Fisika: Pengertian Dan Perannya Dalam Kehidupan Manusia

5 Likes Comment
fisika

Beberapa orang menyebutnya dengan nama Fisika, yang lain menyebutnya dengan sains. Namun yang jelas, fisika dan sains saling berhubungan satu dengan yang lain.

Sains adalah ilmu pengetahuan yang dengan kategori didalamnya seperti Sains, Biologi dan sebagainya. Fisika berhubungan dengan struktur materi dan interaksi antar konsituen mendasar dari alam semesta yang bisa di amati dengan mata telanjang.

Asal kata Fisika

Fisika berasal dari bahasa Yunani, Physikos yang berarti keterkaitan dengan semua aspek alam pada tingkat mikroskopik dan submikroskopik.

Ruang lingkup penelitian fisika meliputi suatu objek termasuk sikap dan perilakunya seperti gravitasi, gelombang elektromagnetik dan juga nuklir.

Tujuannya untuk merumuskan prinsip-prinsip komprehensif yang dapat menjelaskan secara akurat dan ilmiah fenomena yang ada di alam.

Baca Juga : 10 Hal Ini Jadi Bukti Kalau Belajar Fisika Sangat Menyenangkan

Fisika disebut juga ilmu fisik dasar. Sampai hari ini, fisika dan filsafat alam digunakan secara bergantian dalam ilmu-ilmu umum seperti sains yang tujuannya dalam untuk menemukan dan merumuskan hukum alam.

Ketika ilmu-ilmu alam modern mulai berkembang dengan luar biasa, beberapa ilmu ikut terspesialisasi secara spesifik, fisika juga ambil bagian disitu tetapi tidak mengambil tempa pada ilmu-ilmu sains lain seperti astronomi, kimia, biologi, geologi dan ilmu sosial ataupun ilmu teknik lain.

Peran

Fisika memainkan peran penting dalam pemahaman mengenai alam. Sementara, akibat perkembangan yang terlalu luas, ilmu fisika juga mulai terspesialisasi menjadi beberapa cabang seperti astrofisika, geofisika, biofisika, dan piskofisik.

Fisika dapat, pada umumnya, didefinisikan sebagai ilmu tentang materi-materi alam semesta, gerak dan energi. Hukum fisika juga dapat di ekspresikan ke dalam hukum ekonomi, presisi dalam matematika dan sebagainya.

Baca Juga : 6 Hal Yang Menjadi Bukti Kalau Fisika Sudah Berkembang Pesat

Percobaan dan pengamatan terjadi pada kondisi yang dikendalikan oleh manusia berdasarkan teori, perumusan kerangka tertentu yang konseptual dan terpadu. Fisika juga memainkan peran penting dan saling melengkapi untuk kemajuan ilmu fisika.

Eksperimen fisik juga telah menghasilkan pengukuran, yang berhasil diprediksi berdasarkan teori. Sebuah teori dapat diandalkan untuk memprediksi hasil eksperimen yang dilakukan untuk mewujudkan ilmu-ilmu fisika lain.

Tujuan utama dari fisika adalah untuk menemukan seperangkat hukum yang mengatur materi, gerak dan energi pada jarak subatomik kecil (mikroskopis) dan pada skala kehidupan manusia (makroskopik) yang terjadi sehari-hari, hingga pada skala lebih besar seperti ekstragalaksi.

Meskipun secara nyata teori utama dari fisika belum terpadu untuk mencapai seperangkat hukum fisika fundamental namun sejauh ini fisika telah berhasil memainkan peran yang sangat besar besar pada manusia.

Baca Juga : 5 Misteri Terbesar Dalam Fisika Yang Berhasil di Ungkap

Sejak abad ke-20, fisika klasik telah mendapatkan tempat utama dalam masyarakat ketika berhasil menjelaskan gerakan-gerakan benda makroskopik secara perlahan bergerak hingga pada kecepatan cahaya. Pada saat itu, ilmu ini juga telah berhasil menjelaskan fenomena seperti panas, suara, listrik, magnet dan cahaya.

Hingga pada penjelasan lebih jauh lebih modern seperti teori relativitas, mekanika kuantum, dan juga telah berhasil memodifikasi hukum-hukum ini pada tingkat yang lebih tinggi termasuk juga benda-benda yang lebih besar serta unsur-unsur yang lebih kecil seperti proton, elektron dan neutron.

Referensi tambahan
1. Kecepatan cahaya

Kecepatan cahaya adalah satu keadaan dimana gelombang cahaya merambat melalui bahan-bahan yang berbeda. Secara khusus, kecepatan cahaya dalam ruang hampa di definisikan dengan ukuran kecepatan yang mencapai 299.792.458 meter per detik. Kecepatan cahaya dianggap sebagai konstanta alam yang sifatnya fundamental.

Makna kecepatan cahaya jauh lebih luar daripada peranannya yang menggambarkan properti gelombang elektromagnetik. Fungsi utamanya adalah untuk menggambarkan kecepatan yang dibatasi secara tunggal oleh alam semesta.

Selain itu, kecepatan cahaya telah menjadi batas kecepatan propagasi sinyal dan kecepatan semua partikel materi yang ada. Dalam teori relativitas Einstein, persamaan E=MC2 juga mengambil tempat pada model kecepatan cahaya dimana (C) berfungsi sebagai konstanta proporsionalitas yang terhubung dengan konsep massa (m) dan energi (E).

2. Panas

Panas adalah suatu energi yang ditransfer dari satu tubuh ke tubuh yang lain karena perbedaan suhu. Jika dua tubuh pada temperatur yang berbeda disatukan, energi yang akan ditransfer menjadi aliran panas yang membuat tubuh yang lebih panas menjadi lebih dingin.

Efek dari transfer energi ini adalah peningkatan atau penurunan suhu tertentu. Selain itu, suatu zat dapat menyerap panas tanpa peningkatan suhu seperti padat ke cair dari padat ke uap (sublimasi) dari cair ke uap (mendidih) atau dari suatu bentuk padat ke yang lain (biasanya disebut transisi Kristal).

Perbedaan panas dan suhu adalah bentuk energi dan ukuran jumlah energi yang hadir. Perbedaan ini telah diklarifikasi sejak abad ke-18.

3. Suara

Suara merupakan gangguan mekanis dari ketidakseimbangan yang menyebar melalui medium elastis. Definisi suara yang subjektif juga dimungkinkan, seperti yang dirasakan oleh telinga, tetapi definisi semacam itu tidak begitu jelas, karena itu hanya berguna ketika berbicara tentang suara yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia, seperti yang diproduksi peluit anjing atau peralatan sonar.

Suara merambat melalui udara atau medium lain menjadi satuan gelombang longitudinal dimana getaran mekanis terjadi sepanjang arah propagasi gelombang.

4. Listrik

Listrik adalah properti fundamental materi yang ditanggung oleh partikel-partikel dasar seperti elektron, yang membawa suatu muatan tertentu berdasarkan konversi tertentu pula. Listrik adalah manifestasi dari akumulasi gerakan elektron dalam jumlah tertentu.

5. Magnet

Magnet adalah suatu fenomena dimana medan timbul dalam banyak bentuk. Magnet dapat menjadi arus listrik dalam konduktor atau partikel yang bergerak melalui ruang atau juga merupakan gerakan elektrol dalam orbitral atom. Magnet juga terkait dengan partikel dasar seperti elektron yang mengadung properti spin.

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *