Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan AMP Untuk Blog

11 Likes Comment
menggunakan AMP

Bagi saya pribadi, ada banyak keuntungan apabila blog sudah menggunakan AMP. Bukan hanya keuntungan, tapi juga ada kerugian yang dirasakan. 

Salah satunya adalah akses situs yang super cepat. Mengapa blog perlu menggunakan AMP? Salah satu alasannya karena perilaku pengguna internet yang terus berubah.

Jika anda ingin tetap bertahan dalam perubahan perilaku pengguna tersebut, maka anda wajib meningkatkan loading blog anda sendiri.

Beberapa waktu lalu, salah satu blog yang saya kelola sudah valid AMP. Sebelumnya, memang saya menggunakan template AMP karena blog saya tersebut menggunakan blogger.

Setelah saya migrasi ke WordPress, saya ingin mempertahankan hal itu. Akhirnya saya kembali membuatnya menjadi AMP.

Setelah sekitar 3 bulan lebih, akhirnya saya berani menyimpulkan tentang keuntungan AMP. Kesimpulan ini sudah saya rangkum dalam artikel ini.

Anda bisa mempercayainya, bisa juga tidak. Tapi yang jelas, keuntungan inilah yang saya rasakan selama menggunakan AMP.

Disisi lain, ada juga kekurangan yang dirasakan saat pakai AMP di blog. Yang juga bakal saya bahas di artikel kali ini.

Tapi sebelum masuk ke pembahasan inti, sebaiknya saya bahas dulu apa itu Accselerated Mobile Pages (AMP) dan apa fungsi untuk blog.

Apa itu AMP?

Pertumbuhan pengguna Smartphone atau ponsel yang terus meningkat telah mempengaruhi sifat mereka saat mengakses konten di internet.

Itulah sebabnya, lebih dari 25% pengunjung blog atau situs akan meninggalkan platform tersebut apabila diakses lebih dari 6 detik.

Jika sudah demikian, maka pemilik blog tentu bakalan rugi. Untungnya, sejak tahun 2016, Google menyadari fakta ini.

Mereka kemudian menciptakan sebuah solusi untuk membuat sebuah situs web atau blog bisa diakses lebih cepat.

Proyek ini dikenal sebagai sebuah proyek Halaman Mobile yang dipercepat atau dalam bahasa Inggris disebut Accelerated Mobile Page (AMP).

Teknologi AMP dipercaya dapat memuat halaman web diakses dalam waktu kurang dari 1 detik serta mampu meminimalisir penggunaan data 10 kali lebih sedikit ketimbang halaman web biasa.

AMP sendiri dibangun menggunakan elemen HTML sederhana yang dibuat dengan ringan meskipun agak tidak rapi.

Sejak dirilis hingga kini, ada kesan positif dari penggunaan AMP. Bahkan, pemilik blog atau situs langsung ramai-ramai pindah ke AMP.

Baca Juga : Cara Buat Blog Dari Awal Sampai Mahir

AMP secara khusus dibuat untuk penerbit atau pemilik situs supaya mereka bisa mentrasmisikan konten yang dibuat ke halaman AMP karena AMP menawarkan pengalaman pengguna yang jauh lebih baik.

Teknologi penerbitan situs web ini yang memungkinkan anda membuat halaman web yang dimuat secara instan meski terbatas untuk pengguna ponsel.

Sejak tahun 2016, lebih dari 25 juta domain telah menggunakan AMP dan sekitar 1,5 miliar halaman sudah terintegrasi ke AMP dan terus berkembang hingga sekarang.

Agar blog atau situs bisa valid AMP, maka pemilik situs harus bisa membuat versi lain dari situs dengan mengikuti standar proyek AMP yang diberikan Google.

Jika hasilnya valid, maka versi lain ini punya Url yang berbeda dari asli, yang biasanya diakhiri dengan tulisan AMP dibagian akhir URL.

Sementara, apabila diakses di mesin pencari seperti Google, halaman yang sudah support AMP akan diberi tanda petir di awal judul.

AMP juga kompatibel dengan sebagian besar browser seperti Google Chrome, Mozila Firefox, Safari serta Opera.

menggunakan AMP

Versi lain dari situs anda, yang kemudian disebut dengan AMP itu di host oleh google sendiri lewat jaringan server milik mereka di seluruh dunia.

Jadi, gak ada latensi data lagi apabila situs atau web anda di akses dari wilayah yang jauh dengan letak server.

AMP sebenarnya mirip dengan instan artikel Facebook, yang memungkinkan pengguna membaca artikel tanpa harus meninggalkan aplikasi.

Apabila sebuah situs diakses dengan lebih cepat, maka situs tersebut akan mendapatkan peringkat yang lebih baik di Serps [search engine results page].

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan AMP Untuk Blog

Nah tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan artikel tentang kelebihan dan kekurangan AMP.

Pertama, akan dbahas dulu keuntungannya, setelah itu baru kekurangannya. Berikut artikelnya untuk anda.

10 Keuntungan Menggunakan AMP

Lantas, apa sih keuntungan menggunakan AMP? Secara pribadi, ada beberapa keuntungannya. Antara lain:

1. Akses cepat

Halaman blog yang sudah support AMP akan diakses lebih cepat. Rata-rata waktu aksesnya kurang dari 2 detik.

Hal ini dikarenakan AMP hanya menggunakan kode sederhana dan menghilangkan style, css atau kode lain yang bisa menghambat loading blog.

Dengan menghilangkan kode di atas maka akses situs akan lebih cepat. Untuk membedakan halaman AMP dan halaman web biasa, Google telah memberi tanda petir di awal artikel.

2. Meningkatkan Rasio Klik Tayang (RKT) Iklan

Baru-baru ini, halaman AMP juga sudah support beberapa situs penyedia iklan, baik AdSense dan lainnya.

Itu tidak masalah, karena Google ingin fokus pada kecepatan sehingga pembatasan penempatan iklan memungkinkan tayangan iklan lebih tinggi.

Baca Juga : Cara Memilih Angle Foto Yang Keren dan Menarik

Dengan kata lain, AMP mampu meningkatkan penghasilan anda di satu sisi. Meski memang saya akui, peningkatan RKT ini tidak sejalan jumlah klik iklan.

Itulah yang menjadi salah satu kelemahan dari Google AdSense. Saya akan membahasnya tentang ini dibagian bawah artikel pada subjudul Kekurangan AMP.

3. Salinan data ada di Google

Seperti yang saya ulas dibagian atas, bahwa Google menghost AMP karena ingin situs web tersebut diakses lebih cepat.

Dengan kata lain, Salinan data situs web kita ada di Google. Ini seperti Cache tapi lebih dipercepat lagi.

4. Tampilan sederhana

Saya sendiri menyukai kesederhanaan. Karena itu, salah satu situs web saya menggunakan AMP [bukan blog yang ini ya].

Salah satu alasannya karena tampilannya yang segar, sederhana dan diakses dengan cepat. Apalagi jika anda ingin mendaftar menjadi mitra AdSense, maka saya sarankan untuk menggunakan situs AMP.

Baca Juga : Cara Membuat Agar Artikel Langsung Ada Di Halaman Pertama Google

Selain kemungkinan bisa diterima [tidak menjamin] juga Google juga menyukai kesederhaan. Namun tetap didasarkan pada konten.

Konten adalah syarat utama anda diterima menjadi mitra Google AdSense atau tidak.

5. Mengurangi penggunaan Bandwith hosting

Salah satu alasan mengapa situs web kita lambat adalah bandiwthnya. Ini biasanya dipengaruhi oleh penggunaan hosting dan juga data pengunjung.

Karena AMP di host oleh Google, maka penggunaan Bandwith akan berkurang. Dengan demikian, situs web kita dapat diakses lebih cepat.

Pengguna juga akan dialihkan ke versi cache AMP, sehingga gambar dan kode lain sehingga lebih cepat di akses.

6. Meningkatkan bouncing rate

Bouncing rate adalah waktu berada di situs web. Rata-rata pengguna lebih betah berada di sebuah situs yang lebih cepat di akses.

Untuk mengukur bouncing rate anda bisa menggunakan Google Analytics. Saya sarankan agar anda mendaftar disana untuk melihat waktu tinggal pengunjung ke blog anda.

Saya sendiri mengalami peningkatkan bouncing rate di blog saya menjadi lebih dari 3 menit setelah menggunakan AMP [bukan situs ini ya].

Jadi secara tidak langsung, saya berani menyimpulkan bahwa AMP meningkatkan bouncing rate sebuah blog.

Bouncing rate juga menjadi sinyal bagi Google bahwa konten yang disajikan situs web tersebut bermanfaat karena pengunjung betah berlama-lama di situs web tersebut.

7. Tampilan iklan yang tidak mengganggu pengguna

Berbeda dengan situs web konvensional, yang terkadang menggunakan iklan Pop Up, penempatan iklan yang hampi disetiap paragraf dan lain sebagainya.

Ini memang adalah hak pemilik situs web, namun penempatan iklan macam itu justru menggangu pengguna.

Namun jika menggunakan AMP, penempatan iklan ini bisa di miniamlisir. Sehingga tidak menggangu pengunjung saat membaca artikel. Iklan juga tampil lebih menyatutu dengan halaman.

8. Lebih di Prioritaskan Google

Mungkin banyak yang gak menyadari ini dan banyak juga blogger yang membantah. Lah gimana mau di prioritaskan Google kalau kata kunci yang ditargetkan atau situs web anda masih baru.

Prioritas disini jangan diartikan klise atau setelah menggunakan AMP secara otomatis blog kita akan tampl di halaman pertama Google.

Gak kok. Kita juga harus melakukan optimasi tambahan. Optimasi ini bertujuan untuk membuat situs web lebih mantap di posisi atau halaman pertama Google.

Baca Juga : Ingin Page One di Google? Terapkan Fungsi Readiblitas Dalam SEO

Mengapa? Coba perhatikan peningkatkan posisi rata-rata di blog anda sebelum dan sesudah menggunakan Google AdSense.

Peningkatkannya berapa persen? Saya yakni, kalau sebelumnya peningkatkannya hanya 0,1 maka akan meningkatkan misalnya 0,2 atau 0,3. Inilah yang dimaksud dengan prioritas.

9. SEO jadi lebih bagus

Banyak juga blogger yang mengatakan bahwa AMP tidak meningkatkan posisi kita di SERPs. Saya yakin ini betul.

Tapi saya tidak sepenuhnya percaya. Apa yang membuat mereka mengatakan demikian? Apakah menggunakan alat pelacakan posisi keyword?

Jika iya, saya yakin itu salah. Sebab, pasti ada peningkatkan. Peningkatkan ini lebih mengacu pada SEOnya.

Karena salah satu faktor dari SEO adalah kecepatan. Dan kecepatan memiliki hubungan yang signifikan dengan posisi di serps.

10. Meningkatkan User Experience (UX)

Banyak blogger yang tidak memperhatikan hal ini. Mereka hanya fokus pada konten, pendapatan dan juga kunjungan. Padahal itu sifatnya fana.

Prinsipnya seperti begini, sebuah bisnis itu selalu berusaha untuk mempertahankan pelanggan lama sembari berusaha mencari pelanggan baru.

Nah hal apa kira-kira yang mampu membuat pelanggan lama betah? Pengalaman mereka. Dalam dunia internet marketing itu disebut UX atau User Experience.

Banyak kriteria UX ini, mulai dari akses situs hingga konten yang disajikan. Dan tanpa disadari, sebuah situs web yang di dukung AMP mampu meningkatkan UX ini.

Anda boleh setuju boleh tidak. Tapi menurut saya pribadi, UX meningkat saat sebuah situs web tersebut didukung AMP.

Nah itu dia 10 kelebihan menggunakan AMP. Setelah melihat kelebihannya sekarang kita beralih pada kekurangan menggunakan AMP.

5 Kekurangan menggunakan AMP di Blog

Setelah membaca tentang keuntungan AMP, tentu anda akan berpikir bahwa jika ada keuntungan tentu saja ada kekurangan, kan?

Ya itu betul. Hal ini juga berlaku dengan AMP. Disini yang mengulas beberapa kekurangan menggunakan AMP, antara lain:

1. Pengunjung lebih cepat keluar dari blog

Karena pengunjung lebih cepat masuk ke situs web, mereka akan lebih cepat keluar ke blog atau situs web kita.

Karena mereka hanya disajikan sebuah laman yang dominan, tanpa widget dan css. Mereka juga disajikan sebuah laman yang minim warna.

Padahal, warna adalah salah satu kunci yang membuat pengunjung betah atau bisa berlama-lama dengan sebuah situs web.

Hal ini dikarenakan situs web yang sudah di dukung AMP tampil dengan serba kekurangan. Apalagi bagi pengguna wordpress.

Widget yang disajikan pun terbatas. Sehingga pengunjung lebih cepat keluar dari situs web tersebut.

Berbeda halnya dengan AMP yang menggunakan blogger, tampilannya bisa di personalisasi karena mereka hanya mengatur halaman tersebut di versi m=1

Versi tersebut memungkinkan anda untuk mengatur, menambahkan atau mengurangi widget atau CSSnya. Sehingga tampilannya lebih menarik.

Saya melihat ini dari blog seperti Kompi Ajaib atau blog dari Mastrigus. Dan menurut saya, AMP di Blogger lebih menarik ketimbang AMP di WordPress.

Meski diakui, lebih mudah menggunakan AMP di WordPress dan lebih mudah melakukan penyesuaian dan menyelesaikan masalah.

2. Klik iklan yang rendah

Memang sih, dibagian atas saya sudah mengulas tentang meningkatkan RKT. Tetapi perlu anda ketahui, meskipun RKT meningkat tetapi kliknya rendah atau menurun.

Dan inilah yang saya alami. Padahal, salah satu pendaptan terbesar saya adalah saat seseorang ada yang mau mengklik iklan yang tampil.

Jika hanya berharap pada RKT maka penghasilan yang saya dapatkan hanya meningkatkan sebesar 0,5 persen setiap bulan.

Misalnya, blog saya yang menggunakan AMP tampilannya lamannya hampir 10000 per hari. Namun klik iklannya tidak sampai 10. Rendah sekali kan? Karena itulah saya menuliskannya disini.

3. Gambar dan iklan tampil lebih lama

Salah satu alasan mengapa klik iklan berkurang adalah karena gambar tampil lebih lama ketimbang teks.

Tapi inilah sistem dari AMP. Menampilkan tulisan terlebih dahulu seetelah itu gambarnya termasuk iklan yang ada.

Bisa saja, setelah pembaca sampai di akhir kalimat atau kalimat penutup baru iklannya tayang. Mana mungkin bisa di klik kan?

Tapi tidak semua begitu kok. Ini biasanya dipengaruhi oleh faktor pengguna [seperti jaringan atau data] yang kurang kuat.

4. Backlink ke versi AMP tidak ke domain

Ini adalah salah satu masalah yang sering ditemui saat ini. Backlink ke halaman AMP yang ditemukan melalui pencarian Google tidak mentrasfer tautan atau ekuitas tertentu di situs web.

Ekuitas tautan domain tujukan akan langsung menuju domain Google karena laman tersebut secara teknis di hosting di situs web Google.

Hal ini cukup wajarh, karena tidak mungkin Google memprioritaskan halaman AMP dalam pencarian tanpa memberi hosting konten di sercver AMP Cache mereka.

5. Javascript, Widget dan CSS yang terbatas

Karena hanya menampilkan versi HTML yang sederhana, maka sudah pasti javascript, widget dan CSSNya akan dikurangi.

Ini memang salah satu hal yang membuat banyak orang berhenti menggunakan AMP. Karena keterbatasan ini.

Konklusi

Saat ini, pertumbuhan penggunaan AMP meningkat dari hari ke hari. Hal ini juga berarti mempengaruhi pengalaman pengguna saat beserlancar ke dunia internet.

Bisa saja, dalam beberapa waktu ke depan, pengguna akan lebih senang mengklik blog yang menggunakan AMP karena lebih cepat di akses daripada blog yang tidak.

Menggunakan AMP atau tidak itu hak setiap pemilik situs web. Semua itu diserahkan ke tangan masing-masing.

Tapi menurut saya pribadi, banyak keunggulan AMP dibanding kelemahannya. Dan saya sendiri merasakanya.

Nah demikian artikel tentang keuntungan dan kekurangan menggunakan AMP. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *