Cara Menulis Esai Deskriptif Yang Baik Dan Benar

7 Likes Comment
Cara menulis esai

Cara Menulis Esai Deskriptif Tentang Orang Yang Baik dan Benar – Sebagian dari anda mungkin pernah diminta guru atau dosen untuk membuat esai deskripsi. Terlebih untuk tugas yang berhubungan dengan mapel [mata pelajaran] bahasa Indonesia.

Esai deskriptif pada dasarnya adalah sebuah tulisan pendek yang bertujuan mendeskripsikan topik tertentu yang hendak ditulis.

Topiknya bisa bermacam-macam, mulai dari tempat wisata, rumah ibadah, tempat nongkrong, aktivitas harian, orang tua atau pacar dan lain sebagainya. Semua topik itu pada akhirnya terbagi menjadi dua bagian, yakni Orang dan Tempat.

Artikel kali ini sebenarnya hendak mengulas tentang cara menulis esai deskriptif tentang orang atau tempat dengan melibatkan penglihatan [vision], sentuhan [touching], suara [voice] dan rasa [taste]. Semua bagian ini tetap melibatkan beberapa hal seperti atributi fisik dan emosi.

Baca Juga : Cara menulis novel mundur

Disisi lain, agar pembaca tertarik dengan esai yang anda buat, usahakan untuk menggambarkan secara detail. Unsur kreatif sangat penting disini agar esai tersebut bisa menarik bagi orang lain.

Cara Menulis Esai Deskriptif Yang Baik Dan Benar

Dalam artikel kali ini akan diulas mengenai cara menulis esai deskriptif tentang orang atau tempat. Dibagian akhir artikel juga ada tips untuk menulis esai deskriptif. Lalu bagaimana cara? Berikut artikelnya untuk anda:

1. Cara menulis esai deskriptif tentang orang

Menulis esai deskripsi tentang orang sebetulnya cukup sulit dilakukan. Karena disini anda harus bisa menggambarkan emosi, karakter dan sifat orang tersebut.

Secara umum, esai deskripsi tentang orang mencakup:

  • Anggota keluarga atau kerabat
  • Teman dekat atau kolega yang sudah hilang kontak selama bertahun-tahun
  • Selebriti ataupun pemain olahraga terkenal lainnya, dan
  • Diri anda sendiri

Sementara, untuk gaya penulisan esai jenis ini lebih fokus untuk mendeskripsikan karakter secara fisik, kepribadian dan juga emosinya.

Cara paling mudah untuk menggambarkan tiga hal itu adalah dengan melihat bobot tubuh, warna pakaian ataupun bentuk fisik.

Bagi penulis profesional, memulai tulisan dengan atribut fisik pada awal cerita mungkin sedikit kurang menarik. Karena fisik setiap manusia tidaklah sempurna.

Bahkan, dalam beberapa kasus, tulisan tersebut bisa membuat pembaca merasa tidak akan nyaman. Untuk mengatasinya, anda bisa kok mengakalinya dengan cara menggambarkan tempatnya dulu. Baru setelah itu digambarkan orangnya.

Namun apabila anda tetap menggambarkan seseorang secara fisik, ada satu keuntungannya. Yakni tulisan anda mampu memberikan gambaran yang kuat tentang subjek.

Baca Juga : Tips menulis saat stress dan depresi

Apalagi jika anda mampu menggambarkan karakter orang tersebut, termasuk juga orang terdekatnya atau kawan-kawannya.

Untuk hal ini, biasanya para penulis akan mencoba menggambarkan kepribadian secara subjektif atau berdasarkan apa yang mereka lihat.

Atau jika tidak anda bisa membayangkannya. Manfaatkan imajinasi anda disini. Sebagai contoh, salah satu cara yang mudah untuk mendapatkan gambar tentang karakter dan kepribadian seseorang adalah mencubitnya.

Misalnya, anda ingin menulis esai deskripsi tentang teman kelas atau teman kuliah anda. Untuk mendapatkan gambar tentang emosinya anda harus bisa merinci tentang suasana hati, perilaku dan pesonannya saat di cubit.

Jika anda tidak bisa melakukan eksperimen mencubit ini, anda boleh berimajinasi. Seperti membayangkan reaksinya saat di cubit. Contohnya:

Wanita itu lebih cantik kalau di cubit

Setiap orang memiliki ekspresi yang berbeda-beda saat di cubit. Namun, wanita itu, Rara namanya, yang merupakan teman kelas di XI IPA malah berbeda. Saat dicubit, air mukanya justru terlihat lugu. Dimana, matanya seperti sedang merem layaknya sedang menggigit es krim Vanila yang baru diambil dari freezer.

Diatas hanya contoh ya. Anda dapat menyesuaikan dengan esai buatan anda sesuai dengan pengalaman atau imajinasi anda. Yang paling penting, libatkan reaksi dan karakter orang yang hendak ditulis.

Cara menulis esai deskriptif tentang tempat

Esai deskriptif tentang tempat sering kali lebih mudah ditulis ketimbang esai deskripsi tentang orang. Dalam esai deskripsi tempat, anda pun bisa menulis secara singkat tentang tempat tersebut.

Disini anda perlu mengandalkan ingatan anda tentang tempat yang ingin di tulis, atau memori dari tempat yang pernah anda kunjungi sebelumnya.

Agar lebih mudah menggambarkan tempat, sebaiknya pikirkan dulu bagian-bagiannya. Seperti:

  • Suasana tempat itu secara umum
  • Penjaga pintu gerbang [jika ada]
  • Petugas parkir [jika ada]
  • Pemandangannya
  • Kelebihan dibanding tempat lain
  • Dan lain sebagainya

Tambahan, anda juga bisa melibatkan kondisi lain yang anda lihat pada tempat yang hendak dideskripsikan. Seperti misalnya, jika anda mengunjungi tempat pemandian air panas, maka anda bisa menggambarkan kondisi airnya.

Salah satu kelemahan dari esai deskripsi tentang tempat adalah hanya kemampuan indera fisik seperti mata saja. Sementara, jenis indera lain tidak dilibatkan seperti bau, rasa dan lain sebagainya.

Baca Juga : Cara Agar Bisa Menulis Tiap Hari

Disisi lain, untuk memastikan bahwa esai yang ditulis itu lebih menonjol anda juga bisa melibatkan atribut fisik dari seseorang, seperti yang sudah diulas pada cara menulis esai deskripsi tentang orang diatas.

Tapi ingat, sebaiknya hindari penggunaan atribut emosi. Misalnya, emosi penjaganya. Apabila ada atribut emosi ini, sebaiknya hanya gambarkan emosi anda sendiri.

Misalnya, anda menggambarkan angin sepoi-sepoi yang bisa bikin pikiran waras seketika atau angin lengket yang bisa bikin bulu kaki tegang dan lain sebagainya.

Agar esai anda bisa terlihat lebih menonjol baiknya fokus pada satu objek saja misalnya, jika tempat itu merupakan pantai, fokus pada pasirnya.

Sebagai bumbu-bumbu tambahan, anda bisa menggambarkan lokasi atau tempat tersebut sebagai tempat bertemunya antara anda dengan istri pertama kali. Atau mungkin, menjadi saksi sejarah atas pertemuan antara Hayati dan Zainuddin.

Agar lebih akrab, anda bisa menggambarkan tempat yang pernah anda kunjungi. Selanjutnya, gunakan imajinasi anda untuk menambah kedeskriptifan esai tersebut.

Kemungkinan, pembaca juga akan merasakan sensasi dan suasananya. Pesan yang hendak anda sampaikan juga akan jelas terlebih jika tempat itu sangat akrab bagi anda.

5 Tips menulis esai deskriptif tentang orang atau tempat

Untuk membantu anda menulis esai deskripsi yang baik, ada beberapa tips yang bisa anda ikuti dibawah ini. Tips dibawah ini cukup sederhana sehingga mudah dimengerti.

1. Pilih topik esai

Memilih topik tulisan adalah hal penting dari setiap jenis tulisan. Oleh karena itu, usahakan pilih topik yang anda angkat entah itu orang atau tempat.

Atau, jika anda bingung memilih topik, anda bisa mendiskusikan dengan teman, pacar atau orang-orang terdekat anda .

Topik juga bisa membantu anda untuk lebih fokus pada esai yang ditulis. Misalnya, jika anda menulis topik tentang orang maka fokus pada orangnya.

Fokus pada orang berarti anda harus menggambarkan karakter orang tersebut, emosinya, caranya berbicara dan unsur pendukung lain seperti orang tua dan sahabat-sahabatnya.

2. Perhatikan struktur esai

Struktur tulisan adalah langkah selanjutnya yang harus anda perhatikan. Ini juga bisa menjadi pembeda antara esai yang anda buat dengan jenis tulisan lain, seperti Cerpen misalnya.

Struktur sebuah esai terdiri dari tiga tahap utama, antara lain:

  • Pendahuluan atau latar belakang
  • Isi esai
  • Penutup atau kesimpulan

Setiap bagian dari struktur tersebut memiliki porsi masing-masing. Misalnya, isi esai berarti anda harus menggambarkan secara detail dan menyeluruh mengenai topik yang dibahas.

3. Perhatikan urutan paragraf

Urutan paragraf juga cukup penting dimana anda bisa mengatur pendahuluan atau latar belakang dengan maksud penulisan esai anda.

Mengatur pendahuluan sebenarnya sudah masuk ke bagian teknis penulisan. Karena ini akan menjadi dasar penulisan paling pertama dan paling penting.

Ditahap ini juga anda akan memancing pembaca agar meneruskan bacaan. Atau, secara tidak langsung, disinilah tempat anda menciptakan kesan pertama bahwa esai yang anda buat itu menarik.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis Dan Penemu Kamera

Jangan lupa juga, setelah esai selesai dibuat, jangan buru-buru berhenti. Anda harus membuat kesimpulan, agar strukturnya lebih jelas.

Pada kesimpulan ini, seperti anda membuat ringkasan dari esai. Secara tidak langsung, anda juga membuat menghubungkan antara kesimpulan dan pendahuluan.

Kesan terakhir juga harus memiliki sentuhan magis. Karena biasanya, pembaca akan mengingat kesan terakhir dari tulisan anda.

4. Periksa PUEBI esai

PUEBI dulunya disebut dengan nama Ejaan yang disempurnakan. Namun kini, EYD [ejaan Yang Disempurnakan] telah diubah menjadi PUEBI yang dianggap lebih lengkap. PUEBI sendiri merupakan akronim dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. 

Yang berarti, anda harus memeriksa ejaan dan tata bahasa esai anda. Usahakan untuk membuat ejaan yang baik, yang sesuai dengan tata bahasa. Termasuk juga soal kalimat per kalimat, di yang preposisi atau awalan dan lain sebagainya.

Proses pemeriksaan PUEBI ini sudah termasuk proses editing. Lakukan editing minimal 2 kali. Saat mengedit, hindari penulisan kalimat secara utuh untuk mempertahankan unsur orisinalitas kalimat.

5. Minta tanggapan dari orang lain

Sebuah esai deskripsi tak akan pernah lengkap jika tak dibaca. Jadi, meskipun anda sudah cape-cape buat esai yang menarik, lengkap dan terstruktur, kalau tak pernah dibaca maka sama saja.

Oleh karena itu, cobalah meminta tanggapan dari orang lain seperti teman, pacar atau kenalan anda. Mintalah pendapat mereka tentang esai buatan anda itu.

Apabila tanggapannya bagus, jangan cepat berpuas diri. Usahakan untuk melakukan evaluasi lagi, mintalah kritik dan saran dari orang yang berbeda hingga anda merasa esai tersebut cukup.

Penutup

Membuat esai deskripsi tentang orang atau tempat sebenarnya tidaklah mudah. Karena membutuhkan usaha dan keseriusan dari penulis.

Least but not least, apabila esai deskripsi itu sedang anda tulis, usahakan selesaikan. Jangan hanya sampai tengah tulisan, anda sudah berhenti. Fokus pada tulisan tersebut dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya.

Demikian artikel tentang cara menulis esai deskriptif yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *