Melihat Lebih Dekat ‘Tradisi’ Makan Daging Anjing Di Sulawesi Utara

5 Likes Comment

Setiap hari ratusan kilogram daging anjing di jual di Pasar Beriman Tomohon. Diantara banyak kampanye penyelamatan hewan dan sosialisasi bahaya zoonosis praktik makan daging anjing masih sangat umum dilakukan, terlebih di Sulawesi Utara.

PAULIPU, Mild Report – Dulu anjing dijadikan sebagai teman berburu tapi tidak sekarang. Setiap hari, jutaan anjing dijerat dan dibunuh untuk memenuhi permintaan pasar atas daging anjing.

Praktik perdagangan daging anjing marak terjadi secara diam-diam di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Surakarta, Maluku, Papua, Bali serta beberapa daerah lain.

Tetapi di Sulut praktik perdagangan daging anjing ini adalah hal yang lazim. Awal januari 2018, beberapa komunitas perlindungan hewan dan penyelamatan satwa menyoroti praktik ini yang disebut sebagai sadisme pada hewan.

Sorotan itu dialamatkan pada salah satu pasar di Tomohon. Pasar ini, pada dasarnya, memperlihatkan aktivitas penjualan berbagai jenis satwa liar mulai dari anjing, kucing, tikus, ular, babi, dan lain sebagainya. Setiap hari puluhan hewan-hewan tersebut di eksekusi. Jumlahnya mencapai ratusan kilogram.

Tindakan ini, bagi masyarakat di Sulut merupakan sebuah tindakan yang biasa dilakukan. Bagaimanapun, daging seperti daging anjing masih menjadi menu favorit masyarakat Minahasa dan tersedia hampir diseluruh warung makan baik di Kota Tomohon, Kota Manado dan atau wilayah-wilayah lain di Sulawesi Utara seperti di Minahasa Utara dan Minahasa Selatan.

Perdagangan daging anjing ini meski berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum dan peraturan yang ada terkait dengan kesehatan publik dan ketentuan untuk melindungi hewan tersebut terus berlangsung dari dulu sampai sekarang.

Mengkonsumsi daging anjing pada dasarnya melanggar rekomendasi peraturan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait dengan berbagai penyakit yang ditimbulkan dari daging termasuk daging anjing.

Sosialisasi terkait dengan hal sudah cukup masif dilakukan namun tingkat konsumsi daging anjing tidak juga menurun di Sulawesi Utara. Beberapa orang menyebut ini sudah menjadi kebiasaan turun temurun dari masyarakat.

Dan, secara tidak langsung mengkonsumsi daging anjing hal yang wajar. Beberapa orang melihat proses penjegalan anjing selain sadis juga menimbulkan resiko infeksi kesehatan yang serius dari penyakit juga mempengaruhi mental anak-anak.

Pilih pertahankan lokalitas

Kota Tomohon
Fanny Lengoh via zonautara.com

Provinsi Sulut didiami oleh sebagian besar etnis Minahasa yang kemudian terbagi menjadi beberapa subetnis seperti Tombulu, Toulour, Tountemboan, Tonsea dan beberapa etnis lain seperti Bantik.

Kebiasaan mengkonsumsi daging bagi mereka adalah hal biasa. Bagi masyarakat Sulut, ini merupakan ciri khas daerah yang dapat menarik wisatawan.Salah satu tempat yang paling di soroti terkait dengan praktik perdagangan daging adalah Pasar Ekstrem Tomohon.

Pasar yang menjadi pusat aktivitas jual beli di Kota Tomohon tersebut adalah pasar daging terbesar yang ada di Sulut yang juga telah menjadi salah satu destinasi wisata khusus ada disana.

Di Pasar Beriman Tomohon ini tersedia berbagai macam daging mulai dari Ular, Sapi, Kucing, Tikus, Anjing, dan beberapa kali dijumpai hewan liar yang dilindungi seperti orang utan.

Pemerintah Kota Tomohon beberapa kali mendapat sorotan terkait dengan praktik ini mulai dari aktivis lingkungan, komunitas perlindungan satwa, artis dan lain beberapa anggota parlemen dalam dan luar negeri namun kukuh mempertahankan kearifan lokal. Salah satu sorotan tersebut dilontarkan oleh anggota Parlemen Uni Eropa (UE) asal Jerman.

Parlemen asal Jerman tersebut mempersoalkan cara membunuh anjing dan kucing di pasar ekstrem tersebut yang dianggap melanggar prinsip kesejahteraan hewan.

Namun dibantah oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Fanny Lengoh. Fanny mengatakan bahwa keberbedaan budaya menjadi penyebab utama sorotan tersebut.

“Secara umum ada latar belakang tradisi budaya yang berbeda antara warga Eropa (UE) dan Minahasa manakala menyikapi persoalan Pasar Ekstrem yang menjajakan hewan daging untuk konsumsi. Berasal dari latar belakang kebudayaan masing-masing, dari segi moralitas dianggapnya kurang beradab hal seperti itu,” tutur dia.

Pada intinya, Fanny Lengoh mengatakan bahwa sudut pandanglah yang menjadi titik sorotan yang dilakukan. Kebiasaan ini pada dasarnya juga adalah hal-hal yang tidak dianggap penting namun memungkinkan untuk melihat perbedaan budaya.

Timur dan Barat memiliki cara mengekspresikan budaya. Fanny juga menyebut bahwa beberapa budaya Barat seperti bertelanjang dada di pantai diterima oleh orang-orang Indonesia. Mempertahankan lokalitas termasuk salah satu daya tarik pariwisata.

Begitu juga dengan Andrei, salah seorang warga Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa. Menurutnya, praktik ini adalah hal yang biasa ia saksikan. Di lain pihak, ia skeptis terhadap ancaman yang ditimbulkan dari bahaya mengkonsumsi daging anjing ini.

Baca Juga : 3 Bahaya Mengkonsumi Daging Anjing

“Kalau memang itu ada pasti ayah dan opa (kakek) saya sudah terkena penyakit. Ayah saya masih hidup sampai sekarang di usianya yang ke-71. Ini torang (kami) Minahasa, torang konsumsi daging anjing karena itu sudah dari dulu dilakukan sebagai pengganti ikan karena mungkin dulu sangat sulit untuk memperoleh ikan,” ungkapnya.

Jajanan kuliner di Minahasa sebagian besar memang berupa daging. Ada juga ketersediaan menu-menu lain seperti ikan laut namun mayoritas tetap menyertakan daging.

Warung-warung yang dikelola oleh warga asli Minahasa sudah pasti menyediakan makanan olahan dari daging entah itu anjing, tikus, kucing dan lain sebagainya.

Daging-daging tersebut dibuat dalam ciri masakan Minahasa yang terkenal pedas. Pasar ekstrem sejauh ini adalah satu-satunya tempat di Indonesia yang menyediakan daging dari satwa liar dengan jumlah dan jenis yang banyak.

Daging-daging tersebut bahkan menjadi menu yang ‘wajib’ saat pesta baik ulang tahun, pernikahan, acara kolom (Gereja) dan lain sebagainya.

Ratusan kilogram daging dari satwa liar diperdagangkan di pasar ini, presentasinya akan meningkat apabila memasuki hari-hari besar keagamaan seperti hari Natal, Tahun Baru atau hari raya Paskah.

Mayoritas masyarakat di Sulut adalah penganut agama Kristen yang taat. Sementara, terkait hal ini Gubernur Manado, Olly Dondokambey juga angkat bicara. Menurutnya, anjing yang dikonsumsi dengan cara dipukul lalu dibakar disebutnya tidak sadis.

Sementara, antropolog Belanda, Gabriele Winchart dalam makalahnya berjudul Identitas Minahasa: Sebuah Praktik Kuliner menulis tentang tiga kategori utama makanan khas orang Minahasa, yang pertama adalah Cabai, kedua Daging Anjing/hewan buruan dan yang ketiga adalah makanan olahan dari sayur yang disebut Tinutuan atau Bubur Manado.

Menurut Winchart, tiga hal ini menunjukan pertalian simbolis yang spesial meskipun dari segi biologi dan nutrisi adalah dua hal yang berbeda.

Penelitian Winchart ini mengangkat tentang makanan khas orang Minahasa. Lantas apa makanan orang Minahasa di mata orang Minahasa sendiri dan di mata orang lain? Makalah ini memberikan jawaban yang sama; atau setidaknya penggolongan makanan yang disebutkan responden tidak memerlukan hipotesis yang mendalam, tulis Winchart.

Pemasok daging

Zoonosis di Sulawesi Utara
via inotherplaces.com

Sejak beberapa tahun terakhir, anjing dan hewan liar lain seperti babi hutan, ular, monyet, kelalawar, tikus –tidak termasuk tikus rumah– telah mengalami penurunan populasi. Menghilangnya hewan-hewan tersebut akibat ketersediaanya dalam ekosistemnya yang menipis akibat ulah manusia dengan menjadikan mereka sebagai lauk.

Perburuan yang intensif, diiringi dengan kurangnya habitat, membuat hewan-hewan sangat jarang disajikan di meja makanan. Beberapa orang bahkan rela melakukan perburuan sampai ke desa-desa dan mencuri anjing-anjing disana dengan potas untuk dijadikan stok daging guna dijual di pasar. Penggunaan potas dalam pencurian anjing di Sulawesi Utara beberapa waktu terakhir meningkat tajam.

Potas merupakan inhibitor poten dari respirasi selular. Pada dasarnya potas bekerja dengan mitokondria sitokrom c oksidase yang menghalangi proses fosforilasi oksidatif sehingga mencegah tubuh baik manusia dan hewan untuk mengoksidasi makanan guna menghasilkan energi.

Para ‘dogger’ ini [sebutan untuk pencuri anjing menggunakan potas] biasanya mencampur potas dengan makanan seperti ikan. Efek dari potas ini umumnya membuat anjing mabuk dan akhirnya mati.

Sementara sebagian besar pasokan daging di Pasar Beriman Tomohon berasal dari luar daerah seperti Makassar, Gorontalo, Palu, Kendari dan Kalimantan.

Dilaporkan BBC Indonesia, setiap dua pekan para pemasok daging seperti kelalawar akan diantar transporter (penyalur) dengan pasokan daging yang terdiri dari berbagai jenis satwa liar seperti ular, anjing, kelalawar, soa-soa (Biawak) dan lain sebagainya baik hidup atau mati.

Meski kelalawar saat ini termasuk dalam hewan yang terancam punah, namun konsumsi terhadap hewan ini tidak menurun terlebih di Sulut.

Jenis satwa yang beraktivitas saat malam tersebut sudah masuk dalam kategori Appendix I dan II yang tertuang dalam Konvensi Perdagangan Internasional Satwa Terancam Punah (CITES) sehingga perdagangan Kelalawar mendesak untuk dibatasi. Sialnya, di Minahasa satwa ini juga menjadi salah satu daging favorit seperti Anjing dan Babi.

Sorotan

Praktik Perdagangan daging anjing
Chelsea Islan salah satu artis Indonesia yang menyerukan penyelamatan terhadap hewan via kumparan.com

Selain dilakukan oleh anggota parlemen UE dari Jerman ada beberapa tokoh lain termasuk para artis yang angkat suara terkait dengan praktik perdagangan anjing yang disebut ‘kejam’ dan tidak manusiawi.

Karin Franken misalnya, ia merupakan pegiat sosial dari Jakarta Animal Aid Network menyebutkan bahwa daging anjing meskipun hanya dikonsumsi oleh sebagian kecil masyarakat namun berpotensi mengancam kesehatan seluruh masyarakat.

“Meskipun daging anjing hanya dikonsumsi oleh sebagian kecil orang Indonesia yang diperkirakan kurang dari 7 persen namun perdagangan daging anjing mengancam kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakat. Jika Indonesia ingin mencapai tujuannya untuk menghapus rabies tahun 2020, tindakan mendesak diperlukan oleh pemerintah dan semua sektor masyarakat,” ungkapnya.

Dilain pihak, Lola Webber yang merupakan pegiat dari Change For Animal Foundation menegaskan bahwa perdagangan anjing di Indonesia yang marak terjadi sangat berbahaya bagi kesejahteraan hewan termasuk juga kesehatan dan keselamatan publik. Peraturan diperlukan untuk mengatasi maraknya perdagangan anjing tersebut.

“Ada oposisi yang terus tumbuh terhadap perdagangan daging anjing di Indonesia dan secara global, dan kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk mengindetifikasi solusi dan menjamin perlindungan kesejahteraan hewan dan keselamatan publik,” katanya.

Begitu juga dengan artis kenamaan Indonesia, Chelsea Islan. Ia meminta dukungan dari masyarakat untuk kampanye yang dilakukan oleh mereka pada program Indonesia bebas daging anjing. “Saat ini, puluhan ribu anjing menderita dengan cara yang hampir tidak dapat saya bayangkan. Tolong dukung kami untuk tujuan kami, untuk Indonesia bebas daging anjing,” ungkapnya.

Selain Chelsea Islan, artis Sophia Latjuba juga angkat bicara terkait dengan perdagangan daging anjing tersebut. “Saya tidak tahu skala besar perdagangan daging anjing, dan rasa sakit serta penderitaan yang dialami oleh anjing-anjing ini. Silahkan membuat suara anda terdengar,” kata Sophia.

Sejauh ini sudah ada 98 selebriti baik dalam dan luar negeri yang angkat suara terkait dengan perdagangan anjing. Banyak dari mereka membuat petisi perlindungan anjing dan hewan lain.

Pada 25 mei 2018 lalu mereka menyurati Jokowi terkait dengan perdagangan daging anjing diantaranya Cameron Diaz, Ellen De Generes, Simon Cowell, Pierce Brosnan sementara selebriti nasional yang ikut bersuara termasuk Afgansyah Reza, Anggun C. Sasmi, Rossa, Ariel Noah dan lainnya. Beredar juga petisi untuk melawan praktik perdagangan daging anjing di Sulawesi Utara.

Penyakit dari daging Anjing

Pasar beriman Tomohon
via mirror.co.uk

Pasar tradisional Tomohon adalah salah satu tempat terjadinya praktik perdagangan daging anjing dilakukan dengan bebas. Setiap minggu, puluhan ribu hewan diperdagangkan, dibantai dan dibunuh.

Ditempat lain misalnya, pada tahun 2017 lalu sekitar 1.200 anjing dibunuh di Surakarta. Investigasi koalisi Indonesia Bebas Daging Anjing pada Desember 2017 lalu menyarankan agar pasar Beriman yang terletak di Kelurahan Paslaten Kota Tomohon ini agar ditutup.

Hal ini dikarenakan risiko yang ditimbulkan akibat dari praktik perdagangan daging anjing yang disebut tidak higenis, sadis dan mengancam kesehatan masyarakat. Metode pembantaian anjing juga dapat mengancam kesehatan mental anak-anak.

Sepertinya, kebiasaan mengkonsumsi daging anjing yang terjadi di Indonesia masih jauh berbeda dengan beberapa negara lain seperti Korea Selatan dan Cina. Di Korea Selatan misalnya, mengkonsumsi daging anjing adalah legal.

Konsumsi daging anjing di negeri Ginseng tersebut tergolong tinggi. Diperkirakan sekitar 2 juta anjing yang dibunuh setiap tahun untuk di Konsumsi di Korea Selatan menurut Animal Welfare Institute yang berbasis di Washington DC.

Di lain pihak, The Human Society mengklaim bahwa sekitar 30 juta anjing dibunuh setiap tahun untuk dijadikan menu makanan di seluruh dunia. Terlepas dari tingginya angka tersebut, bagaimanapun,mengkonsumsi daging anjing dapat mendatangkan penyakit berbahaya.

Misalnya, penyakit Rabies yang terinfeksi pada anjing ketika di konsumsi. Onegreenplanet.org menyebut sekitar 10.000 anjing dan 300 orang meninggal akibat rabies setiap tahun.

Upaya untuk memvaksinasi anjing pun tidak terlalu di pedulikan, termasuk di Kota Tomohon. Selain rabies, ada juga beberapa penyakit lain yang ditimbulkan dari bakteri yang ada dalam daging seperti Antraks, Brucellosis, Hepatitis, dan Leptospirosis termasuk penyebaran Trichinellosis yang merupakan parasit jenis Zoonosis yang bisa menular pada daging anjing.

Penyakit-penyakit tersebut sangat berbahaya bagi manusia. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebut sekitar 59.000 orang setiap tahun meninggal dunia akibat rabies.

Sebagian besar meninggal karena kurangnya ketersediaan vaksin terhadap hewan yang terkena penyakit anjing gila. Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang bisa mempengaruhi sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak manusia.

Pada tahun 2016 lalu dilaporkan wabah antraks terjadi di Tanzania namun sejauh ini tidak ada data yang resmi terkait dengan wabah tersebut.

Pada dasarnya Antraks didistribusikan oleh satwa dan hewan liar yang dikonsumsi secara langsung oleh manusia. Antraks termasuk penyakit infeksi zoonosis yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis yang merupakan bakteri dari spora.

Penyakit ini dialami oleh manusia dan spesies dari mamalia liar dan domesik. Begitu juga dengan Brucellosis yang menghantam sebagian besar negara berkembang dan menyebabkan kerugian pada industri peternakan skala kecil.

Dua penyakit dengan sifat zoonotik ini dapat mengurangi kesuburan, keguguran janin, kenaikan berat badan yang ekstrem dan mengurangi produksi susu pada hewan.

Sementara pada manusia akan mengalami gejala klinis yang spesifik dengan ditandai demam berulang serta komplikasi yang dapat menghancurkan janin wanita hamil.

Baik hepatitis, Leptospirosis atau Trichinellosis merupakan bagian dari parasit jenis zoonosis. Bakteri tersebut berhubungan erat dengan kolera yang dapat menyebar dan disebarkan ketika mengkonsumsi daging termasuk daging anjing.

Pada dasarnya, semua jenis parasit itu akan menghancurkan tubuh manusia yang dapat menyebabkan peregangan pembuluh darah dan pendarahan di kuku dan mata serta mengalami kelemahan otot yang parah. Jika tidak diobati, seperti Trichinellosis, akan menyebabkan kematian.

Dibutuhkan kerjasama lintas sektor

Aksi penyelamatan hewan
Cerita beberapa warga yang tergabung dalam aksi penyelamatan anjing di Balikpapan beberapa waktu lalu via dhenok.com

Untuk mengatasi isu lintas sektor ini perlu keterlibatan masyarakat dan kesadaran yang utuh. Zoonosis adalah sebuah isu besar yang timbul secara menular dari hewan kepada manusia atau sebaliknya.

Sejauh ini ada sekitar 1.415 mikroorganisme yang berbahaya bagi manusia dan dapat diidentifikasi. Menurut FAO ECTAD Sekitar 217 virus dan prion, 548 bakteri dan rikersia, 307 cendawan, 66 protozoa dan 278 cacing. Dari total daftar diatas, sekitar 816 atau 61,3% diantaranya merupakan mikroorganisme aktif dengan sifat zoonosis.

Sementara, Indonesia mengalami beban ganda terkait dengan pelayanan kesehatan yakni kenyataan bahwa penyakit menular masih menjadi isu penting sementara morbiditas dan moralitas penyakit tidak menular tiap hari meningkat.

Begitu juga menyakit menular vector dan reservoir atau vector borne diseases yang harus diperhatikan lebih jauh untuk mengatasi masalah kesehatan dalam masyarakat.

Kenyataannya, 60% kasus penyakit menular yang di alami diseluruh dunia sebagian besar disebabkan oleh zoonosis, 70% diantaranya berasal dari satwa liar.

Sementara, diseluruh dunia ada sekitar 250 jenis hewan dengan potensi menularkan zoonosis, Indonesia menyumbang 132 spesies patogen dengan sifat zoonosis.

Payung hukum pengendalian bahaya zoonosis sejauh ini berdasarkan pada Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 30 Tahun 2011 tentang Pengendalian zoonosis.

Dalam Perpres tersebut diatur beberapa langkah-langkah statgis terkait dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi profetis, LSM dan lembaga pendidikan termasuk pendidikan tinggi untuk terlibat dalam upaya pemberantasan zoonosis.

Anjing telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak dulu, dan tidak layak mereka dijadikan sebagai santapan di meja makan.

Dunia pun mengetahui peran anjing sebagai satu-satunya hewan yang akrab dan bersahabat dengan manusia. Ini bukan tanpa alasan, karena anjing telah satu-satunya hewan dengan loyalitas dan kesetiaan tinggi terhadap manusia.

Karena hal ini mereka mempunyai peran penting untuk membantu tugas manusia. Sebagai contoh misalnya, dalam upaya pemberantasan kejahatan, Polisi melibatkan hewan sebagai mitra tugas untuk melacak jejak perampok, pembunuh, pemerkosa dan mengindetifikasi bahan tertentu yang menyimpan narkoba, bahan peledak dan obat-obat terlarang lain.

Beberapa diantarnya digunakan untuk misi kemanusiaan seperti yang dilakukan dalam satuan tugas Search and Rescue (SAR). Perilaku kejam tersebut tidak dibenarkan oleh manusia. #DOGNOTFORFOOD

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *