8 Cara Melestarikan Lingkungan Yang Sudah Rusak

3 Likes Comment
pelestarian lingkungan

Ada banyak cara melestarikan lingkungan yang bisa dilakukan oleh setiap orang di dunia. Pelestarian lingkungan ini pada akhirnya akan membuat bumi menjadi tempat yang lebih baik lagi.

Segala sesuatu yang ada dibumi di Ciptakan secara berdampingan. Yang berarti, alam dan manusia diciptakan oleh Allah untuk saling melengkapi.

Dimana, apa yang ada di Alam bisa digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebagai imbalannya, manusia akan mengembalikan apa yang ia ambil.

Prinsip mengembalikan inilah yang sekarang dilupakan oleh manusia. Dimana, manusia tidak lagi menanam pohon yang ditebang, mengeruk perut bumi sampai ke dasar-dasar, mengeksploitasi minyak sampai ke dasar laut semata untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Kebutuhan manusia saat ini juga sudah kompleks. Karena kekompleksan inilah, manusia selalu menginginkan sesatu yang lebih dan lebih lagi.

Manusia kemudian disebut sebagai makluk serakah. Yang tidak pernah puas akan apa yang ia miliki. Dampaknya, tanah-tanah ambruk, banjir, gempa bumi hingga pemasaran global.

Tetapi tidak ada kata terlambat untuk melestarikan kembali lingkungan-lingkungan yang sudah rusak. Yang dibutuhkan sekarang adalah kerja sama semua pihak dan semua elemen.

Cara Melestarikan Lingkungan Yang Sudah Rusak

Bagaimana melestarikan lingkungan dari berbagai degradasi yang ada saat ini? Tentu sulit. Perlu keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pelestarian lingkungan.

Pada intinya, semua elemen masyarakat harus terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan. Namun sebelumnya, langkah-langkah pelestarian dasar perlu diketahui.

Tapi, ada 7 cara yang bisa dilakukan oleh manusia sedari sekarang untuk melestarikan kembali lingkungan yang telah rusak tersebut. Antara lain:

1. Menaman kembali hutan-hutan yang sudah gundul

menanam kembali hutan-hutan
via wonogirikab.go.id

Menaman pohon dikenal juga dengan istilah reboisasi. Reboisisasi sendiri dari bahasa Latin, re yang berarti kembali dan boisasi yang artinya penghijauan.

Jadi reboisasi pada dasarnya adalah proses penghijauan kembali. Reboisasi dapat dilakukan melalui gerakan menanam pohon di tanah gundul, lereng gunung dan juga di dilingkungan seandar.

Dengan kegiatan penghijauan di setiap tepi jalan raya atau pemukiman penduduk, perkantoran, dan pusat-pusat kegiatan lain maka memungkinkan untuk menjaga kelestarian alam dan mengurangi efek rumah kaca.

2. Mengaplikasikan AMDAL

analisis mengenai dampak lingkungan
via pmkritondano.or.id

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL serta PROKASIH (Program Kali Bersih) di kota-kota besar yang padat dengan kegiatan industri perlu diaplikasikan dengan sebaik mungkin.

Membangun wilayah industri yang jauh dari pemukiman warga serta mempertimbangkan aspek lingkungan hidup dan berwawasan lingkungan dan juga melakukan studi AMDAL adalah salah satu fungsi utama dari aktivitas penghijauan kembali.

Baca Juga : Laut Indonesia Gawat, Salah Siapa?

Sebelum mendirikan pabrik, pusat pertokoan dan gedung perkantoran serta rumah sakit harus mempertimbangkan masalah AMDAL, agar tidak mengganggu lingkungan hidup. Pengertian dari penyusunan AMDAL dapat dilihat pada daftar dibawah ini:

  • Mengetahui proyek pada beberapa tahap sebagai berikut: Pra-konstruksi, Konstruksi, Operasi dan juga pasca operasi. Terutama dalam aspek yang bisa menimbulkan dampak nyata atas lingkungan
  • Mengetahui rona awal yang berkaitan erat dengan area kegiatan proyek baik di tapak proyek hingga diseandar lokasi proyek
  • Memperkirakan serta mengevaluasi dampak penting yang akan timbul serta risiko timbal baik antara lingkungan dengan juga kegiatan proyek.

3. Melaksanakan gerakan tebang pilih

tebang hutan
via qureta.com

Program sistem tebang pilih adalah program yang bertujuan untuk menebang kayu di hutan dengan cara memilih kayu yang telah tua serta menanamnya kembali.

Misalnya, ada kayu tertentu yang bisa ditebang ada kayu tertentu yang belum boleh ditebang. Batas tebang kayu juga ditentukan dengan regulasi yang ketat dan melibatkan kerja sama semua pihak.

4. Melaksanakan sengkedan demi mengurangi laju erosi

erosi di indonesia
via maltatoday.com.mt

Sengkedan sering disebut dengan terasering, yakni tanah bertingkat. Sengkedan dibuat di tanah-tanah yang agak miring, seperti yang terdapat di daerah pegunungan.

Baca Juga : Kriteria Konservasi Air Yang Perlu di Ketahui

Tujuannya adalah untuk menahan pengikisan tanah dan menghambat gerak air yang deras saat hujan. Jadi, erosi atau pengikisan tanah didaerah sengkedean itu tidak akan terjadi.

5. Menangkap ikan dengan normal dan umum

ilegal fishing
via npr.org

Maksudnya adalah menangkap ikan tanpa menggunakan bahan peledak atau racun untuk mendapatkan hasil tangkapan yang jauh lebih banyak. Dengan begitu, bila ada ikan kecil yang tertangkap dapat dilepaskan kembali ke laut atau danau.

6. Memperhatiakan buangan limbah saat penggalian tambang

limbah plastik
via harnas.co

Banyak dari anda yang tidak memikirkan limbah dari produk yang digunakan. Misalnya, pakaian atau emas yang digunakan, terdapat limbah yang pada akhirnya dibuang.

Kegiatan produksi, pada dasarnya selain untuk menghasilkan produk jadi, dengan nilai tambah yang tinggi juga menciptakan limbah baik padat, cair dan gas.

Limbah-limbah ini timbul dari semua kegiatan produksi. Yang paling parah adalah limbah pertambangan yang menggunakan galian tambang sebagai bahan baku.

Ada jenis industri kimia yang menghasilkan limbah padat antara lain industri pembuatan antena yang menggunakan bahan baku aluminium akan menghasilkan limbah sludge yang mengandung aluminium.

Baca Juga : Berkontribusi Pada Lingkungan Sekitar, Caranya?

Begitu juga industri elektronika yang menggunakan bahan baku lempengan logam tembaga akan menghasilkan limbah cair yang mengandung tembaga klorida serta industri permesinan yang menangani material-material terbuat dari besi akan menghasilkan limbah padat berupa skrap besi. Jumlah limbah yang dihasilkan itu sangat besar sesuai dengan banyaknya pabrik yang melakukan aktivitas produksi.

Contoh nyata adalah pabrik pembuatan antena yang ada di daerah Gedebage yang bisa menghasilkan sludge sebesar 10 ton perbulan.

Begitu juga pabrik elektronika di daerah Cicalengka yang bisa menghasilkan limbah yang mengandung tembaga hingga 40 ton per bulan. Sementara limbah skrap besi jumlahnya agak besar dan hanya tersebar di beberapa lokasi.

Apabila limbah-limbah tersebut tidak diolah dengan baik maka akan timbul masalah lain seperti pencemaran lingkungan dan masalah sosial tambahan. Namun, jika menggunakan metode pengolahan limbah yang baik.

Selain bisa mencegah pencemaran lingkungan juga aka nada nilai tambah yang lebih tinggi dari limbah tersebut. Karena limbah-limbah itu pada dasarnya masih termasuk komponen berharga karena kandungannya seperti Al, Fe, dan Cu bisa dijadikan tawas, ferosulfat serta logam tembaga.

Untuk diketahui, tawas dan fero sulfat termasuk bahan koagulan yang banyak dipakai dalam pengolahan air limbah dan air minum sementara logam tembaga sering digunakan untuk industri listrik, elektronika, industri kimia dan lain sebagainya.

7. Menjaga hutan tetap hijau

cara melestarikan lingkungan
fstoppers.com

Menjaga kawasan tangkapan hujan seperti wilayah pegunungan yang harus selalu hijau karena daerah pegunungan adalah sumber perairan di darat.

Dengan adanya pengaturan atas penggunaan air bersih oleh pemerintah dan juga adanya pengendalian atas kendaraan bermotor dengan tingkat pencemaran tinggi sehingga menimblkan polusi udara yang mengkhawatirkan mengakibatkan di kota-kota besar sangat sulit untuk memperoleh udara segar. Diperkirakan seandar 70 % pencemaran yang terjadi di kawasan perkotaan disebabkan oleh kendaraan bermotor.

8. Menciptakan solusi bersama

solusi melestarikan lingkungan
via citizenmatters.in

Ada banyak solusi yang bisa diambil antara lain: Penambahan pajak industry yang sering melakukan pencemaran udara dengan peraturan clean air act yang lebih kuat dan tegas.

Baca Juga : Daftar Lengkap Ekstensi Domain Negara Dari Seluruh Dunia

Begitu juga soal pengembangan teknologi yang ramah lingkungan serta bisa diperbaharui seperti teknologi Fuel Cell dan Solar Cell, mengehemat energi yang ada seperti listrik dan air, menjaga kebersihan lingkungan sekitar dari berbagai degradasi dan sampah.

Sekaligus meningkatkan penggunaan pupuk kandang dan organik disbandingkan pupuk buatan sehingga tidak menyebabkan degradasi tanah serta pengelompokan dan pemisahan limbah berdasarakn jenisnya. Pengelolaan limbah untuk diubah menjadi barang yang bermanfaat serta bernilai ekonomis juga penting.

Penutup

Menjaga dan melestarikan lingkungan adalah tugas bersama setiap umat manusia. Yang berarti, setiap tugas pelestarian lingkungan harus bisa dilakukan sedari sekarang ini.

Demikian artikel tentang 7 Cara Melestarikan Lingkungan Yang Sudah Rusak. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *