4 Kapal Belanda Yang Pertama Kali Berlabuh Di Nusantara

8 Likes Comment
kapal pertama dari belanda

Dari berbagai penelusuran sejarah, diketahui ada 4 kapal Belanda yang pertama kali berlabuh di Nusantara

Penyebutan nusantara ini merujuk pada gugusan pulau yang membentang dari wilayah Papua sampai ke Sumatera yang kelak menjadi daerah administratif Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI].

Perjalanan pertama Belanda ke Nusantara merupakan sebuah ekspedisi panjang yang dilakukan sejak tahun 1594.

Berdasarkan catatan ekspedisi yang ditulis oleh Goorge Masselman dan diterbitkan pada tahun 1963 dengan judul The Cradle of Colonialisme, diketahui ekspedisi ini dimulai pada tahun 1595-1597.

Ada juga buku lain yang mengangkat tentang perjalanan pertama Belanda ke Nusantara seperti buku Nathaniel’s Nutmeg or, The True and Incredible Andventures of the Speice trader Who Changed the Course of History yang ditulis oleh Milton Giles pada tahun 1999.

Sebagian besar buku ini mengangkat tentang perjalanan pertama Belanda ke Nusantara (Indonesia) yang didalamnya menyebutan tahun pertama perjalanan.

Disebutkan juga ekspedisi ini amat Penting sebagai sebuah pembukaan Jalur Perdagangan rempah-rempah dengan masyarakat Asia.

Akibat jalur perdagangan ini maka terbentuklah perusahaan Hindia timur dan menandai akhir dari dominasi Portugis di sebagian besar wilayah Nusantara.

4 Kapal Belanda Yang Pertama Kali Berlabuh Di Nusantara

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 4 kapal pertama dari Belanda yang berlabuh d Indonesia. Kapal apa saja itu? Berikut daftarnya untuk anda.

1. Kapal Holandia

kapal pertama dari belanda
via historia.id

Kapal ini memiliki kapasitas 460 ton berjenis spiegelretourschip atau kapal besar yang digunakan untuk touring atau perjalanan jarak jauh.

Ini adalah kapal pertama dari Belanda yang berlabuh di Indonesia. Kapal ini dibuat di Amsterdam pada tahun 1594.

Pelayaran pertama Holandia dilakukan setahun setelahnya atau tepat pada tahun 1595. Kapal ini memiliki andil besar untuk pelayaran pertama Belanda di Samudera Hindia dan menjadi penghubung Compangnie van Verre atau Perserikatan Dagang Jauh.

2. Kapal Amsterdam

kapal pertama dari belanda
via bungkul.com

Sesuai namanya, kapal ini dibuat di Amsterdam dan menjadi kapal kedua dari Belanda yang berlabuh di Indonesia. Kapal ini dibuat pada tahun 1594 dengan kapasitas 260 ton.

Baca Juga : Daftar Situs Penyedia Gambar Gratis

Kapal ini merupakan jenis kapal Galleon atau kapal perang. Pelayaran pertama kapal Amsterdam dilakukan setahun setelahnya atau pada tahun 1595.

Pada tanggal 11 Januari 1597 kapal Amsterdam ini terbakar di Pulau Bawean, yang jaraknya sekitar 120km dari Gresik, Jawa Timur.

3. Kapal Muritius

kapal pertama dari belanda
via bungwirno.my.id

Kapal ini merupakan kapal berjenis spiegelretourschip atau kapal besar yang dapat digunakan untuk melakukan perjalanan jarak jauh.

Baca Juga : 5 Suku Paling Kuat di Dunia

Muritius dibuat di Amsterdam dengan bobot sebesar 460 ton dan mulai melakukan perjalanan ke Nusantara pada tahun 1595 dibawah kendali Cornelis de Houtman.

Kapal Muritius menjadi salah satu kapal yang tergabung dalam pelayaran kedua Oude Compagnie van Verre yang dilakukan pada tahun 1598.

4. Kapal Duifje

kapal pertama dari belanda
via sejarah-nusantara.anri.go.id

Ini adalah kapal jenis pemburu dengan berat 50 ton dan dibuat di Amsterdam pada tahun 1594. Kapal ini dapat diisi oleh 20 kru dan dilengkapi dengan 10 meriam.

Kapal Duifje memulai pelayaran pertama ke Nusantara pada tahun 1595 dan dinahkodai oleh Simon Lambertsz.

Kapal Duifje ini menjadi salah satu kapal yang tergabung dari pelayaran kedua Oude Compagnie van Verre pada tahun 1598.

Penutup

Nah demikian artikel tentang 4 kapal Belanda yang pertama kali berlabuh di Indonesia. Catatan sejarah ini sangat berharga dan perlu di ketahui oleh banyak orang.

Jika artikel ini bermanfaat silahkan Share agar orang lain juga tahu apa yang sedang anda baca. Semoga bermanfaat. ~

Catatan: Semua gambar bukanlah gambar sebenarnya melainkan hasil ilustrasi yang dirangkum dari berbagai sumber.

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *