5 Cara Blogger Berkontribusi Di Era Revolusi Industri 4.0

10 Likes Comment
Era Revolusi Industri 4.0

Mungkin sebelumnya anda sudah membaca artikel saya yang lain tentang nasib para blogger di era revolusi industri 4.0 ini. Gambaran mengenai nasib yang saya sebutkan diartikel tersebut hanyalah pranata yang mungkin saja hanya berupa angan-angan, hanya hidup dipikiran blogger dan belum tentu benar terjadi.

Tetapi bagaimana jika itu benar? Kalau benar maka cara blogger berkontribusi di era revolusi industri 4.0 ini, seperti yang kita bahas diartikel ini, akan berbeda.

Menjadi seorang blogger di era revolusi industri sangat sulit. Karena sebagai informator, informasi yang kita tawarkan itu harus datang dari kita sendiri. Mengapa? Karena dalam dunia blogging kita wajib membagikan apa yang menjadi kemampuan kita.

Misalnya, kalau ingin menjadi seorang travel blogger maka seharusnya kita juga adalah seorang petualang. Karena jika bukan petualang, cara menulis artikel kita beda. Cara menyajikannya juga beda. Semua itu soal taste. Rasa dalam tulisan. Dan ini harus dicapai jika ingin menjadi blogger yang sukses. Karena inilah yang akan dicicipi oleh pembaca kita sendiri.

Blogger yang sukses bukan saja diukur dari total pengunjung didapatkan dalam satu hari atau total penghasilan blog kita setiap bulan. Menjadi blogger itu soal bagaimana memberikan solusi, jawaban, pengalaman dan juga masukan kepada orang lain.

Artinya kita menjadi solution maker bagi orang lain. Kira-kira itu. Selain dari itu, jika tujuan kita ngeblog untuk uang sebaiknya kita berhenti saja. Karena ujung-ujungnya kita akan kecewa sendiri. Tapi tidak semua blogger begitu kok. Ada yang membuat blog memang karena hobby dan menganggap penghasilan yang ia peroleh dari blog hanyalah bonus.

Tetapi semuanya berubah ketika kita memasuki masa revolusi industri 4.0 ini. Persaingan dalam dunia blogging semakin sengit dan kita tidak hanya bersaing dengan blogger-blogger lain tetapi juga korporasi. Yang tentunya kita kalah telak dalam hal sumber daya. Begitu juga soal kontribusi kita, kita kalah banyak. Namun bukan berarti kita tidak bisa berkontribusi didalamnya.

Lalu bagaimana cara kita berkontribusi di era ini? Model kontribusi mungkin berbeda dengan korporasi tadi. Karena memang kita hanya menjadi jembatan informasi dan bukan pelaku.

Didalam artikel ini saya sudah merangkup 5 cara blogger berkontribusi di era revolusi industri 4.0. Namun sebelumnya itu ada baiknya kita memahami dulu apa itu revolusi industri dan bagaimana kronologi terciptanya revolusi industri 4.0 ini.

Kronologi terciptanya revolusi industri 4.0

Revolusi industri 4.0 ini semakin nyaring terdengar saat ini. Istilah ini sering disebut berulang kali di media baik TV, Radio, Koran, Majalah dan juga blog. Alasan penyebutannya sederhana Karena revolusi industri ini sudah didepan mata dan sebentar lagi akan terjadi. Sebagian besar dari pembahasan itu berputar-putar pada satu hal yakni: Apakah kita siap masuki revolusi industri 4.0? Apakah kita bisa menghadapi tantangannya?

Tapi bagaimana sih kita bisa sampai di era revolusi industri 4.0 ini? Kapan revolusi industri pertama tercipta? Begini kronologinya. Patut anda ketahui, kronologi ini hanya gambaran umumnya dan tidak dibahas secara detail.

  1. Revolusi industri 1.0 dimulai pada tahun 1784 saat ditemukannya mesin upa pertama yang dapat digunakan di pabrik untuk meningkatkan jumlah produksi barang di Inggris. Penemuan mesin uap ini ditandai dengan ditemukannya mesin uap pertama yang digunakan untuk menjalankan kereta api oleh James Watt.
  2. Revolusi industri 2.0 dipercaya muncul pada tahun 1870 saat conveyor ditemukan. Conveyor ini mampu memfasilitasi produksi massal di pabrik kala itu. Sehingga metode produksi pabrik berubah drastis dan menandai perubahan demi perubahan dari segi produksi barang.
  3. Revolusi industri 3.0 dimulai pada tahun 1960-an dimana pada tahun itu, pengendalian program mesin mulai bermunculan dan memungkinan otomatisasi produk secara elektronik. Revolusi industri 3.0 inilah yang paling besar pengaruhnya terhadap terhadap peradaban dan menjadi cikal bakal ditemukannya internet, Google, Jaringan Seluler, Hosting, Domain dan lain sebagainya .
  4. Hari ini, muncul revolusi industri 4.0 yang dipercaya lahir pada tahun 2015 lalu. Dimana saat itu Pemerintah Jerman mulai mengkampanyekan produksi industri berbasis teknologi dan menyembut kampanye yang dilakukannya sebagai kampanye revolusi industri 4.0. Pada dasarnya, revolusi industri 4.0 itu memungkinkan produksi didigitalisasikan melalui TIK (Teknologi Indormasi dan Komunikasi) dan koneksi internet.

Puncak dari kampanye revolusi industri 4.0 ini adalah otomatisasi. Poin ini menonjol pada industri skala besar yang memungkinkan mereka untuk menghubungkan unit-unit produksi kecil yang tersebar di berbagai negara sehingga terbentuk jaringan produksi digital yang mampu meminimalisir penggunaan sumber daya dan tenaga lebih efisien.

Ada beberapa poin inti dari maksud pengunaan sumber daya dan tenaga yang lebih efisien seperti yang dimaksud diatas, antara lain: otomatisasi, konektivitas, informasi digital, akses digital klien dan pengguna dalam waktu yang sama serta akses data ke data besar (Big Data).

Kadang memang kita salah mengartikan ide revolusi industri 4.0 ini dan sering kali menggunakan secara bergantian dengan Society 5.0 yang digagas oleh Pemerintah Jepang. Dua hal ini memiliki konsep yang berbeda dan penerapan yang berbeda. Namun dua hal ini memiliki andil besar untuk membantuk peradaban seperti yang kita lihat sekarang ini.

Terutama soal akses ke jaringan dan data tanpa batasan waktu dan geografis, hubungan yang lebih terbuka dengan dunia luar, akses informasi yang lebih plural dan otomatisasi produksi pabrik termasuk didalamnya konsep kehidupan masyarakat modern yang ditopang teknologi. Singkatnya, semua serba digital.

Bahkan kuliah dan pergi kerja pun akan dilakukan secara digital. Kita juga tidak perlu repot membajak sawah, memanen padi atau menanam kacang tanah karena mungkin kedepannya akan digantikan oleh robot. Keadaan ini dipercaya menjadi puncak dari revolusi industri 4.0.

Lalu apa kontribusi para blogger disini? Dan apakah kontribusi tersebut memiliki dampak? Mari kita ulas.

Cara Blogger Berkontribusi Di Era Revolusi Industri 4.0

Kontribusi kita yang akan saya ulas disini adalah sebuah bentuk kontribusi sebelum dan sesudah revolusi industri 4.0 ini tercipta. Ada 5 poin utama disini, antara lain:

1. Menjadi informator

Peran ini adalah peran paling utama yang dilakukan oleh blogger baik secara sadar ataupun tidak. Coba lacak informasi-informasi tertentu dari blogger yang membahas mengani suatu revolusi industri yang akan dialami oleh manusia di Google. Cek dalam berbagai bahasa saja, kata kuncinya adalah ‘Revolusi industri yang akan dialami oleh manusia di masa depan’.

Lalu cari di Google atur waktu dari tahun 2001-2014, sebelum kampanye pertama Revolusi Industri dilakukan oleh Pemerintah Jerman dan lihat hasilnya. Saya sarankan agar anda mencarinya di 6 bahasa yang berbeda yakni bahasa Inggris, Spanyol, Cina, Rusia, India dan Indonesia. Dan lihat hasilnya.

Dari sini kita bisa melihat kontribusi para blogger di era revolusi industri 4.0 ini. Kontribusi terbesar kita adalah dengan menjadi infomator. Dan mungkin ide-ide tersebut tersembunyi diantara keyword lain misalnya rumah dan makanan masa depan, pakaian masa depan, jaringan di masa depan, motor di masa depan, pabrik di masa depan dan lain sebagainya.

2. Sumber informasi

Sebenarnya konsep informator dan juga sumber informasi adalah dua hal yang berbeda. Menjadi informator berarti kita menyebarluaskan informasi yang sudah ada dengan menambahkan, mengurangi dan menyebarluaskannya. Artinya informasi yang kita buat itu ada acuannya.

Sementara menjadi sumber informasi berarti informasi tersebut bisa berasal dari kita. Dan bisa jadi informator tadi mungkin mengambil informasi dari kita. Jadi ide-ide itu mungkin juga berasal dari kita. Kita, maksudnya para blogger tidak berasal dari latar belakang yang sama. Karena itu, informasi yang kita sajikan berbeda, beragam dan luas.

Jadi, kontribusi kedua yang dilakukan blogger di era revolusi industri 4.0 adalah menjadi sumber informasi, yang mungkin saja artikel buatan kita menjadi salah satu penyebab kampanye revolusi industri 4.0 digalakan sedini mungkin. Siapa yang tahu?

3. Menjadi seorang yang menyediakan kiat-kiat di era revolusi industri

Selain diatas, kontribusi selanjutnya adalah dengan menyiapkan kita-kiat dan tips kepada orang lain untuk bisa siap menghadapi revolusi industri 4.0 ini. Kiat-kita itu akan disampaikan lewat blog dan mungkin akan mendapatkan tempat tersendiri di hati pembaca.

Kiat seperti ini sangat penting dan memiliki pengaruh kepada remaja yang akan berangkat menjadi seoarang anak dewasa. Karena dapat mempengaruhi keputusan mereka dimasa mendatang.

Misalnya, dari awal ia sudah memutuskan untuk mengambil jurusan Akuntansi jika sudah kuliah namun setelah membaca artikel anda, dimana didalamnya membahas mengenai revolusi industri 4.0 dan disebutkan bahwa salah satu ilmu yang akan hilang akibat dari revolusi industri 4.0 adalah Akuntansi karena akan digantikan oleh robot.

Lalu ia memutuskan untuk mengambil jurusan kuliah TIK di konsentrasi keamanan siber karena takut jurusannya itu tidak berguna di masa mendatang. Bisa saja kan?

4. Penyedia informasi digital

Menjadi penyedia informasi digital berarti menjadi penyedia sumber daya digital. Kemampuan blogger itu bermancam-macam ya dan mungkin suuah ada blogger yang punya kemampuan di bidang IoT (Internet of Things) dan Big Data namun senang mengangkat tema tentang kesehatan.

Karena belum memiliki pekerjaan mereka kemudian menyediakan kode-kode khusus, data-data khusus dan informasi-informasi tambahan yang sangat berguna saat pembangunan Big Data nanti seperti penerapan pengamanan tambahan, keamanan siber, penerapan logartima dan seterusnya.

Kemampuan seperti inilah yang bakal dibutuhkan dimasa depan. Dan kemampuan ini akan lebih disukai jika ada sumber daya yang tersedia didalamnya baik secara gratis atau tidak. Informasi digital itu beragam dan cakupannya kompleks tapi semua memiliki andil besar.

5. Penyedia akses data digital

Salah satu poin kunci dari revolusi industri 4.0 ini adalah akses ke data digital tanpa batas. Namun terkadang data ini diperjual belikan. Misalnya kode-kode tertentu seperti kode keamanan situs web terbaru atau alogartima pesan instan terbaru seperti Logaritma Ganda Ratchet versi bla bla bla, sehingga terkadang informasi seperti ini berbayar.

Padahal, pemahaman penyediaan data digital ini bermakna penyediaan sumber daya tanpa batas baik sumber daya digital atau non-digital dan sumber daya tersebut harus diakses dengan gratis, mudah dan tanpa batas.

Inilah yang kemudian memotivasi oleh para blogger untuk menyediakan akses data digital dengan gratis. Salah satu contoh paling utama adalah menyediakan data-data klien dan data pengunjung suatu website. Banyak tools yang menyediakan data-data penelusuran serupa baik berbayar dan atau tidak. Biasanya yang berbayar itu agak kurang populer.

Karena itu, penyedia data-data gratis seperti Google dengan berbagai kemudahannya dan juga data-data pengunjung website seperti Neil Patel lebih disukai dengan lebih populer ketimbang tools-tool lain. Ini hanya contoh ya. Karena sebenarnya penyedia data digital jauh lebih kompleks pemahamannya di era revolusi industri 4.0 ini.

Berbicara mengenai kontribusi kita sebenarnya tidak hanya 5 cara diatas, ada banyak cara blogger berkontribusi di era revolusi industri 4.0 ini. Cara diatas memang terbatas dan umum.

Dan perlu anda ketahui, kontribusi blogger juga cukup besar di era ini dan kontribusi ini tetap berlangsung sampai sekarang. Salah satu contoh tetap berlangsungnya kontribusi blogger adalah artikel yang sedang anda baca ini. Anda juga bentuk berkontribusi lain yang belum dibahas namun yang paling penting disini adalah jenis kontribusi yang bakal anda pilih.

Tapi tentunya anda harus punya website untuk bisa berkontribusi. Platform website yang dipilih mungkin beraga entah itu Blogger, Wix, Medium, WordPres dan lain sebagainya. Salah satu platform terbaik adalah WordPress.

Sayangnya jika anda menggunakan WordPress anda harus memiliki hosting sendiri. Jika anda bingung memilih hosting terbaik saya merekomendasikan hosting dari Niagahoster. Mengapa? Sebab ini adalah salah penyedia hosting dan domain terbaik saat ini. Selain itu juga, domain yang saya pakai di blog ini saya beli dari Niagahoster. Pelayananya juga oke dan saya juga sudah pernah membuat review tentang mereka di salah satu artikel saya di blog ini.

Yang terakhir, yang paling penting untuk diketahui adalah, berkontribusi di era revolusi industri ini adalah salah satu cara untuk siap menghadapi tantangan di era revolusi industri ini. Baik dengan model kontribusi seperti yang disebutkan diatas atau bukan.

Jika model kontribusi di seperti diatas, harusnya anda bangga. Sebab, salah satu satu pilar penting dari revolusi ini yang memungkinkan masyarakat, teman, keluarga, adik-adik dan orang lain untuk siap menghadapinya adalah informasi. Penyediaan informasi yang memadai dan lengkap. Dan tugas itu ada ditangan Blogger.

Mudah-mudahan, anda dan saya tetap menjadi blogger untuk bisa berkontribusi di era revolusi industri ini. Demikian artikel saya tentang 5 Cara Blogger Berkontribusi Di Era Revolusi Industri 4.0. Semoga bermanfaat~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *