Aerodrome: Pengertian, Istilah dan Bagian-Bagiannya

4 Likes Comment
Aerodrome

Kata aerodrome mungkin agak asing di telinga anda. Sehingga, banyak dari anda yang kemudian bertanya, apa sih aerodrome itu? Apa fungsinya dalam dunia penerbangan?

Istilah ini juga telah mengalami perluasan makna seiring dengan meningkatnya standar dalam dunia penerbangan internasional.

Pada artikel kali ini akan di ulas tentang definisi Aerodrome, dan bagian-bagiannya. Untuk lebih memahami konteks ini, baca artikel ini sampai habis.

Pengertian Aerodrome

Aerodrome

Aerodrome atau kadang juga disebut airdrome merupakan lokasi dimana pesawat terbang melaksanakan operasi penerbangan.

Dalam operasi penerbangan tersebut, juga terlibat melibatkan Kargo udara, penumpang atau mungkin operasi udara yang dilakukan oleh Militer.

Singkatnya, definisi aerodrome adalah suatu daerah di perairan atau di daratan [termasuk bangunan-bangunan, instalasi, dan perlengkapan atau alat-alat] yang digunakan sebagai atau secara keseluruhan untuk membantu pendaratan, pergerakan dan keberangkatan pesawat terbang.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Perintis dan Penemu Kamera

Istilah ini juga mengacu pada lapangan terbang baik kecil atau menengah, bandara komersial besar atau kecil hingga pangkalan udara militer.

Disisi lain, istilah bandara bisa merujuk pada kondisi tertentu yang sudah memenuhi kriteria sertifikasi dan persyaratan penerbangan yang dikeluarkan oleh regulasi nasional ataupun internasional

Singkatnya, semua bandara yang ada di dunia termasuk aerodrome, tapi tidak semua aerodrome adalah bandara.

Bagian-bagian dari Aerodrome

Secara umum, ada 14 bagian dari Aerodrome. Bagian-bagian inilah yang mendukung operasi penerbangan baik untuk komersial ataupun militer. Berikut bagian-bagiannya:

1. Runway

Runway

Merupakan satu daerah berbentuk persegi panjang di daratan yang telah dipilih dan disediakan untuk pendaratan dan pemberangkatan pesawat terbang sepanjang sisi panjangnya.

Untuk menentukan arah [heading] suatu runway selain faktor lokasi atau lapangan, juga ditentukan oleh faktor angin. Untuk kode referensi kode Runway, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Aerodrome

Lebar Runway

Lebar Runway tidak boleh lebih kecil dari ukuran yang semestinya, sebagaimana tercantum dalam tabel dibawah ini:

Aerodrome

Sementara, ada beberapa faktor yang mempengaruhi perhitungan penentuan runway, yaitu:

a. Tipe operasi penerbangan

Apakah digunakan dalam segala cuaca atau hanya dalam kondisi visual, apakah digunakan untuk siang dan malam atau hanya siang dan malam.

b. Kondisi iklim

Statistik angin termasuk arah dan kecepatan rata-rata angin yang memotong [cross wind]. Angin memotong yang diijinkan keadaan gusts, keadaan badai, ada tidaknya landasan lainnya [secondary runway], lebar runway, kondisi permukaan runway, arah angin dan lain sebagainya.

c. Topografi dari letak aerodrome, pendekatannya dan daerah sekitarnya

Ini berkaitan dengan batas halangan masa depan penggunaan lahan, masa depan panjang runway yang disediakan biaya konstruksi. Kemungkinan untuk pemasangan non visual dan visual aid guna pendekatan pendaratan

d. Lalu lintas udara di dekat aerodrome

Aerodrome atau ATS route terdekat, kepadatan lalu lintas udara, pengaturan lalu lintas udara dan prosedur pendekatan

Nomor landasan ditentukan dengan bearing dari mana angin bertiup. Apabila kurang dari lima, dibulatkan dengan cara menghilangkan, tetapi apabila lebih dari 5 akan dibulatkan ke atas.

Misalnya, 094 dibulatkan menjadi 090, 097 dibulatkan menjadi 100. Untuk penomoran landasan hanya dituliskan dua angka pertama dan kedua, misalnya 090 ditulis 09, 100 ditulis 10.

Shoulder

Untuk Runway nomor 4 diperlukan shoulder, kecuali apabila lebar runway sudah 60m [200 feet] atau lebih shoulder biasa ditiadakan.

Shoulder melebar ke samping runway sehingga seluruh lebar runway dan kedua shoulder tidak kurang dari 60 m [200 feet].

Kekuatan shoulder dipersiapkan untuk menampung pesawat apabila ke luar dari landasan, sehingga tidak mengakibatkan kerusakan pesawat dan juga kuat untuk menampung kendaraan-kendaraan yang beroperasi di shoulder.

Runway Strip

Runway strips

Suatu daerah yang sudah ditentukan termasuk runway dan stop way [jika ada], yang digunakan untuk:

  • Mengurangi kerusakan apabila pesawat ke luar dari landasan
  • Untuk melindungi pesawat selama take off dan landing
Stop Way

stop way and clear way in aerodrome

Lebar stop way sama dengan lebar runway. Sedangkan, kekuatannya dibuat agar dapat menampung pesawat apabila mengalami kegagalan dalam melakukan take off dan tidak dapat berhenti di runway [keluar landasan] sehingga tidak dapat mengakibatkan kerusakan yang berat.

Clearway

Panjangnya dimulai dari take off runway available [TORA] sementara panjanganya tidak lebih dari ½ panjang TORA. Lebar clearway adalah 75m [250 feet] ke samping kiri dan kanan dari panjang garis tengah runway [runway clear line].

Declared Distances
Aerodrome
via researchgate.net
  1. Take off runway Available [TORA] panjang landasan yang dapat dipergunakan untuk take off
  2. Accelerate Stop Distance Available [ASDA] panjang runway [TORA] + Stop way [jika ada]
  3. Take off distance Available [TODA] panjang Runway [TORA] + Clear way [Jika ada]
  4. Landing distance Available [LDA] panjang runway yang dapat dipergunakan untuk landing

Catatan: Apabila suatu runway dinyatakan tidak dapat dipergunakan untuk landing ataupun take off, maka akan dinyatakan dalam aeronautical information publication [AIP] dan dinyatakan dalam huruf NU [Not usable].

2. Landing area

Bagian dari suatu daerah pergerakan pesawat yang dipergunakan untuk pendaratan atau pemberangkatan pesawat terbang.

3. Appron

Suatu daerah yang ditentukan pada sebuah pelabuhan udara untuk keperluan penempatan pesawat, memuat penumpang dan membongkar barang, pengisian bahan bakar, parkir dan perawatan kecil bagi sebuah pesawat udara.

4. Manuvering Landing

Bagian dari pada aerodome yang digunakan untuk take off [berangkat] dan landing [mendarat] pesawat terbang dan untuk membantu pergerakan-pergerakan pesawat yang berhubungan dengan take off dan landing, tapi tidak termasuk appron.

5. Movement area

Bagian dari aerodrome yang digunakan untuk take off dan landing pesawat, dan untuk pergerakan pesawat di darat.

6. Stop Way

Suatu daerah di ujung landasan pada arah take off yang berbentuk empat persegi panjang, dan dipersiapkan sebagai daerah yang dapat digunakan sewaktu-waktu oleh pesawat apabila mengalami kegagalan pada saat take off.

7. Clear Way

Suatu daerah berbentuk empat persegi panjang di atas daratan atau perairan dibawah pengawasan yang berwenang, ditentukan dan dipersiapkan sebagai daerah yang dapat digunakan oleh pesawat guna melakukan sebagian dari initial climb menuju ketinggian tertentu.

8. Shoulder

Suatu daerah yang berbatasan langsung dengan kanan kiri landasan, umumnya di tanami rumput dan bebas dari rintangan-rintangan yang membahayakan, yang dipergunakan untuk menampung kemungkinan adanya pesawat yang keluar dari jalur landasan secara tidak disengaja.

9. Taxiway

Taxiway dipersiapkan untuk memperlancar dan keselamatan pergerakan pesawat di darat. Apabila end of runway [ujung dari landasan] tidak dilengkapi dengan taxyway, maka bisa dibuatkan suatu daerah di ujung runway, dimana dapat dipergunakan untuk membuat belokan yang dikenal dengan nama turning area.

Kekuatan taxiway sekurang-kurangnya sama dengan kekuatan runway, yang mana dalam kenyataan taxiway akan menampung pesawat yang lebih banyak, yang bergerak ataupun berhenti.

Signal Area

Suatu daerah di aerodrome yang dipergunakan untuk menempatkan ground signal [tanda-tanda di darat].

Warna daripada signal area harus kontras dengan warna tanda-tanda yang ditempatkan, diberi pagar warna putih dengan ketinggian kurang dari 0,3 m. macam-macam ground signal adalah:

  1. Larangan untuk mendarat. Dua buah garis diagonal warna kuning dengan dari empat persegi panjang warna merah diletakkan di signal area
  2. Agar hati-hati mendarat. Satu garis diagonal warna kuning dengan dasar empat persegi panjang warna merah yang diletakkan di signal area
  3. Take off dan landing hanya dapat dilakukan di runway dan taxy saja. Dumb ball dengan warna putih di signal area
  4. Take off, landing dan taxi dapat dilakukan tidak terbatas pada runway dan taxiway saja. Dumb ball warna putih dengan garis-garis hitam vertikal, tegak lurus pada porosnya, diletakkan di signal area
  5. Area tidak dapat dipergunakan. Tanda silang warna putih atau kuning diletakan horizontal pada suatu runway atau taxi way
  6. Air traffic reporting office. Tanda huruf C hitam dengan dasar persegi panjang empat dengan warna kuning diletakan vertikal pada landing suatu gedung
  7. Menunjukan arah landing. Hurut T berwarna putih atau orange yang diletakan di signal area
  8. Menunjukan arah angin. Biasa juga disebut wind sock, wind cone, wind sleave atau kantong angin yang diletakkan di signal area.
Markings
  1. Runway markings. Pembuatan marking dengan warna yang menyolok, biasanya berwarna putih
  2. Taxiway marking. Pembuatan marking dengan warna yang kuning yang mencolok
  3. Runway centre line marking. Garis tengah putus-putus pada pertengahan runway
  4. Runwayi side stripe marking. Garis putih tidak terputus pada sisi kiri dan kanan runway
  5. Fixed dintance marking. Warna kuning yang dibuat 1.000 feet dari threeshold
  6. Touchdown zone marking. Garis putih berpasangan di kiri dan kanan runway centre line
  7. Taxiway centre line marking. Garis warna kuning tidak terputus-putus
  8. Taxi holding position marking. Terdiri dari 4 garis warna kuning, yang terdiri dari dua buah terputus-putus dan dua buah garis tidak terputus-putus.
Lights

Lampu-lampu Runway

  • Threshold : Hijau
  • Centre Line : Putih
  • Runway Edge [Sisi kiri dan kanan] : putih
  • Runway end : Merah
  • Touchdown zone light : putih

Lampu-lampu di Taxiway

  • Taxiway edge [sisi kiri dan kanan] : biru
  • Taxyway centre line : Hijau
  • Appron : Merah
  • Aerodrome beacon light : Lampu suatu daerah yang sudah ditentukan dan dipersiapkan untuk pesawat udara yang taxi.
10. Threshold

Merupakan awal daripada run way yang digunakan untuk landing.

11. Displaced threshold

Threshold yang dipersiapkan dan dipindahkan misalnya, disebabkan oleh:

  • Kerusakan runway
  • Adanya obstacle didaerah sebelum runway
12. Holding bay [point]

Suatu daerah dimana sebuah pesawat dapat menunggu atau untuk memberikan jalan kepada pesawat laiun [dilewati oleh pesawat lain[ guna terselenggarakannya kelancaran lalu lintas di darat.

13. Aerodrome reference point

Pada dasarnya, definisi ini dapat terbagi menjadi dua bagian utama, antara lain:

  • Letak geografis suatu pelabuhan udara
  • Dinyatakan dalam derajat lintang [latitude] dan derajat bujur [longitude]
14. Aerodrome elevation

Definisinya juga terbagi menjadi dua bagian utama, antara lain:

  • Ketinggian suatu titik tertinggi di daerah pendaratan, dan diukur dari ketinggian permukaan laut
  • Untuk pengukurannya, dinyatakan dalam meter atau kaki [feet].

Penutup

Bagian-bagian Aerodrome yang dijelaskan diatas juga berlaku secara internasional. Namun terkadang, untuk bandara-bandara lokal, beberapa bagian diatas belum ada.

Demikian artikel tentang Definsi Aerodrome dan Bagian-Bagiannya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda, terlebih bagi anda yang ingin bercita-cita menjadi Pilot atau Marshalling. ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *