Koma: Pengertian, Kasus, Diagnosis dan Prognosis

4 Likes Comment
koma

Koma merupakan suatu keadaan tidak sadar sama sekali dan tidak mampu memberi reaksi terhadap suatu rangsangan yang biasanya disebebkan oleh keracunan, sakit parah atau kondisi medis tertentu.

Beberapa dari anda mungkin sudah pernah mendengar istilah ini. Dalam dunia medis, istilah ini sudah cukup umum digunakan dan menggambarkan suatu keadaan yang spesifik terhadap tubuh seseorang.

Selain itu, beberapa dari anda mungkin tidak tahu tentang pengertian dan juga jenis-jenisnya. Dalam artikel ini akan diulas tentang Pengertian Koma, Kasus, Perawatan dan juga Prognosis. Berikut artikelnya.

Apa itu Koma?

Koma merupakan sebuah gejala medis dimana pasien atau penderita mengalami gejala ketidaksadaran berkepanjangan. Selama koma, seseorang tidak responsif terhadap rangsangan dan juga lingkungannya.

Baca Juga : Apa itu Kudis?

Seorang yang mengalami koma tetap bernafas atau hidup namun terlihat seperti sedang tidur nyenyak. Dan pasien yang menderita tidak dapat dibangunkan oleh rangsangan apapun, termasuk rasa sakit.

Penyebab

Koma disebebkan oleh banyak hal, salah satunyanya adalah cedera pada otak. Cedera otak bisa disebabkan oleh peningkatan tekanan atau penurunan tekanan darah, kehilangan suplai oksigen atau penumpukan racun. Cedera ini bersifat sementara atau reversibel dan bisa juga bersifat permanen.

Lebih dari 50% kasus berhubungan dengan trauma kepala atau gangguan pada sirkulasi otak. Namun ada beberapa penyebab utama, antara lain:

a. Trauma

Cedera kepala dapat menyebabkan otak membengkak dan atau berdarah. Ketika otak membengkak akibat trauma, cairan tersebut akan mendorong tengkorak kepala.

Pembengkakan akhirnya menyebabkan otak menekan batang otak, yang dapat merusak RAS (Reticular Activating System] yang merupakan bagian otak yang bertanggungjawab untuk gairah, rangsangan dan juga kesadaran.

b. Pendarahan

Pendarahan di lapisan otak juga dapat membuat seseorang tidak sadar berkepanjangan karena pembengkakan dan kompresi pada sisi otak yang terluka.

Baca Juga : Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Kompresi ini mnenyebabkan otak bergeser sehingga mengakibatkan kerusakan pada batang otak dan RAS [yang sudah dijelaskan diatas]. Tekanan darah tinggi, aneurisma otak dan tumor adalah penyebab pendarahan non-trauma.

c. Stroke

Saat tidak ada aliran darah ke bagian utama batang otak atau kehilangan darah dan disertai dengan pembengkakan, koma juga dapat terjadi.

d. Gula darah

Pada penderita diabetes, koma dapat terjadi saat kadar gula darah sangat tinggi. Ini merupakan kondisi yang dikenal secara medis sebagai hiperglikemia.

Sementara, Hipoglikemia atau gula darah yang terlalu rendah, juga dapat menyebabkan koma. Jenis koma ini biasanya dapat dibalik begitu gula darah berhasil di koreksi [diseimbangkan].

e. Kekurangan oksigen

Oksigen sangat penting untuk fungsi otak. Jika jantung berhenti beroperasi akan menyebabkan aliran darah dan oksigen ke otak tiba-tiba terputus, yang disebut hipoksia atau anoksia.

Baca Juga : Apa itu Cacar Monyet?

Setelah resusitasi kardiopulmoner [CPR], orang yang selamat dari serang jantung sering mengalami koma. Kekurangan oksigen juga dapat terjadi saat tenggelam atau tersedak.

f. Infeksi

Infeksi pada sistem saraf pusat, seperti meningitis atau ensefalitis juga dapat menyebabkan seseorang mengalami koma.

g. Racun

Zat yang biasanya ditemukan dalam tubuh dapat terakumulasi menjadi toksin jika tubuh gagal membuangnya dengan benar.

Sebagai contoh, seseorang yang mengalami ammonia akibat penyakit hati, karbon dioksida dari serangan asma yang parah atau urea gagal ginjal dapat terakumulasi menjadi racun yang berbahaya bgi tubuh.

Mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol dalam jumlah besar juga dapat menggangu fungsi neuron pada otak.

h. Kejang

Kejang tunggal jarang membuat seseorang mengalami koma. Tetapi jika dialami terus menerus, yang disebut eplilepticus [epilepsi] bisa mencegah otak pulih di antara kejang. Ini akan membuat penderita mengalami koma yang berkepanjangan.

Jenis

Ada beberapa jenis koma, antara lain:

a. Ensafalopati toksik-metabolik

Ini adalah kondisi akut disfungsi otak dengan gejala kebingungan atau delirium. Kondisi ini biasanya reversibel. Penyebab ensafalopati toksik-metabolik biasanya bervariasi dan tergantung pada penyakit sistemik, infeksi, kegagalan organ dan kondisi medis lainnya.

b. Cedera otak anoksik

Ini adalah kondisi otak yang disebabkan oleh kekurangan oksigen total pada otak. Kekurangan oksigen selama beberapa menit menyebabkan kematian sel pada jaringan otak.

Cedera otak anoksik dapat terjadi akibat serangan jantung, cedera kapala atau trauma, tenggelam, overdosis obat dan keracunan.

c. Keadaan vegetatif yang persisten

Ini merupakan kondisi tidak sadar yang parah. Seseorang yang menderita vegetatif persisten tidak menyadari lingkungannya dan tidak mampu melakukan gerakan sukarela.

Baca Juga : Ciri-Ciri Ibu Hamil Anak Perempuan

Dengan kondisi demikian, seseorang dapat tetap terjaga namun tanpa otaknya tidak berfungsi. Dengan kondisi tersebut, ada siklus pernafasan dan siklus bangun tidur.

d. Sindrom terkunci

Ini adalah kondisi neurologis yang langka. Orang yang menderita sindrom ini akan lumpuh total akibat otot-otot mata yang terkunci namun ia tetap terjaga sementara pikirannya sama seperti orang normal.

e. Mati otak

Kematian otak adalah suatu keadaan dimana terjadi penghentian semua fungsi otak. Kematian otak dapat terjadi akibat cedera yang berlangsung lama sehingga meluas ke jaringan otak.

f. Diinduksi secara medis

Jenis koma ini merupakan jenis koma sementara, atau keadaan tidak sadar yang dalam, digunakan untuk melindungi otak dari pembengkakan setelah mengalami cedera.

Pasien akan menerima dosis anestesi yang terkontrol, yang menyebabkan menurunnya perasaan atau kesadaran. Dokter juga akan mengamati dengan seksama tanda vital pasien tersebut. Ini hanya terjadi di unit perawatan intesif yang terdapat di rumah sakit.

Pengobatan

Mungkin anda bertanya, apakah ada teknik pengobatan yang efektif pada penderita koma? Meski ada namun pengobatan itu tetap bergantung pada penyebabnya.

Orang yang dekat dengan pasien koma harus memberikan informasi sebanyak mungkin kepada dokter untuk membantu dokter menentukan penyebab utama koma.

Baca Juga : 11 Makanan Yang Dapat Mengecerkan Darah Secara Alami

Perhatian medis yang cepat sangat penting untuk mengobati kondisi yang berpotensi reversibel. Misalnya, jika ada infeksi yang mempengaruhi otak, antibiotik mungkin diperlukan untuk penanganan pasien.

Glukosa mungkin juga diperlukan jika terjadi ganguan diabetes. Pembedahan mungkin juga akan dilakukan untuk mengurangi tekanan pada otak karena pembengkakan atau untuk mengangkat tumor.

Obat-obatan tertentu juga dapat membantu meringankan pembengkakan. Obat juga dapat diberikan untuk menghentikan kejang-kejang jika perlu.

Secara umum, perawatan untuk penderita koma bisa mendukung. Orang yang koma dirawat di unit perawatan intensif dan mungkin membutuhkan dukungan perawatan seumur hidup sampai situasi mulai membaik.

Dalam beberapa kasus, pasien yang menderita koma akan sembuh setelah mendengar sebuah lagu yang memiliki arti bagi mereka. Para pasien tersebut terangsang secara emosional setelah mendengarnya sehingga mampu mengembalikan fungsi otak secara bertahap.

Prognosis

Prognosisnya bervariasi. Peluang pemulihan bagi pasien yang terkena koma bergantung dari penyebab utamanya, dan apakah masalahnya dapat diperbaiki lewat durasi koma atau tidak.

Jika masalah dapat diatasi, orang tersebut sering dapat kembali ke tingkat fungsi sebelumnya. Namun, kadang-kadang, jika penyebabnya adalah karena kerusakan otak yang parah, seseorang mungkin akan mengalami cacat permanen atau tidak akan pernah sadar kembali.

Baca Juga : Manfaat Daun Sirih Merah dan Hijau Untuk Kesehatan

Koma yang disebabkan akibat keracunan obat berpeluang besar untuk pulih jika dilakukan penanganan medis yang tepat.

Sementara, koma yang disebabkan oleh cedera kepala peluang untuk pulih lebih tinggi ketimbang seseorang yang mengalami koma akibat kekurangan oksigen.

Memang, bisa sangat sulit untuk memprediksi pemulihan saat seseroang mengalami koma. Setiap orang berbeda, namun langkah yang paling baik adalah berkonsultasi dengan dokter.

Seperti yang anda ketahui, semakin lama seseorang mengalaminya semakin sulit prognosisinya. Meski begitu, banyak pasien dapat bangun setelah beberapa minggu dalam keadaan koma. Tetapi mereka tetap menyisahkan cacat tubuh yang signifikan.

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *