Latihan Muhammad Ali Di Air Ternyata Hoax?

4 Likes Comment
Latihan Muhammad Ali Di Air

Latihan Muhammad Ali Di Air Ternyata Hoax? – Awal karir Muhammad Ali, ia mengatakan bahwa ia sering berlatih di bawah air. Hal itu juga dijelaskan dalam Majalah Life Magazine edisi 8 September 1961.

Beberapa foto-foto menunjukan petinju muda tersebut dengan nama Cassius Clay, yang kala itu baru berusia 19 tahun melakukan latihan tak biasa yakni berlatih di dalam air.

Pada tahun 1960, Clay yang baru saja memenangkan medali Emas Olimpiade, memulai karirnya. 8 pertandingan ia menangi dan saat itu juga namanya melambung bersama karismanya dan sikap blak-blakan yang sering ia tunjukkan ke publik.

Tahun 1964 Clay memenangkan kejuaraan tinju kelas berat dunia, setelah itu ia mengubah namanya menjadi Muhammad Ali.

“Tidak akan menyombongkan diri atau hal seperti itu,” katanya, “tetapi mereka mengatakan saya adalah kelas berat terbaik di ring. Itu karena saya berlatih di bawah air.”

“Anda mencoba mengontak dengan keras,” jelasnya, “Kalau begitu ketika Anda memukul dengan cara yang sama dari air, Anda punya kecepatan.”

Latihan Muhammad Ali Di Air Ternyata Hoax?
via hoaxes.org

Pada ronde keenam Clay menaklukan Miteff. Jadi jelas pelatihan bawah air berhasil. Clay tidak berlatih di bawah air.

Kenyataannya, pemotretan yang dia lakukan untuk di Majalah Life adalah satu-satunya pelatihan yang ia lakukan dibawah air. Ia melakukan itu untuk mendapatkan perhatian publik.

Baca Juga : Istilah dan Referensi Hoax

Selama bertahun-tahun lamanya, tidak ada yang pernah mempertanyakan latihan yang dilakukan oleh Clay alias Muhammad Ali.

Namun berakhir pada tahun 1997 ketika seorang fotografer yang memotret Ali yakni, Flip Schulke, mengungkapkan bahwa Ali melakukan hal tersebut hanya sekali dan hanya untuk pemotretan kala itu.

Penjelasan Flip Schulke

Latihan Muhammad Ali Di Air Ternyata Hoax?
via hoaxes.org

Hal itu bermula pada tahun 1961, ketika Sports Illustrated menugaskan Schulke untuk melakukan pemotretan di rumah Clay pada yang berada di Overtown, Florida.

Setelah bertemu Clay, Schulke mencoba mengesankan Clay agar bisa mengambil fotonya dengan memperlihatkan beberapa karya yang telah ia hasilkan dalam dunia fotografi.

Schulke juga mengatakan bahwa ia mengkhususkan diri pada fotografi bawa air yang telah diterbitkan untuk Majalah Life.

Baca Juga : Anak Dengan Gigi Emas

Melihat hal tersebut, Clay kemudian mengatakan bahwa ia memang berlatih didalam air pada kolam renang dengan alasan.

“Seorang pelatih tua dari Louisville memberi tahu saya bahwa jika saya berlatih di kolam renang, air akan melawan dengan sangat berat.”

Hal itu cukup mengesankan Schulke. Ia kemudian berpikir bahwa hal itu adalah salah satu hal yang sangat tepat dan masuk akal.

Namun ketika berkonsultasi pada Editornya di Sports Illustrated, Editornya justru mengatakan hal tidak mungkin. “Saya pikir saya gila karena mengambil foto seorang petinju di kolam renang.”

Meski demikian, editor Schulke mengatakan bahwa foto tersebut dapat diberikan ke Majalah Life dengan gurauan. “Silakan dan tanyakan Life jika Anda mau. Jika mereka cukup bodoh, biarkan mereka melakukannya.”

Ketika mengatakan kepada Majalah Life, mereka menyukai ide Schulke. Ia kemudian melanjutkan ke sesi pemotretan. Gambar-gambar tersebut kemudian terbit di Majalah Life dan seketika foto tersebut menjadi salah satu foto paling terkenal sepanjang sejarah.

Baca Juga : Solar Armor Yang Membekukan Manusia

Tiga tahun kemudian, Schulke bertemu dengan Clay, setelah Clay menjadi juara tinju kelas berat dunia dan Clay telah mengubah namanya menjadi Muhammad Ali.

Hal itu ditulis dalam buku karya Schulke yang terbit pada tahun 2003 lalu dengan judul : Witness To Our Times Schulke.

Diceritakan disitu, ketika sedang melihat-lihat kliping dan foto-foto Muhammad Ali, dan ketika ia menemukan foto yang ia ambil dimana menunjukan Muhammad Ali berlatih dibawah air, Muhammad Ali mengedipkan mata kepada Schulke. Schulke kemudian menyadari bahwa ia telah ditipu.

Ia kemudian menyadari bahwa Muhammad Ali dan Pelatihnyalah yang mengarang cerita itu sendiri. Bahkan, Muhammad Ali dan pelatihnya tersebut tidak tahu cara berenang… dia menipu semua orang hanya untuk membuat foto-foto fantastis. | Untuk tipuan terkait Muhammad Ali lainnya, lihat Cassius Clay Menangkan Hadiah Sastra (1 April 1963).

Tautan dan Referensi
  • Ali Underwater
  • Johnston, Paul. (15 Apr 2016). “Kisah Yang Menarik di Balik Foto-Foto Bawah Air yang Terkenal dari Muhammad Ali.” Sothebys.com.
  • Hirshon, Nicholas. (18 Agustus 2005). “Bagaimana tipuan bawah laut melahirkan legenda olahraga.” New York Amsterdam News .
  • Schudel, Matt. (20 Juli 1997). “Di mana Ali Menjadi Yang Terbesar – Pada tahun 1960, Seorang Petarung Berusia Muda Menuruni Kereta Api Di Miami Dan Membuat Sejarah. Ini Adalah Kota Tempat Cassius Clay Menjadi Muhammad Ali.” Sun-Sentinel.

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *