7 Penemuan Obat Yang Mengubah Dunia

2 Likes Comment
penemuan obat yang mengubah dunia

Ada beberapa penemuan obat yang mengubah dunia. Obat-obat ini telah berhasil menyelematkan jutaan nyawa umat manusia sejak ia pertama kali ditemukan dan mulai digunakan.

Dalam sejarah, umat manusia sudah mulai mengkonsumsi berbagai jenis obat-obatan. Mulai dari obat yang diambil dari tumbuhan dan hewan. Baik obat tradisional dan obat modern tetap berasal dari alam.

Setelah itu, munculah berbagai obat lain yang lebih modern. Para tabib dan dukun dahulu menggunakan obat berupa salep, obat hirup dan lain sebagainya untuk pengobatan.

Namun ternyata, tidak semua zat yang digunakan sebagai obat itu bermanfaat untuk manusia. Karena itu, ada sejumlah kecil zat yang terkandung dalam obat yang mempunyai efek penyembuhan yang luar biasa.

Zat kecil inilah yang telah merevolusi dunia medis secara fundamental. Hingga sekarang kebutuhan dan penggunaan akan zat ini sangat tinggi seiring dengan meningkatkan jumlah pasien dari seluruh dunia.

Penemuan obat yang merevolusi dunia medis

Lantas, penemuan obat apa saja yang telah merevolusi dunia medis? Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 7 obat yang berhasil mengubah dunia. Obat apa saja itu? Ini dia daftarnya.

1. Insulin

Insulin
Ilustrasi saat dua Ilmuwan Kanada, Sir Frederick G. Banting dan Charles H. Best menguji insulin pada anjing yang terkena diabetes pada 14 Agustus 1921 via the National Library of Medicine

Yang pertama adalah insulin. Sejak ditemukannya Insulin, obat ini dianggap sebagai salah satu terobosan terbesar dalam dunia medis sepanjang sejarah.

Ilmuwan Kanada, Sir Frederick G. Banting dan Charles H. Best bersama bebrapa rekan-rekan disebut-sebut sebagai perintis awal penemuan insulin.

Tetapi sebenarnya, bukan mereka yang menemukannya. Para ilmuwan Kanada tersebut hanya berhasil melakukan isolasi hormon sehingga tidak dapat disebut sebagai Insulin.

Baca Juga : 7 Aplikasi Kesehatan Paling Terpercaya di Indonesia

Insulin sendiri secara resmi ditemukan oleh Fisiolog Rumania, Nicolas C. Paulescu. Ia berhasil menemukan sebuah zat yang disebut Pancerin yang kini disebut sebagai Insulin pada tahun 1916.

Tetapi, penemuan ini belum bisa ia publikasikan karena pada saat itu dia direkrut oleh pemerintah untuk pergi berperang dalam perang dunia pertama.

Paulescu sendiri berhasil selamat dalam perang tersebut sehingga ia bisa mempublikasikan penemuannya tersebut pada tahun 1921. Setahun setelahnya, Banting dan kawan-kawan mempublikasikan penemuan mereka tentang isolasi hormon.

Sehingga dalam urutan waktu, Paulescu lebih dahulu menemukan dan mempublikasikan penemuannya tentang insulin dibanding para ilmuwan Kanada.

2. Aspirin

Aspirin
Botol Aspirin yang dikeluarkan oleh Frederich Bayer & Corporation via britannica.com

Pada tahun 1899, Vokal Farbenfabriken dan Frederich Bayer & Co. yang kemudian berubah nama menjadi Bayer AG memperkenalkan sebuah obat yang kelak dikenal sebagai aspirin.

Obat ini memiliki efek pereda rasa sakit yang kini telah menjadi salah satu obat paling populer dan paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Baca Juga : Manfaat Daun Sirih Merah Dan Hijau Untuk Kesehatan

Pengujian obat ini dilakukan oleh ahli Kimia Bayer, Felix Hoffmann atas nama perusahaan. Hoffmann melakukan uji sintesis asam asetilsalisilat murni yang merupakan bahan aktif aspirin.

Beberapa bulan sebelum penemuan aspirin dilakukan oleh Perusahaan, mantan ahli Kimia Bayer, Arthur Eichegrun melakukan klaim. Ia menyebut bahwa dialah yang menemukan proses sintesis senyawa tersebut dan Hoffman hanya menjalankan prosedur yang ia buat. Klaim penemuan tersebut kemudian dimenangkan oleh Eichergrun sementara penemu Aspirin tetap ditangan Hoffman.

3. Chlorphromazine

chlorpromazine
Diazepam (Valium) adalah obat benzodiazepine yang umumnya digunakan untuk mengurangi gejala kecemasan via U.S. Drug Enforcement Administration in britannica.com

Obat penenang Chlorphromazine, yang juga disebut dengan obat Thorazine, ditemukan pertama kali pada tahun 1950. Penemuan obat ini juga memicu munculnya revolusi dalam dunia psikofarmakologis.

Dampak obat ini sangat luas dalam masyarakat. Diperkirakan, 10 tahun setelah obat ini ditemukan, sekitar 50 juta orang secara aktif pernah mengkonsumsinya.

Baca Juga : 6 Cara Menjaga Kesehatan Lidah Dengan Mudah Dan Berhasil

Obat ini juga dalam perkembangannya telah menjadi dasar bagi generasi selanjutnya untuk meningkatkan manfaat obat termasuk untuk metode pengobatan untuk penderita kecemasan dan depresi.

Disisi lain, karakteristik neurotransmitter dan reseptor yang ditimbulkan dari obat ini memberikan wawasan baru bagi manusia tetang peran implus saraf yang bisa dialihkan dari satu neuron ke neuron lain pada otak.

Akibatnya, para ilmuwan berhasil mengarahkan berbagai penemuan baru tentang penyekait mental dan kognitif. Sampai sekarang, obat ini terus digunakan sebagai antidepresan termasuk juga di Indonesia.

4. Nitrogen Mustard

Nitrogen Mustard
Senyawa NH-2 yang terdapat pada Nitrogen Mustard dilihat menggunakan teknik diagnostik berbasis sel via britannica.com

Nitrogen mustard tidak pernah diketahui dengan pasti siapa penemunya. Pertama kali dikenal publik setelah dikembangkan untuk digunakan sebagai salah satu senjata kimia yang digunakan dalam perang dunia pertama sekitar tahun 1920-an.

Pada tahun 1940-an, ditemukan bahwa salah satu senyawa yang terdapat pada Nitrogen Mustard, yakni HN-2, adalah Mechalorethamine.

Baca Juga : Cara Mudah Menjaga Kesehatan Bibir

Mechalorethamine ternyata bisa menjadi obat yang dapat digunakan untuk melawan penyakit mematikan seperti kanker Limfoma pada manusia.

Karena kandungan inilah, pada tahun 1949, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyetujui penggunaan Mechalorethamine untuk mengbati pasien kanker. Yang berarti, Mechalorethamine adalah obat pertama yang disetujui badan tersebut setelah berdiri.

5. AZT

AZT
Penemu AZT, Jerome P. Horwitz via nytimes.com

AZT pertama kali ditemukan oleh Jerome P. Horwitz pada tahun 1964. Pada awalnya, obat ini ditujukan untuk penderita kanker namun seiring perkembangannya ditemui manfaat lain yakni bisa digunakan untuk mengobati pasien HIV/AIDS.

Pada tahun 1987, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyetuji penggunaan AZT. Obat ini dianggap sebagai salah satu terobosan terbesar dalam dunia medis sepanjang sejarah.

Baca Juga : 10 Kegiatan Produktif Saat Berada di Rumah

Meski pada dasarnya AZT tidak dapat menyembuhkan penderita AIDS secara klinis tapi obat itu diketahui bisa memperpanjang usia penderita.

AZT juga menjadi zat pertama yang berhasil ditemukan manusia dengan efek nucleoside reverse transcriptase inhibito. Sehingga, AZT dikenal juga sebagai obat antiretroviral yang merupakan salah satu obat yang biasa digunakan untuk terapi HIV/AIDS. Perlu juga dicatat, sejak AZT ditemukan, jumlah kematian AIDS dilaporkan menurun pada abad ke-21.

6. Kontrasepsi

Kontrasepsi
Tablet kontrasepsi yang digunakan selama sebulan via ©cristi180884/Shutterstock.com

Pada awal tahun 1920, ilmuwan Austria, Ludwig Haberlandt menerbitkan sebuah makalah yang menyatakan bahwa hormon dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi yang efektif pada hewan.

Meskipun metode penelitian yang digunakan dalam makalah tersebut simpang siur, Haberlandt mungkin juga telah melakukan tahap uji hormon secara klinis pada manusia.

Baca Juga : Mereka Yang Bangun Dari Koma Setelah Dengar 15 Lagu Ini

Pada waktu itu, Haberlandt sendiri di kritik oleh para koleganya atas makalah yang ia terbitkan. Sembari mengatakan bahwa kotrasepsi adalah hal yang tabu.

Pada tahun 1932, Haberlandt ditemukan tewas bunuh diri dan berbagai penelitian mengenai kontrasepsi otomatis berhenti. 20 tahun kemudian, sebelum uji klinis hormonal pertama dilakukan pada manusia dan juga atas desakan aktivitas sosial Margaret Sanger, obat KB disetujui penggunaanya di AS pada tahun 1950.

Hingga kini, sebagian besar pemerintah di dunia menyarankan penggunaan kontrasepsi untuk mencegah meningkatnya populasi manusia.

7. Penicillin

Penecillin
Bakteri pembunuh jamur yang terdapat pada Penecillin via Carlo Bevilacqua—SCALA/Art Resource, New York

Pada tahun 1928, bakteriolog Skotlandia, Aleander Fleming sedang melakukan uji proses lempeng kultur bakteri yang telah terkontainasi oleh jamur. Uji tersebut dilakukan dengan cara mensterilkan bakteri tersebut.

Saat melakukan uji coba, ia melihat sebuah warna bening yang melingkari koloni lempeng. Warna bening tersebut merupakan sebuah racun yang befungsi untuk membunuh bakteri, yang kelak disebut penicillin.

Baca Juga : Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Ahli patologi Australia, Howard Walter Florey dan ahli Biokimia Inggris, Ernst Boris Chain kemudian melakukan uji proses yang sama namun dengan teknik yang berbeda.

Mereka melakukan isolasi pada racun bakteri tersebut lalu memurnikannya. Dengan cara ini, mereka berhasil menemukan antibiotik penyelamat hidup yang paling efektif di dunia.

Fleming juga berhasil menemukan beberapa obat serupa seperti Lisozim antiseptic yang ditemukan pada tahun 1921. Penemuan ini juga terjadi secara tidak sengaja setelah ia mencampur piring kultur dengan kuman yang sudah dibekukan.

Penutup

Obat kini telah menjadi bagian sentral dalam kehidupan manusia dan bahkan manusia sangat bergantung pada obat sejak bangun pagi hingga tidur malam.

Nah demikian artikel tentang 7 penemuan obat yang mengubah dunia. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *