5 Bahaya Menggunakan FaceApp

2 Likes Comment
Bahaya faceApp

Setidaknya ada 5 bahaya menggunakan FaceApp yang tidak diketahui oleh sebagian besar pengguna aplikasi tersebut. Mulai dari privasi dan hingga foto yang dapat dikomersialkan.

Beberapa hari terakhir, jagad maya ramai dengan foto-foto diri yang memperlihatkan wajah-wajah tua, tak terkecuali dengan beranda medsos saya. Wajah yang berubah ini terbagi menjadi dua, yakni wajah tua dan wajah dari jenis kelamin berbeda.

Setelah cek sana sini ternyata para pegiat media sosial itu tidak benaran tua. Mereka hanya menggunakan sebuah aplikasi yang memungkinkan agar wajah dirubah sesuai keinginan.

Dengan aplikasi tersebut anda bisa mengubah wajah anda dengan orang tua, yang mirip dengan wajah anda sekarang. Atau, anda juga bisa mengubah wajah anda dengan wajah seorang lelaki meski sebenarnya anda adalah seorang perempuan.

Di Instagram misalnya, para pengguna aplikasi ramai menggunakan tagar #AgeCHallenge, dengan foto diri yang telah diubah. Tagar ini cukup ramai. Kini pengguna Instagram yang menggunakan tagar sudah menembus ratusan ribu orang.

Meski sebenarnya hanya merupakan sebuah euforia semata untuk tujuan hiburan saja tapi ternyata ada bahaya yang mengintai pengguna tanpa mereka ketahui. Sebelum lanjut, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa itu FaceApp.

Apa itu FaceApp?

Seperti yang disebutkan dibagian atas, FaceApp adalah salah satu aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk foto wajah mereka sendiri dengan tambahan beberapa efek seperti tua, muda dan juga wajah dengan gender berbeda. Salah satu efek yang paling populer adalah foto wajah yang terlihat tua.

Aplikasi ini dikembangkan di oleh Wireless Lab, salah satu perusahaan di Rusia. Teknologi ini menggunakan teknik pengkodean jaringan saraf [biometrik] untuk menghasilkan foto wajah yang realistis dalam sebuah foto.

Baca Juga : 5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Menginstal Aplikasi di Smartphone

FaceApp mulai diperkenalkan ke publik pada Januari 2017 lalu. Sampai saat ini, aplikasi FaceApp sudah di Download lebih dari 100+ juta orang di Playstore sebanyak dengan ulasan lebih dari 1 juta.

Walaupun sudah ada ada bantahan dan pernyataan resmi yang keluar dari pihak FaceApp tentang bahaya yang akan diulas disini namun tetap saja hal ini tidak bisa dijadikan jaminan bahwa aplikasi benar-benar memberlakukan privasi dengan baik.

Bahaya menggunakan FaceApp

Dibagian atas sebenarnya sudah singgung tentang bahaya menggunakan FaceApp. Konotasi bahaya ini tidak saja ditujukan untuk aplikasi FaceApp saja tetapi juga untuk aplikasi-aplikasi lain.

Namun karena aplikasi ini viral ditengah masyarakt, ada baiknya dibahas khusus dalam satu artikel. Nah berikut beberapa bahaya yang harus diketahui sebelum menggunakan FaceApp.

Baca Juga : Cara Memperbaiki Android Yang Rusak Terkena Air

Jika anda sudah menjadi penggunanya, maka anda bisa mengambil langkah-langkah yang perlu, seperti mengubah izin atau menghapus aplikasi tersebut dari perangkat anda.

Artikel ini dibuat bukan dengan tujuan menakut-nakuti anda sebagai pengguna tetapi untuk membuka kesadaran anda tentang perlindungan data pribadi yang sangat penting untuk dijaga.

Ada 5 bahaya umum yang harus anda ketahui sebelum menggunakan FaceApp. Bahaya apa saja itu? Ini dia daftarnya:

1. Izin aplikasi

Setiap aplikasi memerlukan izin. Izin adalah syarat pertama sebelum pengguna benar-benar bisa menggunakan suatu aplikasi.

Sebagian besar atau mungkin seluruh aplikasi akan meminta izin terlebih dahulu kepada pengguna. Dengan izin tersebut, aplikasi kinerja aplikasi akan sesuai dengan tujuan pembuatannya.

Misalnya, Google Maps, Grab atau Go-Jek, yang merupakan aplikasi yang populer di masyarakat memerlukan izin lokasi pengguna agar kinerjanya lebih bagus.

Baca Juga : Cara Menggunakan 4 WhatsApp Sekaligus di Satu Android

Hal ini berlaku juga untuk aplikasi FaceApp. Kalau diperhatikan, izin FaceApp sebenarnya cukup berlebihan. Mungkin pembuatnya memiliki alasan khusus dibalik ini.

Saat hendak menginstal Aplikasi, FaceApp akan meminta izin menggunakan kamera, menggunakan dokumen dan juga izin penggunaan telepon.

Saat pengguna memberikan izin, maka FaceApp memiliki kendali untuk melihat, membaca atau menggunakan kamera, dokumen dan juga buku telepon anda.

Izin bertindak sebagai jalan bagi suatu aplikasi untuk melihat isi perangkat. Bukan hanya itu saja, FaceApp juga memiliki izin untuk melihat riwayat penggunaan browser anda.

Karena FaceApp memang faceApp merupakan software foto, maka izin seperti penggunaan kamera mungkin masuk akal, dan juga izin melihat galeri. Ini bertujuan agar pengguna bisa menggunggah foto atau membuka kamera.

Tapi untuk membaca buku telepon, dan riwayat browser mungkin agak aneh ya. Tujuan membaca riwayat browser anda apa ya? Mungkin ingin melihat apa saja yang anda kunjungi atau preferensi periklanan di perangkat anda.

2. Foto anda bisa di komersialkan

Setelah anda menjadi pengguna FaceApp, anda mungkin sudah membaca ketentuan dan persyaratan lisensi Aplikasi. Persyaratan dan lisensi Aplikasi ini bisa anda baca sekarang apabila anda belum pernah membukanya.

Lisensi ini tertuang dalam ketentuan pemakaian aplikasi. Dan ketentuan ini, merupakan salah satu bagian yang cukup jarang dibaca oleh pengguna. Ini biasanya berkaitan dengan hukum penggunaan dan kewenangan pembuat aplikasi serta hak-hak pengguna.

Mislanya, pada lisensi persyaratan pengguna FaceApp mengatakan bahwa pengguna punya hak atas semua konten yang dibuat menggunakan aplikasi. DIsitu juga disebut kalau FaceApp tidak akan mengklaim hak milik dan konten dari pengguna.

Baca Juga : 7 Aplikasi Kesehatan Paling Terpercaya di Indonesia

Kalimat ini memang wajar. Tapi, coba perhatikan satu kalimat penting didalamnya, pada bagian tulisan ‘kecuali lisensi yang anda berikan dibawah ini’ yang termuat di awal ketentuan.

Begini isi kalimatnya “… Dengan menggunakan layanan ini, Anda seruju bahwa konten milik pengguna dapat digunakan untuk tujuan komersial,” selanjutnya anda akan melihat tulisan tentang pengakuan bahwa konten yang digunakan FaceApp untuk tujuan komersial tidak akan menciderai secara langsung.

Dengan menyetuju izin tersebut, berarti FaceApp bisa menggunakan foto wajah anda untuk dijual, dipampang dan dipasang di papan reklame. Dan anda tidak akan mendapatkan kompensasi apapun karena diawal anda setuju syarat dan penggunaan aplikasi.

Saat akan berhadapan dengan hukum, anda bisa kalah. Karena anda lalai melihat dan membaca ketentuan yang berkaitan dengan penggunan aplikasi.

3. Tidak ada jaminan keamanan perangkat

Meskipun beberapa Smartphone menggunakan antivirus cloud saat akan menginstal aplikasi, tidak akan ada jaminan aplikasi yang anda gunakan itu aman.

Setiap software memiliki kelemahan tersendiri. Begitu juga dengan aplikasi. Protokol standar saat akan menginstal aplikasi hanyalah untuk melindungi secara umum pada aplikasi.

Baca Juga : 13 Cara Mudah Buka Situs Web Yang Terblokir

Untuk masalah-masalah lain, seperti bocornya data pengguna dan kendali mungkin tidak terlalu diperhatikan. Hal ini juga berlaku untuk pengguna FaceApp.

Bisa saja ada celah kemanan, server bocor, privasi pengguna yang disalahgunakan saat menggunakan aplikasi. Sehingga tanpa sadar dan tanpa diketahui, data-data pribadi yang tersimpan di ponsel diambil dan digunakan.

4. Foto masih tersimpan di Server

Cara kerja aplikasi FaceApp adalah dengan merekam wajah pengguna, lalu mengirimnya ke server Cloud dan mengembalikan lagi ke pengguna. Jadi secara otomatis, aplikasi ini hanya akan berkerja saat terkoneksi ke internet.

Dengan kata lain, foto-foto anda tersebut kemungkinan besar masih akan tersimpan di Server dan tidak akan hilang. Anda juga akan mendapatkan saat pertama kali menggunakan aplikasi dimana anda diminta untuk menyetujui ‘Pemrosesan foto cloud dimana setiap foto yang dipilih untuk di edit akan diunggah ke server untuk diproses

Baca Juga : 6 Aplikasi Terbaik Buatan Anak Negeri

Ada kemungkinan, foto-foto yang tersimpan di server itulah yang bisa digunakan untuk tujuan komersial seperti disebutkan dibagian atas. Jadi, FaceApp dapat melihat foto-foto anda, dan beberapa data-data lain seperti nama, tanggal lahir dan lain sebagainya.

Patut diketahui juga, berdasarkan ketentuan pada poin ke dua yang sudah dibahas diatas, pihak Developer memiliki hak atas foto secara penuh yang buat lewat aplikasi.

Yaroslav Goncharov yang merupakan CEO Wireless Lab membatah soal ini. Ia mengatakan bahwa foto-foto akan dihapus di server selama dalam waktu 48 jam.

Perkataan menghapus ini sebenarnya tidak secara spesifik menghapus foto. Ia mengatakan FaceApp menghapus ‘Sebagian besar’ foto dan bukan seluruh foto.

5. Biometrik wajah bisa ditiru

Cara kerja software ini adalah dengan menganalisa saraf [biometrik] wajah mulai dari bentuk, umur, kulit, mata, kantung mata, dahi, rambut dan faktor-faktor lain.

Setelah itu, wajah akan dibuat secara otomatis di server dengan berbagai perintah khusus lalu menampilkan kembali kepada pengguna.

Jadi, secara tidak langsung, untuk mengurangi bentrok kerja internal aplikasi, mungkin wajah akan di nomori. Setelah itu, proses pengubahan foto jauh lebih mudah dan gampang. Dengan kata lain, wajah-wajah anda dapat dikenali, diketahui dan bisa disalahgunakan.

Penutup

Nah ada baiknya anda berhati-hati saat menggunakan aplikasi FaceApp ini. Sebab sudah banyak media dan pengamat yang menyoroti izin aplikasi tersebut karena dianggap bsia melanggar privasi dan data pengguna.

Demikian artikel tentang 5 bahaya menggunakan FaceApp. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *