Ingin Page one di Google? Terapkan Fungsi Readibilitas

2 Likes Comment
Fungsi Readibilitas

Jarang sekali orang yang membahas tentang Fungsi Readibilitas Dalam SEO, padahal ini sangat penting untuk menunjang kinerja SEO menjadi lebih baik lagi.

Selama ini yang dibahas terus-terusan hanyalah soal bagaimana menargetkan kata kunci, kepadatan kata kunci, dan mungkin juga soal optimasi gambar, dalam hal ini alt dan title text.

Bagi pengguna WordPress, jika menggunakan plugin Yoast SEO, Fungsi Readibilitas ini sangat dilakukan karena sudah tersedia didalamnya. Namun, bagi pengguna Blogger, banyak yang tidak memahaminya dan tidak menerapaknnya.

Salah satu alasannya karena blogger tidak mendukung fasilitas plugin seperti di WordPress sehingga banyak yang tidak mengetahuinya.

Nah dalam artikel ini saya ingin membahas tentang fungsi Readiblitas ini. Supaya anda bisa memahami dan menerapkannya terutama bagi pengguna Blogger yang notabene tidak didukung oleh fasilitas plugin macam Yoast SEO ini.

Apa itu fungsi Readiblitas?

Fungsi readiblitas adalah fungsi keterbacaan. Fungsi ini memungkinkan pengguna dan mesin telusur agar meningkatkan nilai optimasi di mesin pencari.

Selain itu, fungsi ini membantu para pengguna untuk membaca dengan nyaman tanpa terganggu dengan teks yang terlalu panjang [tidak disertai subheading] sehingga topik pembahasan tidak begitu terstruktur.

Google menggunakan elemen ini dalam logaritmanya guna meningkatkan masalah UX [user experience] yang selama ini diremehkan oleh para blogger dan juga pemilik situs web.

Baca Juga : Keuntungan Menggunakan Domain .id

Intinya, fungsi readiblitas [tingkat keterbacaan] membantu pengguna memahami apa yang sedang ia baca [berupa teks] dengan cepat, mudah dan mampu diingat. Kira-kira begitu.

Lalu bagaimana menerapkan fungsi readiblitas dalam SEO? Berikut ada beberapa cara untuk menerapkannnya.

3 Cara menerapkan nilai readiblitas untuk SEO

Dalam artikel ini saya hanya menekankan pada 3 poin utama untuk menerapkan nilai readiblitas dalam SEO. 3 cara ini adalah cara paling mendasar sebelum akhirnya masuk dalam strategi penerapan keywords.

Maksudnya adalah, sebelum anda menerapakan strategi SEO [penargetakan kata kunci, kata kunci turunan dan juga pengoptimalan gambar terapkan dulu fungsi readiblitas ini]. Nah berikut 3 cara menerapkan nilai readiblitas untuk SEO.

1. Distribusi subjudul [heading]

Poin kunci : Menaruh Subheading setiap 300 kata atau kurang.

Setiap artikel yang anda buat, usahakan untuk menaruh satu sub heading untuk setiap 300 kata. Bagi pengguna Blogger subheading ini hanya terdiri dari 3 macam yakni heading, subheading dan minor heading. Sementara, bagi pengguna WordPress terdiri dari 6 subheading.

Baca Juga : 5 Kesalahan Paling Umum Dalam Menerapkan SEO

Semua subheding itu fungsinya sama, untuk memberikan sub judul terhadap topik yang dibahas. Usahakan, penempatan subheading itu tetap terstruktur dan tidak terlalu berlebihan.

Kalau artikel didalam blog anda itu mencapai 800 artikel, maka sebaiknya anda menempatkan 3 atau lebih subheading. Sesuaikan saja dengan panjang artikel.

Subheading ini berfungsi untuk membagi topik yang sedang dibahas sebelum akhirnya masuk ke dalam bagian konklusi [kesimpulan].

2. Distribusi Paragraf

Poin kunci : Distribusi paragraf tidak terlalu panjang. Usahakan, setiap satu paragraf [lebih dari 12-15 kata] sudah dibuat paragraf baru.

Coba perhatikan blog-blog mapan, sebut saja blog-blog seperti Panduanim, distribusi paragrafnya tak lebih dari 20%. Ini artinya, setiap paragraf dari mereka kurang dari 20 kata.

Menerapkan hal yang sama untuk blog anda membantu pembaca untuk lebih memahami apa yang anda bahas dan bicarakan dalam konten anda.

Mengapa distribusi paragraf itu penting? Begini, coba perhatikan sumber trafik blog anda? Apakah sebagian besar dari Dekstop atau Smartphone? Saya yakni, sebagian besarnya dari smartphone.

Baca Juga : Cara Mudah Menerapkan SEO di Postingan Blog

Nah sekarang, coba buka smarphone anda, dan buka blog yang distribusi paragrafnya panjang [setiap paragraf bisa terdiri dari 2-5 kalimat] sudah tentu membuat kita gak nyaman kan?

Nah itulah yang dimaksud dengan distribusi paragraf. Dalam hal SEO, Distribusi paragraf membantu pembaca agar lebih nyaman membaca blog anda.

Selain itu juga, fungsi ini akan membuat pengunjung lebih betah berlama-lama di blog anda. Karena mereka nyaman dana pa yang disajikan akan lebih mudah dipahami.

3. Panjang kalimat

Poin kunci : Usahakan panjang kalimat tak boleh lebih dari 20 kata.

Dalam KBBI, Kalimat diartikan sebagai kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan.

Dalam artian linguistik [ilmu tentang bahasa] kalimat berati satuan bahasa yang secara realtif berdiri sendiri, mempunya pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri dari klausa [satuan gramatikal yang mengandung predikat dan memiliki potensi untuk menjadi kalimat].

Dalam hal SEO, panjang kalimat berarti menekankan poin-poin kunci atau tambahan untuk topik yang sedang anda bahas [sesuai dengan keyword yang sudah ditargetkan].

Baca Juga : 8 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Migrasi Ke WordPress

Mengapa panjang kalimat itu begitu penting? Sekali lagi, kita kembali ke urusan kenyamanan membaca. Rata-rata minat baca orang Indo itu rendah [mereka lebih suka menonton audio visual macam Youtube dan juga TV].

Kecuali mereka tertarik dengan topik yang hendak di bahas, sehingga mereka lebih betah berlama-lama di blog anda. Nah jangan hancurkan rasa tertarik mereka itu dengan kalimat yang terlalu panjang.

Idealnya berapa sih? Ya sama seperti yang saya sebutkan diatas, usahakan tidak boleh lebih dari 20 kata. Kalau terpaksa [usahakan tidak lebih dari 30-50 kata].

Ini juga saya sebut sebagai distribusi kalimat. Distribusi kalimat yang baik akan meningkatkan bouncing rate blog anda.

4. Typografi

Poin kunci : Kesalahan kata [kesalahan penulisan kata atau judul].

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti salah satu pelatihan jurnalis, salah seorang jurnalis senior mengatakan begini, “usahakan agar judul yang anda buat itu tidak di mulai dengan kata.”

Tapi ini gak berlaku untuk pengotpimalan mesin telusur, karena pembaca akan lebih tertarik terhadap judul yang memiliki angka. Kecuali itu untuk koran.

Tapia da satu fungsi penting lain yang tidak boleh kita lupakan disini, yakni soal Typografi [kesalahan penulisan kata].

Baca Juga : Jenis-Jenis Format Gambar Yang Umum Digunakan

Satu atau dua kesalahan penulisan kata mungkin masih bisa di tolerir oleh pengunjung. Tapi kalau sudah lebih dari 10 maka mereka akan pindah ke blog lain yang dikelola lebih baik lagi. Tentu ini merugikan untuk blog anda.

Mengapa? Sebab, mereka pasti sulit untuk kembali ke blog anda, atau mengklik tautan di blog anda. Karena mereka merasa bahwa anda tidak mengelola konten anda dengan baik.

Nah karena itu, usahakan sebelum membuat postingan agar mengeditnya terlebih dahulu.

Ini penting!

Karena dari sini anda bisa mengedit semua elemen-elemen penting dalam hal fungsi readiblitas ini [termasuk poin yang nomor 4].

Maka jangan sesekali langsung posting saja, tetapi minimal untuk membacanya terlebih dahulu [atau setidaknya melihat-lihat terlebih dahulu blog anda].

Konklusi

Membuat pembaca betah berlama-lama di dalam blog anda [bouncing rate] adalah poin inti dari apa yang sedang kita bahas disini.

Bouncing rate yang baik akan menjadi sinyal bagi Google bahwa blog atau situs web anda bermanfaat bagi orang lain.

Membuat blog yang bermanfaat itu susah di jaman informasi ini. Oleh karena itu, jangan melulu fokus pada kata kunci [pengoptimalan].

Namun fokus juga pada bagian-bagian penting lain salah satunya adalah fungsi readiblitas atau fungsi keterbacaan ini.

You might like

About the Author: miminpaulipu

Seorang blogger pemula yang masih belajar meramu kata dan berusaha mengais makna kata yang ditulis~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *