Alam: Pengertian, Bagian dan Keterkaitan Dengan Manusia

5 Likes Comment
alam

Alam berasal dari bahasa latin Latin “Natura” yang berarti alam dari kata “natus” dari istilah “nasci” yang berarti dilahirkan. Dalam arti luas alam adalah dunia alam, dunia fisik dan juga dunia material.

Alam pada dasarnya mengacu pada fenomena dunia fisik dan juga kehidupan secara umum. Bahkan berkisar pada skala subatomik hingga ke kosmik.

Pada intinya, istilah tentang alam merujuk pada tumbuhan dan hewan yang hidup dan berkembang biak, termasuk juga proses geologi, cuaca, dan fisika seperti materi dan juga energi.

Beberapa orang juga mengatakan bahwa Alam mengacu pada lingkungan alami yang ada termasuk padang gurun, hewan liar, batu, hutan, pantai dan area umum lainnya yang belum banyak diubah secara langsung oleh manusia, atau suatu keadaan yang mampu bertahan meski sudah ada campur tangan manusia didalamnya.

Sebagai contoh, objek yang bisa diproduksi dan interaksi manusia biasanya tidak dianggap sebagai bagian dari alam, kecuali memenuhi beberapa syarat antara lain, sifat manusia dan atau keseluruhan alam yang sifatnya lebih tradisional.

Sementara, sifat alam dalam konsep tradisional diartikan sebagai perbedaan antara elemen alami dan buatan bumi, dengan sesuatu yang telah diciptakan berdasarkan kesadaran manusia secara otentik.

Pengertian alam secara etimologi

Kata alam berasal dari bahasa latin, Natura atau dalam bahasa inggris disebut Nature. Yang artinya kira-kira adalah “kualitas esensisal, disposisi bawaan.”

Secara harafiah alam diartikan sebagai kelahiran. Natura adalah terjemahan Bahasa Latin dari bahasa Yunani, Phisis, yang merupakan korelasi antara tanaman, hewan bersama semua fitur lain yang terdapat di bumi yang dapat berkembang sendiri.

Secara keseluruhan, konsep ini dikenal juga sebagai alam semesta fisik dan ini merupakan salah satu bagian dari perluasan gagasan asali, itu di tenggarai oleh kata Phsisis oleh filsuf seperti Sokrates dan berkembang hingga kini.

Bagian-bagian alam

Karena alam merupakan istilah dari penggabungan beberapa elemen, maka ada bagian-bagian penting dari alam. Antara lain:

1. Bumi

Bumi sejauh ini adalah satu-satunya tempat yang dikenal yang mendukung adanya kehidupan. Fitur alami dari Bumi sering menjadi bahan penelitian untuk mendukung gagasan tentang alam.

Dalam tata surya, bumi adalah planet ketiga yang terdekat dengan pusat tata surya yakni Matahari dan merupakan planet terestrial terbesar kelima yang ada.

Ciri umum dari bumi adalah iklimnya yang terbagi menjadi dua zona iklim yang relative sempit dan daerah tropis ekuatorial yang luas serta subtropis.

Curah hujan di bumi sangat variatif tergantung wilayah. 71 persen dari bumi ditutupi air laut, sisanya terbagi menjadi menjadi daratan berupa benua, dan pulau-pulau kecil. Sebagian besar populasi bumi berada di wilayah utara Bumi seperti di Benua Eropa dan Amerika.

Berbagai tes mengatakan bahwa bumi telah berusia Miliaran tahun yang menandakan bahwa bumi telah melalui berbagai evolusi geologis dan biologis yang telah jauh meninggalkan jejak aslinya.

Bagian luar dari bumi dibagi menjadi beberapa petak tektonik yang bermigrasi secara bertahap, dan telah berubah dengan sangat cepat beberapa kali.

Interior aktif bumi, dengan lapisan tebal mantel cair dan inti yang dipenuhi dengan besi berkontribusi pada medan magnet bumi.

Baca Juga : Apa itu Retes, Peretes Dan Peretasan?

Begitu juga dengan kondisi atmosfer dari bumi yang telah berubah cukup signifikan dari kondisi aslinya. Perubahan itu juga telah menciptakan keseimbangan ekologis dan stabilitas permukaan bumi.

Variasi geografis lainnya, seperti iklim global rata-rata cukup stabil dalam periode interglasial. Vairansi dari satu atau dua derajat suhu global rata-rata memiliki efek besar terhadap mahluk hidup.

Perkiraan sementara bumi terbentuk 4,54 Miliar tahun lalu dari nebula matahari bersama dengn matahari dan planet-planet lainnya. Bulan terbentuk sekitar 20 juta tahun yang lalu.

Pada awalnya, bulan adalah lapisan luar planet yang mendingin lalu kemudian menghasilkan kerak padat. Aktivitas outgassing dan vulkanis telah membuat keadaan bumi menjadi primordial.

Kondesasi uap air, sebagian besar berasal dari es yang dikirim oleh komet dan menghasilkan lautan dan sumber daya lainnya.

Sementara, kandungan kimia yang energik diyakini ikut menghasilkan molekul yang tersedia dalam mereplikasi diri sekitar 4 miliar tahun sebelumnya.

Benua kemudian terbentuk, dan mengalami reformasi ketika permukaan bumi terbentuk kembali ratusan tahun silam. Kadang-kadang benua tersebut bergabung kembali untuk menghasilkan superkontinen.

Kira-kira 759 juta tahun silam, superkontinen awal yang dikenal dengan Rodinia mulai pecah. Benua-benua kemudian digabungkan untuk membentuk Pannotia yang pecah sekitar 540 juta tahun silam, lalu Pangea yang pecah pada 180 juta tahun lalu.

Terkait keadaan ini, ada bukti signifikan yang masih terus didalami oleh para ilmuwan seperti idankan glasial pada selama era Neoproterozoikus menutupi sebagian besar planet ini.

Hipotesis ini disebut Bumi Salju, dan itu sangat menarik karena mendahului ledakan kambrium dimana bentuk kehidupan multisel mulai berkembang sekitar 530-540 juta tahun lalu.

Alhasil, beberapa juta tahun lalu, spesies kera Afrika kecil bisa berdiri secara tegak. Kemunculan berikutnya dari kehidupan manusia, dan pengembangan pertanian dan peradaban lebih lanjut memungkinkan manusia telah ikut mempengaruhi Bumi lebih cepat daripada ribuan dan jutaan tahun silam. Hal ini berpengaruh secara kuantitas terhadap organisme lain dan juga iklim global.

Sebagai perbandingan, kekurangan oksigen yang diproduksi oleh proliferasi alga selama periode Siderian, membutuhkan waktu sekitar 300 juta tahun untuk mencapai puncaknya.

Era sekarang dikenal juga sebagai era kepunahan massal, yang dikenal sebagai kepunahan Holosen yang paling cepat yang pernah ada.

Beberapa ilmuwan seperti EO Wilson dari Universitas Harvard memprediksi bahwa akibat ulah manusia terhadap biosfer menyebabkan kepunahan semua spesies 100 tahun ke depan.

2. Geologi

Geologi berasal dari bahasa Yunani, Earth, atau pidato yang menyala untuk berbicara tentang bumi. Geologi berarti juga ilmu dan pelajaran tentang materi padat dan cair yang ikut membentuk Bumi.

Bidang geologi meliputi studi tentang komposisi, struktur, sifat fisik, dinamika dan sejarah material Bumi, dan serta proses dimana mereka terbentuk, bergerak dan berubah.

Bidang ini adalah salah satu disiplin akademis utama dan juga penting untuk mempelajari ekstraksi mineral dan hidrokarbon, termasuk pengetahuan tentang mitigasi bencana alam serta bidang tehnik mengeksplorasi sumber daya alam, dan juga untuk memahami iklim dan lingkungan dimasa lalu.

Ilmu geologi telah berkembang seiring meluasnya aspek pembahasan, begitu juga dengan keadaan geologi bumi sekarang.

Perkembangan ini terlihat saat unit-unit batuan di endapkan dan disisipkan serta proses deformasi yang mengubah letak dan posisinya.

Satuan-satuan batu yang pertama kali takluk akibat dari endapan ke permukaan atau menyusup ke dalam batuan dibagian atasnya.

Deposisi dapat terjadi ketika endapan itu naik ke permukaan Bumi dan kemudian menjadi batuan sedimen atau ketika bahan vulkanik seperti abu vulkanik dan aliran lava, muncul di permukaan bumi.

Deformasi ini biasanya terjadi akibat dari gerakan pemendekan horizontal, ekstensi horizontal atau gerkan side-to-side (strike-slip).

3. Iklim Dan Cuaca

Atmosfer yang terdapat di bumi berfungsi sebagai faktor kunci yang mempertahankan semua ekosistem di planet ini.

Atmosfer adalah lapisan gas tipis yang menyelimuti bumi dengan kandungan antara 78% nitrogen, 21% oksigen dan 1% argon dan gas-gas lain seperti karbon dioksia. Meski demikian, atmosfer juga mengandung sejumlah variabel uap air.

Tekanan atmosfer menurut terus didaerah yang tinggi. Skala ketinggian bisa mencapai 8 Kilometer diatas permukaan bumi, suatu posisi yang memungkinkan atmosfer mengalami penurunan konstanta matematika.

Lapisan ozon planet juga telah mengurangi efek radiasi ultaviolet (UV) yang mencapai permukaan bumi. Karena DNA mudah rusak oleh sinar UV, Ozon telah menjaga kehidupan di bumi. Selain itu, atmosfer juga menahan panas pada malam hari sehingga mengurangi suhu yang ekstrim.

Cuaca terestrial terjadi secara eksklusif dibagian bawah atmosfer dan berfunsgi sebagai suatu sistem konvektif untuk meretribusi panas.

Arus laut adalah faktor penting lain yang ikut mempengaruhi perubahan iklim, khususnya sirkulasi termohalin bawah laut yang mendistribusikan energi panas dari lautan samudera ke daerah kutup.

Arus ini memoderasi perbedaan suhu antara musim dingin dan musim panas di zona iklim sedang. Juga, tanpa redistribusi energi panas oleh arus dan atmosfer yang ada di samudera, daerah tropis akan jauh lebih panas dan daerah kutub utara akan menjadi sangat dingin.

Cuaca sangat bermanfaat bagi kehidupan sekaligus berbahaya. Cuaca ekstrim seperti tornado atau angin topan dan siklon, dapat menghabiskan banyak energi dan menyebabkan kehancuran.

Vegetasi alam yang ada di permukaan bumi secara variatif ikut mempengaruhi cuaca musiman dan perubahan mendadak dalam tahun-tahun dimana cuaca menjadi sangat menakutkan.

Iklim planet adalah ukuran jangka panjang terhadap cuaca. Berbagai faktor diketahui ikut mempengaruhi iklim, termasuk arus laut, permukaan albedo, gas rumah kaca, variasi luminositas matahari, dan perubahan pada orbit planet. Berdasarkan catatan sejarah, Bumi di ketahui telah mengalami banyak perubahan iklim ekstrim seperti zaman es.

Iklim suatu wilayah bergantung pada beberapa faktor, salah satunya adalah garis lintang. Garis lintang dari permukaan bumi dengan atribut-atribut iklim serupa ikut membentuk cuaca seperti tropis di khatulistiwa hingga iklim di Kutub utara dan selatan. Cuaca juga dipengaruhi oleh musim, yang dihasilkan dari poros bumi yang relatif miring dari orbitnya.

Dengan demikian, pada waktu tertentu selama musim panas atau dingin, satu bagian dari planet lebih banyak terkena sinar matahari daripada belahan lain.

Hal ini terus terjadi seiring Bumi mengelilingi orbitnya. Pada waktu tertentu, pantai mengalami pasang surut, sementara belahan utara dan selatan mengalami musim yang berbeda.

Cuaca adalah sistem yang agak kacau dan mudah dimodifikasi oleh perubahan kecil dari lingkungan, sehingga perkiraan cuaca sangat tidak akurat dan selalu terbatas.

Secara keseluruhan, dua hal ini terjadi diseluruh dunia saat ini yakni (1) Suhu yang meningkat rata-rata dan (2) iklim regional telah mengalami perubahan signifikan.

4. Air

Air adalah zat kimia yang tersusun dari hidrogen dan oksigen dan sangat penting bagi kehidupan. Dalam penggunaan yang khas, air hanya mengacu pada bentuk cair atau keadaannya, tetapi substansinya memiliki keadaan padat, es, gas dan uap.

Air menutupi 71% bagian bumi. Di bumi kebanyakan air lebih banyak ditemukan di laut sementara 1,6 % berada di akuifer bawah tanah dan 0,001% berada di udara dalam bentuk uap dan awan –awan terbentuk dari partikel air padat dan cair yang tersuspensi di udara– dan pengendapan.

Sementara lautan mengisi 97% air di permukaan bumi, sisanya gletser dan es di kutub sebanyak 2,4% dan air permukaan tanah lainnya seperti sungai, danau dan kolam mengisi sebanyak 0,6%.

Sementara, sejumlah kecil air terkandung dalam tubuh biologis dari hewan, tumbuhan, manusia dan material lain termasuk juga produk-produk manufaktur.

5. Laut

Laut adalah air yang seluruhnya terdiri dari air asin dengan komponen utama hidrosfer. Laut menutupi 71% dari permukaan bumi, atau kira-kira seluas 361 juta kilometer persegi wilayah bumi tertutup laut.

Sementara, sebagian besar terkonsentrasi pada beberapa samudera utama dan lautan-lutan yang relatif lebih kecil. Lebih dari separuh wilayah laut berada dalam kedalaman lebih dari 3.000 meter.

Salinitas lautan rata-rata terdiri dari 35 bagian dari seperseribu (ppt) (3,5%), dan hampir semua air laut memiliki salinitas dalam kisaran 30-38 ppt. Meski pada umumnya diakui beberapa samudera terpisah, perairan ini tetap terhubung satu dengan yang lain.

Penentuan samudera ditentukan oleh benua-benua dan berbagai kepulauan bersama kriteria tambahan seperti divisi-divisi yang diturunkan dari urutan ukuran Samudera Pasifik, Samudra Atlantik, Samudera Hindia, Samudera Selatan Laut Arktik. Pasifik dan Atlantik kemudian dibagi lagi menjadi dua wilayah khatulistiwa yakni utara dan selatan.

Wilayah laut yang lebih kecil disebut teluk, dan nama lainnya. Ada juga danau-danau garam, yang merupakan bagian-bagian kecil dari laut yang terkurung di daratan dan tidak terhubung secara langsung dengan laut. Dua contoh danau garam adalah Aral Sea dan Great Salt Lake.

6. Danau

Danau atau dalam bahasa latin disebut Lacus adalah fitur medan fisik, atau fitur badan cairan yang ada di permukaan bumi dan terlokalisir ke dasar cekungan, tipe lain dari bentuk lahan, dan fitur wilayah yang sifatnya tidak global dan bergerak perlahan.

Satu-satunya planet selain bumi yang diketahui memiliki danau adalah Titan, yang merupakan bulan terbesar di Saturnus yang memiliki danau Etana, yang kemungkinan besar tercampur dengan metana.

Tidak diketahui apakah danau titan terbentuk karena sungai-sungai seperti yang terdapat di bumi. Sementara, danau alami di bumi umumnya terletak di Pegunungan, zona rift dan area dengan glasiasi sedang.

Danau-danau lain ditemukan di cekungan endorheik atau disepanjang aliran sungai dewasa. Di belahan bumi lain, ada beberapa danau yang terbentuk karena pola drainase yang kacau yang terbentuk pada jaman es terakhir.

Semua danau sifatnya sementara dan berdasarkan waktu geologis karena mereka perlahan-lahan akan mengisi sedimen atau tumpah dari cekungan yang membentuk danau tersebut.

7. Kolam

Kolam adalah badan air yang berdiri sendiri, baik alami atau buatan manusia yang bentuknya lebih kecil dari danau. Berbagai macam kolam buatan manusia juga di klasifikasikan sebagai kolam, termasuk taman air yang dirancang untuk hiasan estetika, atau kolam ikan yang dirancang untuk menyimpan energi panas, kolam dan danau dibedakan dari aliran tertentu.

Sementara, arus sungai mudah diamati, kolam dan danau memiliki arus mikro yang di gerakan secara termal dan arus angina moderat yang di gerakan. Fitur-fitur ini ikut membentuk medan air lainnya, seperti kolam arus dan kolam pasang surut.

8. Sungai

Sungai adalah sebuah jalur alami yang merupakan air tawar. Sungai mengalir menuju lautan, danau atau menuju batang sungai yang lain. Dalam beberapa kasus, sungai hanya merembes ke tanah dan mengering sebelum mencapai hulunya.

Ada beberapa nama untuk mengindentifikasi jenis sungai antar lain anak sungai, sungai kecil dan sungai riil. Namun, sejauh ini tidak ada aturan umum yang mendefinisikan apa yang disebut sungai.

Banyak nama diberikan untuk sungai berdasarkan letak geografis, salah satu contohnya adalah sungai Burn di Skolandia. Kadang juga, sungai dikatakan lebih besar dari sungai yang dimaksud banyak orang.

Hal ini terjadi karena ketidakjelasan bahasa untuk mengindentifikasi sungai secara akurat. Yang jelas, sungai adalah bagian dari siklus hidrologi.

Air dalam sungai umumnya terkumpul dari curah hujan melalui limpasan di permukaan tanah, resapan air tanah, mata air dan pelepasan air yang tersimpan pada es seperti dalam kasus gletser.

Baca Juga : Apa itu tanaman?

Sungai adalah aliran air dengan arus yang terkurung dalam suatu tempat dan mengalir. Di Amerika Serikat pengertian Sungai adalah aliran air yang kurang dari 18 meter.

Aliran sangat penting dalam pengidentifikasian sungai sebab aliran bertindak sebagai siklus air, sementara instrumen yang dimaksud dalam resapan air tanah berfungsi sebagai koridor migrasi ikan dan satwa liar. Habitat biologis di sekitar sungai disebut juga riparian.

Namun, mengingat status kepunahan Holocene yang sedang berlangsung di Bumi, aliran telah memainkan peran penting sebagai koridor penghubung habitat disekitar sungai yang telah terfragmentasi dan dengan demikian ikut melestarikan keanekaragaman disekitarnya.

Studi tentang sungai dan saluran air secara umum dikenal sebagai hidrologi permukaan dan merupakan salah satu elemen dalam pelajaran ilmu geografi.

9. Ekosistem

Pada dasarnya ekosistem terdiri dari dua komponen utama yakni abiotik dan biotik yang saling terkait satu dengan yang lain. Struktur dan komposisi dua elemen ini ditentukan oleh faktor lingkungan.

Variasi dari faktor-faktor ini biasanya secara dinamis ikut memodifikasi ekosistem. Beberapa komponen penting pada sebuah ekosistem adalah tanah, atmosfer, radiasi matahari, air dan organisme hidup lain.

Inti dari sebuah ekosistem adalah gagasan bahwa organisme yang ada dalam eksosistem tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain.

Eugene Odum salah ahli ekosistem mengatakan bahwa “setiap unit yang mencakup semua organisme (yang juga disebut komunitas) di suatu area tertentu berinteraksi dengan lingkungan fisik sehingga energi mengarah pada struktur trofik yang terdefinisi dengan jelas, termasuk biotik keragaman dan siklus material pendudukung.”

Baca Juga : Apa itu Kesehatan?

Dalam konsep ekosistem, spesies saling terhubung dan bergantung satu sama lain dalam rantai makanan dan terus bertukar energi dan materi diantara penghuni ekosistem dan lingkungan mereka.

Sementara, ekosistem manusia didasarkan pada dekonstruksi dan dikotomi manusia dan alam serta premis-premis pendukung seperti spesies secara ekologis terintegrasi satu sama lain bersama konstituen abiotik dan biotope mereka.

Dilain pihak, ukuran dari unit ekosistem yang lebih kecil disebut mikroekosistem. Contohnya adalah mikrosistem batu. Sementara makrosistem mungkin melibatkan seluruh ekoregion.

Contoh ekosistem

Contoh Ekosistem
Agro-ekosistem
Gurun
Ekosistem akuatik
Hutan
Chaparral
Ekosistem Yellowstone
Batu karang
Ekosistem manusia
Ekosistem laut besar
ekosistem lotik
ekosistem lentik
Zona litoral
Ekosistem perkotaan
Gurun
Savanna
Tundra
Hutan hujan
Taiga
Padang rumput
Ekosistem Mikroba Litoautotrofik Bawah Permukaan
Ekosistem laut
Stepa

10. Hutan Belantara

Hutan belantara adalah suatu area yang belum dimodifikasi secara signifikan oleh aktivitas manusia. The WILD Foundation, salah satu lembaga sosial kemasyarakatan mendefinisikan hutan belantara sebagai Area alam liar paling utuh dan tidak terganggu oleh saluran pipa, infrastruktur seperti jalan dan atau industri.

Padang gurun dan hutan lindung dianggap penting untuk kelangsungan hidup spesies tertentu termasuk untuk studi ekologi, konservasi dan rekreasi.

Hal itu berarti hutan lindung dapat disebut juga sebagai hutan belantara. Kawasan hutan belantara adalah bagian integral dari ekosistem alami yang perannya sangat penting untuk menopang kehidupan di planet bumi (biosfer). Hutan belantara juga berfungsi untuk melestarikan sifat-sifat genetik bagi flora dan fauna yang terdapat di hutan tersebut.

11. Kehidupan

Meski tidak ada kesepakatan antara para ahli tentang pengertian dari kehidupan, namun umumnya kehidupan dipahami sebagai manifestasi biologis yang dicirikan lewat komunitas masyarakat, metabolisme, pertumbuhan, adaptasi, respon, rangsangan dan juga reproduksi.

Kehidupan juga dapat merujuk pada karakteristik organisme mikro yang tidak sangat kecil. Sementara, sifat umum dari organisme terestrial baik itu tumbuhan, hewan, jamur, protista dan bakteri adalah bahwa mereka hidup, membutuhkan karbon dan air, memiliki metabolisme dan kapasitas untuk tumbuh, merespon rangsangan dan bereproduksi. Entitas ini disebut dikatakan sebagai suatu kehidupan.

Baca Juga : Apa itu Budaya?

Biosfer sangat berperan penting dalam kehidupan. Biosfer adalah lapisan kulit terluar dari Bumi, termasuk udara, tanah, batuan permukaan dan air dimana kehidupan terjadi.

Dari sudut pantang geofisiologi, biosfer adalah suatu sistem ekologi global yang mengintegrasikan semua mahluk hidup dan hubungan mereka, termasuk interaksi mereka dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air) dan atmosfer (udara).

Saat ini, bumi mengandung sekitar 75 miliar ton biomassa. Biomassa adalah kehidupan yang ada di bumi yang hidup dalam dalam lingkungan biosfer.

Selain itu, lebih dari 9/10 total biomasa di bumi adalah tanaman, dan kehidupan hewan sangat bergantung dari tanaman ini.

Dilain pihak, 2 juta spesies tumbuhan dan hewan telah berhasil di identifikasi hingga kini dan perkiraan jumlah spesies yang sebenarnya berkisar 50 juta lebih. Jumlah spesies terus mengalami penurunan, namun ada beberapa spesies baru muncul dan yang lain telah punah.

12. Evolusi

Seperti yang telah dipahami oleh banyak orang, kehidupan, sejauh ini, hanya dapat diketahui terjadi di Bumi. Asal usul kehidupan pun masih menjadi perdebatan sengit antara para ilmuwan, agamawan dan beberapa orang yang mempercayai teori-teori tentang asal mula kehidupan.

Namun, berdasarkan beberapa penelitian, asal usul kehidupan dimulai pada 3,9 hingga 3,5 miliar tahun yang lalu selama periode Hadean atau arka kuno di bumi purba yang sudah jauh berbeda dengan keadaan saat ini.

Bentuk kehidupan ini memiliki ciri dasar dan replikasi diri serta sifat-sifat yang terus di wariskan. Setelah kehidupan muncul, proses evolusi terjadi lewat seleksi alam yang menghasilkan bentuk-bentuk kehidupan yang lebih beragam.

Baca Juga : Apa itu Fisika?

Spesies yang tidak dapat beradaptasi punah. Hal itu diperkuat dengan berbagai penemuan fosil purba yang paling tua yang pernah ditemukan seperti Penemuan Kerangka Ikan Purba Di Australia.

Bukti fosil dan DNA saat ini menunjukan bahwa semua spesies yang ada dapat dilacak awal mula untuk diketahui bentuk kehidupan primitif pertama mereka.

Sementara, munculnya proses fotosintesis yang datang dari sinar matahari ikut menciptakan kehidupan yang lebih kompleks. Oksigen yang dihasilkan terakumulasi di atmosfer lalu munculah Ozon.

Sel-sel yang lebih kecil bergabung menjadi sel yang lebih besar lalu menghasilkan perkembangan sel-sel yang jauh lebih kompleks yang disebut dengan Eukariota. Sel itu menjadi koloni dan terspesialisasi, lalu menghasilkan organisme multisel lain.

13. Mikroba

Bentuk kehidupan mikroba ditemukan hampir diseluruh lokasi di bumi baik di air dan batu-batu. Reproduksi mikroba sangat cepat sehingga mikroba kini sangat banyak jumlahnya. Dilain pihak, tingkat mutasi mereka yang tinggi menyebabkan transfer gen horizontal.

Kemampuan mereka yang sangat mudah beradaptasi membuat mereka diperkirakan mampu bertahan hidup dilingkungan baru, termasuk diluar angkasa.

Mereka adalah bagian penting dari ekosistem planet bumi. Namun, beberapa mikroorganisme sifatnya patogen dan bisa menyebabkan resiko kesehatan kepada organisme lain, termasuk manusia.

14. Tumbuhan dan hewan

Perbedaan antara tumbuhan dan hewan terjadi secara mencolok. Aristotles, sejauh ini adalah orang pertama mengidentifikasi tumbuhan dan hewan.

Menurutnya, Tumbuhan adalah mahluk yang tidak bergerak sementara hewan sebaliknya. Dalam sistem Linnaeus, ada beberapa kategori terhadap dua hal ini yakni KerajaankVegetabilia (kemudian Plantae) dan Animalia.

Sejak itu, menjadi jelas bahwa Plantae adalah tumbuhan termasuk tapi tidak termasuk jenis kelompok seperti jamur dan ganggang yang telah dikategorikan pada kerajaan baru.

Namun masih sering dianggap sebagai tanaman atau kehidupan dalam beberapa konteks pembahasan. Kehidupan bakteri kadang-kadang termasuk dalam flora. Beberapa klasifikasi menggunakan istilah flora bakteri terpisah dari flora tumbuhan.

Diantara banyak cara untuk mengklasifikasikan tanaman seperti flora dan fauna sebenarnya tergantung pada tujuan studi, termasuk flora fosil dan sisa-sisa kehidupan tanaman di era sebelumnya.

Orang-orang di banyak wilayah dan negara biasanya sangat bangga dengan susunan karakteristik flora mereka masing-masing karena perbedaan iklim dan daratan.

Baca Juga : Apa itu Hoax?

Flora regional/daerah umumnya dibagi dalam beberapa kategori seperti flora asli dan flora pertanian atau kebun, yang terakhir flora yang ditanam dan dibudidayakan.

Beberapa jenis flora asli telah diperkenalkan beradab-abad sebelumnya dari orang-orang yang bermigrasi dari suatu wilayah ke wilayah lain atau dari satu benua ke benua lain, dan bahkan telah menjadi bagian integral dari flora asli atau flora alami daerah tersebut.

Ini adalah contoh interaksi manusia dengan alam sehingga bisa mengaburkan batas dari apa yang disebut alami.

Kategori tanaman lainnya secara historis diukir oleh gulma. Meskipun istilah ini menjadi bahan pergunjingan ahli botani karena dianggap tidak berguna, namun penggunaan kata tidak resmi terhadap gulma tetap digunakan.

Tanaman gulma sudah dianggap sebagai tanaman yang layak dieliminasi karena menggambarkan kecenderungan masyarakat umum untuk mengubah jalannya alam.

Serupa dengan itu, hewan sering dikategorikan dengan cara-cara domestik seperti hewan ternak, hewan liar dan hama yang dianggap layak dieliminasi karena hubungan mereka dengan kehidupan manusia.

Sementara, hewan dikategorikan sebagai mahluk dengan karakteristik yang berbeda dengan mahluk hidup lain. Pada umumnya, mereka dapat dilacak sehingga dikategorikan sebagai hewan hanya karena mereka memiliki kaki atau sayap dan bukan akar atau daun.

Hewan sifatnya eukariotik dan biasanya multiseluler (seperti Myxozoa) yang memisahkan mereka dari bakteri, archaea dan protista.

Sifat hewan ini heterotrofik yang bisa mencerna makanan di ruang internal mereka dan memisahkan mereka dari tumbuhan dan alga. Mereka juga dibedakan dari tumbuhan, alga dan jamur karena kurangnya dinding sel.

Namun, beberapa pengecualian, terutama Sponge (Phylum Porifera), hewan memiliki tubuh karena jaringan mereka yang terpisah, termasuk otot.

Otot mereka mampu mengontraksi dan mengendalikan pergerakan sehingga sistem saraf mereka mampu memproses sinyal yang dikirimkan. Biasanya mereka memiliki pencernaan internal.

Sel-sel eukariotik yang dimiliki oleh hewan ini dikelilingi oleh ekstraseluler yang khas sehingga terdiri dari kolagen dan glikoprotein elastis.

Ini dapat diklasifikasi untuk membentuk struktur seperti cangkang, tulang dan spikola. Kerangka ini merupakan sel-sel yang dapat bergerak dan diatur kembali selama perkembangan dan pematangan mereka berlangsung, ini mendukung anatomi mereka yang kompleks, yang diperlukan untuk mobilitas kehidupan mereka.

15. Estetika dan keindahan

Keindahan yang terdapat di alam secara historis telah menjadi tema umum dari seni-seni modern dan buku-buku yang mengisi sebagian besar dari perpustakaan atau toko bumi.

Itu berarti alam telah menjadi objek utama yang terus digambarkan dalam bentuk seni, fotografi, puisi dan karya sastra lainnya dan mengasosiasikannya dengan estetika dan keindahan.

Lantas, mengapa asosiasi ini ada? Apa tujuannya? Tentang asosiasi hal ini telah dipelajari oleh salah satu cabang filsafat yang disebut estetika.

Estetika adalah istilah yang menggambarkan suatu objek yang dilihat dan objek tersebut indah, dan tidak ada kata yang dapat menggambarkan keindahan tersebut.

Pada perkembangannya, lensa seni rupa yang tersohor telah berhasil menghubungkan alam, seni dan kehidupan. Tradisi seni alam awalnya berkembang di Cina pada masa Dinasti Tang (618-907).

Tradisi seni ala mini telah menjadi salah satu bagian penting dalam seni lukisan Cina dan telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap seni Asia. Seniman telah belajar menggambar gunung dan sungai yang menunjukan perspektif alam secara keseluruhan.

Sementara, di dunia Barat, gagasan alam dan hutan belantara dalam seni muncul pada tahun 1800-an, terutama dalam karya-karya bergaya Romantis.

Seniman Inggris, John Constable dan JMW Turner telah mengalihkan perhatian mereka untuk melihat keindahan alam dalam lukisan mereka.

Sebelumnya, banyak lukisan didominasi oleh adegan religius dan manusia. Begitu juga dengan puisi-puisi karya William Wordsworth yang menggambarkan keajaiban dunia alam, yang dulunya dianggap sebagai sebuah tempat yang berbahaya.

Banyak ilmuwan yang kemudian lebih spesifik mempelajari tentang keindahan alam, termasuk matematikawan Perancis, Jules Henri Poincaré (1854–1912).

Poincaré pernah mengatakan bahwa “Ilmuwan mempelajari alam karena itu berguna; dia mempelajarinya karena dia senang di dalamnya, dan dia senang karena alam itu indah. Jika alam tidak indah, itu tidak akan berharga untuk diketahui dan jika alam tidak layak untuk diketahui, kehidupan tidak akan berharga untuk dijalani.

Tentu saja saya tidak di sini berbicara tentang keindahan yang mempengaruhi indra, keindahan kualitas dan penampilan; bukan berarti saya meremehkan keindahan seperti itu, jauh dari itu, tetapi tidak ada hubungannya dengan sains; Yang saya maksudkan adalah keindahan yang luar biasa yang berasal dari keteraturan bagian-bagian yang harmonis dan yang dapat dipahami oleh kecerdasan murni manusia.”

16. Materi dan energi

Banyak ilmuwan melihat sains sebagai suatu materi yang bergerak dan materi itu patuh pada hukum alam, yang terus dipecahkan oleh sains.

Untuk alasan ini ilmu paling mendasar umumnya dipahami sebagai fisika, sebuah ilmu yang secara mendasar dipahami sebagai ilmu yang mempelajari tentang alam.

Materi didefinisikan sebagai substansi dari benda fisik yang bisa diamati. Substansi ini terlihat dari alam semesta namun hanya terdiri dari 4 persen total massa. Sisanya diyakini terdiri dari 23% materi hitam dan 73% energi gelap. Sifat utama dari komponen ini belum diketahui dan terus menjadi bahan penelitian utama oleh fisikawan.

Perilaku utama dari materi dan energi di seluruh alam semesta yang teramati mengikuti hukum fisik yang terdefinisi dengan baik. Ide ini menghasilkan model kosmologi yang menjelaskan struktur dan evolusi alam semesta yang dapat kita amati.

17. Di luar Bumi

Sementara, alam diluar bumi, yang juga disebut ruang, mengacu pada wilayah alam semesta diluar dari planet bumi yang relatif kosong dan hanya terdiri dari benda-benda luar angkasa yang sepenuhnya belum teridentifikasi. Ini juga membedakan dari ruang udara dan lokasi terestrial.

Tidak ada batas konkret antara atmosfer dan ruang bumi, karena atmosfer secara bertahap melemah ketika semakin tinggi. Luar ruang tata surya disebut antarplanet, planet di luar tata surya disebut eksoplanet sementara ruang antar bintang disebut helipause.

Luar angkasa sangat luas, tetapi jauh lebih kosong. Luar angkasa jarang dipenuhi dengan beberapa jenis molekul organik yang ditemukan di bumi, radiasi hitam yang tersisa dari Big Bang dan asal mula kehidupan di bumi dan sinar kosmis meliputi inti atom terionisasi dengan berbagai molekul sub atom. Ada beberapa gas, plasma dan debu dan meteor kecil.

Meskipun, sejauh ini, planet bumi adalah satu-satunya planet yang dikenal di tata surya yang mendukung adanya kehidupan, bukti saat ini menunjukan bahwa di masa lalu, Planet Mars mengandung air di permukaannya.

Selama periode singkat keberadaan air tersebut, mungkin mars membentuk kehidupan. Namun, sebagian besar air yang tersisa di mars beku. Jika ada kehidupan disana, kemungkinan besar terletak dibawah tanah di mana air cair masih bisa ditemukan.

Kondisi planet terestrial lain seperti Merkurius dan Venus, tampaknya terlalu sulit untuk memiliki kehidupan seperti yang kita ketahui.

Namun, Europa, salah satu bulan Jupiter keempat terbesar mungkin adalah salah planet yang memiliki samudera sub-permukaan yang berpotensi mendukung adanya kehidupan.

Baru-baru ini, Tim Stéphane Udry menemukan planet baru bernama Gliese 581D, yang merupakan planet ekstrasurya yang mengorbit bintang kerdil merah Gliese 581.

Gliese 581D tampaknya berada di zona ruang yang dapat dihuni, dan oleh karena itu mungkin ada kehidupan disana atau mendukung kehidupan seperti di bumi.

Keterkaitan alam dengan manusia

Pada dasarnya manusia terdiri dari proporsi yang sangat kecil dari jumlah total biomassa yang hidup di bumi, namun pengaruh manusia sangat besar terhadap kelangsungan biomasa tersebut.

Karena tingkat penguruh manusia yang tinggi, batas antara yang manusia sanggup lakukan dan alam lakukan, tidak diketahui dengan pasti.

Ini dapat dilihat dari usaha-usaha untuk membuat lingkungan buatan manusia, sementara, jumlah pengaruh alam yang bebas dari campur tangan manusia semakin hari semakin berkurang.

Dilain pihak, teknologi yang dibuat manusia memungkinkan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam dan membantu meringankan risiko dari alam sendiri.

Terlepas dari kemajuan ini, lantas bagaimana nasib peradaban manusia terhadap perubahan lingkungan? Ini terdapat jurang ngarai antara penggunaan teknologi dan perubahan lingkungan.

Ancaman manusia terhadap lingkungan seperti polusi, penggundulan hutan dan bencana yang disengaja seperti tumpahan minyak berkontribusi pada kepunahan hewan dan tumbuhan secara signifikan.

Baca Juga : Apa itu Astronomi?

Manusia juga mamanfaatkan alam sebagai sarana rekreasi dan ekonomi. Akuisis sumber daya alam untuk keperluan industri juga menjadi komponen utama sistem ekonomi dunia.

Beberapa kegiatan seperti berburu dan memancing digunakan untuk mencari rezeki atau berekreasi. Pertanian pertama kali diadopsi pada abad ke-9 SM. Saat itu mereka mulai memproduksi makan dan energi. Alam juga mempengaruhi kekayaan ekonomi manusia.

Pada dasarnya, manusia purba mengumpulkan bahan-bahan tanaman yang tidak di budidayakan untuk makanan dan menggunakan sifat-sifat makanan dari tumbuh-tumbuhan untuk obat-obatan. Hari ini, sebagian besar manusia menggunakan tumbuhan untuk ekonomi dan pertanian.

Pembebasan lahan yang luas dan penebangan hutan menurunkan populasi hewan dan pohon di muka bumi yang masih tersedia di hutan dan lahan basah, yang mengakibatkan erosi yang membahayakan manusia itu sendiri

Penutup

Berbicara mengenai alam sebenarnya sangat luas dan kompleks. Dengan kata lain, pengertian alam masih jauh lebih luas dari yang dipahami oleh manusia.

Demikian artikel tentang Alam: Pengertian, Bagian dan Keterkaitannya dengan Manusia. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *