7 Perempuan Yang Berperan Penting Saat Proklamasi Kemerdekaan RI

9 Likes Comment
Perempuan Yang Berperan Penting Saat Proklamasi

7 Perempuan Yang Berperan Penting Saat Proklamasi – Seperti kata Soekarno, Presiden pertama RI bahwa jangan sesekali melupakan sejarah.

Ini adalah sebuah semboyan yang tertanam kuat dalam benak masyarakat Indonesia, bahwa kita tidak boleh melupakan sejarah.

Sejarah adalah hal yang telah membentuk karakter bangsa ini sekarang. Namun ada beberapa sejarah mungkin mulai terlupakan dalam benak anak bangsa seperti sejarah tentang peran perempuan saat proklamasi.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia telah menandai berakhirnya masa kolonialisme di Indonesia dan berakhirnya masa penjajahan.

Proklamasi ini ditandai dengan lahirnya suatu bangsa, yang kelak di kenal dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kemerdekaan Indonesia ini pun tak lepas dari peran para perempuan. Yang artinya, semua warga negara memiliki peran tersendiri disini.

Baca Juga : 7 Orang Indonesia Yang Berperang Untuk Negara Lain

Oleh karena itu, mengingat jasa-jasa mereka adalah sebuah keharusan untuk mengenang peristiwa proklamasi sebagai sebuah masa yang penuh kebahagian bagi seluruh rakyat Indonesia.

7 Perempuan Yang Berperan Penting Saat Proklamasi

Dalam artikel kali ini, kita akan mengulas tentang 7 perempuan yang berperan penting saat proklamasi. Para perempuan tersebut tentu merupakan perempuan-perempuan perkasa di zamannya, yang memiliki keberanian dan semangat untuk merdeka. Lalu siapa saja mereka? Berikut daftarnya.

1. SK Trimurti

7 Perempuan Yang Berperan Penting Saat Proklamasi
Foto lawas SK Trimurti sedang memegang senjata via tribunnews.com

Surastri Karma Trimurti, atau yang lebih akrab disapa S.K Trimurti atau SK Trimoerti merupakan seorang guru, wartawan dan juga seorang penulis asal Indonesia.

Ia lahir di Solo pada 11 Mei 1913. Saat hari Proklamasi SK Trimurti diminta untuk mengibarkan bendera Pusaka Merah Putih meski pada akhirnya ia menolak dengan alasan khusus.

Ia kemudian mengusulkan Latief Hendraningrat dari PETA (Pembela Tanah Air) untuk menggantikan posisinya. Setelah Indonesia Merdeka, Trimurti kemudian diangkat menjadi Menteri Perburuhan Pertama Indonesia.

2. Fatmawati

7 Perempuan Yang Berperan Penting Saat Proklamasi
via CNN Indonesia

Nama asli Fatmawati sebenarnya adalah Fatimah. Ia Lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923 dan merupakan istri ketiga dari presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Istri Sukarno inilah yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih. Pada saat pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih, Fatmawati berdiri disebelah SK Trimurti. Ia sendiri merupakan ibu negara pertama Indonesia sejak tahun 1945 sampai 1967.

3. Zuleika Rachman Mansjhur Jasin

Ia merupakan seorang pemimpin Mahasiswa Perempuan Ika Daigaku (Sekolah Tinggi Ilmu Kedokteran) dalam upacara Proklamasi Kemerdekaan. Setelah kemerdekaan, Jasin kemudian menjadi Anggota PMI Mobile Colonne.

4. Genowati Djaka Sutadiwiria

Wanita kelahiran Semarang, 27 April 1919 ini adalah Mahasiswa Ika Daigaku yang menjadi anggota pengamanan saat hari Proklamasi Kemerdekaan. Pada perang kemerdekaan I dan II, ia bertugas sebagai anggota PMI Yogyakarta untuk mengumpulkan obatan.

5. Oetari Soetarti

Mahasiswa Ika Daigaku ini hadir di Jalan Pegangsan Timur 56 Jakarta untuk menyakiskan detik-detik proklamasi kemerdekaan. Dia kemudian bertugas sebagai anggota Pos PMI di Bidara Cina.

Soetarti lalu menikah dengan kawan kampusnya, dr. Suwardjono Surjaningrat yang kelak menjadi Menteri Kesehatan RI pada tahun 1978-1988 di era Presiden Soeharto.

6. Yulari Markoem

Saat proklamasi Kemerdekaan RI, Mahasiswa Ika Daigaku ini bertugas sebagai anggota kelompok Mahasiswa penaikan Bendera Pusaka.

Pada perang kemerdekaan I, dia bertugas sebagai penghubung dalam pengiriman logistik medis ke daerah Gerilya.

7. Retnosedjati

Yang terakhir adalah Renosedjati, yang lahir di Den Haag Belanda, 29 maret 1924. Bersama kawan-kawannya dari Ika Daigaku, dia menghadiri lahirnya Republik yang baru, Republik Indonesia.

Setelah proklamasi kemerdekaan dia menjadi anggota PMI dibawah asuhan Prof. Soetojo. Saat meletus perang kemerdekaan I dan II, dia menjadi anggota PMI yang mengurus pengobatan pejuang di Solo, Klaten dan juga Yogyakarta.

Penutup

Daftar diatas mungkin hanya sebagian kecil saja perempuan yang memiliki andil di hari proklamasi. Itu berarti ada perempuan-perempuan lain yang ikuti berperan didalamnya, baik yang berhasil dicatat oleh sejarah ataupun yang tidak.

Tapi yang jelas, peran mereka tak boleh dilupakan. Karena mereka memiliki andil lahirnya negara Kesatuan Republik Indonesia. Nah demikian artikel tentang 7 Perempuan Yang Berperan Penting Saat Proklamasi. Semoga artikel ini bermanfaat ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *