10 Fakta Tentang Astronomi Yang Wajib Kamu Ketahui

7 Likes Comment
fakta tentang astronomi

10 fakta tentang astronomi yang akan kita bahas pada artikel ini pada dasarnya hanyalah gabungan dari fakta-fakta astronomi umum karena itu kita wajib untuk mengetahuinya.

Sebagai salah satu ilmu tertua, astronomi sekarang ini sangat berkembang pesat. Observasi atas sebuah planet, eksoplanet, galaksi, bintang-bintang dan lain sebagainya tidak hanya dilakukan di bumi, tetapi juga di luar angkasa.

Selama ribuan tahun lamanya, planet-planet tersebut telah berada ditempatnya dan terus membentuk lautan kosmik dan melebar karena material hitam yang juga berkembang. Perlu kamu ketahui, suatu galaksi juga terus tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu.

Baca Juga : 3 Cara Menghitung Usia Alam Semesta

Dan berkat astronomi pula beberapa planet yang berada dalam tata surya kita telah ditemukan seperti Uranus yang ditemukan pada tahun 1781, Neptunus pada tahun 1846, hingga Planet Pluto (entahlah, ini tidak ada kaitannya dengan klaim apakah Pluto masih dapat disebut planet atau hanyalah sebuah satelit alami seperti bulan) ditemukan pada tahun 1930. Diluar angkas juga terdapat jutaan material dan asteroid.

10 Fakta Tentang Astronomi Yang Wajib Kamu Ketahui

Nah, bagi kamu yang belum mengetahuinya, berikut ini disajikan beberapa fakta mengenai astronomi yang wajib kamu ketahui. Apa saja itu? Berikut daftarnya.

1. Setiap planet dan eksoplanet ataupun satelit alami yang mengorbit pada suatu planet mempunyai atmosfer sendiri

via pixabay.com

Di bumi, atmosfer mengandung berbagai unsur seperti Nitrogen dan oksigen. Venus dengan atmosfer yang sangat tebal mengandung karbon dioksida dan beberapa jejak gas beracun seperti sulfur dioksida.

Bagitu juga dengan Mars yang atmosfer juga mengandung karbon dioksida namun dengan nilai yang lebih rendah daripada bumi.

Sementara planet lain seperti Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus terdapat unsur hydrogen dan helium di amtosfernya. Juga dengan matahari, dan juga Pluto. Itu berarti setiap planet ataupun eksoplanet memiliki atmosfer sendiri.

2. Untuk bisa melintasi galaksi seperti Bimasakti manusia membutuhkan waktu 120.000 tahun

via theatlantic.com

Dari beberapa penelitian mengatakan bahwa galaksi kita terus berkembang akibat dari material hitam yang hidup. Sistem tata surya kita terdapat dalam galaksi yang dikenal sebagai galaksi bimasakti atau milky way galaxy.

Berapa luasnya? Berapa waktu yang dibutuhkan untuk melintasi galaksi misalnya dari ujung timur ke barat? Perhitungan paling masuk akal sejauh ini adalah bahwa jika kita mulai berkelana dari ujung timur galaksi Bimaksakti dengan kecepatan cahaya sektar 300.000 km/detik, kita memerlukan waktu sekitar 10.000 hingga 120.000 tahun.

Baca Juga : Mau Mengamati Langit? 5 Aplikasi Peta Langit Ini Wajib Kamu Coba

Itu berarti galaksi bimasakti sangat luas dan memerlukan beribu-ribu turunan untuk sampai ke ujung barat seperti yang dimaksud. Tapi, itu hanya 1 galaksi saja.

Di Alam semesta ini ada sekitar 100 miliar galaksi dan satu galaksi terdapat sekitar 200 miliar bintang. Untuk lebih jelasnya, baca artikel tentang Bintang di alam semesta lebih banyak dari bintang yang terdapat di bumi.

3. Jika mengambil gambar suatu eksoplanet yang jaraknya jauh sama saja dengan mengambil gambar masa lalu

via gizmodo.com

Dengan kemampuan teknologi kini, untuk mengamati sebuah eksoplanet yang jauh kita membutuhkan pencitraan dari sebuah teropong khusus. Dan untuk hasil yang lebih maksimal kita menggunakan gambar.

Baca Juga : 10 Fakta Astronomi

Nah, untuk pencitraan gambar dengan pencahayaan yang tepat dari sebuah bintang yang jaraknya snagat jauh kita membutuhkan waktu yang amat sangat lama. Artinya, gambar yang muncul itu adalah gambar yang muncul ratusan, ribuan hingga jutaan tahun yang lalu.

Itu berarti, ketika pencitraan tersebut sampai ke bumi, sudah pasti suasana ditempat yang sebenarnya telah berubah.

4. Suhu aneh di Merkurius

via infoastronomi.com

Planet ini sebenarnya adalah planet terdekat dengan pusat tata surya yakni matahari. Namun, suhu disana mencapai -173 derajat celcius atau setara dengan -280 derajat Fahrenheit.

Fakta ini mungkin sangat aneh bagi sebagai orang, tetapi tetap ada penjelasan mengapa suatu planet yang dekat dengan matahari justru lebih dingin. Hal itu disebabkan karena Merkurius hampir tidak punya atmosfer.

Baca Juga : Istilah dan Referensi Astronomi

Sebab, atmosfer dalam suatu planet berfungsi untuk menangkap panas yang ada di permukaannya. Jika sisi lain Merkuris, utau wilayah yang tidak terjangkau sinar matahari temperaturnya akan sangat dingin.

5. Badai di planet Jupiter

via wired.com

Planet Jupiter adalah salah satu planet di tata surya kita. Di Jupiter, saban tahun selalu terjadi badai yang terus menerus tanpa henti. Hal ini diberi nama dengan The Great Red Spot.

Badai kolosal dengan ukuran dua kali lipat dari ukuran bumi tersebut telah terjadi selama kurang lebih 300 tahun terakhir. Yang paling mencengangkan putaran badai ini berlawanan dengan putaran jarum jam.

6. Jumlah bintang yang terdapat diluar angkasa

via infoastronomy.org

Dalam pemahaman kita bintang adalah sebuah eksoplanet yang bersinar. Di luar angkasa proses kelahiran dan kematian suatu bintang selalu terjadi.

Faktanya, berbagai perhitungan matematis justru menjelaskan bahwa jumlah bintang yang ada di alam semesta ini empat kali lipat lebih banyak dari pasir yang ada di bumi. Lihat artikel sebelumnya yang membahas perhitungan matematis tentang jumlah bintang di alam semesta.

7. Energi yang terdapat pada matahari

via express.co.uk

Matahari adalah salah satu jenis bintang yang terdapat di galaksi bimaksakti. Semakin besar suatu bintang, maka semakin biru warnanya. Diamater matahari mencapai 1.392.684 KM atau setara dengan 109 kali diameter bumi.

Baca juga : 10 Fakta Mengenai Matahari Yang Wajib Kamu Ketahui

Setiap detik matahari menghabiskan sekitar 620 juta metrik ton hydrogen atau setara dengan 92 miliar bom nuklir. Namun jika dibandingkan dengan bintang lain, energi yang dikeluarkan matahari tergolong kecil.

8. Bintang paling terang di alam semesta

via astronomy.org

Saat mengamati langit malam, kita akan melihat beberapa bintang yang sangat terang bahkan dengan mata telanjang sekalipun. Bintang paling terang itu dikenal juga sebagai Betelgeuse.

Betelgeuse adalah salah satu jenis bintang super raksasa dengan tingkat kecerahan 13.000 kali lipat dari matahari sementara diameter 1000 kali lebih besar. Meski demikian ada juga beberapa bintang yang cerah, anda membaca artikel kami tentang hal itu disini.

Baca Juga : 10 Bintang Paling Terang Di Alam Semesta

Betelgause berasal dari bahasa Arab dan terletak tak jauh dari bahu kanan konstelasi Orion. Sejauh ini, Betelgeuse diperkirakan sudah memasuki masa baktinya dan akan mengalami supernova dalam rentang waktu beberapa juta ribu ke depan.

9. Gunung berapi di Bulan Jupiter

via hariandepok.com

Salah satu bulan Jupiter memiliki gunung berapi. Selain itu, ketika memuntahkan lava, kecepatannya sangat mencengangkan bahkan mencapai 1 km per detik. Kecepatan ini 20 kali lipat daripada kecepatan erupsi gunung api yang terdapat di bumi.

10. Badai topan di Saturnus

via okezone.com

Bukan hanya terjadi di bumi, badai topan juga terjadi di Saturnus. Beberapa pengamatan lewat pesawat ruang angkasa Cassini menjelaskan bahwa badai yang terdapat di planet Saturnus ini dua kali lebih besar daripada badai yang terdapat di Bumi.

Penutup

Sebenarnya, ada banyak sekali fakta tentang astronomi tetapi pembahasan itu akan dilanjutkan pada artikel-artikel berikutnya.

Nah demikian tentang 10 fakta tentang astronomi yang wajib kamu ketahui. Jika artikel ini berguna, jangan lupa share agar orang lain bisa membaca artikel ini. Semoga bermanfaat ~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *