Black Hat SEO: Pengertian, Jenis Dan Tujuan Penggunaan

3 Likes Comment
apa itu black hat SEO

Saya yakin, sebagian dari anda pasti pernah mendengar istilah Black Hat SEO. Apalagi jika anda sering berurusan dengan dunia internet, entah menjadi blogger, content writer, freelance, spesialis IT, Security management dan profesi lain. 

Pada dasarnya, ini merupakan sebuah metode pengoptimalan konten di search engine dengan teknik yang bertolak belakang dengan ketentuan penggunaan layanan.

Misalnya, apabila seorang blogger menerapkan teknik Black Hat SEO agar konten yang ia buat itu bisa merangkak ke peringkat pertama pencarian Google, pastilah ia melanggar kebijakan yang diterapkan oleh pihak Google itu sendiri.

Selain itu, meskipun teknik ini memang bisa mendatangkan trafik atau lalu lintas ke situs web sangat tinggi, namun hanya bertahan dalam beberapa waktu saja.

Bahkan, pada akhirnya, blog atau konten tersebut akan mendapatkan penalti dari Google, sehingga hilang dari halaman hasil pencarian atau SERPs.

Di artikel kali ini akan saya bahas tentang pengertian dari Black Hat SEO ini termasuk jenis-jenis dan contoh penerapan.

Pengertian black hat SEO

Dalam bahasa indonesia, black hat SEO diartikan sebagai praktik SEO topi hitam yang bertujuan untuk memanipulasi logaritma mesin pencari menggunakan strategi atau pedoman yang enggak disarankan oleh mesin pencari.

Dengan kata lain, black hat SEO adalah serangkaian praktik yang digunakan untuk memperoleh peringkat atau rangking untuk situs atau blog di mesin pencari dengan melanggar aturan pengoptimalan konten dasar.

Umumnya, teknik ini termasuk penargetan keyword massal, cloacking [menyembunyikan keyword ke dalam kode sehingga pengguna enggak melihatnya], paid traffick, paid backlink dan lain sebagainya.

Bersebrangan dengan praktik topi hitam, juga ada praktik topi putih atau white hat SEO yang menggunakan model pengoptimalan sebaliknya.

Istilah ini juga kadang digunakan untuk menggambarkan aktivitas peretasan komputer atau pembuat virus yang membagikan lewat konten blog atau perangkat lunak milik mereka langsung.

Jenis-jenis black hat SEO

Secara awal, teknik ini terbagi menjadi beberapa jenis. Antara lain

  • Optimasi konten berlebihan
  • Membuat halaman pintu
  • Menggunakan teks atau tautan tersembunyi
  • Menggunakan keyword yang sangat padat
  • Melaporkan pesaing dengan cara yang enggak elegan
  • Pengalihan halaman yang terus-menerus
  • Cloacking
  • Tautan berbayar
  • Jaringan postingan tamu
  • Manipulasi backlink atau membelinya
  • Pemintalan artikel
  • link farms, link wheels atau link networks
  • Spam markup cuplikan kaya
  • Menggunakan kueri otomatis
  • Membuat halaman, subdomain atau domain dengan konten duplikat
  • Halaman berisikan konten phising, virus, trojan, malware dan lain sebagainya

Setiap jenis black hat SEO diatas sebenarnya terbentuk dari beberapa jenis black hat yang paling umum. Antara lain:

a. Keyword Stuffing

Pada dasarnya, Keyword Stuffing adalah penggunaan keyword atau kata kunci yang berlebihan di dalam konten blog yang ia buat.

Tujuannya adalah agar artikel tersebut bisa memperoleh rangking yang bagus di mesin pencari, untuk beberapa keyword sekaligus.

Memang sih, dalam model pengoptimalan SEO ada yang namanya kepadatan kata kunci. Penggunaannya tergantung dari panjang konten yang disajikan.

Misalnya, untuk konten dengan panjang lebih dari 1000 karakter, apabila target keywordnya terdiri dari 3 kata maka kepadatannya adalah 2% atau sekitar 4 buah.

Jadi, penggunaan keyword stuffing ini disarankan memang, hanya saja, enggak boleh berlebihan. Misalnya, menggunakan satu kata kunci yang terdiri dari 2 kata pada artikel dengan karakter 300 sebesar 10-30%.

Disisi lain, keyword yang ditargetkan itu bukan hanya satu, melainkan dua atau lebih dengan penerapan yang sama.

Sehingga, ini bisa merusak kualitas artikel. Karena, kata kunci yang ditargetkan itu tidak ditulis secara natural, sehingga dianggap sebagai praktik SEO topi hitam.

Apalagi, kata kunci yang ditargetkan itu enggak memberi nilai guna pada artikel atau tidak berhubungan dengan konten yang ditulis.

Google sendiri enggak merekomendasikan teknik yang satu ini. Bagi mereka, keyword stuffing adalah penggunaan kata kunci secara berulang-ulang secara ekstensif sehingga tulisannya enggak terlihat natural.

b. Backlink berbayar [beli backlink/paid backlink]

Hati-hati untuk anda yang ingin menaikkan rangking blog anda dengan membeli backlink dari blogger atau situs lain.

Karena, ini dianggap sebagai praktik topi hitam, yang enggak bagus buat SEO blog anda di kemudian hari.

Memang sih, artikel blog anda bakalan populer, namun hanya sesaat. Selain itu, backlink yang didapat itu dianggap enggak berkualitas meskipun datang dari blog-blog dengan DA dan PA tinggi.

Google, dan search engine lain, sangat menentang praktik yang satu ini. Bagi mereka, paid backlink adalah suatu tindakan manipulatif yang dikategorikan sebagai pelanggaran.

Paid backlink ini terbagi menjadi beberapa macam, yakni:

  • Membeli suatu produk dengan biaya backlink
  • Membuka jasa backlink
  • Lomba blog dengan tujuan untuk meningkatkan rating blog
  • Dll

Bagi saya pribadi, praktik semacam ini sangat lazim terjadi di blog-blog indo. Bahkan ada yang melakukan give away dengan imbalan backlink.

Kalau ada praktik semacam ini, sebaiknya hindari. Tujuannya agar blog anda tidak terkesan membangun backlink massal, dalam kurun waktu tertentu, alih-alih mendapatkannya secara natural.

c. Spamming di kolom komentar blog orang lain

Nah, ini juga sering dilakukan oleh blog indo. Bahkan ada komentarnya yang gak berhubungan sama sekali dengan isi konten.

Mengapa banyak yang spamming di kolom komentar? Karena biasanya, pada kolom komentar, terdapat bilah isian untuk situs web atau blog.

Bilah isian ini juga apabila di klik akan mengarahkan ke situs atau blog orang yang comment artikel. Dengan kata lain, mereka dapat backlink dari sini.

Hanya saja, backlink yang datang dari kolom komentar sudah dianggap spam, karena biasanya gak relevan dengan konten yang di komentarsi serta situs arahan [yang melakukan komentar].

Pada pembaharuan logaritma terbaru Google, backlink dari kolom komentar enggak lagi dapat bobot untuk meraih peringkat di mesin pencari.

d. Link farming

Link farming adalah istilah dimana seseorang membuat situs web yang banyak, dan menggunakan situs tersebut untuk membangun backlink situs utama.

Misalnya begini, anda membuat 100 blog di blogger. Dari 100 blog tersebut, 1 yang anda jadikan blog utama, sementara 99 lainnya dibuat untuk ngasih backlink ke blog utama tersebut.

Google menganggap hal ini sebagai teknik SEO yang manipulatif. Sehingga, mereka enggak menganggap backlink tersebut merupakan backlink yang berkualitas.

Backlink yang berkualitas biasanya didapat secara natural. Artinya, ada blog yang akan menjadikan blog anda sebagai referensi konten yang ia buat.

Disisi lain, blog yang dibuat untuk khusus untuk link farming ini biasanya enggak punya konten yang berkualitas.

Selain itu, backlink yang diberikan lebih banyak keluar [out] dibanding jumlah backlink yang masuk dan juga artikel di blog mereka sendiri.

f. Private blog networks

Private blog network [PBN] adalah kumpulan blog atau situs dengan DA dan PA yang tinggi, yang khusus digunakan untuk link building.

Konsepnya enggak jauh berbeda dengan link farm diatas, hanya saja, otoritas situs dan laman blognya sangat tinggi.

Misalnya begini, anda membeli sebuah domain yang expired dengan DA dan PA tinggi, lalu menghidupkannya lagi dengan tujuan untuk ngasih backlink ke website utama anda.

Jadi, blog anda dan blog dari domain expired itu saling terhubung lewat link yang diberikan. Memang sih, blog yang dikasih backlink itu otoritasnya akan naik, namun tidak bertautan dengan faktor-faktor lain, seperti trafik.

g. Konten berkualitas rendah

Banyak kok contoh dari konten berkualitas rendah. Salah satu contohnya adalah artikel ini :D. Namun, dibanding konten lain, artikel ini lebih baguslah.

Bagi saya pribadi, ada beberapa kriteria konten yang berkualitas rendah, antara lain:

  • Panjang artikel kurang dari 300 kata
  • Banyak kata yang typo
  • Kalimat yang sulit dimengarti
  • Menggunakan bahasa 4l4y
  • Dan lain sebagainya

Selain sulit dapat pengunjung dan rangking di search engine, konten berkualitas rendah sering dianggap spam.

Sehingga, reputasi blog jadi enggak bagus, boucing rate tinggi, dan yang terakhir, enggak ada orang yang datang berkunjung ke blog tersebut.

Mengapa ada orang yang menggunakan teknik Black Hat SEO?

Bagi saya pribadi, alasan ini cukup personal. Namun sebagian besar karena mereka ingin dapat trafik yang banyak meskipun blog mereka baru saja dibuat.

Teknik ini sering juga digunakan oleh webmaster atau blogger nakal untuk mengganggu blog atau situs lain.

Disisi lain, teknik ini juga bertujuan untuk mempersingkat kompleksitas dalam membangun backlink agar situs mereka bisa dapat rangking yang bagus di search engine.

Meski bisa dapat trafik dengan instan, tapi percayalah, blog anda gak akan bertahan lama. Selain itu, anda mungkin gak akan dapat uang dari trafik tersebut, baik langsung atau enggak.

Cara melaporkan prakit topi hitam

Apabila saat berselancar di internet dan mendapati ada praktik-praktik semacam ini, yang bisa dilihat pada jenis-jenis black hat SEO diatas, anda bisa melaporkannya ke Google.

Fitur pelaporan ini terbagi menjadi beberapa bagian yakni situs spam, tautan berbayar atau aplikasi yang berbahaya seperti virus, malware dan lain sebagainya.

Untuk melaporkannya silahkan klik disini. Setelah itu, pilih jenis pelaporan anda, dan ikuti langkah-langkah berikutnya.

Enggak perlu takut laporkan situs semacam ini. Karena, bukan hanya anda yang terselamatkan, tetapi juga ribuan orang lainnya.

Dengan cara ini, anda juga telah berusaha menjaga iklim mesin penelusuran agar tetap aman, bermanfaat dan adil bagi semua orang.

Penutup

Seperti yang saya sebutkan diatas, menggunakan teknik semacam ini sangat berbahaya. Karena itu, sebaiknya di hindari.

Jika anda serius membuat blog atau membuat konten, pasti anda gak akan pernah menggunakan teknik yang enggak disarankan.

Pada akhirnya, anda sendiri yang bakal merasakan risiko dan manfaat apabila anda menggunakan teknik ini atau tidak.

Demikian artikel tentang Black Hat SEO: Pengertian, Jenis dan Tujuan penggunaan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *