadi di masa lalu, yang sebenarnya harus terjadi.

Jika membahas paradoks predestinasi, juga tak lepas dari paradoks bootrstrap ini. Karena dua hal ini dianggap sebagai bagian dari kausal tertutup.

Lantas, apa sih paradoks bootstrap itu sendiri? Bagaimana proses terbentuknya? Berikut disajikan artikelnya untuk anda.

Mengenal paradoks bootstrap

Bootstrap Paradox atau paradoks bootstrap adalah salah satu jenis paradoks klausal tertutup yang memungkinkan objek, orang atau informasi di kirim kembali ke masa lampau.

Sehingga menghasilkan loncatan tak terbatas dimana objek yang tidak memiliki asal dapat dilihat tapi tak pernah diciptakan pada waktu tersebut.

Kadang paradoks ini dikenal juga dengan istilah paradoks ontologis. Ontologi sendiri adalah sebuah cabang dalam filsafat yang berkaitan erat dengan sifat, hal keberadaan atau eksistensi.

Pada dasarnya, paradoks ini akan menciptakan inkonsistensi atau ketidakjelasan pada suatu objek karena merupakan efek dari perjalanan waktu.

Contoh paradoks bootstrap

Agar lebih paham tentang paradoks bootstrap berikut saya berikan dua contohnya. Antara lain:

Contoh #1

Paradoks bootstrap yang melibatkan seseorang, katakanlah Ronaldikin, sang penjelajah waktu berusia 20 tahun kembali ke masa 21 tahun sebelumnya.

Lalu bertemu dengan adik Ronaldhino, seorang perempuan dan memacarinya, dan ia kembali lagi ke rumahnya tersebut tiga bulan kemudian tanpa mengetahui bahwa adik Ronaldhino tersebut hamil.

Baca Juga : 10 Hal Yang Menjadi Bukti Kalau Belajar Fisika Sangat Menyenangkan

Dan anak Ronaldikin dari adik Ronaldinho tersebut tumbuh sebagai penjelajah waktu 20 tahun lalu, yang melakukan perjalanan waktu 41 tahun lalu untuk bertemu dengan seorang wanita lagi, yang merupakan istri sah Ronaldikin lalu memacarinya. Untuk kelanjutannya, anda sudah tahu deh!

Contoh #2

Pada contoh kedua ini, misalnya begini. Anda yang bisa melakukan perjalanan waktu kemudian melakukan perjalanan untuk kembali ke masa-masa kehidupan awal Einstein.

Kemudian anda bertemu dengan Einstein lalu anda mengajarkan tentang teori Relativitas kepadanya, baik relativitas umum dan khusus.

Dari sini akan muncul, siapa penemu teori relativitas itu? Apakah Albert Einstein atau karena pengetahuan yang diberikan oleh Time Traveller?

Jika jawabannya adalah anda, tentu tidaklah akurat, Karena anda membaca karya Albert Einstein sebelum mengajarkannya kepadanya.

Jika anda mengatakan bahwa penemunnya adalah Albert Einstein tidak juga akurat. Karena anda yang mengajarkannya jauh sebelum ia menulis teori tersebut.

Rangkaian kejadian ini pun terus terjadi, berulang-ulang tanpa henti. Dan menghasilkan efek yang sama dengan risiko yang sama.

Penulis fiksi ilmiah kenamaan asal Amerika Serikat, Robert Heinlein telah menulis cerita pendek tentang paradoks yang satu ini.

Meski cerita ini dianggap aneh oleh beberapa orang, karena melibatkan paradoks seksual, namun sudah diangkat menjadi novel klasik yang cukup populer dengan judul ‘All your Zombies’ pada tahun 1959.

Baca Juga : Beberapa Format Gambar Yang Umum Digunakan

Pada intinya, paradoks ontologis ini menyiratkan bahwa masa depan, sekarang atau masa lalu tidak dapat didefinisikan dengan akurat.

Sehingga memberikan gambaran kepada ilmuwan bahwa masalah yang jelas tentang bagaimana menentukan asal dari sesuatu, misalnya asal suatu kata selalu berorientasi pada masa lalu.

Yang berarti, kata tersebut tidak akan pernah bisa menjadi kata yang sempurna, memiliki makna yang akurat karena melibatkan suatu kondisi yang berbeda.

Siapa pembuatnya?

Pertanyaan tentang hal ini kemudian berlanjut pada bagaimana objek, informasi, dan lain sebagainya itu dibuat dan siapa pembuatnya.

Untuk menjawab hal ini sebenarnya tidak mudah. Dalam persamaan medan Einstein pada teori Relativitas yang ia kemukakan, memungkinkan terjadinya loop waktu yang inkonsisten.

Sementara, Kip Thorne, fisikawan teoritis pertama yang berhasil mengidentifikasi Wormhole traversable atau perjalanan waktu mundur mengatakan secara teoritis bahwa perjalanan waktu bootstrap kemungkinan bisa terjadi dalam kondisi tertentu.

Paradoks bootstrap sendiri sudah dalam beberapa serial film termasuk in Time (1980), Bill and Ted’s Excellent Adventure (1989), the Terminator dan Time Lapse (2014).

Penutup

Sebenarnya, jika diamati lebih lanjut, paradoks bootstrap melanggar hukum kedua termodnamika sederhana, yang mengatakan bahwa sistem selalu mengalir dari keadaan teratur ke keadaan kacau.

Dengan kata lain, apabila sesuatu tersebut terjebak dalam perputaran waktu, dan terus bertahan maka pada akhirnya ia akan hancur.

Dengan demikian, sepotong informasi yang di kirim ke masa lalu pada akhirnya akan hancur, selain karena tidak ditemukan asal-usulnya juga karena informasi itu sendiri yang berasal dari masa depan yang belum dialami.

Nah demikian artikel tentang paradoks bootstrap, sebuah paradoks yang memungkinkan kita mengirimkan informasi ke masa lampau. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *