Apakah Memelihara Hewan Saat Hamil Beresiko Terhadap Janin?

6 Likes Comment
memelihara hewan saat hamil

Apakah Memelihara Hewan Saat Hamil Beresiko Terhadap Janin? – Dulu, hewan seperti anjing menjadi teman berburu dan sekarang menjadi teman hidup bagi manusia. Tidak jarang banyak orang yang kemudian memelihara hewan atas dasar ini.

Salah satu hewan yang paling banyak dipelihara oleh manusia adalah kucing dan anjing. Namun, apakah memungkinkan memelihara kucing saat istri sedang hamil? Beresiko gak ya? Situs tanyadokterhewan.com telah memberikan jawabannya.

Dikutip dari situs tersebut, banyak orang yang memelihara kucing merasa khawatir saat ini karena keadaan mereka yang sedang hamil atau sedang menjalani program untuk hamil.

Apakah Memelihara Hewan Saat Hamil Beresiko Terhadap Janin?

Berbagai kekhawatiran pun muncul akan hal ini. Namun sebelum khawatir berlebihan, sebaiknya baca dulu artikel ini sampai habis.

Virus apa saja yang datang dari Kucing peliharaan?

Apakah Memelihara Hewan Saat Hamil Beresiko Terhadap Janin?
via kabarklink.com

Saat ini, banyak rumor yang beredar terkait dengan masalah ini. Ada juga rumor yang mengatakan kalau memelihara kucing dapat menyebabkan kemandulan bagi wanita.

Jika dalam kondisi hamil memungkinkan wanita tersebut mengalami keguguran pada janin, bahkan kecacatan pada janin.

Baca Juga : Cara Menghindari Hoax Kesehatan di Media Sosial

Rumor ini pada dasarnya berangkat dari adanya parasit yang ada pada kucing seperti Toxoplasma yang dapat menular pada manusia.

Umumnya, parasit jenis ini akan menyebabkan toxoplasmosis yang dapat menginfeksi wanita terutama wanita hamil yang dapat menggangu perkembangan janin (toxoplasmosis kongenital).

Virus apa saja yang datang dari Anjing peliharaan?

Apakah Memelihara Hewan Saat Hamil Beresiko Terhadap Janin?
via pet4homes.co.uk

Begitu juga saat memelihara anjing. Pemilik juga khawatir terinfeksi oleh parasit yang sama. Pada kucing penularannya bisa melalui ookista infekit yang berada pada kotoran atau fases kucing yang termakan atau masuk melalui oral atau mulut.

Sementara pada anjing dapat melalui daging dan otot yang dikonsumsi terutama jika tidak di makan. Selain itu, mengkonsumsi daging anjing akan meningkatkan resiko terkena penyakit zoonosis.

Tapi, tidak perlu khawatir untuk memelihara hewan saat hamil baik itu kucing ataupun anjing. Mengapa? Yang penting anda selalu berkonsultasi dengan dokter, menjaga gaya hidup, tidak mengkonsumsi makanan yang sudah disentuh oleh lidah kucing, menjaga pola makan dengan makanan yang berkualitas, tidak mengkonsumsi daging anjing dan berolahraga secara teratur dan jangan stress.

Perlunya melakukan Torch tes pada wanita hamil?

Sebelum itu, banyak wanita sebelum menikah banyak melakukan tes torch. Apakah ini perlu dilakukan? Ini sebenarnya cukup penting agar anda bisa mengetahui status kesehatan tubuh dari infeksi toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpesvirus atau kemungkinan lain. Sehingga melalui tes ini anda bisa mengetahui apakah anda infeksi atau tidak lalu segera mengatasinya.

Perlukah melakukan screening pada hewan peliharaan?

Ada beberapa orang juga yang menggunakan metode screening pada hewan peliharaan untuk meminimalisir kemungkinan terkena dampak dari parasit yang datang dari hewan peliharaan.

Baca Juga : Koma: Pengertian dan Kasus

Untuk alasan kesehatan, tes semacam ini yang disebut tes kit dan biasanya dilakukan oleh klinik hewan untuk mengetahui dengan jelas status infeksi parasit toxoplasma pada hewan peliharaan seperti kucing.

Vaksinasi

Sebenarnya, sampai hari ini vaksin khusus untuk masalah parasit toxoplasma belum tersedia baik bagi hewan maupun manusia.

Rumor yang berkembang, vaksin ini baru tersedia pada kambing dan domba, meski masih dalam tahap pengembangan.

Namun, dalam beberapa penelitian dijelaskan bahwa pengurangan risiko ini dapat dilakukan dengan vaksin hidup untuk mengurangi risiko kematian pada janin kambing dan domba tersebut.

Baca Juga : 10 Kegiatan Produktif Saat Berada di Rumah

Yang jelas, untuk anda yang sedang hamil pencegahan perlu dilakukan. Anda juga harus menjaga kesehatan tubuh dan menghindari makanan-makanan aneh yang tidak disarankan oleh dokter.

Hendaknya juga untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui perkembangan janin anda.

Untuk itu, memelihara hewan baik kucing ataupun anjing tidak menjadi masalah bagi kehamilan anda sejauh anda menjalani program kehamilan yang sehat dan positif.

Nah demikian artikel tentang apakah memelihara hewan saat hamil beresiko terhadap janin? Semoga bisa bermanfaat dan bisa menghilangkan kegelisahan karena anda juga memelihara hewan saat hamil. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *