7 Sakramen Dalam Gereja Katolik

9 Likes Comment
7 Sakramen Dalam Gereja Katolik

7 Sakramen Dalam Gereja Katolik – Sejak dulu, pusat ajaran umat Kristiani atau Katolik adalah sakramen atau Sacramentum. Kata ini tidak saja ditemukan dalam karya-karya tokoh katolik Gereja seperti Turtullianus, pada tahun 207 tetapi juga ada dalam berbagai dokumen-dokumen gereja.

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang 7 Sakramen dalam gereja Katolik. Tapi ada baiknya kita mempelajari dulu pengertian-pengertian dasar mengenai Sakramen.

Apa itu Sakramen?

Dalam Katekismus Gereja Katolik, Sakramen adalah tanda kehadiran Allah dalam kehidupan manusia, atau tanda-tanda rahmat yang berkhasiat, dilembagakan oleh Kristus dan dipercayakan kepada Gereja, yang dengannya kehidupan ilahi diberikan kepada kita (#1131).

Definisi sakramen adalah sebuah definisi yang kompleks, maka ada baiknya kita uraikan satu per satu.

  • Kata berkhasiat dapat diartikan sebagai efektif atau suatu kata yang mengartikan bahwa menurut ajaran Katolik, sakramen dapat mewakili apa saja. Karena kuasa Tuhan hanya bekerja, dan orang-orang Katolik mempercayai-Nya.
  • Tanda adalah objek, kata, atau isyarat yang menunjukan sesuatu diluar dari dirinya sendiri. Menurut ajaran Katolik, sakramen menggunakan semua jenis benda, kata-kata dan gerak tubuh Manusia, tetapi semua ini mengarah pada sesuatu yang lebih besar, pada Tuhan dan Rahmat-Nya.
  • Umat Katolik biasanya mendefinisikan Kasih Karunia sebagai Karunia Allah yang diberikan secara gratis dan cuma-cuma lewat kehadiran-Nya dalam Sakramen.

Umat katolik juga mempercayai bahwa sakramen menunjukan dan merupakan saluran Anugerah Allah.

Baca Juga : 10 Fakta Jalan Salib Yang Tak Banyak Diketahui Oleh Umat Katolik

Sakramen juga dipercaya sebagai sarana komunikasi yang efektif antara Manusia dan Allah. Ada beberapa pengertian mendasar tentang Sakramen dalam Doktrin Katolik:

  • Sakramen dilembagakan oleh Kristus. Kristus melembagakan tujuh sakramen sebagai cara dimana Dia dapat hadir ditengah-tengah umat-Nya, bahkan setelah kenaikan-Nya ke Surga.
  • Sakramen-sakramen ini dipercayakan kepada Gereja. Kristus memberikan sakramen-sakramen kepada Gereja sehingga Gereja dapat membagikan pada umat-Nya.
  • Sakramen memberikan kehidupan Ilahi. Orang-orang yang menerima Sakramen sebenarnya berbagi kehidupan ilahi dengan Allah atau Kristus itu sendiri. Kehadiran Kristus dalam sakramen masuk ke dalam Jiwa gereja dan umat-Nya, Dia juga membantu mereka menjalani kehidupan Kristen dan menyematkan mereka sehinga mereka dapat mencapai kehidupan kekal.

Menurut iman katolik, sakramen adalah hadiah dari Tuhan yang diberikan melalui Gerja sebagai curahan kasih-Nya. Melalui sakramen-sakramen ini Allah membenarkan dan menguduskan umat-Nya (yaitu, Dia yang menyelamatkan mereka dan membuatnya menjadi Kudus), Dia bertemu umat-Nya dimana mereka berada untuk menarik mereka kepada-Nya, dia mencurahkan kasih Karunia-Nya, dia membangun Gereja dan menerima penyembahan.

Tujuh Sakramen Dalam Katolik

Gereja katolik mengakui tujuh Sakramen, antara lain:

1. Sakramen Baptis

Ini adalah sakramen yang menjadi dasar kehidupan sacramental umat Katolik. Dalam rencana penyelamatan Allah, pembaptisan amat sangat penting. Dalam perjanjian lama juga, Yesus merencakan banyak persitiwa yang menjadi pralambang akan Sakramen ini.

Penyematan melalui air menjadi tema yang berulang kali muncul dalam Kitab perjanjian lama dan juga perjanjian Baru. Misalnya, dalam PL tanda keselamatan dengan air mencapai puncaknya saat Yosua mengantar bangsa-bangsa Israel ke Sungai Yordan, tanpa membasih kaki-Nya dan kemudian masuk ke Tanah Perjanjian.

Dalam perjanjian baru juga Sakramen Baptis menjadi tanda kehadiran Allah dalam diri Yesus Kristus. Misalnya, ketika Yesus di Baptis di Sungai Yordan leh Yohanes Pembatips, Roh Kudus turun ke atas-Nya.

Seperti roh alah yang melayang-layang diatas permukaan air pada awal penciptanaan, demikian juga Roh Allah melayang-layang di atas Sungai Yordan dan mengurapi Yesus.

Baca Juga : 13 Fakta Menarik Tentang Pasukan Garda Swiss

Dalam kateskimus 1225 menjelaskan bahwa pembatisan Krisiani berasal dari Salib, begini bunyinya:

Dalam Paskah-Nya Kristus membuka sumber Pembaptisan bagi semua orang. Ia telah berbicara tentang Sengasara-Nya yanga kan dialami-Nya di Yerusalem, sebagai suatu ‘Pembaptisan’ yang harus Ia terima.

Darah dan air yang mengalir dari lambung tertikam Yesus di salib merupakan lambang Pembaptisan dan Ekaristi, sakramen-sakraramen kehidupan Baru.

2. Sakramen Krisma

Sakramen Krisma bertujuan untuk menguatkan dan meneguhkan materai Roh Kudus yang telah diberikan kepada kita dalam Pembaptisan. Tanda dari sakramen ini adlah pengurapan dengan minyak Suci, yang bernama Krisma.

Dalam kitab suci perjanjian Lama, pengurapan dengan krisam memiliki arit antara lain pemberishan dan penyembuhan tetapi yang paling penting adalah sebagai tanda penobata (Katekismus 1293-1294).

Baca Juga : 5 Negara Dengan Umat Katolik Terbesar di Dunia

Dalam perjanjian Baru juga, dalam kitab Kisah para Rasul, santo Petrus mengatakan bahwa Yesus dari Nazared diurapi pada waktu ia dibapis di Sungai Yordan, ketika ‘Allah mengurapi dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa” (KIS 10:38).

Pengurapan Yesus ini menandai permulaan Pelayana-Nya di Masyarakat. Sejak saat itu, Baik yesus tampil dalam peranan iman, nabi dan raja (bdk. Kateksmus 436, 1286). Sesudah diurapi di Sungai Yrdan, yesus benar-benar dapat disebut Kristus, sebab sekrang Ia sudah di urapi.

3. Sakramen Ekraristi

Ekaristi merupakan sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani (LG 11; Katekismus 1324). Dalam ekaristi, Kurban Yesus di salib dihadirkan. Kurban Yesus adalah puncak dari segala bentuk keselamatan dan juga sejarah penyelamatan.

Baca Juga : 7 Fakta Menarik Tentang Doa Rosario

Semua kurba dalam perjanjian lama menjadi pralambang Kurban Yesus, yang mengenapi dan melampaui semua kurban lain (kateskismus 614). Kurban-kurban Binatang, seperti misalnya dalam Kurban Paska berupa anak Domba, meramalkan kurban yang paling utama, Yaitu Yesus sendiri, yang adalah Anak Domba Allah.

4. Sakramen Tobat dan Rekonsiliasi

Dosa teruama pelanggaran terhadap Allah, pemutusan hubungan dengan Dia (Kateskismus 1440), terutama bagi umat-Nya membuthkan sakramen Tobat atau Rekonsiliasi ini. Berkali-kali dalam kitab Suci, kita melihat kebenaran ini diulangi bagi kita. Doa memutuskan hubungan kita dengan Allah dan juga hubunga antar sesame manusia.

Seluruh pelayanan Yesus dipusatkan pada Pengampunan Dosa. Namanya sendiri yang sudah menyatakan sebagai Dia “yang akan menyelematkan Umat-Nya dari dosa mereka” (Mat 1:21).

5. Sakramen Pengurapan orang Sakit

Sejak jatuhnya manusia pertama di Taman Eden, penderitaan dan Penyakit menjadi pengalaman universal yang dialami oleh setiap Manusia. Yesus kristus telah meandang penyembuhan Jiwa dan Raganya, sebagai bagian utama dari Pengutusannya sebgai Messias.

Yesus telah memberikan pengampunan jeoada roang lumpuh dan juga memulihkan kesehatan tubuhnya. Ia memutahirkan orang kusta dari penyakitnya dan dengan demikian, memulihkan kesehatannya, sehinga ia bisa hidup lagi di masyarakt.

Karya Yesus ang ‘menyembuhkan dan menyelamatkan’ (Kateskismus 1421) kemudian diteruskan dalam gereja melalui Sakramen-sakramen, termasuk Sakramen Pengurapan orang Sakit.

6. Sakramen Thabisan atau Imamat

Selama Sejarah keselamatan, umat Allah sellau mempunyai imam-imam sebagai perantara antara Allah dan manusia. Para imam mempersembahkan kurban-kurban untuk memulihkan dosa-dosa umat dan memimpin ibadat.

Dari antar aumat beriman yang semuanya memiliki imamat umum, orang-orang tertentu yang terpanggil kepada imamat Jabatan, yang telah didirikan Kristus dan diteruskan oleh para Rasul akan ditabiskan melalui penumpangan tangan, mengambil bagian dalam imamanat Kristus dengan mempersembahkan kurban Yesus di Kalvari keapda Allah bapa dalam Misa.

7. Sakramen Perkawinan

Saat Allah menciptakan dua manusia sebagai pria dan wanita, Allah juga mencitpakan perkawinan:
Akkag telah menciptakan manusia terdorong oleh kasih, juga memanggilnya untuk mengasihi – itulah panggilan mendasar serta kodrat setiap manusia.

Sebab, manusia telah diptakan menurut gambar dan rupa Allah, padahal Allah sendiri adalah Kasih. Karena Allah menciptakan mereka sebagai pria dan wanita, maka kasih-mengasihi diantara mereka mencerminkan kasih yang mutlak dan tak terputus-putus dengan mana Allah mengasihi Manusia (Katekismus 1604).

Panggilan sakramen perkawinan merupakan pangglan bagi pria dan wanita supaya dalam hubungan perkawinan (dan kekeluargaan) mereka meneladani kasih Allah yang khas, yaitu kasih yang mutlak, tak pernah terputus, rela berkurban dan memberikan hidup. Kasih dalam pNerkawinan haruslah kasih yang diwarnai oleh Iman.

Memahami pengertian-pengertian mendasar tentang Sakramen merupakan salah satu langkah paling utama sebagai umat Katolik yang sejati. Nah demikian artikel tentang 7 Sakramen dalam Gereja Katolik Jangan lupa share artikel ini agar orang-orang tahu apa yang anda tahu. Semoga bermanfaat!

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *