Geologi: Pengertian Dan Cabang-Cabangnya

2 Likes Comment
pengertian geologi

Ilmu Geologi memilik daya tarik tersendiri sehingga banyak orang yang ingin mempelajarinya. Mulai dari peluang kerja yang besar, gaji yang diterima hingga aktivitasnya yang cenderung berada di luar ruangan.

Tetapi sebenarnya, ilmu geologi jauh lebih kompleks dari yang anda tahu atau yang anda lihat. yang berarti geologi tidak saja mempelajari lahar cair, air terjun, ngarai, puncak gunung es atau mungkin letusan gunung berapi.

Geologi juga berusaha mengupas tentang isi perut bumi, mempelajari hal apa yang mendorong proses permukaan dan fitur lain dari planet ini.

Semua dilakukan semata-mata untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa bumi memiliiki menda magnet, mengapa ada lapisan-lapisan material yang terletak dibawah permukaan, mengapa ada mantel bumi dan seterusnya.

Pertanyaan-pertanyaan ini juga tidak ditujukan di darat tetap juga dilaut. Hal ini wajar karena lebih dari 70 persen permukaan bumi tertutup oleh lautan.

Baca Juga : Ini Tsunami Terbesar Di Dunia

Bahkan lebih jauh lagi, bebrapa Geolog juga melihat ke langit dan bertanya-tanya tentang apa yang ada di luar bumi.

Kenyataan-kenyataan seperti inilah yang membuat Ilmu Geologi terus berkembang hinga kini dan menjadi salah satu ilmu dengan cabang yang cukup banyak.

Pada akhirnya, para geolog yang berhasil mendapatkan jawaban dari rentetan pertanyaan itu akan menjai pelopor sekaligus ahli.

Yang berkontribusi dalam kehidupan manusia karena telah berhasil membawa ilmu geologi seperti yang ada sekarang ini sehingga dapat dipelajari oleh mahasiswa di ruang kuliah atau oleh orang lain lewat buku-buku.

Pengertian Geologi

Dalam arti luas, Geologi adalah sebuah studi tentang bumi termasuk didalamnya studi tentang interor dan permukaan luar bumi dan juga bebatuan serta material lain. Lebih jauh lagi, Geologi juga berupaya mempelajari proses pembentukan bumi dan material-material tersebut.

Singkatnya, Geologi adalah suatu ilmu yang membutuhkan penalaran deduktif dan metode ilmiah untuk memahami masalah-masalah geologis.

Geologi dapat disebut juga sebagai suatu ilmu yang terintegrasi dengan sebagian besar ilmu lainnya karena pemahaman dan penerapan dari ilmu lain seling dilibatkan,

Mulai dari fisika, kimia, biologi, matematika, astronomi dan lain sebagainya. Namun tidak seperti kebanyakan ilmu lain, Geologi memiliki dimensi ekstra penelitian yakni perhitungan masa lampau dari sejak bumi terbentuk.

Ahli geologi akan mempelajari bukti yang mereka lihat dengan kepala sendiri lalu mengamati proses yang terjadi selama ribuan tahun, jutaan dan bahkan milyaran tahun di masa lalu.

Baca Juga : Ancaman Dan Bahaya Geologi di Indonesia

Proses pengamatan seperti ini berlangsung lambat. Karena, perkembangan yang terjadi mungkin hanya berukuran satu milimter atau satu senitmeter per tahun.

Namun karena jumlah waktu yang tersedia sifatnya tak terbatas maka ia bisa menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat, dipegang dan diamati.

Geologi juga akan berusaha mempelajari objek dalam skala besar seperti gunung-gunung, danau, ngarai dan juga danau.

Sebagai contoh, jika yang diamati dan diteliti adalah gunung maka akan dipelajari proses pembentukannya. Misalnya, jika yang diamati itu gunung Krakatau maka proses penelitian melibatkan berbagai aspek dan ilmu lain.

Atau mungkin gunung-gunung lain di luar Indonesia seperti misalnya Gunung Rocky di Kanada. Sehingga ahli geolog bisa menyimpulkan mengapa gunung tersebut bisa berbentuk gunung.

Sebagai informasi, batuan yang tedapat dari pengunungan Rocky terbentuk dari air laut selama lebih dari 500 juta tahun yang lalu.

Beberapa ratus juta tahun kemudian, lapisan-lapisan yang membentuk gunung tersebut akan terdorong ke arah timur beberapa ratus kilometer akibat konvergensi lempeng tektonik dan juga akan didorong hingga ribuan meter diatas permukaan laut. Sehingga dengan kata lain, gunung ini akan terus bertambah tinggi seiring waktu.

Dua juta tahun terakhir, daerah di sekitar Pegunungan Rocky, akan mengalami degradasi dan erosi dari gletser yang ada dibagian atasnya.

Semua ini hanyalah contoh bagaimana seorang geolog bekerja, mempelajari, menganalisa lalu mengambil kesimpulan.

Lebih jauh lagi, geologi juga berusaha memahami evolusi kehidupan di bumi, tentang bagaimana manusia menemukan sumber daya seperti logam dan energi, tentang mengenali dan meminimalkan dampak lingkungan dari penggunaan sumber daya yang dimaksud.

Dan juga tentang bagaimana cara mengurangi bahaya yang terkait dengan gempa bumi, letusan gunung berapi dan banjir. Semua aspek ini akan dibahas dalam artikel kali ini.

Cabang-cabang dalam Geologi

Seperti yang disebut dibagian atas, ada banyak sekali vaietas geologi. Hal ini disebabkan karena ada begitu banyak hal yang perlu diketahui oleh manusia tentang tempat tinggalnya yakni bumi.

Sehingga, kebanyakan ahli geologi harus fokus pada satu bidang saja. Spesialisasi ini kemudian dikenal sebagai cabang dalam ilmu geologi.

Sebagai contoh, seorang ahli mineral akan mempelajari tenang mineral semetara seismolog akan memonitor gempa bumi untuk memberi tahu kepada orang lain untuk menyelamatkan diri sekaligus melindungi harta bendanya yang paling berharga.

Misalnya juga, seorang vulkanologis harus berani mendekat ke lava untuk mempelajari gunung berapi. Sementara, ahli geologi lain akan berusaha membandingkan geologi dari planet lain dengan bumi. Profesi ini dikenal sebagai geologi planet.

Beberapa ahli geologi juga mempelajari bulan. Yang lain berusaha mencari minyak bumi. Yang lain khusus mempalajari tentang tanah dan botani, yang lain berusaha mencari tahu umur batuan dan menentukan berapa lama batuan tersebut terbentuk.

Ahli geologi juga akan mempelajari sungai dan danau, air bawah tanah yang ditemukan diatara partikel tanah dan batu atau bahkan air yang membeku di gletser.

Baca Juga : Cara Mengukur Kekuatan Gempa

Untuk mendukung kinerja tersebut, ahli geologi biasanya membutuhkan bantuan dari seorang ahli geograf untuk mengeksplorasi fitur permukaan bumi dengan kartografer atau untuk membuat peta.

Dan dengan demikian, mereka juga bisa mempelajari lapisan-lapisan batu dibawah permukaan bumi yang membantu manusia memahami mengenai sejarah planet bumi.

Karena semua cabang itu saling terhubung, biasanya ahli atau spesialisasi akan bekerja sama untuk menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan rumit tersebut.

Lalu apa saja cabang-cabang dalam ilmu geologi? Ada beberapa cabang. Berikut disajikan daftarnya :

1. Geokimia

Geokimia adalah sebuah studi tentang proses kimia yang membentuk bumi. Studi ini juga mempelajari siklus materi dan energi yang mengangkut komponen kimia bumi dan interaksi siklus dengan hidrosfer dan atmosfer.

Ilmu ini termasuk dalam subbidang kimia anorganik, yang berkaitan dengan siat-sifat semua elemen dalam tabel periodik dan senyawananya.

Kimia anorganik pada dasarnya berusaha menyelidiki karakteristik zat yang tidak organik seperti benda mati dan mineral yang ditemukan pada kerak bumi.

2. Ilmu Samudera

Ilmu samudera atau yang lazim disebut Oseanografi adalah studi tentang komposisi dan gerakan kolom air serta proses yang menciptakan gerakan tersebut.

Proses-proses oseanografi utama yang mempengaruhi perairan landas kontinen termasuk gelombang pasang surut, angin serta arus laut lainnya.

Memahami oseanografi, perairan rak dan pengaruhnya terhadap dinamika dasar laut, berkontribusi pada ilmu sebagai berikut :

  • Penilaian infrastruktur produksi minyak lepas pantai
  • Pemetaan dan karakterisasi dasar laut untuk pengelolaan lingkungan
  • Penelitan surrogacy biodiversitas laut
  • Penelitian tentang potensi energi terbarukan
3. Paleontologi

Ahli paleontologi lebih tertarik untuk mempelajari fosil dan bagaimana organisme purba itu hidup. Paleontologi adalah sebauh studi dalam geologi yang lebih fokus pada fosil, yang secara tidak langsung berusaha mempelajari sejarah planet bumi.

Dalam lingkungan laut, mikrofosil yang terkumpul di dalam lapisan inti sedimen juga menjadi sumber informasi yang kaya tentang sejarah dan lingkungan suatu wilayah di masa lampau.

4. Sedimentologi

Sedimentologi adalah studi tentang butiran sedimen di laut dan deposit lainnya dengan fokus pada sifat fisik dan proses yang membentuk deposit.

Endapan adalah proses geologis dimana bahan geologis ditambahkan ke bentuk lahan. Sifat-sifat ini termasuk:

  • Ukuran dan bentuk butiran sedimen
  • Tingkat pemilahan
  • Komposisi butir dalam deposit
  • Struktur sedimen

Properti ini secara bersamaan akan memberikan informasi tentang mekanisme yang aktif selama pengangkutan dan pengendapan sedimen yang memungkinkan penafisran kondisi lingkungan yang sehinga menghasilkan endapan baik dalam pengaturan modern atau dalam catatan geolgois.

Cabang tambahan ilmu geologi

Seklain cabang-cabang diatas, ada beberapa cabang tambahan dalam dunia geologi. Cabang-cabang ini termasuk dalam ilmu terapan geologi, antara lain:

a. Ekologi bentik

Ekologi bentik adalah studi tentang makluk hidup didasar laut dan bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

b. Biostratigrafi

Ilmu ini adalah cabang startigrafi yang menggunakan fosil untuk menentukan usia relatif batu dan menghubungkan suksesi batuan sedimen didalam dan di antara cekungan pengendapan.

c. Geokronologi

Geokronologi adalah dispilin ilmu geosains yang berusaha mengukur usia bahan bumi dan menyediakan kerja sementara dimana data geosains lainnya dapat ditafsirkan dalam konteks sejarah bumi.

d. Geofisika

Ahli geofisika akan menyiapkan informasi yang berkaitan dengan berbagai teknik geologi mulai dari elektromagnetik udara, gravitasi, magnet, magnetotulerik, radiometrik, sifat batuan dan gelombang seismik.

e. Geokimia laut

Geokimia laut adalah ilmu yang digunakan untuk memahami tentang komposisi air dan sedimen yang terdapat di pesisir laut.

f. Geofisika kelautan

Geofisika kelautan adalah disiplin ilmu yang menggunakan pengamatan kuantitiatif tetnang sifat fisik laut guna penelitian geologi dasar laut.

g. Survey kelautan

Lingkungan survei bervariasi dari studi oseanografi di kolom air hingga investigasi proses sedimen dan geokimia dasar laut termasuk didalamnya pencitaraan batuan sub-dasar laut.

Baca Juga : Jenis-Jenis Batuan Sedimen Yang Terdapat di Muka Bumi

Survei kelautan dilakukan diseluruh yuridiksi laut, termasuk di muara pantai dan teluk, melintasi landas kontenen dan lereng hingga dataran abyssal yang dalam.

h. Geologi Spektral

Geologi spektral adalah pengukuran dan analisis bagian-bagian dari spektrum elektromagnetik untuk mengidentifikasi fitur yang berbeda secara spektral dan signifikan dari segi fisik batuan dan bahan permukaan tanah, mineralogi dan proses pembentukannya.

Penutup

Di Indonesia sendiri, saat ini ada banyak sekali universitas yang membuka jurusan Geologi. Potensi kerja jurusan ini cukup besar.

Jika anda hendak mengambil jurusan geologi, baiknya dari sekarang anda memilih spesifikasi apa yang ingin diambil.

Hal ini agar bertujuan agar anda bisa mengambil ancang-ancang dimana akan bekerja nantinya. Demikian artikel tentang pengertian geologi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *