Benarkah Bintang Di Alam Semesta Lebih Banyak Dari Pasir Di Bumi?

6 Likes Comment
bintang di alam semesta

Benarkah bintang di alam semesta lebih banyak dari pasir di bumi? Untuk menjawab pertanyaan ini kita sebenarnya tidak saja membutuhkan perhitungan matematis yang melibatkan prediksi.

Bagi anda yang menyukai dunia astronomi tentu pernah bertanya, berapa banyak bintang yang ada di alam semesta ini? Jumlah pastinya ada berapa?

Untuk menjawab ini memang tidak mudah namun beberapa ilmuwan memperkirakan bahwa bintang yang terdapat di alam semesta ini jumlahnya lebih banyak dari pasir yang ada di Bumi.

“Jumlah keseluruhan bintang di alam semesta jauh lebih banyak dari butiran pasir pantai yang ada di bumi,” kata astronom Amerika Serikat, Carl Sagan.

Benarkah Bintang Di Alam Semesta Lebih Banyak Dari Pasir Di Bumi?

Lantas, bagaimana Carl Sagan mengatakan hal tersebut, apa definisi ilmiahnya? Apakah klaim Sagan ini benar adanya? Mari kita lihat metodenya terlebih dahulu.

Metode menghitung bintang di alam semesta

via astronomytrek.com

Pertama kali, kita harus melakukan pendekatan seperti yang telah dilakukan oleh Gerry Gilmore, Guru besar sekaligus astronom dari Universitas Cambrigde, Inggris.

Gilmore terlibat dalam proyek Gaia, yang merupakan salah satu proyek dengan tujuan untuk memetakan langit dan menghitung jumlah bintang di Galaksi Bimasakti.

Dari data yang berhasil di himpun oleh Gilmore dan tim Gaia lainnya, dengan model penyusunan tiga dimensi Bima Sakti, ditentukan ada sekitar dua miliar bintang yang terdapat di galaksi tempat di mana kita berada.

“Itu sekitar 1 persen dari total bintang di galaksi kita,” ujar Gilmore sebagaimana dilansir dari BBC.

Itu berarti, hasil dari analisis data yang dilakukan Gilmore belum terlalu akurat. Untuk diketahui, 1 persen setara dengan dua miliar bintang. Secara umum, jumlah keseluruhan Bima Sakti ada sekitar 200 Miliar bintang dengan presentasi perhitungan 100 persen.

Patut diketahui, ini hanya satu galaksi saja. Lantas, bagaimana kita menghitung jumlah bintang dari semua galaksi yang ada di Alam semesta? Gilmore mengatakan kalau hampir semua galaksi memiliki bintang yang sama seperti Bimasakti.

“Bimasakti adalah satu dari beberapa jenis galaksi. Hampir semua galaksi di alam raya ini memiliki jumlah bintang yang kira-kira sama dengan jumlah bintang yang ada di Bimaksakti,” bebernya.

Itu berarti, jika kita berhasil menghitung jumlah galaksi yang ada di alam semesta kita juga telah berhasil menentukan berapa banyak bintang di alam semesta.

Namun, menurut penuturan Gilmore, untuk bisa memahami sebuah galaksi pertama harus ditentukan dulu tingkat kecerahan dari galaksi yang dimaksud.

“Untuk menentukannya, kita harus tahu jarak ke galaksi, ini bisa ditentukan dari pemahaman kita tentang perluasan alam semesta yang disebut juga sebagai hukum Hubble,” ungkapnya.

Prediksi Gilmore ada sekitar 100 miliar galaksi seperti Bimasakti yang ada di alam semesta. Dari prediksi ini, bisa diperkirakan berapa banyak bintang yang terdapat di alam di semesta. Tetapi sekali lagi, ini hanyalah prediksi.

Jumlah bintang di alam semesta

via infoastronomy.org

Seperti yang sudah dibahas diatas, satu galaksi saja seperti Bimaksakti sudah terdapat sekitar 200 miliar bintang. Sebagai nilai rata-rata, karena perhitungan ini belum tentu akurat, kita ambil 100 miliar bintang saja di galaksi yang ada di alam semesta. Mari kita hitung jumlahnya.

Jumlah bintang di alam semesta ini, atau setidaknya melalui prediksi tentang jumlah galaksi Gilmore diperoleh 100 miliar bintang lalu dikalikan 100 miliar galaksi.

Hasilnya ada sekitar 10.000.000.000.000.000.000.000, dengan satu diikuti 22 angka nol. Ini berarti ada sekitar 10 sectillion bintang yang terdapat di alam semesta ini. Jumlah yang amat sangat banyak.

Mengukur jumlah pasir

via kapanlagi.com

Tapi, bagaimana dengan pernyataan Carl Sagan tentang lebih banyak bintang di alam semesta daripada pasir yang terdapat di bumi? Untuk menjawab ini kita juga perlu perhitungan matematis. Sekarang, mari kita hitung jumlah pasir di seluruh pantai yang ada di seluruh dunia.

Metodenya adalah menentukan panjang, lebar dan kedalaman suatu pantai berpasir. Sebagai permulaan, kita akan memulainya dengan menghitung panjang garis pantai dari seluruh dunia. Sejauh ini, tidak ada kesepakatan tentang panjang garis pantai.

Hal ini disebabkan karena terus berubahnya pantai itu baik dari luas dan panjang. Untuk mengatasi hal tersebut Gennadiy Donchyts memberikan solusinya.

Donchyts dan beberapa pakar dibidang matematika memperkirakan panjang pantai yang adai seluruh dunia sekaligus memetakan daerah-daerah mana saja yang terdapat pantai, dan daerah mana yang tidak.

Pengajuan data itu berdasarkan OpenStreetMap, yang merupakan sebuah program pemetaan kolaboratif untuk diikuti oleh sekitar dua juta orang dari seluruh dunia.

Ia juga menggunakan data-data milik pemerintah Inggris, Kanada dan Amerika Serikat untuk mendukung analisnya tersebut.

“Dari sini, didapat data bahwa panjang garis pantai dunia adalah 1,9 juta kilometer. Dari angka ini, pantai yang berpasir sekitar 300.000 kilometer,” ujar Donchyts.

Tetapi, bagaimana dengan volumenya? Untu dapat menghitung volumenya memang tidak ada akurat, namun melalui pemodelan tiga dimensi diperkirakan sebagian besar pantai di dunia memiliki lebar sekitar 50 meter dengan kedalaman kira-kira 25 meter.

Untuk mengetahui volumenya kita mengalikan panjang keseluruhan pantai bersama dengan rata-rata lebar dan kedalaman dari pantai tersebut. Jadi, dalam meter, maka 300 juta meter (P) dikalikan 50 meter (L) kalikan lagi 25 meter (kedalaman).

Maka hasilnya adalah 375 miliar meter kubik pasir. Untuk mengetahui jumlah pasir kita harus mengetahui berapa butir pasir dalam satu meter kubik tersebut.

Pada tahap perhitungan butir pasir ini, Ilmuwan Gary Greenberg telah menelitinya. Menurutnya, setiap butir berukuran sekitar sepersepuluh millimeter. Itu berarti, bahwa setiap satu meter kubik pasir terdapat 10 miliar butir pasir. Sekarang mari kita kalikan jumlah butir pasir dimuka bumi yakni 375 miliar dikali 10 miliar.

Hasilnya adalah 3,75 diikuti 21 angka nol atau jika dibulatkan mencapai 4 sextilion butir pasir. Itu berarti, perkataan Carl Sagan ini benar dan tidak bisa lagi disebut klaim. Di alam semesta ini ada terdapat 10 sextillion bintang dan 4 sextillion butir pasir di bumi.

Jika ditulis menggunakan angka maka penulisannya sebagai berikut : Jumlah bintang di alam semesta ada 10.000.000.000.000.000.000.000 sementara ada sekitar 4.000.000.000.000.000.000.000 butir pasir di muka bumi.

Nah demikian penjelasan tentang bintang di alam semesta ternyata lebih banyak dari pasir di Bumi. Semoga bermanfaat ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *