Memahami Safety And Regulation Dalam Dunia Penerbangan

1 Like Comment
safety and regulation dalam dunia penerbangan

Safety And Regulation Dalam Dunia Penerbangan – Sumber daya manusia merupakan aset yang paling utama dan pertama dalam mendukung produktivitas dari suatu aktivitas atau kegiatan.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi, khususnya dalam perkembangan teknologi penerbangan yang sarat dengan teknologi canggih, akan tetapi masih menggunakan tenaga manusia sebagai unsur pengendali.

Sehingga, hal ini dapat kita pahami bersama bahwa manusia harus mendapatkan prioritas dalam perlindungan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dalam usaha berproduksi.

Mengingat dampak negatif akibat yang ditimbulkan dari suatu kecelakaan, yaitu kejadian yang tidak diduga sebelumnya, maka diperlukan adanya suatu upaya-upaya untuk mengurangi atau meniadakan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, pada unit kerja atau bidang-bidang pekerjaan yang mempunyai peluang terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bila ditinjau dari beberapa faktor.

Safety and regulation dalam dunia penerbangan

Dalam artikel kali ini akan diulas elemen-elemen penting pada safety and regulation dunia penerbangan. Berikut artikelnya.

1. Kecelakaan

Kecelakaan Adalah satu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki sehingga dapat mengacaukan suatu proses dari suatu aktivitas.

a. Tindakan tidak aman

Adalah suatu pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang memberikan peluang terhadap terjadinya kecelakaan

b. Keadaan tidak aman

Adalah kondisi fisik atau keadaan yang berbahaya yang mungkin dapat mengakibatkan langsung terjadinya kecelakaan.

c. Potensi bahaya

Adalah suatu keadaan yang memungkinkan atau dapat menimbulkan kecelakaan atau kerugian berupa cedera, penyakit dan kerusakan atau kemampuan melaksanakan fungsi yang telah ditetapkan.

d. Aman dan selamat

Adalah kondisi tiada kemungkinan malapetaka [bebas dari bahaya]

Faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan pesawat

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya kecelakaan pada pesawat terbang, antara lain:

  1. Faktor manusia [human factor]
  2. Faktor lingkungan [work environtment]
  3. Faktor permesinan dan peralatan [machines and tools]

Selain itu juga, ada beberapa sumber-sumber bahaya pada ruang lingkup pekerjaan yang lebih spesifik lagi seperti pada bidang pekerjaan marshalling, yang bila diidentifikasi akan memiliki peluang terhadap adanya kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh:

  • Bahaya terhadap kecelakaan pesawat udara
  • Bahaya kebisingan
  • Bahaya radiasi
  • Bahaya kebakaran atau ledakan
  • Dan lain sebagainya
Langkah-langkah mengatasi bahaya

Langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi tersebut harus diusahakan sebaik-baiknya menurut syarat yang ditentukan dengan prosedur yang berlaku, seperti:

  1. Melengkapi pekerjaan karyawan dengan APD
  2. Memberikan pendidikan dan latihan
  3. Pemeriksaan kesehatan secara periodik
  4. Lingkungan kerja yang rapi dan bersih

2. Weigh And Balance

Loadsheet adalah dokumen-dokumen pesawat udara yang diharuskan dibuat oleh stasiun pemberangkatan yang memberikan perhitungan tentang jumlah berat pesawat terbang, jumlah muatan, pembagian dari pesawat udara pada waktu lepas landas dan mendarat.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis dan Penemu Kamera

Dokumen ini adalah sebagai bukti kelayakan [pesawat udara. Oleh sebab itu, sangat penting bagi pegawai stasiun mengetahui bagaimana cara membuat loadsheet.

Namun yang lebih penting lagi adalah mengetahui latar belakang dan teori dasar dari semua kolom-kolom dan istilah-istilah yang terdapat dalam loadsheet.

Definisi berat

Jumlah berat pesawat udara pada waktu lepas landas adalah dibentuk dari beberapa macam berat, tiap berat mempunyai fungsi dalam perhitungan loadsheet.

Dimulai dari pesawat udara dalam keadaan kosong, yang juga termasuk equipment tetap seperti seats, carpet, curtain dan unusable oil.

a. Empty weight

Jika muatan didasarkan atas empty eight, ini berarti dalam loadsheet kita harus menghitung semua equipment yang selalu ada di pesawat dan menambahkannya ke dalam empty weight.

Equipment ini disebut basic equipment atau standard equipment, yang terdiri dari cabin equipment, life saving equipment, technical eupply navigation kit, ship paper, standar oil dan juga crew pesawat.

Jadi, secara tidak langsung, berat kosong dapat dihitung dengan cara menghitung Empty Weight + standar equipment = Basic weight.

Beberapa equipment tidak dapat distandarkan sebab kebutuhannya berbeda-beda untuk setiap penerbangan.

Equipment tersebut terdiri dari crew, creq lugage, pantry tambahan oil dan additional equipment ini terpisah perhitungannya di dalam loadsheet.

Tanpa bahan bakar, segala sesuatunya telah siap didalam pesawat oleh sebab itu berat sekarang adalah Basic weight + additional equipment = Dry operating weight.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Dunia Penerbangan

Ternyata, jika kita muat bahan bakar sesuai dengan trip [perjalanan] yang dibutuhkan pesawat dapat terbang stretch tersebut, dengan sendirinya tidak menghasilkan uang, sebab tidak ada payload. Berat tersebut dinamakan Dry operating weight + fuel = Operating weight.

Jika kita hitung maximum weight dari pesawat pada waktu berangkat, kita akan menemukan berat payload dengan mengurangkan operating weight dari makimum total gross weight [maximum take off weight] jadi Operating weight + Max available payload = Maximum gross weight.

Jika kita tidak mempergunakan available payload, maka actual gross weight akan lebih rendah dari maximum jadi Operating weight + actual payload = actual weight.

Total gross weigh apabila pesawat mulai bergerak di appron disebut Ramp weight dan tidak sama dengan berat pesawat pada waktu lepas landas [take off weight].

Sebab sejumlah bahan bakar dipergunakan pada waktu taxi. Dengan sendirinya take off weight lebih kecil dari ramp weight.

Fuel untuk taxi telah ditetapkan beratnya yang pada umumnya ditambahkan ke dalam maximum take off weight, dengan demikian dalam loadsheet dipergunakan hingga max rampt weight.

Bahan bakar yang terpakai dalam satu penerbangan [strectch] disebut trip foil. Landing weight adalah actual take off weight dikurangi trip fuel: Actual take off weight – trip fuel = Actual landing weight

Ada satu lagi berat yang di pakai dalam loadsheet, yakni zero fuel weight. Berat ini adalah actual take of weight dikurangi total fuel [trip fuel] and reserve fuel jadi Actual take off weight – total fuel = zerop fuel weight

3. Center of gravity dan karakteristik penerbangan

Untuk mengetahui pengaruh center of Gravity [C of G] terhadap karakteristik penerbangan dari pesawat udara, maka terlebih dahulu harus mengetahui beberapa ketentuan umum mengenai keseimbangan [balance].

Tiap benda mempunyai C of G yang dapat ditentukan satu titik dimana benda tersebut disokong untuk mendapatkan benda tersebut dalam keseimbangan [balance].

Tergantung dari bentuk benda tersebut dan cara penempatannya, maka dikenal 3 macam keadaan seimbang, antara lain:

1. Stable

C of G dalam keadaan tegak lurus terhadap alas [base] jika keadaan balance ini terganggu maka c of g akan kembali pada kedudukan semua yang diakibatkan oleh benda berat tersebut.

2. Unstable

Dalam keadaan ini balance tidak mungkin terganggu dan c of g tidak dapat dipertahankan diatas base pada waktu yang bersamaan.

Oleh sebab itu setelah balance terganggu, benda bergerak lebih jauh sehingga ia mencapai keadaan balance yang lain.

3. Indifferent

Dalam keadaan bagaimana posisi suatu benda, c of g akan selalu dalam keadaan tegak lurus terhadap base.

Ini berarti, bahwa benda tersebut dalam keadaan balance terus menerus tanpa mengindahkan keadaan dan letaknya.

Hubungan keadaan tersebut dengan pesawat udara adalah jelas, jika kita perhatikan akibat ketiga keadaan keseimbangan diatas terhadap karakteristik penerbangan pesawat.

Jika sebuah pesawat dalam keadaan stabil, berarti walaupun keseimbangannya terganggu seperti oleh udara bumpy, pesawat udara akan kembali pada posisinya semula.

Akan tetapi, jika keadaan unstable, udara bumpy akan mengakibatkan pesawat udara bergerak terus dari keadaan semula, kecuali dikendalikan oleh penerbang.

Keadaan indifferent akan mengakibatkan pesawat udara tetap dalam posisi dan tinggal tetap dalam posisi tersebut hingga penerbang mengendalikan pesawat udara pada posisi penerbangan yang diinginkan.

Dengan ini jelas bahwa keseimbangan stable adalah satu-satunya yang dapat diterima persyaratan penerbangan.

Bagaimana mencapai keadaan keseimbangan yang dibutuhkan pesawat udara dalam penerbangan adalah:

a. Aerodynamic balance

Pesawat udara dibuat untuk kembali kepada posisinya semua setelah terganggu tanpa mempergunakan suatu alat [control].

b. Loading condition [keadaan pemuatan]

Pembentukan erodinamic balance akan bekerja jika C of G dari pesawat udara dalam suatu batas tertentu.

Jelas bahwa jika sebagian besar muatan ditempatkan dibagian belakang, maka c of g akan bergerak jauh ke belakang yang mengakibatkan pesawat udara tidak bisa terbang atau taxi sekalipun.

Keseimbangan yang sangat penting:

Salah satu keperluan loadsheet tidak hanya memberikan catatan mengenai pembagian muatan, tetapi memungkinkan kita membuat rencana dari pembagian muatan tersebut untuk membawa C of G pesawat udara dalam batas-batasnya menjamin keamanan dan penerbangan yang ekonomis.

Untuk mengerti kenapa loading dapat mempengaruhi penerbangan yang ekonomis, terlebih dahulu kita harus tahu keadaan loading membawa pesawat udara dari luar dari dalam keseimbangannya, maka dibutuhkan satu koreksi alat-alat kontrol.

Koreksi tersebut akan mengurangi kecepatan pesawat udara dan mengakibatkan pemakaian bahan bakar bertambah.

Penutup

Keamanan dan keselamatan adalah hal yang paling penting dalam dunia penerbangan. Oleh sebab itu, setiap oprasional penerbangan harus punya standar tertentu agar penerbangan dalam berlangsung dengan baik.

Demikian artikel tentang safety and regulation dalam dunia penerbangan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *