10 Novel Paling Kontroversial Di Dunia

2 Likes Comment
novel paling kontroversial di dunia

Hingga saat ini, terdapat sekitar 10 novel paling kontroversial di dunia. Bahkan setelah berpuluh-puluh tahun novel itu diterbitkan, pemerintah tetap melarang peredarannya karena berbagai alasan.


Catatan : Materi dari artikel ini beberapa diantaranya menggunakan istilah-istilah untuk orang dewasa. Jika anda masih berumur dibawah 18 tahun ada baiknya anda membaca artikel lain yang ada di blog ini.


Beberapa novel tersebut memang berhasil diterbitkan dan diedarkan namun ditarik kembali peredarannya.

Sebagian besar novel yang dilarang itu karena mengandung konten yang berisikan kata-kata kasar, rasis, kekerasan, konten seksual yang berlebihan hingga pandangan politik yang ekstrem sehingga dilarang untuk di edarkan.

Selain itu, jika novel-novel tersebut berisikan ulasan tentang isu-isu sensitif seperti agama dan politik sehingga dilarang untuk dibaca oleh masyarakat umum.

10 Novel Paling Kontroversial Di Dunia

Nah berikut disajikan 10 novel paling kontroversial di dunia. Novel apa saja itu? Berikut daftarnya:

10. Brave New World

novel paling kontraversial

Brave New World adalah salah satu novel paling populer karya Aldous Huxley. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1932.

Hingga kini, novel yang satu ini tetap ditentang untuk disebarluaskan dan masih dianggap sebagai salah satu novel yang paling kontroversial di dunia.

Novel ini pada dasarnya menceritakan tentang versi masa depan yang seluruhnya di dominasi oleh teknologi dan sains. Sayangnya, novel ini lebih fokus membahas tentang seksualitas, bunuh diri dan penggunaan obat-obat terlarang.

9. Nineteen Eighty-Four

novel paling kontraversial

Nineteen Eighty Four adalah salah satu karya dari George Orwel yang diterbitkan pada tahun 1947. Novel ini ditulis sesaat sebelum Orwel meninggal dunia.

Salah satu alasan mengapa novel ini dilarang beredar karena pandangan politik penulis tentang Amerika Serikat dan Uni Sovet [waktu itu] dengan topik seperti totalitarianisme, penyiksanaan, pengendalian pikiran, invasi privasi, agama yang terorganisir, sensor, kegiatan seksual dan lain sebagainya.

Baca Juga : 10 Kegiatan Produktif Saat Berada Didalam Rumah

Novel ini juga menceritakan tentang masa depan dimana tidak akan ada lagi privasi, kebebasan dan juga kebenaran. Hingga kini, novel ini tetap dilarang untuk disebarluaskan oleh pemerintah AS.

Beberapa orang, termasuk para politikus berpandangan bahwa novel ini tidak alami untuk menggambarkan masa depan dan ditulis oleh seorang pria yang tersedak karena alam bawah sadarnya sudah tak terkontrol.

Beberapa orang berpandangan lain, bahwa novel tersebut mewakili penolakan terhadap sosialisme demokratik yang diterapkan di Amerika Serikat.

8. The Chocolate War

novel paling kontraversial

The Chocolate War adalah salah satu novel yang ditulis oleh seorang remaja dimana didalam novel tersebut terdapat halaman-halaman yang berisi protes terhadap orang tua dan masyarakat.

Novel ini pertama kali dirilis pada tahun 1974 dimana didalamnya berisikan cerita kekerasan yang deskriptif, 200 kata umpatan dan kata kasar serta adegan lain seperti m*nsturbasi. Hingga hari ini, novel ini masih dilarang diperpustakaan dan toko buku di seluruh dunia.

7. The Catcher in the Rye

novel paling kontraversial

Novel ini pada dasarnya masuk dalam daftar novel best-seller versi New York Times segera setelah dirilis pada tahun 1951.

Banyak orang yang mengatakan bahwa novel yang satu ini merupakan novel dengan cerita terbesar yang pernah ditulis dalam sejarah.

Bahkan, The Catcher in the Rye masuk dalam daftar 100 novel berbahasa Inggris terbaik versi Majalah Time. Awalnya, novel ini ditujukan untuk pembaca dewasa namun banyak remaja yang tertarik untuk membacanya.

Baca Juga : 10 Cara Agar Anak Tidak Terjebak Gaya Hidup Hedonis

Dan setelah membaca, banyak dari remaja tersebut yang ingin menjadi seperti karakter sentral dalam novel yakni Holden Caufield yang suka berontak.

Dan banyak kasus kenakalan remaja seperti kebingungan, kecemasan, seksualitas, keterangasingan dan pemberontakan selalu berkaitan dengan masalah Caufield.

Ada banyak hal yang membuat novel ini menuai kontroversi mulai dari gambaran sekualitas yang terlalu deskriptif, masalah kecemasatan remaja, kebiasaan tak senonoh, sentmen anti-ras dan kekerasan berlebihan.

6. The Harry Potter Series

novel paling kontraversial

Siapa yang tidak kenal dengan novel Harry Potter yang ditulis oleh JK Rowling? Bahkan novel ini telah diadopsi dalam film dan menjadi salah satu novel dengan cerita pertualangan terbaik sepanjang masa.

Novel yang ditulis pada tahun 2001 sebenarnya adalah serangkaian novel cerita untuk anak-anak. Namun seri justru menimbulkan kontroversi dalam beberapa tahun setelah diluncurkan.

Dan bahkan, ada beberapa orang yang berpandangan bahwa kisah dalam novel ini telah menginspirasi anak-anak untuk terlibat dalam sihir dan okultisme.

Baca Juga : 9 Air Terjun Yang Menyimpan Kisah Mistis Dibalik Keindahannya

Novel ini pada dasarnya menceritakan tentang kehidupan penyihir muda, yang orang tuanya dibunuh oleh Lord Vlodermort yang jahat.

Kemudian, anak laki-laki tersebut menerima undangan untuk ikut sekolah sihir Hogwarts pada ulang tahunnya yang kesebalas. Dan setiap novel mewakili satu tahun perjalanan hidup Harry Potter di sekolah tersebut.

Beberapa orang tua dan kelompok agama merasa khawatir kalau novel ini akan membawa presenden buruk bagi anak-anak terutama soal dunia fantasi yang sebenarnya tidak ada.

5. The Anarchist Cookbook

novel paling kontraversial

The Anarchist Cookbook adalah novel paling kontroversial selanjutnya yang ditulis oleh William Powel pada tahun 1971.

Novel ini pada dasarnya berisikan instruksi pembuatan bahan peledak, perangkat phreaking telekomunikasi dan barang-barang terlarang lainnya.

Pada dasarnya, novel ini ditulis oleh Wiliam sebagai bentuk protes atas keterlibatan Amerika Serikat pada perang Vietnam.

Topik-topik inti dalam novel ini pada dasarnya adalah bagaimana melakukan demonstrasi, sabotase, kelompok afinitas dan kegiatan-kegiatan berisikan kekerasan lainnya.

Novel ini bahkan diadopsi oleh kelompok anarkis sebagai novel saku yang wajib dipelajari. Namun, banyak orang yang mengecam isi novel ini dan dianggap sebagai novel berbahaya berbahaya.

Powel pernah membela novelnya tersebut. Ia mengatakan bahwa isi dari novel tersebut merupakan aksi dan reaksi amarah yang belum dewasa karena menjadi bagian dari perang Vietnam yang justru bertolak belakang dengan keinginan seluruh rakyat Amerika Serikat.

4. American Psycho

novel paling kontraversial

American Psycho adalah novel satire yang ditulis oleh Bret Easton Ellis. Novel ini diterbitkan pada tahun 1991 yang berusaha menyoroti sifat lelucon yuppies di Amerika.

Pada dasarnya, novel ini menceritakan Patrick Bateman, yang merupakan pembunuh berantai sekaligus pengusaha sukses di Manhattan.

Belakangan, novel ini diberi label sebagai salah satu novel kunci abad terakhir namun sesaat setelah diterbitkan.

Baca Juga : 6 Derita Saat Jadi Fotografer Pernikahan di Kampung

Namun novel ini mendapat kecaman masyarakat dan menuai kontroversi karena tingkat kekerasan yang digambarkan secara grafis termasuk penyiksaan seksual yang digambarkan secara ekstrem.

Bahkan, penulis semat menerima surat kebencian dan ancaman pembunuhan karena novel yang ia tulis. Hingga kini, novel yang satu ini tetap tidak dapat dibeli oleh anak dibawah 18 tahun dibeberapa negara.

3. The Da Vinci Code

novel paling kontraversial

Selanjutnya adalah karya Dan Brown dengan judul The Da Vinci Code. Sejak awal diterbitkan, novel ini sudah menuai banyak sekali kontroversi dikalangan masyarakat.

Novel ini pada dasarnya memberikan catatan fiktif tentang tokoh-tokoh dalam Gereja Katolik yang menungkapkan kebenaran tersembunyi yang disembunyikan Gereja Katolik selama berabad-abad, termasuk keilahian Kristus, kehidupan selibatnya dan warisan genetik.

Sebagian besar keluhan terhadap novel ini adalah karena spekulasi dan penyampaian fakta yang keliru mengenai sejarah gereja Katolik Roma dan pertanyaan dasar dari ajaran agama Kristen.

Novel ini juga dikritik karena deskripsi yang tidak akurat tentang sejarah, geografi, seni Eropa dan Arsitektur.

2. I Know Why The Caged Bird Sings

novel paling kontraversial

I Know Why The Caged Bird Sings adalah satu dari lima karya otobiografi pertama yang ditulis oleh Maya Angelou dan diterbitkan pada tahun 1970.

Penulis, lewat novel ini, memberikan penjelasan tentang pengalaman traumatis penulis saat ia masih muda, dengan berbagai tragedi, kejadian, rasa frustasi dan kecewa hingga akhirnya ia bisa bebas dari tekanan tersebut.

Dalam novel ini, Angelou berusaha menggambarkan rasisme yang ia temui di kota Stamps dan tempat-tempat lain meskipun ia menyebut neneknya memiliki banyak uang dibanding orang kulit putih lain.

Baca Juga : Buka Cuma di Film, 4 Benda Terkutuk Ini Ada Di Dunia Nyata

Ada beberapa bagian dalam novel yang menggambarkan bagaimana Angelou diperk*sa saat dia baru berusia delapan tahun oleh pacar ibunya.

Dan neneknya adalah orang yang berusaha membantunya mengatasi kesulitan dalam hidupnya. Sifat grafis dari novel ini, yang mengambarkan secara rinci mengenai pelecehan seksual dan pemerk*saan yang menuai kontroversi banyak orang.

Namun, disisi lain, novel ini secara luas dipuji karena keakuratan tulisannya bahkan diajarkan di sekolah-sekolah Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa.

1. Lolita

novel paling kontraversial

Selanjutnya adalah novel Lolita yang ditulis oleh Vladimir Nabokov dan sudah dierbitkan pada tahun 1955. Novel ini adalah novel paling kontroversial di dunia hingga kini.

Pada dasarnya, novel ini menceritakan tentang hubungan seksualitas terlarang antara anak dan ayah tirinya. Awalnya, novel ini ditulis dalam bahasa Inggris lalu diterjemahkan oleh penulis ke dalam bahasa Rusia.

Novel ini terkenal karena isinya yang kontroversial, narator yang protagonis dan bertolak belakang dengan nilai-nilai sosial. Pada dasarnya, novel ini menceritakan seorang professor sastra setengah baya yang terobsesi pada Dolores Haze yang baru berusia 12 tahun.

Pada akhirnya, ia terlibat seksual dengannya setelah ia menjadi ayah tirinya. Nama panggilan Dolotez adalah Lolita. Novel sangat dilarang di beberapa negara tetapi cukup populer di Amerika Serikat.

Penutup

Sebuah novel bisa menjadi kontroversi karena isi didalamnya. Namun sebagian besar penolakan terjadi karena isi novel yang tersebut yang menceritakan pandangan yang ekstrem, kekerasan dan hal-hal tabu ditengah masyarakat.

Nah demikian artikel tentang 10 novel paling kontroversial sepanjang sejarah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *