Cara Buat Daftar Pustaka Terbaru Lengkap Dengan Contoh

12 Likes Comment
daftar pustaka

Sebenarnya, hampir setiap tulisan, baik ilmiah ataupun non-ilmiah, wajib menggunakan daftar pustaka.

Daftar pustaka adalah kumpulan daftar rujukan dari pemikiran orang lain yang berfungsi sebagai sumber untuk melengkapi tulisan yang ditulis seseorang.

Rasanya, jika menggunakan istilah pelengkap kurang pas. Karena, daftar pustaka memang wajib ada pada sebuah tulisan.

Tulisan itu bisa berupa Jurnal ilmiah, skripsi, laporan magang atau PKL, esai, artikel koran, artikel medis dan lain sebagainya.

Jika anda mahasiswa, sangat wajib mengetahui tata cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar, terlebih bagi anda yang akan memasuki masa-masa akhir studi.

Bukan hanya mahasiswa, siswa pun demikian, baik siswa SMA dan SMP yang biasanya diminta oleh guru untuk buat laporan atau makalah.

Begitu juga dengan dosen, peneliti, penulis freelance atau peneliti independen juga perlu tahu metodologi penulisan daftar referensi ini.

Secara umum, ada 5 poin inti daftar pustaka yang akan saya ulas dalam artikel ini, antara lain:

  1. Sebagian besar sumber rujukan alias daftar pustaka dalam artikel ini menggunakan buku. Jika anda menggunakan daftar pustaka dari internet, untuk keperluan laporan atau skripsi, silahkan disesuaikan saja.
  2. Daftar pustaka selalu dimulai dengan marga lebih dahulu dan diikuti dengan nama. Untuk penjelasan lebih lengkap, silahkan lihat dibawah artikel
  3. Setelah itu diikuti dengan tahun buku diterbitkan
  4. Penulisan daftar pustaka harus jelas
  5. Yang terakhir, jika daftar pustaka isinya panjang atau terdiri dari dua baris, ada baiknya anda menggunakan left-indent. Left-indent yang baik berukuran 1/5 cm atau setengah cm di ruler.

Jika anda menggunakan Microsoft Word, Ruler ini dapat diatur di bar atas. Apabila rulernya gak aktif, silahkan diaktifkan dengan cara buka Ms, Word> lalu klik View dan cari tulisan Ruler dan centang. Submenu ruler terletak di menu Show.

Tata cara penulisan daftar pustaka

Soal ini sebenarnya sudah saya singgung pada 5 poin diatas. Karena karena penjelasannya belum lengkap, maka akan saya ulas lebih lengkap lagi.

Sebagian besar daftar pustaka yang ditulis itu formatnya sama. Yang berbeda mungkin hanya penggunaan beberapa karakter dasar saja seperti koma [,], titik [.] atau huruf miring.

Disisi lain, penulisan daftar pustaka enggak boleh sembarangan karena punya format sendiri yang sudah diakui secara nasional.

Tata aturan penulisan daftar pustaka ini dimulai dengan nama marga, diikuti nama, setelah itu tahun buku diterbitkan, lalu diikuti dengan judul tulisan atau buku dan nama penerbit.

Agar lebih paham, berikut tata cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar:

a. Nama

Pada penulisan daftar pustaka, untuk nama sendiri diawali dengan nama belakang atau marga penulis. Terkadang juga, penulis tidak punya marga hanya menyertakan nama dan gelar.

Baca Juga : 5 Situs Tempat Jual Foto Terbaik Dengan Bayaran Tinggi

Untuk kondisi semacam ini, silahkan tulis nama seperti biasa diikuti dengan gelar. Sementara, apabila nama pengarang atau penulis yang menjadi sumber rujukan itu terdiri dari tiga atau empat kata, penulisannya juga sama.

Untuk penulisan nama pengarang yang terdiri dari 3 orang atau lebih, maka bisa diperpendek dengan penambahan dkk.

b. Tahun

Tahun merujuk pada tahun diterbitkannya buku, apabila sumber rujukan menggunakan buku. Bukan hanya buku, tetapi juga tulisan-tulisan lain baik dari eBook, artikel ilmiah dan lain sebagainya.

Terkadang juga, penulisan tahun ini dibuka dan di tutup dengan tanda kurung (). Ini oposional sih, tergantung dari jenis tulisan yang ditulis.

c. Judul buku

Judul buku atau judul tulisan adalah judul yang digunakan pada daftar pustaka. Tentu saja, setiap buku punya judul.

Dalam penulisan judul buku, biasanya di tulis italic untuk menunjukan secara lugas tentang sumber referensi judul buku atau tulisan.

e. URL situs

URL situs hanya berlaku apabila anda menggunakan internet sebagai sumber rujukan. Biasanya diikuti dengan tanggal akses.

Dengan kata lain, apabila anda menggunakan situs sebagai sumber rujukan, anda tidak perlu menggunakan nama penerbit dan tahun diterbitkannya tulisan tersebut.

Sebagai pengganti, anda bisa menuliskan tanggal akses situs tersebut. Oh iya, usahakan anda menyertakan URL situs secara lengkap.

f. Tempat dan nama penerbit

Jika sumber rujukan tulisan anda itu menggunakan buku maka disarankan untuk menyertakan tempat buku diterbitkan dan nama penerbit. Formatnya yakni tempat diterbitkan: nama penerbit.

Untuk memisahkan setiap poin diatas, biasanya digunakan tanda koma [,] untuk nama dan tanda titik [.] untuk setiap poin baru. Agar lebih jelas, silahkan lihat cara penulisannya dibawah ini.

Cara Buat Daftar Pustaka Terbaru

Nah, untuk anda yang ingin menulis daftar pustaka, berikut disajikan beberapa contoh penulisan daftar pustaka. Antara lain:

#1 Rujukan dari buku

Jika anda menggunakan sumber rujukan atau daftar pustaka dari buku, berikut contoh penulisannya:

  • Halim, Abdul. 2007. Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta : Salemba Empat.
  • Resmi, Sity. 2007. Perpajakan Teori dan Kasus. Jakarta : Salemba Empat
  • Yahya, Helma. 2019. Teori dan Hukum Akuntansi Publik. Surabaya : Media Arek
#2 Bagaimana jika sumber rujukan itu gak punya nama penulis atau pengarang?

Terkadang, dalam kondisi tertentu, anda terpaksa menggunakan sumber rujukan tanpa pengarang atau penulis.

Biasanya, buku-buku tanpa pengarang tersebut adalah buku-buku ilustrasi, komik, kartun dan tulisan-tulisan lain.

Jika anda mengalami keadaan seperti ini, maka anda bisa menuliskannya seperti contoh dibawah ini:

  • Anonim. 2009. Petunjuk Dan Pelaksanaan Pernikahan Adat. Banggai: Departemen Agama.
  • Depag. 2009. Petunjuk dan Pelaksanaan (Juklak) Pernikahan Adat. Banggai Kepulauan: Departemen Agama
  • _______. 2019. Kontemplasi Abad Pertengahan Dan Bangkitnya Ide Religius. Jakarta: Mercusuar
#3 Apabila menggunakan buku terjemahan sebagai daftar pustaka

Jika anda menggunakan buku-buku yang bukan berbahasa Indonesia tetapi sudah dialihbahasakan, berikut tata cara penulisannya:

  • Ilham, Satuardi (Penerjemah). 2009. Analisis Kontra Intelejen Saat Proklamasi. Jakarta : Bentang Niscaya
  • Sulaeman, Attora (Penerjemah). 2010. Konsep Negara Dalam Ekonomi Populis. Jakarta : Bintang Pustaka
  • Mardiasmo, Sutrisno. Penerjemah. 2018. Media-media pemersatu Bangsa. Bandung : Primamora Aksara

Terkadang juga, ada beberapa buku yang diterjemahkan tetapi judulnya sudah berbeda dengan judul yang asli.

Jika anda menggunakan sumber rujukan pada buku-buku semacam ini, berikut cara menulis daftar pustakanya:

  • _______. 2009. Telekomunikasi Ekonomi Indonesia Rempai II. Bandung : Media Satu
  • _______. 2010. Pengenalan Prinsip-Prinsip Ekonomi Bangsa Indonesia. Jakarta : Mardika Mulia
  • _______. 2011. Sejarah Terbentuknya Indonesia Modern. Manado : PT. Satu Aksara

Disisi lain, ada juga penulisan daftar pustaka dengan format yang berbeda. Format ini dapat dilihat pada contoh dibawah ini:

  • Dirdley F. 2005. Pembangunan Sosial. Tindilinting, P, penerjemah. Jakarta (ID): Triamedia. Terjemahan dari: Social Development
  • Markley, McDon. 2005. Konseling Dasar. Ariasno, penerjemah. Banggai Kepulauan (ID): Bentang Media. Terjemahan dari: The Conselor
  • Dirdley F. 2005. Strata Sosial Politik. Anggriawan, K, penerjemah. Bandung (ID): Trias Aksara. Terjemahan dari: Social Policy

Agar tidak bingung, anda bisa lihat katalog penerbitan bukunya. Apabila melibatkan nama penulis asli dan penerjemah, silahkan gunakan contoh yang terakhir.

Sementara, jika tidak melibatkan nama penulis asli dalam katalog anda bisa menggunakan contoh yang pertama.

#4 Untuk penulisan daftar pustaka dengan sumber majalah, koran atau media massa lain

Apabila anda menggunakan sumber rujukan dari majalah-majalah, tabloid, koran atau media cetak lain seperti buletin, berikut tata cara penulisannya:

Untuk majalah:
  • Primadona, Anastasya. 2011. Majalah. Menuju Indonesia Berdaulat Pangan. Jakarta: Majalah Hidup, No. 10 Tahun. 05 (Edisi 12 Februari-12 Maret 2011)
  • Petra, Rosa. 2017. Majalah. Konsep Negara Madani Ala Mahasiswa. Tondano: Majalah Margasiswa PMKRI Cabang Tondano, No. 12 Thn. 01. (13 Juli-13 Agustus 2011)
  • Asrian, P. 2019. Buletin. Cocokologi Dan Humor Zaman Modern. Manado : Buletin Cocokologi Grub, No. 1 Thn. 01. (13 April-13 Mei 2018)
Untuk koran:
  • Mardasi. 2017. Koran. Sibernatik Pendidikan Di Masa Depan, September 2006, dd, 45-46
  • Sidarta, Aulia. 2019. Koran. Gerakan Politik Pasca Reformasi, Agustus 2011, dd, 19-13
  • Aprilia, MPd. 2017. Koran. Kontemplasi Untuk Indonesia, Januari 2018, dd, 21-22
#5 Apabila menggunakan sumber rujukan dari internet

Apabila anda menggunakan sumber rujukan dari internet, berikut contoh penulisan daftar pustakanya:

  • Iganatius, Jonin. 2013. Artikel. Pendidikan Psikososial Anak Dan Peran Orang Tua Didalamnya. Dalam https://www.kontraks.xyz/20013/02/pendidikan-psikososial-anak.html diakses pada 6 juli 2016.
  • Natinati, Adrian. 2019. Artikel. Perbedaan Generazi Z, Y, dan X dalam https://margas.id/perbedaan-generasi. Diakses pada 6 agustus 2019
  • Bungkul, Wirno. 2019. Artikel. Mengapa Harga Kopra Turun? dalam https://paulipu.com/mengapa-harga-kopra-turun/. Diakses pada 6 agustus 2019
#6 Daftar pustaka dari kamus

Apabila anda menggunakan sumber rujukan atau daftar pustaka dari kamus, berikut tata cara penulisannya:

  • Echols, John. 2009. International. Kamus Baru Bahasa Inggris John Ecols 322:651-654
  • Mirriam-Webmaster. 2009. Demographic. Kamus Mirriam Webmaster 11:12-13
  • Echols, John. 2009. Declaration. English Dictionary John Ecols 311:12-743
#7 Penulisan daftar pustaka dengan gelar

Beberapa penulis menyertakan gelar dalam buku atau tulisan yang ia buat sehingga, terkadang, bisa membuat seseorang bingung bagaimana cara penulisannya.

Agar tidak bingung, berikut contoh penulisan daftar pustaka yang nama penulisnya menggunakan gelar:

  • Trianto, Mpd. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta. PT. Kencana Prenada Media Group
  • Iriawan, Sanusi S.Si, M.Pd. Tipologi Dasar Jaringan Untuk Industri Modern. Jakarta: Salemba Rimba
  • Minanti, Asteria S.Si. Menjadi Master Desain Dengan Master. Yogyakarta: PT. Pustaka Media Tama

Sampai disini sudah paham belum? Kalau belum paham, anda bisa lihat contoh daftar pustaka dibawah ini.

Contoh daftar pustaka

Dibawah ini ada beberapa contoh daftar pustaka skripsi dan juga contoh daftar pustaka laporan PKL. Berikut contohnya:


DAFTAR PUSTAKA

Halim, Abdul. 2007. Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta : Salemba Empat.

Resmi, Sity. 2007. Perpajakan Teori dan Kasus. Jakarta : Salemba Empat

Setiawan, Agus. Hardi, H. 2006. Perpajakan Bendaharawan Pemerintah. Jakarta : RajaGrafindo Persada

Wulandari, Anita. 2001. Analisis Perkembangan Kemampuan Keuangan Daerah Dalam Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Kabupaten Sukuharjo.

Anonim. 2009. Petunjuk Dan Pelaksanaan Pernikahan Adat. Banggai: Departemen Agama.

Depag. 2009. Petunjuk dan Pelaksanaan (Juklak) Pernikahan Adat. Banggai Kepulauan: Departemen Agama

Riduansyah, Muhammad. (2003). Kontribusi Pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) guna mendukung pelaksanaan otonomi daerah (Studi kasus pemerintah daerah Kota Bogor). Depok: Universitas Indonesia.

Herlina, Rahman. 2005. Pendapatan Asli Daerah. Jakarta: Arifgosita. Hal 38

Wulandari, Anita. 2005. Kemampuan Keuangan Daerah: Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik. Vol 5. Halaman 22

Nurchlis. 2002. Pengertian dan Sumber-Sumber Pendapatan Daerah. Artikel. Sabtu 23 Juni 2012.

Halim, Abdul. 2007. Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Suandy, Erly. 2002. Perancangan Pajak. Jakarta: Salemba Empat.

Mardiasmo. 2001. Perpajakan. Yogyakarta: Andi.

Bahar, Ujang. 2009. Otonomi Daerah Terhadap Pinjaman Luar Negeri. Jakarta: Indeks

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta

Siaahan. 2013. Pajak Daerah danRetribusi Daerah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Syaukani, Dr. H. Dkk. 2012. Otonomi Daerah Dalam Negara Kesatuan. Yogyakarta: Cetakan ke IX. Pustaka Pelajar Offset kerjasama dengan PUSKAP (Pusat Pengkajian Etika Politik dan Pemerintahan).

Nina, Roslina. 2014. Skripsi. Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten dan Kota di Indonesia Periode tahun 2006-2010. Jakarta. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN)

Tjip, Ismail. 2013. Analisis dan Evaluasi Tentang Pajak Dan Retribusi Daerah. Badan Pembinaan Hukum Nasional. Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Waluyo dan Wirawan. 2009. Perpajakan Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.

Halim, Abdul. 2007. Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Nasanius, Y. 1998. Kemerosotan Pendidikan Kita : Guru dan Siswa Yang Berperan Besar, Bukan Kurikulum. (Online). https://www.suarapembaharuan.com/News/1998/08/230898

Trianto, Mpd. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta. PT. Kencana Prenada Media Group.

Slavin, R. E. 1992. Cooperative  Learning. USA: Allyn and Bacon.

Stahl, R. J. 1994. Cooperative Learning in Social Studies: A Handbook for Teacher. United States of America: Addison Wesley Publishing Company, Inc.

Trianto, Mpd. 2010. Model-model Pembelajaran. Jakarta. Rajagrafindo persada.

Sutawidjaja, Akbar. 1999. Penelitian Tindakan (Action Research). Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikdasmen.

W Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas: Untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

Herutomo. 2004. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah tidak diterbitkan. Malang: Jurusan Matematika FMIPA UM.

Syaiful Bahri Djamarah, dan  Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

  1. Isjoni. 2011. Cooperative Learning. Bandung. PT. Alfabeta.

Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Akhsin, Nur, dan Anna Yuni Astuti. 2007. Matematika Realistik Kelas VII untuk SMP dan MTs. Klaten: Intan Pariwara.


Meski penjelasan diatas sudah cukup jelas, namun ternyata, ada beberapa pembaca yang belum paham tentang tata cara penulisan daftar pustaka untuk keadaan-keadaan tertentu. Soal itu saya ulas dalam QnA [Qusetion and Aswer] dibawah ini.

Q : Mas, bagaimana cara penulisan daftar pustaka 2 orang?

A : Apabila daftar pustaka yang digunakan itu ditulis oleh dua orang, anda bisa menuliskannya sebagai berikut:

  • Setiawan, Agus. Hardi, H. 2006. Perpajakan Bendaharawan Pemerintah. Jakarta : Raja Grafindo Persada
  • Sutrisno, Astrid. Talia, Weren. 2009. Melihat Indonesia Lewat Anak Muda. Jakarta : Grafika
  • Setiawan, MPd. Bakri, Hansul. 2019. Merawat Kebhinekaan Indonesia. Medan : Pilar Aksara
Q : Bagaimana cara penulisan daftar pustaka 3 orang?

A : Sebenarnya, untuk penulisan daftar pustaka 3 orang itu sama dengan penulisan daftar pustaka untuk tiga kata awal.

Apabila sumber rujukan tulisan anda ditulis oleh 3 orang, anda bisa menuliskannya dengan cara yang biasa.

Sebagai contoh, apabila sumber referensi dari tulisan anda itu ditulis oleh Anwar, Chairul dan Tandjung, maka anda bisa tulis sebagai berikut:

  • Anwar, Chairul. Dkk.
  • Sintya, Dwi. Dkk
  • Lestari, Dewi. Dkk

Selanjutnya silahkan tulis seperti biasa. Sebagai contoh:

  • Anwar, Chairul. Dkk. 2001. Relasi antara puisi dan kehidupan manusia. Jakarta: Salemba Tiga
  • Chairul, Anwar. Dkk. 2001. Hubungan Linguistik Puisi Esai Dengan Puisi Biasa. Jakarta: Primadona Media
  • Lestari, Dewi. Dkk. 2010. Bunga Rempai Kusuma Bangsa. Manado : Medika Grafindo
Q : Bagaimana cara menulis nama pengarah daftar pustaka yang terdiri dari 3 kata?

Apabila sumber rujukan tulisan anda ditulis oleh seseorang dengan tiga kata, maka silahkan tulis saja seperti biasa. Sebagai contoh, apabila nama penulisnya adalah Anggun Dwi Sartika, maka silahkan tulis sebagai berikut:

  • Sartika, Anggun Dwi. 2002. Media Massa Dan Korelasinya Dengan Demokrasi. Jakarta : Media Pratama
  • Priyanka, S. Mulsi. 2020. Kamus Akal Sehat Untuk Indonesia. Jakarta : Grafika Satu
  • Simamora, MPd, Andri Tani. Sinematika Dan Relevansinya Dengan Etika. Jakarta : Bhineka Kit

Saya juga sering menjumpai beberapa penulisan sumber referensi ini dimana nama penulisnya hanya disingkat apabila namanya terdiri dari 3 kata. Sebagai contoh:

  • Sartika, AD. 2002. Media Massa Dan Korelasinya Dengan Demokrasi. Jakarta: Media Pratama
  • Mardiasmo, AK. 2010. Meniti demokrasi Lewat Pemilu. Bandung : Mediatama
  • Sintya, A R D. 2020. Mesothelmia dan Kanker Pada Manusia. Banjar : PT. Medika Indografik

Jadi mana yang benar nih? Bagi saya pribadi, yang benar adalah poin pertama diatas. Terlebih jika dalam katalog buku nama penulisnya gak disingkat.

Q : Bagaimana cara menulis nama pengarang daftar pustaka yang terdiri dari 4 kata?

Sebenarnya, ini sama seperti yang sudah saya jelaskan pada pertanyaan sebelumnya. Apabila nama penulis rujukan anda terdiri dari empat kata, seperti misalnya, Anggun Dwi Sartika Koda, maka anda bisa tulis dengan nama :

  • Koda, Anggun Dwi Sartika. 2019. Konvergensi Media Massa Di Era Internet. Jakarta : Pratama Media
  • Susi, Susan Santi Sintya. 2020. Konsep Negara-Negara Utopis. Jakarta : IndoGrafika
  • Suryanti, Nona Faustina A. 2020. Hegemoni Nasionalisme Dan Pemilu Di Indonesia. Bandung : PT. Aksara Penerbit
Q : Bagaimana cara penulisan daftar pustaka dari katalog?

A : Daftar pustaka rata-rata diambil dari katalog buku yang biasanya terletak setelah halaman pertama setelah sampul atau cover buku.

Jadi, penulisan sumber referensi dari katalog itu sama seperti penulisan daftar pustaka biasa yang diambil dari buku.

Q : Bagaimana cara penulisan daftar pustaka dkk?

A : Penulisan daftar pustaka dkk sebenarnya digunakan apabila sumber rujukan untuk artikel anda ditulis oleh tiga atau lebih orang.

Jadi, untuk mempersingkatnya, maka digunakanlah dkk.  Soal ini sebenarnya sudah saya ulas pada poin sebelumnya.

Q : Bagaimana cara penulisan daftar pustaka dari eBook?

A : Apabila anda menggunakan ebook sebagai sumber rujukan, misalnya, ebook itu ditulis oleh Mardiasmo Satu, maka silahkan tulis sebagai berikut:

  • Satu, Mardiasmo. 2001. Digitialisasi Media Massa Dan Peranannya Terhadap Kesejahteraan Wartawan. https://www.book.google.com/books diakses pada januari 2019
  • Ujang, Bahar. 2020. Komuniksi Politik. https://www.ebook.amazon.com/komunikasi-politik diakses pada Februari 2020
  • Neti, R. Tia. 2011. Konsep Negara Madani Dalam Islam. https://www.ebook1.com/books/22211/ diakses pada desember 2019
Q : Bagaimana cara menulis daftar pustaka dari sebuah buku yang diterjemahkan oleh seseorang dan punya editor?

A : Untuk keadaan semacam ini, sebenarnya kembali pada katalog. Namun, ini oposional sih. Kalau di dalam katalog penerbitan ditulis nama penulis asli, penerjemah dan penyunting atau editor, maka silahkan tulis lengkap. Sebagai contoh:

  • Dirdley F. 2005. Pembangunan Sosial. Tindilinting, P, penerjemah. Sinarka, Editor. Jakarta (ID): Gramedia. Terjemahan dari: Social Development
  • Hilman, Peter. 2010. Ergonomi. Ujang, Bahar. Penerjemah. Utami, Ayi, Editor. Bandung (ID): Grafika. Terjemahan dari : What is Ergonomy?
  • Obama, Donald. Sosialisme. Teddy, Putra. Penerjemah. Intan, Editor. Manado (ID): PT. Aksara Perkasa. Terjemahan dari : Socialism

Penutup

Ada banyak alasan mengapa sebuah tulisan, apalagi tulisan ilmiah, perlu referensi. salah satu alasannya untuk menghargai pemikiran dan karya dari seseorang.

Selain itu, fungsinya untuk menghindari tuduhan plagiator, karena menyadur sebuah kalimat yang lengkap namun tidak menyertakan sumber referensi.

Nah demikian artikel tentang Cara buat daftar pustaka terbaru lengkap dengan contoh. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *