Mengenal Latent Semantic Index Dan Cara Menerapkannya Di Blog

6 Likes Comment
Latent Semantic Index

Latent semantic index adalah salah satu cara menargetkan keyword yang lebih kaya di blog sekaligus untuk memaksimalkan SEO yang diterapkan di blog. 

Meski demikian, masih banyak orang yang salah kaprah tentang hal ini. Bahkan, ada yang menganggap kalau LSI ini hanyalah sebuah mitos dan tidak memiliki dampak langsung bagi blog.

Artikel ini dibuat bukan untuk membantah pernyataan seperti diatas melainkan untuk membantu anda memahami apa itu LSI dan bagaimana menerapkannya di blog.

Dengan kata lain, artikel ini ditujukan untuk orang-orang yang percaya bahwa LSI itu penting diterapkan pada blog. Dan mengoptimalkannya adalah salah satu cara untuk meningkatkan rangking di SERPs dengan keyword yang berbeda.

Sebelum lanjut pada pembahasan intinya, saya hendak mengatakan satu hal bahwa LSI tidak dipengaruhi oleh faktor tunggal saja melainkan akumulasi dari beberapa faktor.

Apa itu Latent Semantic Index?

Latent Semantic Index atau pengoptimalan kata kunci yang ada di blog. Model pengoptimalan ini bertujuan untuk memperkaya keyword yang dibidik.

Ide utamanya adalah dengan memanfaatkan fungsi semantik secara umum. Dalam bahasa Indonesia, semantik mempunyai dua arti khusus.

Yang pertama adalah bidang ilmu linguistik yang membahas tentang makna kata atau kalimat, yang juga mengulas tentang seluk-beluk dan pergeseran arti kata.

Pengertian yang kedua adalah penggunaan satu kata dari struktur bahasa yang memiliki hubungan dengan makna yang diungkapkan atau struktur makna suatu wicara.

Dengan kata lain, semantik adalah penggunaan satu kata dengan model dan makna berbeda. Misalnya, kata jatuh yang punya makna berbeda sesuai dengan tujuan penggunaan kata.

Seperti jatuh hati, jatuh cinta, jatuh dari mobil, harga dirinya jatuh dan lain sebagainya. Semua kalimat itu menggunakan satu kata yang sama yakni Jatuh namun makna berbeda-beda.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis dan Penemu Kamera

Dalam dunia internet marketing, LSI termasuk dalam model penerapan SEO on-page atau pengoptimalan konten dari dalam halaman.

Seperti yang saya sebutkan diatas, tujuan penggunaan LSI untuk memperoleh keyword yang kaya, yang mungkin bisa mendatangkan lebih banyak pengunjung.

Kadang juga LSI ini dipahami sebagai kata kunci turunan. Yang juga perlu di optimalkan karena bisa menambah kualitas artikel.

Disisi lain, LSI kadang juga disebut dengan Latent Semantik Analisis [Latent Semantic Analysis] yang merupakan model pengoptimalan kueri secara matematis.

Pengoptimalan ini lebih ditekankan untuk menghubungkan sekaligus mengakuratkan suatu kalimat dengan kalimat yang lain. Yang berarti, dalam penerapannya terdapat model singular value decomposition.

Agak rumit yah? Biar saya sederhanakan. Begini, pada dasrnya singular value decompesition ini dibuat untuk mencari pola hubungan antar kata dengan makna [semantik] yang mungkin berbeda.

Saya sendiri dulunya berpikir kalau LSI adalah persamaan kata atau sinonim. Padahal, LSI yang dimaksud disini lebih ke teknis.

Sinonim hanyalah persamaan kata sementara LSI merupakan cara Google untuk menggunakan ilmu linguistik dalam logaritma buatan mereka.

Contoh lain yang mungkin bisa membantu anda memahami tentang LSI ini adalah bagaimana Google bisa mendeteksi apakah kueri Apple sebagai sebuah brand atau buah?

Atau, dalam bahasa Indonesia, bagaimana Google bisa menarik perbedaan antara pagar betis, pagar bambu, pagar ayu dan pagar-pagar yang lain?

Semuanya karena semantik. Dan semantik ini juga bisa dimanfaatkan oleh blogger untuk memperoleh pengunjung blog yang lebih banyak lagi.

5 Faktor yang mempengaruhi LSI

Seperti yang saya sebutkan diatas, LSI tidak dipengaruhi oleh faktor tunggal. Karena itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi LSI ini. Antara lain:

1. Tag heading

Untuk menerapkan SEO on page yang baik dan benar, ada satu hal yang wajib diterapkan oleh Blogger yakni tag heading. Di WordPress heading ini terdiri dari tiga bagian yakni Heading, subheading dan minor heading.

Sementara, di WordPress, terdiri dari 6 tag yakni H1, H2, H3 dan seterusnya. Setiap heading biasanya untuk mewakili setiap paragraf yang sudah berakhir.

Namun, dalam SEO on page, disarankan untuk melibatkan judul atau keyword yang ditargetkan pada tag heading ini agar keyword yang ditargetkan lebih fokus.

Baca Juga : 6 Cara Nonaktifkan Pembaharuan Windows 10

Nah oleh karena itu, LSI juga bisa dimanfaatkan dari sini. Dimana, anda bisa menepatkan keyword lain disamping keyword utama secara semantik semantik.

Agar keyword tersebut akurat, jangan lupa lakukan riset kecil-kecilan dulu, lalu perhatikan apakah ia termasuk LSI atau gak.

Kalau termasuk, maka silahkan masukkan saja. Kalau tidak, sebaiknya jangan. Karena ini bisa menghilangkan entitas keyword utama yang anda targetkan.

2. Pelajari relevansi pencarian di Google

Relevansi pencarian juga berhubungan dengan semantik. Sebagai contoh, saya mencari istilah Pagar di Google. Hasilnya terlihat pada gambar dibawah ini.

Latent semantic index

Yang saya beri tanda merah diatas merupakan semantiknya. Anda bisa memanfaatkan kata kunci yang muncul ini disitu tapi jangan berlebihan.

Dalam konsep relevansi ini sebaiknya pikirkan satu metode yang lebih optimal ketimbang hanya fokus pada dua atau tiga kata yang merupakan keyword yang akan ditargetkan.

3. Jangan lupa bangun topik unggulan dan topik tambahan

Topik unggulan harus berisi konten andalan anda. Konten inilah yang anda targetkan untuk berada di peringkat pertama hasil penelusuran Google, untuk keyword yang sudah ditargetkan.

Nah untuk mendukung keyword unggulan itu, agar lebih semantik, buatlah artikel tambahan sebagai pendukung artikel topik unggulan tadi.

Sebagai contoh, anda menargetkan keyword Bisnis Online. Maka buatlah artikel tentang bisnis online dengan panjang karakter lebih dari 2000.

Sementara itu, buatlah juga pada kata kunci turunan lain seperti yang anda lihat pada gambar dibawah ini. Kata-kata kunci inilah yang mendukung artikel utama anda di search engine.

Latent semantic index

Karena sebelum memunculkan hasil, Google biasanya akan menganalisis berdasarkan dua faktor utama yakni topik blog dan relevansi kueri.

Pada tahap ini juga, saya ingatkan satu hal penting, bahwasannya, Latent semantic index akan bekerja lebih baik apabila anda mengangkat satu niche saja di blog anda itu.

4. Optimasi konten dan blog

Langkah terakhir adalah melakukan optimasi. Pada model optimasi ini, anda harus membuat konten yang bagus dan menarik.

Ingat, konten tersebut dibuat untuk di baca oleh orang lain, dan bukan Google. Makanya, buatlah konten yang akrab dibaca pengguna.

Jangan pakai istilah-istilah yang terlalu teknis, ilmiah atau menggunakan bahasa 4L4Y karena bisa membuat blog anda tidak bakalan di kunjungi orang lain.

Optimasi blog juga penting untuk mendukung optimasi konten. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan template yang premium dan bukan yang gratisan.

Baca Juga : Cara Buat NPWP Untuk Entitas Bisnis Atau Pribadi

Karena biasanya template premium sudah dilengkapi dengan fitur schema yang ramah mesin telusur dan sudah dioptimalkan SEO-nya.

Kalau perlu, anda bisa tambahkan unsur visual yang mendukung artikel anda, seperti misalnya video, audio, infografis, dan lain sebagainya.

Semua ini penting untuk mendongkrak blog anda agar bisa memperoleh peringkat yang lebih baik di Search engine seperti Google.

Penutup

Setelah semua faktor itu dilaksanakan, langkah terakhir yang harus dilakukan adalah monev atau monitoring dan evaluasi.

Monitoring bertujuan untuk melihat posisi keyword yang sudah ditargetkan sebelumnya. Monitoring juga bertujuan untuk mengetahui apakah artikel-artikel anda disukai pembaca atau tidak.

Selanjutnya adalah evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk melihat apakah konten yang anda buat itu masih relevan, apakah masih ada yang typo, salah eja dan lain sebagainya.

Demikian artikel tentang mengenal latent semantic index dan bagaimana menerapkannya di Blog. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *