5 Cara Mengurangi Dengkuran Bayi Saat Tidur

16 Likes Comment
Cara Mengurangi Dengkuran Bayi Saat Tidur

Bayi tidur ngorok? Bunda bisa melakukan 5 cara dibawah ini untuk mengurangi dengkuran bayi saat tidur. 

Sebagian besar bayi biasanya akan melakukan hal-hal yang aneh dan menggemaskan saat tidur mulai dari tertawa, tersenyum, menangis dan hingga ngorok atau mendengkur.

Beberapa ibu mungkin khawatir melihat anaknya mendengkur saat tidur layaknya orang dewasa. Tapi Sebaiknya ibu tidak usah khawatir berlebihan.

Karena biasanya bayi yang ngorok saat tidur merupakan suatu keadaan yang normal. Bahkan, ini bisa menunjukan bahwa si kecil sedang tertidur pulas.

Penyebab bayi tidur mendengkur atau ngorok

Bayi mendengkur saat tidur sebenarnya adalah hal yang wajar dikarenakan siklus tidur yang dialami bayi.

Sebagai orang tua tentu saja ada rasa khawatir yang timbul terutama saat mendengar tambatan hati mendengkur layaknya orang dewasa.

Penyebab utama mengapa bayi mendengkur saat tidur biasanya dikarenakan sempitnya saluran udara yang terdapat pada hidung mereka. Dan keadaan akan berubah seiring bertambahnya usia.

Bayi baru lahir biasanya memiliki hidung yang memungkinkan terjadinya penjatahan gelembung. Karena itu, saat bernafas, udara akan melewati lendir dari dalam hidung sehingga membuat getaran yang pada akhirnya disebut dengkuran.

Saat mereka sudah tumbuh dewasa, saluran udara yang terdapat dalam hidung akan bertambah besar dan bayi biasanya akan belajar menelan air liur yang berlebihan didalam mulut yang membantu mengurangi suara dengkuran.

Jika ini terus terjadi pada bayi anda, ada beberapa cara yang dapat membantu mengurangi dengkuran bayi karena sebagian besar dengkuran itu disebabkan oleh jalan nafas yang terhambat saat tidur.

Cara mengurangi dengkuran bayi saat tidur

Setelah mengetahui apa penyebabnya, sekarang ibu bisa mengikuti berbagai metode dibawah ini untuk mengurangi dengkuran pada bayi.

Berikut disajikan 5 cara mengurangi dengkuran bayi. Apa saja itu? Berikut daftarnya:

1. Bersihkan hidung bayi

Tips yang pertama dan paling mudah adalah dengan membersihkan hidung bayi dan ini dapat dilakukan di rumah.

Saat membersihkan hidung si kecil, ada baiknya bunda dibersihkan dengan lembut dan hati-hati. Untuk membantu pembersihan hidung bayi anda bisa menggunakan cairan tertentu.

Untuk cairan ini ada baiknya untuk menghubungi langsung ke dokter atau apotek terdekat. Atau jika anda ragu-ragu, anda bisa menggunakan aspirator hidung yang bisa membantu membersihkan hidung bayi dan pada akhirnya akan membantu mengurangi suara dengkuran si kecil.

2. Mandi dengan air hangat

Selain cara diatas, Ibu juga bisa mengurangi suara dengkuran bayi dengan cara memandikannya dengan air hangat.

Ibu bisa memandikannya sebelum tidur atau saat malam hari dan biarkan sejenak si kecil menikmati air hangat tersebut selama beberapa saat agar tubuhnya lebih nyaman.

3. Bersihkan debu

Rute hidung bayi biasanya tersumbat karena debu atau alergi. Buang karpet, mainan, atau apapun yang ada di dekat bayi yang kemungkinan terdapat debu didalamnya.

Kemudian pindahkan bayi pada tempat tidur yang nyaman dan berbulu seperti karpet kulit kucing dan lain sebagainya yang membantu mencegah debu masuk ke hidung bayi.

4. Bersihkan AC atau kipas angin yang digunakan

Jika bayi tidur dengan AC atau kipas angin, anda harus memastikan keduanya dibersihkan dengan benar untuk menghilangkan debu yang menempel.

Cara ini juga untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan sekaligus membantu mengurangi dengkuran bayi karena debu dan kotoran dalam ruangan.

5. Ubah posisi tidur bayi

Salah satu penyebab dengkuran bayi juga adalah posisi tidurnya. Beberapa bayi cenderung mendengkur ketika mereka tidur larut malam. Karena itu, ibu harus memastikan buah hatinya itu tidur berbaring guna menghindari masalah ini.

Untuk hasil yang lebih baik ada baiknya anda membersihkan ruangan secara berkala dan mengupayakan kebersihan bayi terutama baju yang dikenakan, tempatnya bermain dan makanannya yang harus steril dari debu.

Penutup

Seperti yang sudah disebutkan diatas, ibu tidak usah khawatir berlebihan jika si kecil mendengkur atau ngorok saat tidur.

Biasanya juga, kondisi ini akan dialami oleh si kecil pada minggu-minggu awal kelahiran. Namun, apabila bayi ngorok disertai beberapa kondisi seperti sesak nafas, bibir dan kulit si kecil kebiruan, wajah tampak pucat, demam, sehingga membuatnya sulit makan atau minum, ada baiknya Bunda langsung berkonstultasi ke dokter anak terdekat.

Demikian artikel tentang 5 Cara Yang Dapat Mengatasi Bayi Mendengkur. Semoga artikel ini bermanfaat.

Referensi:
  • Cleveland Clinic (2018). Does Your Child Snore? 5 Signs of Trouble.
  • Hoecker, J. Mayo Clinic (2016). When should I use a cool-mist humidifier versus a warm-mist humidifier for a child with a cold?
  • Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Deviated septum.
  • Baby Center (2016). Baby sleep habits: Snoring, sweating, head banging, and more.
  • Baby Center (2016). Sleep apnea in babies.
  • Fink, J. The Bump. Tonsillitis in Babies and Toddlers.
  • Toby, M. Healthline (2015). Why Is My Newborn Snoring?
  • Rhodes, M. Parenting. How to Soothe a Snoring Sweetie.
  • Sears, W. Parenting. Ask Dr. Sears: Baby Snoring.
  • Raising Children Network Australia (2015). Snoring.
  • https://www.alodokter.com/bayi-ngorok-kenali-risiko-serta-cara-mencegahnya

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *