Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan AMP

9 Likes Comment
Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan AMP

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan AMP – Perilaku pengguna di internet setiap saat berubah. Salah satu cara untuk tetap mempertahankan kunjungan ke blog atau situs web adalah dengan menggunakan AMP.

Beberapa waktu lalu, salah satu blog yang saya kelola sudah valid AMP. Sebelumnya, memang saya menggunakan template AMP karena blog saya menggunakan blogger.

Setelah saya migrasi ke WordPress, saya ingin mempertahankan hal itu. Akhirnya saya kembali membuatnya menjadi blog AMP.

Setelah sekitar 3 bulan lebih, akhirnya saya berani menyimpulkan tentang keuntungan AMP. Kesimpulan ini sudah saya rangkum dalam artikel ini.

Anda bisa mempercayainya, bisa juga gak. Tapi yang jelas, keuntungan inilah yang saya rasakan selama menggunakan AMP.

Tapi sebelum masuk ke pembahasan, ada baiknya kita membahas dulu apa itu Accselerated Mobile Pages (AMP).

Apa itu AMP?

Pertumbuhan pengguna Smartphone yang terus meningkat telah mempengaruhi sifat mereka saat mengakses konten di internet.

Itulah sebabnya, lebih dari 25% pengunjung blog atau situs web akan meninggalkan sebuah situs web yang dimuat lebih dari 6 detik.

Untunglah, sejak tahun 2016, Google menyadari hal ini. Mereka kemudian menciptakan solusi untuk membuat sebuah situs web atau blog bisa diakses lebih cepat.

Proyek ini dikenal sebagai sebuah proyek Halaman Mobile yang dipercepat (AMP). Teknologi ini dipercaya dapat memuat halaman web dalam waktu kurang dari 1 detik dan serta mampu meminimalisir penggunaan data 10 kali lebih sedikit ketimbang halaman web biasa.

AMP atau Accelerated Mobile Page merupakan halaman HTML yang dibuat dengan ringan meskipun agak tdak rapi.

Pengguna telepon seluler mengatakan bahwa pengalaman berselancar di situs web yang didukung AMP jauh lebih baik dari segi akses konten hingga kenyamanan.

Baca Juga : Cara Buat Blog Dari Awal Sampai Mahir

AMP Secara khusus dibuat untuk penerbit atau pemilik situs web sehingga mereka bisa mentrasmisikan konten mereka ke halaman AMP karena AMP menawarkan pengalaman pengguna yang jauh lebih baik.

Kadang-kadang, AMP disebut juga dengan AMP. Ini adalah teknologi penerbitan situs web yang memungkinkan anda membuat halaman web yang memuat secara instan dari ponsel.

Sejak tahun 2016, lebih dari 25 juta domain telah menggunakan AMP sehingga menciptakan sekitar 1,5 miliar halaman yang terintegrasi dengan AMP dan terus berkembang hingga sekarang.

Untuk membuat halaman AMP, anda harus membuat vesi lain dari situs anda mengikuti standar proyek ini. Setelah melakukannya, situs AMP akan memiliki URL sendiri [biasanya diakhiri atau ditandai dengan kode amp di awal atau akhir url] dan kompatibel dengan sebagian besar browser seperti Chrome, Firefox dan Safari.

Mengungjungi halaman AMP melalui pencarian Google akan membuat halaman diakse sdengan cepat.

Disini berarti, Google akan menghost halaman di server sendiri dan menyajikan konten langsung dari situsnya.

Ini bekerja seperti Artikel instan Facebook, yang memungkinkan pengguna membaca artikel tanpa meninggalkan aplikasi.

Google juga memberi perlakukan istimewa pada halaman AMP dalam peringkat pencariannya. Saat ini misalnya, AMP telah menjadi salah satu syarat bagi berita-berita lokal untuk menempati peringkat satu di dalam pencarian mobile.

10 Keuntungan Menggunakan AMP

Nah berikut saya sajikan 10 keuntungan menggunakan AMP. Apa saja itu? Ini daftarnya

1. Akses cepat

Untuk mengakses AMP sangat cepat. Rata-rata waktu akses blog saya kurang dari 2 detik. Jadi orang-orang bisa mengaksesnya dengan mudah.

Hal ini dikarenakan amp hanya menggunakan kode sederhana dan menghilangkan style, css atau kode lain yang bisa menghambat loading blog.

Dengan menghilangkan kode di atas, maka akses akan lebih cepat. Untuk membedakan hal ini, Google telah memberi kode yakni tanda petir disebuah situs web.

2. Meningkatkan Rasio Klik Tayang (RKT) Iklan

Meski masih terbatas, namun saat ini Google telah memungkinkan penempatan iklan di situs AMP. Namun masih terbatas pada Google AdSense.

Itu tidak masalah, karena Google ingin fokus pada kecepatan sehingga pembatasan penempatan iklan akan memungkinkan tayangan iklan lebih tinggi.

Dengan kata lain, AMP mampu meningkatkan penghasilan kita di satu sisi. Meski memang saya akui, peningkatan RKT ini tidak sejalan jumlah klik iklan.

Itulah yang menjadi salah satu kelemahan dari Google AdSense. Saya akan membahasnya tentang ini dibagian bawah artikel pada subjudul Kekurangan AMP.

3. Salinan Data Ada Di Google

Seperti yang saya ulas dibagian atas, bahwa Google menghost AMP karena ingin situs web tersebut diakses lebih cepat.

Dengan kata lain, Salinan data situs web kita ada di Google. Ini seperti Cache tapi lebih dipercepat lagi.

4. Tampilan sederhana

Saya sendiri menyukai kesederhanaan. Karena itu, salah satu situs web saya menggunakan AMP.

Salah satu alasannya karena tampilannya yang segar, sederhana dan diakses dengan cepat.  Apalagi jika anda ingin mendaftar menjadi mitra AdSense, maka saya sarankan untuk menggunakan situs AMP.

Baca Juga : Cara Membuat Agar Artikel Langsung Ada Di Halaman Pertama Google

Selain kemungkinan bisa diterima [tidak menjamin] juga Google juga menyukai kesederhaan. Namun tetap didasarkan pada konten.

Konten adalah syarat utama anda diterima menjadi mitra Google AdSense atau tidak.

5. Mengurangi penggunaan Bandwith hosting

Salah satu alasan mengapa situs web kita lambat adalah bandiwthnya. Ini biasanya dipengaruhi oleh penggunaan hosting dan juga data pengunjung.

Karena AMP di host oleh Google, maka penggunaan Bandwith akan berkurang. Dengan demikian, situs web kita dapat diakses lebih cepat.

Pengguna juga akan dialihkan ke versi cache AMP, sehingga gambar dan kode lain sehingga lebih cepat di akses.

6. Meningkatkan bouncing rate

Bouncing rate adalah waktu berada di situs web. Rata-rata pengguna lebih betah berada di sebuah situs yang lebih cepat di akses.

Untuk mengukur bouncing rate anda bisa menggunakan Google Analytics. Saya sarankan agar anda mendaftar disana untuk melihat waktu tinggal pengunjung ke blog anda.

Saya sendiri mengalami peningkatkan bouncing rate di blog saya menjadi lebih dari 3 menit setelah menggunakan AMP [bukan situs ini ya].

Jadi secara tidak langsung, saya berani menyimpulkan bahwa AMP meningkatkan bouncing rate sebuah blog.

Bouncing rate juga menjadi sinyal bagi Google bahwa konten yang disajikan situs web tersebut bermanfaat karena pengunjung betah berlama-lama di situs web tersebut.

7. Tampilan iklan yang tidak mengganggu pengguna

Berbeda dengan situs web konvensional, yang terkadang menggunakan iklan Pop Up, penempatan iklan yang hampi disetiap paragraf dan lain sebagainya.

Ini memang adalah hak pemilik situs web, namun penempatan iklan macam itu justru menggangu pengguna.

Namun jika menggunakan AMP, penempatan iklan ini bisa di miniamlisir. Sehingga tidak menggangu pengunjung saat membaca artikel. Iklan juga tampil lebih menyatutu dengan halaman.

8. Lebih di Prioritaskan Google

Mungkin banyak yang gak menyadari ini dan banyak juga blogger yang membantah. Lah gimana mau di prioritaskan Google kalau kata kunci yang ditargetkan atau situs web anda masih baru.

Prioritas disini jangan diartikan klise atau setelah menggunakan AMP secara otomatis blog kita akan tampl di halaman pertama Google.

Gak kok. Kita juga harus melakukan optimasi tambahan. Optimasi ini bertujuan untuk membuat situs web lebih mantap di posisi atau halaman pertama Google.

Baca Juga : Ingin Page One di Google? Terapkan Fungsi Readiblitas Dalam SEO

Mengapa? Coba perhatikan peningkatkan posisi rata-rata di blog anda sebelum dan sesudah menggunakan Google AdSense.

Peningkatkannya berapa persen? Saya yakni, kalau sebelumnya peningkatkannya hanya 0,1 maka akan meningkatkan misalnya 0,2 atau 0,3. Inilah yang dimaksud dengan prioritas.

9. SEO jadi lebih bagus

Banyak juga blogger yang mengatakan bahwa AMP tidak meningkatkan posisi kita di SERPs. Saya yakin ini betul.

Tapi saya tidak sepenuhnya percaya. Apa yang membuat mereka mengatakan demikian? Apakah menggunakan alat pelacakan posisi keyword?

Jika iya, saya yakin itu salah. Sebab, pasti ada peningkatkan. Peningkatkan ini lebih mengacu pada SEOnya.

Karena salah satu faktor dari SEO adalah kecepatan. Dan kecepatan memiliki hubungan yang signifikan dengan posisi di serps.

10. Meningkatkan User Experience (UX)

Banyak blogger yang tidak memperhatikan hal ini. Mereka hanya fokus pada konten, pendapatan dan juga kunjungan. Padahal itu sifatnya fana.

Prinsipnya seperti begini, sebuah bisnis itu selalu berusaha untuk mempertahankan pelanggan lama sembari berusaha mencari pelanggan baru.

Nah hal apa kira-kira yang mampu membuat pelanggan lama betah? Pengalaman mereka. Dalam dunia internet marketing itu disebut UX atau User Experience.

Banyak kriteria UX ini, mulai dari akses situs hingga konten yang disajikan. Dan tanpa disadari, sebuah situs web yang di dukung AMP mampu meningkatkan UX ini.

Anda boleh setuju boleh tidak. Tapi menurut saya pribadi, UX meningkat saat sebuah situs web tersebut didukung AMP.

Nah itu dia 10 kelebihan menggunakan AMP. Setelah melihat kelebihannya sekarang kita beralih pada kekurangan menggunakan AMP.

Kekurangan menggunakan AMP

Setelah membaca tentang keuntungan AMP, tentu anda akan berpikir bahwa jika ada keuntungan tentu saja ada kekurangan, kan?
Ya itu betul. Hal ini juga berlaku dengan AMP. Disini yang mengulas beberapa kekurangan menggunakan AMP, antara lain:

1. Pengunjung lebih cepat keluar dari blog

Karena pengunjung lebih cepat masuk ke situs web, mereka akan lebih cepat keluar ke blog atau situs web kita.

Karena mereka hanya disajikan sebuah laman yang dominan, tanpa widget dan css. Mereka juga disajikan sebuah laman yang minim warna.

Padahal, warna adalah salah satu kunci yang membuat pengunjung betah atau bisa berlama-lama dengan sebuah situs web.

Hal ini dikarenakan situs web yang sudah di dukung AMP tampil dengan serba kekurangan. Apalagi bagi pengguna wordpress.

Widget yang disajikan pun terbatas. Sehingga pengunjung lebih cepat keluar dari situs web tersebut.

Berbeda halnya dengan AMP yang menggunakan blogger, tampilannya bisa di personalisasi karena mereka hanya mengatur halaman tersebut di versi m=1

Versi tersebut memungkinkan anda untuk mengatur, menambahkan atau mengurangi widget atau CSSnya. Sehingga tampilannya lebih menarik.

Saya melihat ini dari blog seperti Kompi Ajaib atau blog dari Mastrigus. Dan menurut saya, AMP di Blogger lebih menarik ketimbang AMP di WordPress.

Meski diakui, lebih mudah menggunakan AMP di WordPress dan lebih mudah melakukan penyesuaian dan menyelesaikan masalah.

2. Klik iklan yang rendah

Memang sih, dibagian atas saya sudah mengulas tentang meningkatkan RKT. Tetapi perlu anda ketahui, meskipun RKT meningkat tetapi kliknya rendah atau menurun.

Dan inilah yang saya alami. Padahal, salah satu pendaptan terbesar saya adalah saat seseorang ada yang mau mengklik iklan yang tampil.

Jika hanya berharap pada RKT maka penghasilan yang saya dapatkan hanya meningkatkan sebesar 0,5 persen setiap bulan.

Misalnya, blog saya yang menggunakan AMP tampilannya lamannya hampir 10000 per hari. Namun klik iklannya tidak sampai 10. Rendah sekali kan? Karena itulah saya menuliskannya disini.

3. Gambar dan iklan tampil lebih lama

Salah satu alasan mengapa klik iklan berkurang adalah karena gambar tampil lebih lama ketimbang teks.

Tapi inilah sistem dari AMP. Menampilkan tulisan terlebih dahulu seetelah itu gambarnya termasuk iklan yang ada.

Bisa saja, setelah pembaca sampai di akhir kalimat atau kalimat penutup baru iklannya tayang. Mana mungkin bisa di klik kan?

Tapi tidak semua begitu kok. Ini biasanya dipengaruhi oleh faktor pengguna [seperti jaringan atau data] yang kurang kuat.

4. Backlink ke versi AMP yang berpindah

Ini adalah salah satu masalah yang sering ditemui saat ini. Backlink ke halaman AMP yang ditemukan melalui pencarian Google tidak mentrasfer tautan atau ekuitas tertentu di situs web.

Ekuitas tautan domain tujukan akan langsung menuju domain Google karena laman tersebut secara teknis di hosting di situs web Google.

Hal ini cukup wajarh, karena tidak mungkin Google memprioritaskan halaman AMP dalam pencarian tanpa memberi hosting konten di sercver AMP Cache mereka.

5. Javascript, Widget dan CSS yang terbatas

Karena hanya menampilkan versi HTML yang sederhana, maka sudah pasti javascript, widget dan CSSNya akan dikurangi.
Ini memang salah satu hal yang membuat banyak orang berhenti menggunakan AMP. Karena keterbatasan ini.

Konklusi

Saat ini, pertumbuhan penggunaan AMP meningkat dari hari ke hari. Hal ini juga berarti mempengaruhi pengalaman pengguna saat beserlancar ke dunia internet.

Bisa saja, dalam beberapa waktu ke depan, pengguna akan lebih senang mengklik blog yang menggunakan AMP karena lebih cepat di akses daripada blog yang tidak.

Menggunakan AMP atau tidak itu hak setiap pemilik situs web. Semua itu diserahkan ke tangan masing-masing.

Tapi menurut saya pribadi, banyak keunggulan AMP dibanding kelemahannya. Dan saya sendiri merasakanya. Nah demikian artikel tentang keuntungan dan kekurangan menggunakan AMP. Semoga artikel ini bermanfaat ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *