Daftar Isyarat Marshalling Pada Pilot Yang Berlaku Dalam Dunia Penerbangan

2 Likes Comment
Isyarat Marshalling

Isyarat Marshalling – Pada artikel sebelumnya, sudah dibahas tentang Ketentuan Keselamatan Marshalling Dalam Penerbangan, yang merupakan standar operasi penerbangan.

Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, kali ini akan dibahas tentang isyarat-isyarat Marshalling dalam dunia penerbangan.

Mungkin, beberapa dari anda yang sering bepergian menggunakan pesawat terbang pasti pernah melihat pemandu pesawat terbang.

Yang menggunakan rompi berwarna cerah lalu memandu pesawat untuk ke tempat parkir, ke lokasi lepas landas dan lain sebagainya.

Perlu diketahui, saat memandu, mereka juga akan menggunakan bahasa-bahasa Isyarat khusus. Bahasa ini merupakan satu-satunya komunikasi dengan Pilot.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis dan Penemu Kamera

Untuk menghindari kemungkinan keragu-raguan dalam memberi isyarat atau marshalling untuk pesawat udara, serta untuk menjamin keseragaman tanda-tanda yang diperlukan oleh marshaller.

Juga, perlu diingatkan bahwa semua isyarat atau tanda-tanda ini berlaku secara internasional, sebagaimana diatur dan dijelaskan pada CASR part 37 appenoix 37 A5.

Daftar Isyarat marshalling paling umum dalam penerbangan

Nah berikut disajikan daftar isyarat marshalling yang paling umum dalam dunia penerbangan. Isyarat-isyarat ini juga kadang memiliki perbedaan, namun tidak terlalu mencolok.

Oh iya, daftar isyarat ini juga yang berlaku secara internasional. Kalaupun ada perbedaan dalam isyarat marshalling, biasanya disesuaikan dengan peraturan negara penerbangan dari wilayah setempat.

Dari pilot pesawat kepada juru pesawat

Berarti, isyarat-isyarat ini diberikan dari dalam kokpit pesawat oleh Pilot kepada juru pesawat atau marshaller.

1. Tanda-tanda isyarat ini dibuat untuk dipakai oleh pilot yang berada didalam cockpit pesawat

Dalam memberikan aba-aba tangan yang akan dilihat oleh juru isyarat serta cukup jelas sebagai yang diperlukan oleh juru isyarat

2. Pemberian nomor engine pesawat

Nomor engine pesawat dimulai dari arah kanan ke kiri dengan juru isyarat berdiri menghadap ke pesawat. [Misalnya, engine nomor 1. Ialah engine yang terpasang disebelah kiri paling luar]

3. Rem

Pemberian isyarat adalah dengan memperlihatkan telapak tangan dikepalkan atau jari-jarinya dibuka

  • Mengangkat lengan dan tangan, dengan jari-jari dibuka di depan maka secara horizontal, kemudian telapak tangan dikepalkan
  • Angkat lengan dengan telapak tangan dikepalkan didepan muka secara horizontal, kemudian jari-jarinya dibuka.
4. Wheel chock

Untuk wheel chock ini sendiri terdiri dari beberapa bagian, yakni

a. Pasang wheel chock

Angkat lengan ke atas dengan telapak tangan mengarah ke bagian luar. Gerakan tangan ke dalam memotong didepan muka

b. Melepas

Tangan memotong di depan muka dan telapak tangan mengarah ke luar, kemudian gerakan lengan ke luar

c. Siap untuk menstart engine [mesin]

Acungkan jari-jari sesuai dengan nomor yang diinginkan dengan tangan sebelah untuk menunjukan nomor engine yang akan di start. Untuk lebih jelas tentang isyarat pilot dari dalam kokpit, silahkan baca artikel saya sebelumnya disini.

Seorang juru isyarat kepada saat pesawat di Appron:

Gerakan-gerakan isyarat diciptakan untuk dipergunakan oleh juru isyarat sambil menghadap ke pesawat, dengan mengambil posisi di depan ujung sebelah kiri [LH Wing tip] dan dapat terlihat oleh cockpit [pilot in comment].

Gerakan isyarat tersebut mempunyai arti yang sama meskipun mempergunakan battery [flash light], bat atau obor.

Jenis-jenis isyarat marshalling

Disisi lain, ada juga beberapa jenis-jenis isyarat marshaling yang paling umum. Jenis ini juga sudah berlaku secara internasional. Berikut diantaranya:

1. Ikuti petunjuk berikut dari juru isyarat

Isyarat Marshalling

Juru isyarat memberi petunjuk kepada pilot, bila keadaan di lapangan memerlukan tindakan ini

2. Ikuti jalur ini

isyarat Marshalling

Kedua lengan lurus di atas kepala dan kedua telapak tangan mengarah ke dalam

3. Ikuti petunjuk-petunjuk dari juru isyarat berikutnya

Isyarat Marshalling

Lengan kanan atau kiri ke bawah, lengan lainnya digerakkan melintang di depan badan sambil menunjuk ke arah juru isyarat berikutnya

4. Maju lurus

Isyarat marshalling

Kedua lengan agak ke samping, kedua telapak tangan mengarah ke belakang, dan gerakan berulang-ulang ke atas, ke belakang setinggi pundak.

5. Belok

Pada posisi belok, terdapat beberapa isyarat yang dilakukan marshaller umumnya. Antara lain:

a. Belok kiri

Isyarat marshaller

Lengan kanan ke bawah, gerakan lengan kiri ke depan dan ke belakang berulang-ulang

b. Belok ke arah kanan

Isyarat marshaller

Lengan kiri ke bawah, gerakan lengan kanan ke depan ke belakang berulang-ulang. Kecepatan gerakan lengan menunjukan besarnya gerakan putar atau belokan.

6. Berhenti normal

isyarat marshaller

Kedua lengan digerakkan menyilang berulang-ulang diatas kepala. Kecepatan gerakan lengan agar disesuaikan dengan kebutuhan menghentikan pesawat. Semakin cepat gerakan lengan semakin cepat pula pesawat berhenti.

7. Berhenti darurat

Isyarat marshaller

Marshaller akan mengangkat tangan ke atas kepala sambil menyilangkan tongkat. Ini menandakan bahwa pesawat harus berhenti.

8. Brakes

Brakes bertujuan untuk memberi aba-aba untuk rem. Pada brakes ini sendiri terdapat dua jenis isyarat antara lain:

a. Pasang rem

Isyarat marshalling

Angkat lengan dan tangan horizontal didepan badan sambil jari-jari dibuka kemudian jari-jari tangan dikepalkan.

b. Melepas rem

Isyarat marshalling

Angkat lengan dengan jari-jari mengepal secara horizontal di depan badan kemudian jari-jari tangan di buka.

9. Chocks

Sama seperti posisi brakers diatas, pada posisi chocks juga terdapat dua jenis isyarat yang disesuaikan oleh marshaller. Antara lain:

a. Pasang chocks

isyarat marshalling

Kedua lengan ke bawah, ke dua telapak tangan mengarah ke belakang, gerakan ke dua lengan dari samping ke dalam.

b. Lepas chocks

Isyarat marshalling

Kedua lengan ke bawah, kedua telapak lengan mengarah ke depan, gerakan ke dua lengan dari dalam ke samping.

10. Start engine[s]

isyarat marshalling

Tangan kanan digerakkan berputar setinggi kepala, sambil tangan kiri menunjuk ke arah engine yang akan diputar

11. Mematikan engine

Isyarat marshalling

Lengan lurus setinggi pundak, telapak tangan menghadang ke bawah, lalu gerakan tangan ke samping, memotong tenggorokan.

12. Jalan perlahan

Isyarat marshalling

Kedua lengan ke bawah, kedua telapak tangan menghadap ke tangan. Gerakan secara naik turun beberapa kali.

13. Kurangi putaran engine disisi yang ditunjukkan

Isyarat marshalling

Kedua lengan ke bawah dengan kedua telapak tangan menghadap ke tanah, lalu tangan kanan atau kiri digerakkan ke atas atau ke bawah menunjukan apakah putaran engine kiri atau kanan yang harus diturunkan.

14. Mundur

Isyarat Marshalling

Kedua lengan disamping, kedua telapak tangan menghadap ke depan. Gerakan kedua lengan berulang-ulang ke atas atau ke depan setinggi pundak.

15. Belok sambil mundur

Untuk berbelok, terdapat dua jenis isyarat yang akan diberikan oleh marshaller, antara lain:

a. Ekor pesawat agar ke kanan

Isyarat marshaller

Lengan kiri menunjuk ke bawah dan gerakan lengan kanan dari posisi vertikal di atas kepala ke arah depan horizontal secara berulang-ulang

b. Ekor pesawat agar ke kiri

isyarat marshaller

Lengan kanan menunjuk ke bawah dan gerakan lengan kiri dari posisi vertial di atas kepala ke arah depan horizontal secara berulang-ulang

16. All clear

isyarat marshaller

Siku kanan ditekuk dan lengan kanan tegak lurus ke atas sambil mengacungkan ibu jari. Berarti, semua panduan sudah selesai dan pesawat sudah bisa menurunkan penumpang.

Penutup

Peran marshaller sangat penting dalam penerbangan. Peran mereka tidak sebatas untuk memandu pesawat, tetapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti misalnya tabrakan, kecelakaan dan lain sebagainya. Nah demikian artikel tentang isyarat-isyarat marshaller dalam pesawat terbang. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *